MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 215


__ADS_3

Saat ini hanya ada Olivia dan Ranti, Ranti menatap Olivia dan Olivia membalas dengan senyum dan bertanya "Ada apa ibu? apa ada yang sakit? "


"Olivia, soal tuan Arion apa kau yakin tentang pernikahan ini? " Ranti mengkhawatirkan putrinya


"Kenapa ibu bertanya seperti itu? "


"Melihat situasi nya ibu tau siapa tuan Arion itu, dia pasti bukan orang sembarangan apa kau yakin tentang perasaan nya padamu bukan main-main"


"Ibu sudah mendengar ucapan nya bukan, apakah ada kebohongan yang ibu rasakan?"


"Ibu merasa dia menyukaimu, tapi Olivia bagaimana dengan keluarga nya apakah dia menerimamu? "


"Hmm kedua orang tuanya sangat baik ibu, nenek angel ibu juga pasti tahu tentang nya dia juga sangat baik denganku, jadi ibu aku memutuskan untuk percaya akan semua yang dia katakan" Olivia tersenyum senyuman itu membuat Ranti terdiam dan akhirnya ikut tersenyum.


"Putriku sudah dewasa jika saja ayahmu masih ada dia akan menangis karena kau sudah menikah" Ucap Ranti yang tiba-tiba tersenyum mengingat mantan suaminya itu.


"Ayah? ibu belum pernah menceritakan ku tentang itu, yang aku tau ayah hanya ayah Mario saja"


"Ayahmu adalah kakak Mario Harris dia meninggalkan semuanya demi menikahi ibu yang sudah tidak.. " Ranti tidak ingin mengingat malam pertunangan yang menjadi petaka buat nya.


"Tidak apa? ibu"


Ranti tiba-tiba menangis dia bahkan tidak mengingat wajah laki-laki yang bersamanya malam itu "Ibu kehilangan kesucian ibu di malam pertunangan ibu dengan ayahmu, tapi ayahmu masih bersikeras menikahi ibu dan berakhir dengan dia meninggalkan semua harta Harris dan meninggalkan nama keluarga itu dan hidup bahagia berdua bersama ibu di suatu pulau terpencil"


"Tapi mengapa ibu bisa menikah dengan Mario Harris? "


"Ibu tidak pernah merasa menikah dengan nya dia yang membuat semua surat dengan mudah"

__ADS_1


"Untuk apa ayah Mario menikahi ibu? "


"Soal ini, ibu akan menceritakan semua yang ibu ingat, setelah ayah kandung mu meninggalkan keluarga Harris kakek dan nenekmu segera mengetahui kerakusan pamanmu yang membuat bisnis kakek dan nenekmu mengalami penurunan, itu membuat kakek mu kembali menghubungi ayah kandung mu dan meminta bertemu dengan nya, saat itu ibu tengah mengandung mu"


Olivia terlihat dengan seksama mendengarkan ibunya berbicara tentang masa lalu mereka.


"Setelah ibu melahirkan kakek mu memberikan semua miliknya kepada ayahmu namun ayahmu mengubah nya dengan nama mu untuk mas kawin pernikahan mu, jadi seluruh properti itu akan kembali padamu saat kau menikah itu adalah alasan utama Mario membuat ibu menjadi istrinya dan membuatmu jadi anaknya , dan karena ibu tidak memberikan dokumen itu pada Mario ibu menjadi seperti yang kau tau"


Olivia segera memeluk ibunya "Ibu seharusnya ibu berikan saja, kenapa ibu menderita seperti ini hanya untuk melindungi ku"


"Sayang, ini semua adalah jeri payah kakek mu dan ayah mu, sebelum kakek dan ayahmu meninggal mereka berpesan untuk menjaga harta ini untuk mu, ibu tidak akan mengkhianati mereka jadi karena kau sudah menikah ibu akan memberikan nya padamu, ibu sudah meminta dokter more mengeluarkannya dari tubuh ibu " Ranti mengeluarkan sebuah memo kecil dan memberikannya pada Olivia


"Ibu apa ini? " Tanya Olivia yang sedikit bingung


"Minta suamimu untuk mengurus nya, semua ini adalah milikmu beberapa restoran dan Hotel dan satu pulau milik ayah dan kakek mu yang tidak di ketahui oleh Mario, hotel dan restoran ini masih beroperasi dan mengirimkan semua keuntungan ke rekening kakek mu beliau menyimpan nya pada pengacara nya kau bisa menemui pengacara nya dengan membawa semua dokumen yang ada di dalam sini"


"Ibu" Olivia tidak dapat berkata lagi hanya demi sebuah warisan untuk nya ibunya sampai menderita seperti itu "Ibu ini biar ibu saja yang simpan"


"Pasti ibu, ibu boleh kah aku bertanya? "


"Hmm tentu sayang apa yang ingin kau tanyakan? " Ranti menatap putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Tentang paman Daniel apakah sebelumnya ibu mengenalnya? dia terlihat perhatian dengan ibu" Pertanyaan yang Olivia lontarkan itu membuat pipi Ranti tiba-tiba memerah.


"So.. soal itu ibu tidak mengenalnya bukan kah suamimu yang mengatur nya untuk menjaga ibu? "


Olivia mengingat dengan benar Daniel tidak pernah menuruti perintah Arion, lebih tepatnya mereka tidak akur "Ibu tapi seperti nya paman Daniel pernah mengenal ibu, dia terlihat peduli pada ibu"

__ADS_1


"Ap.. apa yang kau katakan Olivia jangan berbicara sembarangan, ibu yakin tuan Daniel melakukan nya karena ibu adalah ibu mu istri dari keponakan nya"


"Ibu lupa tuan Daniel bahkan tidak tau kami sudah menikah, jadi itu bukan alasan yang tepat untuk dia menjaga mu selama di luar negeri"


"Tu. tunggu Olivia apa maksud perkataan mu? "


"Ibu apa mungkin paman Daniel cinta masa lalu ibu"


"Apa yang kau katakan ibu sama sekali tidak mengenal tuan Daniel, ibu tidak memiliki ingatan tentangnya Olivia jangan berbicara sembarangan"


"Benarkah? aku pikir dia benar-benar orang di masa lalu ibu" Ucapan Olivia itu berdasarkan dengan ingatan nya yang melihat Daniel seperti nya sangat perhatian pada ibunya.


"Sudah jangan bicara lagi tentang hal itu ibu dan tuan Daniel tidak ada apa-apa" Ucapan Ranti itu terdengar oleh dua orang yang menguping sedari tadi.


"The paman apa yang akan kau lakukan? seperti nya kau hanya akan menjadi sad boy" Sindir Arion. "Dia tidak mengingat mu tapi jika dia mengingat mu aku yakin dia tidak akan memperbolehkan mu dekat dengan nya"


"Berisik! " Daniel sebenarnya sudah memikirkan berbagai resiko, termasuk apa uang keponakan nya katakan namun dalam. hati kecilnya dia tidak ingin membohongi Ranti.


"Paman lebih baik kau menyerah untuk menjadi ayah Olivia" Arion menepuk pundak Daniel dengan wajah penuh kemenangan serta seperti mengejek Daniel.


"Tidak akan! Seumur hidupku ini aku sudah memutuskan untuk memilih Ranti untuk menemaniku hingga akhir usiaku"


"Hahaha kau hanya membual paman, berbicara di sini tidak akan merubah kenyataan kalau kau bajing*n yang mengambil malam pertamanya di malam pertunangan nya"


"Diam kau keponakan kurang ajar!, kau memang ingin ku hajar! " Daniel Madihin mempertimbangkan tentang mengatakan atau tidak mengatakan masa lalu itu.


"Paman jangan bilang kau akan menutupi tentang masa lalu itu, aku sarankan paman kau lebih baik mengatakan nya"

__ADS_1


"Berisik aku bukan orang yang harus kau ceramahi! aku punya caraku sendiri untuk mengatakan nya.. " selesai Daniel berbicara pintu terbuka karena mendengar suara berdebat di luar Olivia membuka pintu itu dan membuat nya mendengar perkataan Daniel.


"Tuan Daniel ingin mengatakan apa? " Tanya Olivia menatap Daniel membuat Daniel menelan ludahnya kasar, dia juga melirik tajam pada Arion dan Arion hanya merespon mengangkat bahunya.


__ADS_2