
,Olivia menjaga Angel sangat baik dia menyeka badan angel dan merapikan kuku yang sudah memanjang itu
Setelah dia membersihkan tubuh angel dia mulai berbicara padanya
"Nyonya lekas lah sadar, hanya dengan kesadaran mu aku bisa keluar dari rumah ini aku benar-benar harus keluar" ucap Olivia
Olivia banyak mengobrol dengan angel meski dia tau itu tidak akan membuat angel sadar setidaknya dia bisa berbagi cerita pada angel
"Nyonya kenapa kau begitu baik kepada ayahku, sampai kau bisa di racuni olehnya tapi kenapa cucu mu begitu dingin dan kejam?
sebenarnya aku sedikit kasian padanya dia yang terlihat sempurna harus memiliki phobia deng" ucapan Olivia terhenti saat bibi margareth masuk
"Olivia jangan bicarakan hal ini" ucap bibi margareth mengingatkan Olivia
"Maaf bibi, aku hanya sedang berbicara pada nyonya maaf jika terlalu banyak bicara" ucap Olivia sungkan dia menundukkan kepala nya mau saat ini di mata bobi margareth Olivia terlihat lancang
"Bukan begitu Olivia bibi hanya mengingatkan saja, yang terlihat baik belum tentu baik, tuan muda adalah orang yang di segani di negara ini, semua orang sedang mencari kelemahan tuan kuda, takutnya ada mata-mata yang mendengar ucapan mu" ucap bibi margareth menjelaskan apa yang ada di pikirannya
"Semua orang yang berada di rumah ini belum tentu semua setia dengan tuan Arion, jadi lain kali kau harus berhati-hati Olivia, atau tuan Arion akan marah padamu" bibi margareth mengingatkan Olivia
"Baik Bi aku mengerti lain kali aku akan lebih hati-hati dalam bicara"ucap Olivia dia tidak membayangkan jika ada yang menguping ucapannya bisa jadi dia akan di siksa lebih dari sekarang
*Olivia lebih baik kau jangan banyak bicara" ucap Olivia pada dirinya sendiri
"Bagus kau memang anak baik, nyonya?"
__ADS_1
bibi margareth mulai menyapa nyonya besarnya duduk bergantian dengan Olivia
Olivia kini berdiri di belakang bibi margareth
bibi margareth menggenggam tangan angel
"Bibi aku keluar dulu jika bibi ingin berbicara berdua dengan nyonya aku tidak akan menggangu" Olivia kemudian berjalan keluar meninggalkan bibi margareth dan juga angel
*********
Di kantor
Arion tengah rapat dengan koleganya
rapat yang memakan waktu lama
beberapa jam berlalu rapatnya telah selesai, namun Arion, rocki dan dion masih meninjau hasil rapat di ruangan itu
saat mereka semua tengah sibuk
dion tiba-tiba menerima telepon dari resepsionis
"Ok aku mengerti" ucap dion di akhir telponnya dion mematikan panggilan itu
Dion menengok ke arah Arion dan rocki benar saja seperti yang Dion duga
__ADS_1
Arion dan rocki menatap dirinya
"Ada apa? " ucap Arion yang kemufian memalingkan wajahnya kembali berkutat dengan berkas yang ada di hadapan nya
"Ada seseorang yang ingin menemui Tuan Muda , dia berada di ruang tunggu sekarang" ucap dion menjelaskan apa yang dia ketahuilah dari telpon tadi
"siapa? Nikolas atau alister?!! aku tidak ingin berurusan dengan mereka di luar pekerjaan, lebih baik suruh mereka pulang sekarang" ucap Arion yang masih terus mengoperasikan laptop nya
"Bukan mereka berdua tapi" ucap dion terhenti saat Arion menutup kasar laptop nya dan berdiri untuk meninggalkan ruang rapat itu
Rocki dan Dion bergegas mengikuti langkah Arion
saat ini di pikiran Arion yang akan datang saudara kembar nya atau tidak adalah ayahnya dia segera melangkah kan kaki untuk mengusirnya
"Siapa yang datang? " ucap rocki bertanya
"Kau akan tau nanti" ucap dion yang malam membuat rocki penasaran
Arion dengan terburu-buru masuk ke dalam lift meninggalkan dion dan rocki
membuat rocki dan dion menggunakan khusus karyawan bukan lift yang biasa dia pakai
Arion sudah sampai di ruang tunggu dia membuka pintu itu dengan kasar dan melihat sosok laki-laki yang duduk santainya di sana
"Kau?!! " menatap ke arah seseorang yang tengah duduk di hadapan nya
__ADS_1
sedangkan rocki yang tengah terengah-engah ikut terkejut dengan kedatangan orang yang ada di hadapannya