
Olivia sudah berada di rumah sakit, perlahan dia perlahan membuka matanya, orang yang pertama yang dia lihat adalah Rania "Rania" Ucap lirik Olivia saat melihat teman sekamar nya itu duduk menunggu nya.
"Kau sudah sadar Olivia? bagaimana keadaanmu? " Rania menggenggam tangan Olivia.
"Sedikit pusing " Mungkin itu efek dari obat yang di suntikan Silia saudara kembali Silvia itu.
"Mmh, minum obat ini, ini akan mengurangi pusing" Rania membantu Olivia duduk dan memberikannya obat yang sudah di siapkan dokter.
Olivia mengangguk dan menerima obat itu, dia meminumnya "Ra.. Rania? " Panggil Olivia dengan ragu-ragu.
"Ada apa Olivia apa terasa sakit pada lukamu? katakan " Rania benar-benar perhatian pada Olivia dia memperlakukan Olivia benar-benar seperti saudara nya sendiri.
"I.. itu di mana tuan Arion? " sejujurnya Olivia ingin saat dirinya bangun Arion lah yang berada di sampingnya jadi saat dia melihat Rania dia sedikit kecewa.
"Apa kau kecewa bukan tuan yang berada di sampingmu?" Ledek Rania
"Ak.. aku tidak" Wajah Olivia memerah karena perkataan Rania benar adanya.
"Hahaha kau tidak bisa bohong, wajahmu saja sudah jujur, tenang saja Olivia tuan tidak di sini karena sedang mengejar orang berjubah itu" Ucap Rania.
"Bukankah orang berjubah yang menyiksa ku itu... " Olivia berhenti berbicara dia tidak ada bukti untuk mengatakan apa yang dia pikirkan.
"Dia melarikan diri, saat ini tuan dan yang lainnya baru mengejarnya" Ucap Rania.
"Jadi dia kabur" Tanya Olivia, Rania mengangguk menjawab pertanyaan Olivia. "Aku pikir tuan sudah menangkap Silvia" Gumam Olivia.
"Memang tuan sudah menangkap Silvia, tunggu apa maksud mu? apa kau pikir Silvia orang berjubah itu? " Tanya Rania.
Olivia mengangguk " Seperti nya, jika aku tidak salah lihat ada darah kering di lengan tangannya sebelum aku tak sadarkan diri" Jelas Olivia.
__ADS_1
"Kau mungkin salah lihat Olivia, sudahlah jangan di pikirkan lagi, kau apa ingin makan buah aku akan mengupas nya untuk mu" Rania mengambil jeruk di tangannya.
"Bolehkah, terimakasih Rania" Olivia tersenyum dia bersyukur bisa mengenal Rania dia begitu baik padanya.
"Tentu saja" Rania membalas senyum Olivia 'Soal ini aku akan beritahu pada tuan, mungkin saja yang di katakan Olivia benar, jika Silvia orang yang mencambuk Olivia seperti ini, aku juga tidak akan diam saja! " Ucap Rania dalam hati.
******
Arion berada satu mobil dengan Andreas, sedangkan Alister satu mobil dengan Rocky, mereka menuju ke tempat kelinci itu berada.
"Jika di sini tempatnya untuk apa aku melacak nya, ini terlalu mudah" Ucap Arion saat dirinya telah sampai di markas geng beruang hitam.
"Bukankah ini akan menyulitkan kita menemukannya Arion, dia berada di markasnya sendiri" Ucap Andreas.
"Apa kau takut? " Arion meremehkan sahabat nya itu.
"He? jadi kau mengkhawatirkan ku, apa kayu lupa siapa aku, hanya luka segini tidak akan bisa menahan ku untuk membalas kan dendam karena sudah berani menyentuh wanita ku" Arion menggenggam tangannya dia teringat begitu banyak luka cambuk di tubuh Olivia.
"Justru itu, aku tidak ingin Olivia menjadi janda dan memaksa ku untuk menikahinya" Andreas mencoba bercanda tapi reaksi Arion berbeda dengan ekspektasi Andreas.
"He jangan berharap kau bisa menyentuhnya" Arion mengangkat kerah baju Andreas "Karena aku sedikitpun tidak akan membiarkan dia menjadi janda, jika harus mati kita akan mati bersama karena aku telah berjanji tidak akan pernah meninggalkan nya" Arion melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Andreas dan membuka pintu mobil dan keluar.
Andreas terdiam mendengar jawaban Arion, dia juga menarik bibirnya dia tersenyum lega, dia tersenyum karena memilih jalan yang tepat merelakan Olivia pada Arion.
"Arion, kau yakin akan masuk? " Tanya Rocky yang berjalan ke arah Arion.
"Ya " Arion terlihat begitu yakin.
"Lukamu? apa tidak masalah? " Rocky juga khawatir dengan luka Arion.
__ADS_1
"Kau tau siapa aku luka kecil ini tidak akan menghalangi ku, justru kau jangan sampai jadi beban"
"Maaf, tadi aku hanya terbawa suasana" Rocky tau dia menempatkan Arion dalam bahaya karena perasaan nya pada Silvia.
"Sudahlah, Andreas lihat dia berada di gedung sebelah mana? kita akan menyelinap"
"Dia ada di gedung sebelah utara, seperti nya dia masih berada di titik yang sama, Arion apa menurut mu dia sudah tau kita akan datang"
"Ya, aku yakin dia memiliki banyak hadiah untuk kita, kalian harus berhati-hati "
"Kalau begitu kira tunggu saja anak buah ku tiba, kita kecoh anak buah mereka" Ucap Alister yang akhirnya angkat bicara.
"Tidak perlu karena anak buah Rocky sudah tiba, mereka akan menyerang langsung sedangkan kita akan menyelinap, jika anak buah mu tiba suruh saja langsung membantu" Benar saja anak buah Rocky sudah tiba meski tidak terlalu banyak ini juga cukup untuk menyerang markas geng beruang hitam, karena mereka juga sudah kehilangan banyak anggota nya.
Arion, Alister, Andreas dan Rocky mulai bersikap berjalan ke arah utara, sedangkan anak buah Rocky langsung menyerang gerbang dan menuju aula utama, benar saja di sana di jaga ketat dengan banyak anggota geng beruang hitam
Arion dan Andreas berlari terlebih dulu baru saja masuk ke dalam sudah ada dua penjaga menghadang "Hahaha berani sekali kau datang menyelinap ke markas beruang hitam apa kau cari mat. " Orang itu belum selesai bicara tapi sudah mendapatkan satu tembakan tepat di jantungnya.
"Berisik! aku tidak suka" Ucap Arion dengan senyuman yang begitu mengerikan, kecepatan tangannya sangat menembak tidak bisa di ragukan dan lagi ketepatan bidikannya tidak melesat meski pundaknya terluka.
Arion menembak sisanya dan mereka berjalan kembali, namun tidak jauh mereka melangkah puluhan orang menghadang mereka "Arion kau minggir! " Teriak Rocky yang langsung masuk dalam Kerumunan dia segera memberikan tendangan dan pukulan, alister juga tidak tinggal diam dia membantu Rocky Andreas juga membantu dengan pistol di tangannya, Arion pun sama Arion ingin menyimpan tenaganya untuk menghabisi kelinci yang dia buru.
"Rocky di belakang mu! " Mendengar teriakan Alister Rocky menunduk Alister dengan tendangan terbangnya berhasil menumbangkan orang yang akan menikam Rocky.
Beberapa menit berlalu mereka berhasil mengalahkan seratus orang yang mengepung mereka.
Kali ini mereka berjalan masuk ke sebuah ruangan, baru saja mereka masuk pintu sudah terkunci otomatis "Hahaha Arion kau tidak akan bisa lolos! kau akan mati di sini" Terdengar suara tanpa rupa di dalam ruangan.
Arion hanya diam dengan bibir sedikit terangkat layak nya orang yang sedang menghina musuh nya "Aku pastikan kau yang akan mati! " Ucap Arion tanpa ragu.
__ADS_1