MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 47


__ADS_3

"Hei, ada ada apa?" Saat Derrel sudah masuk ke kamar Miko menatap panik pembantu itu


"Tu.. Tuan, Tu.. Tuan besar tidak merespon saat saya membangunkannya" Ucap pembantu itu yang terlihat ketakutan


"Olivia coba kau cek denyut nadinya" Bisik pelan , tanpa basa-basi Olivia segera mendekat ke arah Miko kali ini dia terlihat tidak takut langkah nya mantap seperti seorang perawat sejati


"Permisi tuan, aku akan coba mengecek nadi tuan besar" Olivia duduk di samping Miko mencoba meraba denyut nadi di tangan Miko, Olivia tidak merasakan denyut nadi di tangan Miko, Olivia mengecek nadi di leher Miko untuk memastikan dia juga menaruh tangan nya di bawah hidung Miko, Olivia menggelengkan kepala nya


"Tidak.... Tidak mungkin kau salah, itu tidak mungkin" Ucap Derrel menggeleng tidak percaya "Kau siapa berani bercanda denganku! Papa baik-baik saja ini tidak mungkin" Teriak Derrel membentak Olivia


Arion tidak suka Olivia di perlakuan seperti penjahat oleh pamannya "Jika tidak percaya tunggu saja dokter tiba, Rocki sudah memanggilnya" Ucap Arion mencoba untuk tenang meski sebenarnya dia juga tidak percaya baru saja dia berdebat dengan kakek nya


"Paman tenanglah, jika memang Kakek Miko sudah pergi, berarti kakek Miko menepati janjinya pada nenek Shina, Kakek dan Nenek memanglah cinta sejati" Ucap Rocki menenangkan Derrel namun Derrel terus menggeleng dia tidak mempercayai apa yang terjadi


Tak berapa lama dokter masuk bersama dengan Daniel, Daniel langsung saja membawa dokter itu masuk ke dalam kamar Miko


"Kak bagaimana keadaan paman? " Tanya Daniel yang tidak mendapati jawaban, Derrel hanya menunduk menahan Matanya yang sudah berkaca-kaca untuk tidak mengeluarkan Air nya, Derrel berusaha untuk tenang dan tidak ingin mempercayai ucapan Olivia


"Cepat periksa" Ucap Arion


Dokter segera memeriksa Miko dan kembali Derrel melihat gelengan kepala dari sang dokter "Maaf Tuan, Tuan Miko sudah tidak ad" Ucapan dokter itu terpotong saat Derrel sudah menarik jas kemeja sang dokter

__ADS_1


"Kau berani membohongi ku! kau lupa kau sedang berada di keluarga siapa? hah!! " Menarik dengan penuh kekuatan membuat dokter itu tercekik


"Paman tenanglah, apa yang sudah terjadi adalah takdir dari Tuhan kau harus menerima nya" Ucap Rocki membuat tubuh Derrel melemah dia melepaskan kemeja dokter itu dan mencoba menenangkan dirinya, dia dan Rayyan yang selalu bertengkar dengan sang Papa kini semua kenangan nya mulai terputar di kepalanya


"Papa kenapa secepat ini kau menyusul Mama, Papa benar-benar menepati janji Papa pada Mama, Papa jaga selalu Mama di samping Papa" Air mata Derrel tak bisa di bendung lagi Derrel menundukkan pandangan nya, Rocki mengusap punggung paman jauhnya itu


"Paman" Ucapan Daniel yang seakan tidak percaya tadi saat dia sampai dia masih sempat berbicara dengannya namun sekarang tiba-tiba dia sudah tidak berada dengan nya lagi "Bahagia lah selalu dengan Bibi di alam sana" Ucap Daniel menahan Air mata yang sudah menggenang sedangkan Arion entah mengapa hatinya merasa sedih


"Rocki hubungi semua orang, aku akan menyiapkan pemakaman" Ucap Daniel


"Handphone ku? " Menatap Daniel, Daniel melempar handphone miliknya semua nama keluarga tertera di sana hubungi mereka semua yang berada di rumah sakit


"Baik paman" Mengangguk dan mulai pergi dari ruangan itu


Teringat akan kenangan di mana Arion pertama kali memegang senjata dan menembak saat itu bahkan umurnya belum genap 5 tahun dia sudah mampu membidik sasaran dengan tepat begitu pun dengan Aric, orang pertama yang mengajari mereka adalah kakek nya kenangan itu terlintas dengan jelas di ingatan Arion, apa lagi setelah mereka selesai latihan tiba-tiba Neneknya datang dan menjewer telinga sang kakek karena kakeknya terlalu dini mengajarinya menembak tak terasa air mata Arion jatuh dari sudut matanya Arion mengusapnya "Apa yang terjadi padaku? apa aku menangis? " Ucapnya bingung dia tidak menyangka dia akan merasakan kehilangan Kakek dan neneknya


"Ambil" Ucap seseorang yang baru saja tiba


"Tidak perlu" Ucap Arion dingin segera mengusap air mata yang jatuh di pipinya


"Kau ternyata bisa sedih juga"

__ADS_1


"Apa urusan nya denganmu? " menatap tidak. suka pada sepupunya itu


"Arion kali ini kita kehilangan nenek dan kakek, apa kau tidak takut jika nanti kau kehilangan ayah dan ibumu, lihat lah bibi Tiara sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dia sangat merindukan mu Arion"


"Tuan Davian Baskoro Aditama! Anda tidak perlu ikut campur dengan urusan saya! " Ya dia adalah Davian anak dari Derrel.


"Aku tidak mencoba ikut campur aku hanya memperingati mu, maafkan kesalahan paman dan bibi lupakan masa lalu sebelum semuanya terlambat" Ucap Davian


Kesedihan tiba-tiba hilang dari wajah Arion, Arion tersenyum getir menatap Davian "Melupakan? aku yang merasakan! kau tidak tau rasanya di posisi ku! berani sekali kau menyuruhku dengan mudah memaafkan orang yang telah membuang anaknya begitu saja, aku sebenarnya tidak masalah ikut dengan nenek Angel tapi cara mereka benar-benar busuk! " Ucapan Arion saat ini terdengar penuh dengan arah yang menggebu dia pergi tanpa menengok ke arah Davian


"Arion kau mungkin salah paham! " Teriak Davian masih ingin membuat sepupu nya memaafkan paman dan bibinya.


Arion menghentikan langkahnya "Aku tidak mengenal kata maaf untuk orang yang mengecewakan ku! " Setelah mengatakan itu Arion segera pergi, Davian hanya menghela nafasnya saat Arion di bawa pergi dia tidak ada di tempat itu dan Papa nya pun tidak mengatakan dengan cara apa Arion di bawa pergi, padahal sebelum dia pergi hubungan Arion dan dirinya sangat baik


"Arion perubahan mu sungguh menakutkan, di mana Arion yang dulu ceria dan hangat berapa tahun berpisah aku benar-benar tidak mengenalimu, bahkan kau sampai hati membuat ku tidak bisa mengunjungi mu, sebenarnya seberapa besar kebencian mu terhadap keluarga Aditama? " Menatap punggung Arion yang sudah menjauh dari pandangan nya


Arion sedang berjalan mencari keberadaan Daniel, dia ingin meminta barang-barang nya kembali namun saat matanya telah menemukan Daniel. Daniel tengah berbicara dengan Derrel mereka terdengar sangat serius Arion yang penasaran berjalan lebih dekat, tiba-tiba pundaknya di sentuh seseorang


"Apa yang sedang kau lakukan di sini? " ucapan dan sentuhan itu membuat Arion terkejut dan melihat siapa yang berbicara padanya


"Rocki kau?" Arion ingin marah tapi dia mengurungkan niatnya, Arion kini sedang berusaha mendengar pembicaraan kedua paman nya itu

__ADS_1


Rocki hanya menatap heran pada Arion, baru kali ini Arion terlihat sangat penasaran, apa. yang sebenarnya membuat Arion se penasaran itu


*Apa yang mereka katakan?! apa maksud nya itu tidak mungkin kan" Ucapan Arion dalam hati


__ADS_2