MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 181


__ADS_3

Setelah diskusi yang panjang dan makan bekal bersama, Aleena dan Rayyan kembali bermain dengan Tiara dan Angel mengawasi mereka, sedangkan Arion membawa oleh duduk di tepi Danau.


"Apa kau menyesal? " Ucap Arion yang membuat Olivia menengok kearahnya.


"Menyesal untuk apa? " Tanya Olivia bingung.


"Menyesal telah mengizinkan ku mengatakan pada keluarga ku" Ucapan Arion itu langsung di sambut gelengan kepala dari Olivia.


"Hmm mm, sejujurnya aku tidak menyesal hanya awalnya aku takut mereka semua tidak akan menerima ku" Ucap Olivia.


"He kenapa kau berfikir seperti itu? apa kau belum bisa melupakan masa lalu mu, sehingga berpikir semua orang seperti ibunya Andreas" Terlihat sekali kekesalan di wajah Arion yang melihat ucapannya itu memang benar, karena Olivia sedikit menunduk.


"Maaf" Ucap Olivia yang merasa bersalah karena dia memang berfikir tentang ibunya Andreas.


"Bodoh! mereka bahkan sangat senang kaulah yang menjadi istriku, karena kau wanita yang baik dan wanita yang hebat" Ucap Arion sembari menatap Olivia.


"Wanita yang hebat? " Olivia sedikit bingung dengan kalimat Arion itu, darimana nya dia terlihat hebat.


"Sudahlah lupakan kau memang benar-benar bodoh! " Ucap Arion sembari berdiri melempar batu ke danau besar itu 'Kau satu-satunya wanita yang mampu merubahku Olivia, kau wanita yang sangat hebat ' Ucap Arion dalam hati.


Arion kembali duduk dan sedikit tertawa melihat ekspresi kebingungan yang di tunjukkan oleh Olivia. "Jangan di pikirkan lagi, yang sekarang harus kau pikirkan bagaimana cara memenuhi keinginan mereka" Arion melirik Mama, nenek, adik dan Papanya.


"Keinginan mereka? " Olivia benar-benar melupakan hal yang membuatnya malu tadi.


"Apa kau lupa? biarkan aku ingatkan, kita harus segera memberikan Arion junior pada mereka, haruskah kita lembur malam ini sayang" Bisik Arion dengan suara laki-laki nya itu dengan jahil Arion meniup telinga Olivia.


"Tidak bisakah jangan malam ini? " Olivia masih ingat betul bagaimana tubuhnya setelah melakukan olahraga ranjang bersama Arion.


"The, haruskah kita lakukan sekarang? ada mobil di sebelah sana, melakukan di tempat terbuka apakah istriku sedikit mesum" Goda Arion yang membuat wajah Olivia tidak bisa tidak menjadi merah.


"Tidak.. tidak ma..maksud ku bukan begitu" Olivia tidak tau seberapa jahil laki-laki sombong di hadapan nya itu.


"Lalu apa maksud mu melakukan nya di sini? " Ucapan Arion tidak bisa lagi di Terima oleh Olivia sekarang wajah Olivia sudah sangat sangat merah.

__ADS_1


"Tidak! kau benar-benar laki-laki sombong yang mesum" Pluit segera berlari kembali ke tempat Angel dan Tiara.


Sedangkan Arion tertawa puas karena berhasil menjahili istrinya "Olivia kau sangat imut" Arion tersenyum sendiri mengingat wajah Olivia yang tersipu malu itu.


Tak lama setelah Olivia pergi HP Arion berdering satu pesan masuk.


****


Rocky sudah menarik keluar Silvia di ikuti dengan Dion, mereka kini sedang menaiki mobil menuju cafe terdekat yang lebih sepi.


Mereka sudah sampai dan juga sudah memesan sambil menunggu Rocky terus menatap Silvia dan di sadarkan oleh Dion.


"Ekhemm, Silvia ke mana kau selama ini? kenapa pergi diam-diam tanpa mengatakan apa pun" Ucap Dion dengan menatap ke arah Silvia dia ingin memastikan sesuatu.


"Aku hanya pergi ke tempat di mana aku merasa tenang" Ucap Silvia dengan santai membalas tatapan Dion.


"He, tempat santai seperti apa? " Tanya Dion menyelidiki.


'Alasanmu pergi, apakah karena Arion yang selalu mengabaikan mu?, Silvia perasaan mu itu apa masih belum berubah' Banyak pertanyaan melintas di pikiran Rocky.


"Jadi, apakah lukamu sudah sembuh? " Tanya Dion yang mendapat anggukan kecil dari Silvia.


"Hampir dan akan segera sembuh" Silvia tersenyum ke arah Dion, Dion merasa asing dengan senyuman Silvia itu.


"Sudahlah jangan membahas masa lalu, lebih baik kita membahas masa sekarang, Emm itu Silvia ap.. apa kau sudah memiliki pacar? " Pertanyaan Rocky itu membuat Dion terkejut kenapa Rocky tiba-tiba menanyakan itu, apakah Rocky ingin mengejar Silvia kali ini.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? apa aku terlihat seperti sudah memiliki pasangan? " Silvia tersenyum senyuman yang begitu menggoda di mata Rocky.


"Tentu, kau terlihat lebih dewasa dari sebelumnya mungkin saja kekasihmu yang telah mengubah mu? " Ucap Rocky dengan tatapan menunggu jawaban dari ucapannya.


"Tidak ada, aku belum mencoba membuka hati, bagaimana kalau aku tidak di perdulikan lagi" Ucap Silvia kepada Rocky, membuat Rocky tau dia sedang menyindir sikap Arion dulu.


"Haha masa lalu biarlah berlalu Silvia" Rocky mencoba mencairkan suasana yang mulai tegang itu.

__ADS_1


"Jadi apakah kalian sudah memiliki pasangan? " Tanya Silvia membuka pembicaraan.


"Tidak ada! " Ucapan Rocky dengan cepat membuat Dion hanya menggelengkan kepalanya.


'Dia tidak bisa pernah tenang jika di depan Silvia! " Ucap Dion yang tahu betul wanita di depannya adalah wanita yang beberapa tahun lalu menepati hati Rocky dan mungkin masih menempati sampai saat ini.


"Heee benarkah Rocky belum punya pacar? bukankah dulu kau pernah bilang menyukai seseorang? " Tanya Silvia.


"Haha, sayang sekali dia menyukai orang lain" Rocky begitu berterus terang membuat Dion benar-benar tidak bisa menolong sikap Rocky itu, mungkin saja karena Rocky pernah kehilangan Silvia jadi Rocky sekarang bersifat sangat agresif.


"Dion juga masih sendiri? " Tanya Silvia.


"Apa urusan nya dengan mu, aku tentu saja tidak ada waktu untuk mengurusi tentang masalah wanita yang begitu rumit! "


sebenarnya banyak yang mengejar Dion di kantor, namun Dion benar-benar sangat fokus dengan pekerjaan nya dan tidak menghiraukan para wanita itu.


Sedangkan Rocky tentu saja dia masih terjebak bayangan masa lalu "Mau bagaimana lagi memang tidak ada waktuuntuk memikirkan untuk memilih pasangan"


"Kalian masih sama seperti dulu ya" Ucap Silvia dengan senyum di wajahnya.


pesanan mereka sudah datang, Dion langsung meminum kopi di cangkir nya "Jadi apa kau menginap di sana? " Tanya Dion pada Silvia.


Silvia menggelengkan kepalanya "Aku hanya sedang mencari penginapan aku baru saja sampai di kota ini, awalnya ingin menginap di hotel tapi aku takut ketahuan oleh kalian, bagaimana pun aku pergi begitu saja" Ucap Silvia


"Bagaimana jika kau tinggal saja di rumah lagi pula kau juga sudah mengenal nenek " Ucapan Rocky itu sontak membuat Dion terkejut dan mental tajam ke arah Rocky


"Benarkah? apa tidak masalah? " Ucap Silvia yang terlihat senang.


Dion hanya bisa menghela nafasnya, dan pasrah dengan kebodohan orang yang melihat cinta masa lalunya.


"Tentu, tidak masalah" Ucap Rocky dengan semangat.


Silvia menepuk pundak Rocky dan tersenyum itu membuat Rocky begitu terkejut sekaligus senang. "Tapi apakah Arion akan setuju? apa dia juga masih sendiri?" pertanyaan Silvia itu seketika membuat rasa senang Rocky sirna.

__ADS_1


__ADS_2