
Saat ini mereka sudah kembali di dalam mobil, mereka duduk di tempat semula, tapi suasana menjadi sangat hening, Olivia hanya diam begitupun dengan Arion.
"Kak Aric bagaimana jika kita makan siang sebentar, aku sudah lapar" Ucap Fiona mencairkan suasana.
"Aku setuju, di sekitar sini ada restoran enak, Olivia kau harus mencobanya" Ucap Aric sekilas melihat ke Olivia, Olivia hanya tersenyum dia tidak mau membuat Arion mengecap nya sebagai perempuan penggoda.
Mereka sampai di restoran dengan Olivia yang diam sepanjang jalan membuat Aric khawatir, Aric tiba-tiba menyentuh dahi Olivia membuat Olivia terkejut begitu juga dengan Arion yang tidak lepaskan pandangan nya dari Olivia.
"Tuan apa yang kau lakukan? " Olivia segera memundurkan dirinya dengan panik tanpa sadar Olivia melirik kearah Arion, dan benar sesuai dugaan Olivia Arion melihat ke arah nya.
"Aku pikir kau sakit, kau sedari tadi diam dan wajahmu sedikit pucat" Aric memang melihat wajah Olivia sedikit pucat jadi mengkhawatirkannya bagaimana pun juga dia adalah tamu di keluarga nya, terlepas dia sebagai apa di kediaman Arion.
"Tidak tuan, mungkin hanya sedikit kekurangan air " Olivia memaksakan senyumnya.
"Baiklah kita turun, kau bisa minum apapun yang kau mau" Aric membalas senyum Olivia dengan senyuman hangatnya.
Membuat Arion tidak menyukainya, Arion turun dan menutup keras pintu mobilnya, Fiona dengan cepat mengikuti langkah Arion.
"Kak kau mau kemana? " Tanya Fiona segera saat dia sudah menyamai langkahnya dengan Arion
"Aku mau ke toilet! " Hanya itu yang Arion ucapkan, ucapan itu membuat Fiona menghentikan langkahnya mengikuti Arion
"Fiona kau dan Olivia cari tempat, aku juga ingin ke toilet" Ucap Aric bergegas mengejar Arion.
"Dasar, biasanya perempuan yang hobby ke toilet restoran kenapa ini jadi para laki-laki" Ucap Fiona heran. " Ayo Olivia kita cari tempat yang nyaman"
Olivia mengangguk, mereka mencari tempat makan tepat di dekat jendela yang langsung melihat ke arah kebun di belakang restoran itu
"Kita duduk di sini saja, restoran ini selalu memanen bahan makanan nya sendiri, meski harganya begitu mahal tapi semua bahan yang mereka pakai dari kebun dan peternakan mereka sendiri, ini salah satu restoran yang sering kami semua kunjungi" Fiona menjelaskan tentang restoran itu.
"Ah, pantas saja aku lihat kebunnya sangat besar, apa itu sampai kebelakang? " Tanya Olivia
"Benar, mereka juga memperbolehkan kita untuk belajar menanam atau memetiknya, lain kali aku akan mengajak mu memetik buah dan sayur bagaimana? "
"Kedengarannya sangat menyenangkan"
"Aku punya ide, akhir pekan aku ajak kak Arion ke sini dan kau ajak kak Aric bagaimana? "
Olivia tersenyum canggung bagaimana dia bisa mengajak Aric dia saja tidak dekat dengan Aric "Itu aku tidak usah ikut, biar kau dan Tuan Arion saja yang pergi" Ucap Olivia
__ADS_1
"Kenapa? baiklah aku akan ajak yang lain juga, Aleena pasti juga ingin ikut" Ucap Fiona
Di sisi lain
Aric dan Arion tengah mencuci tangan mereka, di sana hanya ada mereka berdua, Aric mencoba untuk memulai kata
"Apa kau bertengkar dengan Olivia? " Tanya Aric membuka obrolan.
"Apa hubungannya dengan mu, mau aku bertengkar atau tidak"
"Nah, Arion aku ingin bertanya sebenarnya kau anggap apa Olivia? " Tanya Aric
"Kau sudah tau jawabannya dia barang milik ku? "
"Apa benar kau menganggapnya hanya barang tidak lebih, Arion yakinkan dirimu tentang apa yang kau rasakan terhadap Olivia, jika memang barang aku tidak khawatir bila Fiona ingin merebut hatimu, tapi jika Olivia sudah berada di hatimu, jangan biarkan Fiona mendekati mu dan berakhir menyakiti nya" Ucap Aric menyudahi cuci tangan nya
Arion tersenyum sinis " Kau ini sedang khawatir tentang Fiona ya, apa kau menyukai nya! " Sindir Arion
"Aku menyukai nya, maka dari itu aku memberikan kebebasan untuk nya memilih kebahagiaan nya, tapi saat kau menyakitinya aku tidak akan tinggal diam! Arion cepat sadari hatimu! jangan biarkan ada hati yang terus berharap dan merasakan sakit, dan jangan sampai kau kehilangan seseorang karena terlambat menyadarinya" Ucap Aric langsung meninggalkan Arion.
Arion mengusap wajahnya, dia menutup matanya dan terlihat wajah sedih Olivia yang menatapnya " Hah apa yang aku pikirkan!! " Ucap Arion.
"Fiona lagi-lagi kau memesan semua menu utama di sini" Ucap Aric
"Kak Aric kan tau, makanan di sini sangat enak aku ingin kak Arion dan Olivia merasakan semuanya" Ucap Fiona tersenyum bahagia.
Mereka berempat segera menyantap makanan yang ada di depan mereka dan bergegas untuk pulang merek tidak ingin terlambat menyiapkan makan malam bersama
Sesampainya mereka di rumah Rocky sudah menunggu mereka, tentu saja untuk membantu membawakan barang-barang yang mereka beli.
"Di mana Dion? " Ucap Arion yang membantu Rocky mengeluarkan barang di bagasi mobil Aric.
"Sedang menyiapkan tempat untuk barbeque di taman belakang " Hei kau membiarkan gadis kecil itu berdua dengan Dion " Ucap panik Arion langsung pergi.
"Kenapa Arion terburu-buru? " Tanya Aric
"Dia takut adik kecil nya di ambil oleh bawahannya, hahaha" Rocky tertawa puas
Aric bingung dan mengernyitkan dahinya, Rocky tertawa.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kau tertawa? " Tanya Aric pada Rocky, Rocky akhirnya menceritakan semuanya pada Aric, Aric memijat dahinya " Anak itu mungkin saja hanya bercanda mengancam kakaknya agar bisa datang kerumahnya, Aleena dan Mama selalu menunggu kedatangan Arion, jadi mungkin itu hanya candaan saja"
"Aku pikir juga begitu, tapi saudara mu itu sangat khawatir " Rocky tak henti tertawa
"Bukankah itu hal baik, dia masih memperdulikan adiknya " Aric tersenyum, dan mendapatkan anggukkan kepala dari Rocky tanda setuju dengan ucapan Aric.
Olivia dan Fiona sudah mulai berkutat di dapur begitupun Aric dan Rocky yang baru saja masuk ke dapur dengan banyak barang di tangan mereka.
"Wah Olivia apa kau akan memasak udang Asam pedas kesukaan ku, ah aku sangat menantikannya" Ucap Rocky
"Ck! kakak Olivia tidak hanya memasakkan mu seorang, berhenti membuat wajah bodoh seperti itu" Ucap Aleena yang baru masuk
"Hei Aleena kau sangat manis bisakah ucapan mu juga semanis wajahmu, lagi pula bukannya kau sedang menyiapkan tempat dengan Dion kenapa kemari? " Tanya Rocky
"Kakak ku sadang membantu kak Dion, dan menyuruh ku jauh-jauh darinya, aku sekarang sangat kesal huhu" Ucap Aleena berakting
"Aleena simpan sikap patah hatimu itu bantu kakak untuk memecahkan telur" Ucap Aric
Mereka semua sibuk di bantu dengan beberapa pelayanan akhir mereka menyelesaikan makanan nya jam 6 tepat sebelum makan malam di mulai.
"Kak Arion aku pulang dulu, semoga makan malam keluarga nya berjalan lancar" Ucap Fiona yang ingin pamit namun di hentikan oleh Tuan Rayyan
"Fiona kau tidak perlu pulang, mandi dan ganti baju di sini, bibi mu telah menyiapkan baju untuk mu dan Olivia, aku juga sudah mengabari papi mu untuk datang bersama mami mu" Ucap Rayyan
"Benarkah, kalau begitu aku akan tinggal paman, paman yang terbaik" Fiona memeluk Rayyan layaknya seorang anak dan ayah.
Olivia berjalan mendekati Rocky "Rocky haruskah aku ikut makan malam keluarga ini, aku hanya orang luar" Bisik Olivia
"Paman dan bibi sudah menyiapkan baju untuk mu, bukankah itu sama saja dengan undangan resmi untuk mu" jawab Rocky berbisik
"Tapi.. "
"Sudahlah pergi dan bersiap, jangan kecewakan mereka ok" Ucapan Rocky tidak bisa Olivia bantah, akhirnya hanya bisa menuruti perkataan Rocky
Olivia dan Fiona berasa di kamar tami, tengah bersiap untuk makan malam bersama, Fiona menatap Olivia yang terlihat cantik dengan gaun berwarna pastel itu, ada rasa takut di hatinya
"Olivia bolehkah aku bertanya? " Ucap Fiona yang berjalan kemudian membantu Olivia menata rambut nya
"silahkan, apa yang ingin kau tanyakan" jawab Olivia lembut.
__ADS_1
"Apa kau tertarik pada kak Arion? " Tanya Fiona membuat Olivia terdiam