
"Syukur lah, tapi kenapa masih pagi sudah menyesap lemon begitu banyak, apa jangan-jangan kau? " Ucapan menggantung Fiona itu membuat semua orang berfikir "Apa kau hamil? " pertanyaan Fiona membuat Olivia tersedak.
"Ukhuk... ukhuk... apa yang kau katakan Fiona, aku tidak mungkin ham.. " Ucapan Olivia terpotong oleh Arion.
"Benarkah kau hamil sayang? " Arion langsung memeluk Olivia dengan wajah penuh dengan kegembiraan.
Olivia berusaha melepaskan pelukan Arion "Boo le. lepaskan dulu aku tidak mungkin ha.. " Ucapan Olivia terhenti lagi saat Aric dan Fiona sudah heboh sendiri.
"Huhuhu apa aku akan segera di panggil paman" Aric memeluk Fiona
"Dan aku akan segera di panggil bibi, huhu masa muda ku sangat cepat berlalu" Fiona membalas pelukan dari Aric.
"Olivia apa ada yang ingin kau makan lagi, kau harus memberiku keponakan yang gemuk dan sehat" Fiona terlalu berantusias.
"Apa kita harus segera memberitahu papa dan mama, mereka pasti akan sangat senang" Aric mencari cari Handphone nya.
"Tunggu dulu tunggu" Olivia segera mendorong tubuh suaminya itu. "Aku ini belum tentu hamil, aku memang menyukai lemon sejak dulu selain mangga buah lemon adalah favorit ku, jadi mungkin saja aku tidak hamil" Semua terdiam mendengar ucapan Olivia.
"Tapi kalian sudah menikah lebih dari satu bulan bukan? Rocky yang memberitahu ku" Ucap Aric.
"Memang tapi.. " Olivia tidak mungkin bicara bahwa dia tidak langsung melakukan unboxing bukan
"Sudahlah cepat atau lambat Olivia akan hamil, tidak masalah sekarang dia hamil atau tidak, kita masih punya banyak waktu" Arion terlihat sedikit kecewa tapi dia memaksa senyum agar tidak membuat Olivia merasa tidak enak.
"Bagus juga kalau kau belum hamil, Olivia kau bisa hamil bersama dengan Fiona nanti agar anak kita tidak berbeda jauh umurnya hehe" Ucap Aric bersemangat malah mendapat pukulan dari Fiona.
" Bicara sembarangan, kau saja belum menikahi ku" Ucap lirih Fiona
"Setelah kita kembali aku akan melamar mu dengan layak dan meminta izin pada paman kenzo untuk memberikan putrinya padaku" Aric mencium punggung tangan Fiona, membuat wajah Fiona merah.
"Jika ingin bermesraan jangan di sini membuat mata sakit saja! pergi kalian istriku butuh istirahat yang cukup" Arion mengusir adik dan calon adik iparnya.
"Cih! sudahlah Fiona ayo kita pergi"
"Baik, Olivia lekas sembuh ya, jangan terlalu banyak makan yang asam atau akan ada yang salah paham lagi" Fiona mengedipkan matanya.
"Baiklah " Olivia tersenyum dia merasa tidak enak sudah membuat kegaduhan seperti itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Fiona dan Aric, Arion duduk di samping Olivia, tangannya menyusup ke perut rata Olivia "Ap.. apa yang kau lakukan boo? " tanya Olivia.
"Tidak aku hanya bersiap jika di sini nanti ada buah hati kita akankah dia menyusahkan mu? " Arion menaruh dagunya di bahu Olivia dia sedikit bermanja.
"Tidak akan jika itu terjadi pa.. pasti akan menjadi hal paling bahagia untuk ku" Olivia sedikit malu-malu mengatakan itu.
"Jadi apakah benar kau belum hamil? " Arion masih ingin memastikan nya.
Olivia menggeleng "Walaupun sudah ada juga belum bisa di pastikan kita melakukan nya baru beberapa minggu yang lalu, tidakkah terlalu cepat"
"Ja.. bagaimana jika kita lakukan sekarang semakin sering kita melakukan akan semakin banyak peluang nya buka " Arion mengarahkan tangannya pada dua bukit kembar yang kenyal itu.
"Ap.. apa yang kau lakukan boo" Olivia merasa geli di seluruh tubuhnya.
Arion senang melihat ekspresi Olivia yang menggugah imannya itu namun Arion tersadar istrinya itu sedang terluka.
Arion menghentikan aktivitas nya yang sudah membuat Olivia bernafas tak beraturan itu, Arion memilih tidur dan menutupi bagian bawahnya yang sudah berdiri.
"Boo? " Olivia melihat Arion yang masuk kedalam selimut.
"Aku mengantuk, aku akan istirahat sebentar" Ucap Arion sembari menenangkan keinginan nya.
"Boo" Panggil Olivia yang melihat suaminya menutup matanya.
"Ya sayang" Arion segera membuka matanya menatap istrinya itu.
"Bagaimana keadaan ibuku? " Tanya Olivia yang tiba-tiba teringat pada ibunya.
"Dua atau tiga minggu lagi mungkin ibu bisa di bawa kembali, kondisi nya sudah semakin membaik kau jangan khawatir"
"Terimakasih, boo ap.. apa setelah ibuku sembuh masa kontrak kita akan berakhir"
Arion menatap Olivia tajam tatapannya benar-benar tak bisa di artikan membuat Olivia takut jika pertanyaannya itu menyinggung Arion.
Arion menarik Olivia untuk tidur bersama nya, Arion memeluk Olivia dari belakang "Kontrak menikah kita adalah selamanya, selamanya kau adalah istriku tidak akan ada yang bisa memisahkan nya kau dengar"
Olivia hanya mengangguk dan mendapatkan pelukan erat dari Arion, Arion memejamkan matanya.
__ADS_1
Tiga minggu berlalu......
Arion dan Olivia sudah kembali ke rumah satu minggu yang lalu, pertama kembali Olivia menanyakan bibi margareth, dan Arion mengatakan bibi Margareth sudah mengundurkan diri karena ingin merawat putrinya yang sedang hamil.
Hubungan Olivia dan Arion sudah membaik tapi semenjak Olivia dan Arion kembali, Rocky tidak pernah terlihat.
"Boo, apakah Rocky sakit parah? " tanya Olivia yang tidak pernah di jawab oleh Arion.
"Dia baik-baik saja" Arion selalu menjawab itu membuat Olivia berfikir Rocky tidak sedang baik-baik saja.
"Apa ada yang sedang kau sembunyikan diriku Boo? "
"Tidak ada, sudahlah Olivia segera ganti bajumu, kita akan menjemput ibumu"
"Baiklah" Olivia bersiap mengganti bajunya
'Maafkan aku Olivia aku tidak bisa membicarakan kondisi Rocky kali ini, dia benar-benar menutup hati nya sekarang, mungkin dia akan.. ' Arion membuyarkan pikiran nya yang tidak-tidak.
Arion turun terlebih dulu dari kamar nya dan menuju ruang makan, di sana sudah ada fiona dan Aric.
"Kak Arion di mana Olivia? " Tanya Fiona yang hanya melihat Arion.
"Dia sedang berganti baju" jawab lesu Arion.
"Apa dia menanyakan keberadaan Rocky lagi? " Tanya Aric yang tau saudara nya yang terlihat tidak baik.
"Ya, dia selalu menanyakan nya"
"Ya mau bagaimanapun Rocky orang pertama yang menerimanya di sini, bagaimana jika memberitahu Olivia saja, dia juga seorang perawat dia akan mengerti keadaan Rocky"
"Benar kak, atau mungkin saja jika Olivia menemui Rocky, Rocky akan merasa lebih baik" Fiona menambahi ucapan Aric.
"Akan aku pikirkan"
"Arion Rocky perlu dukungan dari orang terdekat nya, memang mengalami pengkhianat dari orang yang sangat kita percaya adalah hal yang sangat menyakitkan"
"Andreas juga bilang, seperti nya akan sulit membuat nya membuka hati lagi"
__ADS_1
"Mengetahui cinta pertama nya meninggal, dan orang yang mengurusi nya sejak kecil adalah orang yang mencelakai neneknya tentu saja itu membuatnya tertekan dan lagi kecelakaan kakek Justin semua karena bibi margareth yang di suruh oleh Mario" Kenyataan ini di ungkapkan oleh bibi Margareth sendiri agar dia tidak di hantui rasa bersalah. "Jadi wajar saja jika Rocky terpuruk sampai seperti ini" Ucap Aric lagi.
"Boo apa yang aku dengar ini benar? " Arion terkejut mendengar suara Olivia ada di belakang nya.