
Daniel segera melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat, saat mobil Daniel terparkir dan Ranti turun dari mobil mata Ranti tidak bisa berkedip dia melihat sesuatu yang ada di depannya dan bergantian menatap ke arah Daniel "Ini? " Tanya Ranti terlihat terkejut.
Ranti melihat sekeliling dia baru menyadari tempat yang dia kunjungi itu di jaga dengan ketat.
Daniel membawa Ranti masuk, mata Ranti begitu terkejut melihat apa yang dia lihat di dalam "Ini apakah rumahmu? " Tanya Ranti yang tidak begitu mengerti dengan situasinya.
Daniel tertawa kecil "Bukan? ini adalah markas ku, apa kau tau tentang mafia? " Pertanyaan Daniel itu membuat Ranti terkejut serta menghentikan langkahnya.
"Ma.. mafia? apa kau menjual obat terlarang, apa kau melanggar hukum dan membunuh sesuka mu" Tubuh Ranti terlihat bergetar mau bagaimanapun di pikiran orang normal mafia adalah segerombolan orang yang mengerikan dan kejam.
"Aku tidak menjual obat terlarang, aku hanya menguasai beberapa pasar gelap, membantu yang membayar tapi aku tidak membunuh orang baik" Ucapan Daniel Itu tidak menghibur Ranti sama sekali.
"Ja.. jadi kau akan membunuh orang jahat?! " Pertanyaan Ranti itu membuat Daniel tersenyum.
"Ranti kau tau tidak akan ada arang jika tidak ada yang membakar kayunya, jadi aku hanya akan membunuh orang yang akan membunuhku" Ucap Daniel dengan santai.
Tanpa sadar Ranti memundurkan tubuhnya dan terlihat tangannya begitu gemetar.
Daniel memperhatikan benar sikap Ranti yang sedang ketakutan namun Daniel dengan cepat merangkul Ranti dan tersenyum "Tapi aku sekarang sudah terlalu tua untuk melakukan itu, Ranti apa kau takut dengan ku? " Pertanyaan Daniel itu membuat Ranti tersadar dia sendiri yang ingin mengenal Daniel tapi ketika Daniel jujur padanya kenapa dia malah mundur.
"Sedikit, tapi aku sudah bilang aku ingin mengenalmu? meskipun aku tidak tau seberapa gelap duniamu aku ingin melihat nya" Ranti meyakinkan dirinya untuk tidak menghakimi kehidupan Daniel.
Daniel tersenyum rangkulan itu berubah menjadi pelukan "Terimakasih" Ucap Daniel
Ranti segera mendorong Daniel untuk sedikit menjauh, karena Ranti merasa malu saat semua orang yang ada di sana memandangnya dengan tatapan yang aneh.
__ADS_1
Wajah Ranti terlihat memerah, sedangkan Daniel bingung kenapa dirinya malah di dorong, sampai di sadar semua bawahannya tengah menatapnya.
Tentu saja orang yang sudah lama mengikuti Daniel akan sangat terkejut pasalnya mereka tau bos nya itu tidak pernah dekat dengan wanita apa lagi sampai memeluk nya.
"Apa yang kalian lihat! apa tidak pernah liat orang bermesraan! " Di balik perkataan Daniel ini bukankah dia sedang sombong bahwa dirinya sedang bermesraan tidak seperti kalian itu adalah arti dari perkataan Daniel yang sesungguhnya.
Daniel segera pergi membawa Ranti ke tempat penyimpanan senjata, Ranti terlihat kagum dengan banyaknya jenis senjata api yang Daniel simpan.
Daniel membawa Ranti berkeliling ke markasnya, Daniel melewati satu pintu dia tidak memberitahukan itu pada Ranti, membuat Ranti penasaran.
"Pintu ini? " Tanya Ranti
"Ah sebaiknya kau jangan tau sayang, jika kau tau aku takut kau akan membatalkan pernikahan kita" Di balik ucapan Daniel yang terlihat bercanda tapi itu mengandung makna yang serius, pasalnya yang Ranti tunjuk adalah pintu menuju penjara bawah tanah tempat di mana para tahanan di eksekusi, meski tidak ada mayat tapi di ruangan itu masih terasa bau yang amis dan terasa mencekam.
"Katakan, aku ingin melihat nya" Ranti terlihat penasaran, Daniel sebenarnya tidak ingin memberitahu Ranti atau mengajak Ranti untuk melihat itu tapi Daniel juga sudah berjanji pada dirinya untuk tidak menutupi apa pun dari Ranti.
"Sayang apa kau baik-baik saja, lebih baik kita tidak masuk aku akan mengajakmu melihat bar milik ku" Daniel. segera mengajak Ranti pergi dan membuat topik baru.
Daniel membawa Ranti ke bar yang ada di markas nya, Ranti melihat bar kecil itu terlihat sangat rapi, anggur mahal dan Wiski merah tertata rapih di tempatnya.
"Apa kau ingin minum sesuatu?, aku sangat ahli meracik minuman lezat" Ucap Daniel dengan penuh percaya diri.
"Aku tidak bisa minum dengan kadar alkohol yang tinggi, aku sangat lemah" Ucap Ranti malu.
"Tidak masalah aku akan membuat minuman enak untuk mu tanpa alkohol" Ucap Daniel yang bersiap membuatkan minuman untuk Ranti.
__ADS_1
Daniel membuatkan Mocktail, Mocktail merupakan minuman segar yang dipadu dengan buah-buahan, herbs atau bunga yang disajikan di atas gelas seperti halnya cocktail namun tanpa adanya campuran alkohol.
"Cobalah" Daniel. menyodorkan minuman yang terlihat sangat segar ke depan Ranti, Ranti kemudian meminumnya " Ini enak tuan"
Daniel mendekat kan wajahnya di depan Ranti, tubuh mereka terhalang meja bar, Daniel merengkuh kepala Ranti "Jangan panggil aku tuan cukup panggil sayang, apa kau mengerti kau sekarang wanitaku! aku tidak mau mendengar panggilan asing seperti itu kau mengerti" Daniel kemudian mengecup bibir Ranti dan tersenyum.
"Ternyata Mocktail buatan ku memang sangat enak" Daniel menyentuh bibir nya dan memandang Ranti membuat detak jantung Ranti berdebar begitu cepat, wajahnya memerah bukan karena mabuk minuman tapi karena mabuk akan perlakuan Daniel.
Di sisi lain
Arion dan Olivia sedang berada satu mobil seperti nya Arion akan mengajak Olivia pergi ke suatu tempat yang sebelumnya tidak jadi mereka kunjungi karena harus pergi ke dokter kandungan.
"Boo sebenarnya kau ingin membawa ku kemana? " Tanya Olivia yang penasaran.
"Kau akan tau setelah kita sampai" Ucap Arion membuat Olivia benar-benar penasaran.
Olivia terus memperhatikan jalan dan melihat pemandangan dia sangat penasaran kemana suaminya membawanya pergi kenapa dia merasa jalan yang mereka lalui semakin lama semakin sepi.
"Boo kau tidak sedang tersesat kan? " Tanya Olivia yang sedari tadi melihat jalan yang mereka lewati semakin jauh dari pedesaan.
"Tentu saja tidak, tenanglah" Ucap Arion dengan santai membawa mobilnya.
Olivia berusaha untuk tetap tenang, namun saat Arion mengemudikan mobilnya memasuki hutan Olivia merasa sedikit takut "Boo kau yakin kau tidak tersesat, apa kau ingin pergi ke hutan.? " Tanya Olivia menatap suaminya yang malah tiba-tiba menghentikan mobilnya.
"Kita tidak tersesat" jawab santai Arion.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan membawa ku kehutan seperti ini boo? " Olivia sedikit takut sembari dia mengatur pikiran nya agar tidak berfikir buruk tentang suaminya yang tiba-tiba mengajaknya pergi ke hutan.