MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 87


__ADS_3

Alister melajukan mobil nya ke sebuah restoran yang bertempat agak jauh dari pusat kota.


Pemandangan yang bagus terlihat di sepanjang jalan kota itu, "Wah bagaimana kau bisa tau tempat ini tuan, pemandangan sepanjang jalan ini sangat bagus" Ucap Olivia yang meski terlahir di negera itu sedikit tempat yang pernah dia kunjungi.


"Olivia hari ini saja bisakah panggil Alister, panggilan tuan ini membuatku merasa lebih tua" Ucap Alister dengan senyum yang mengembang di wajahnya seakan memohon untuk Olivia menuruti nya.


"Em, itu sangat sulit tuan, bagaimanapun Tuan adalah tamu tuan muda Arion" Olivia tetap canggung meski dia adalah adik Fiona gadis yang Olivia anggap teman meski baru berkenalan.


Alister menekuk wajahnya dia terlihat sangat kecewa, benar-benar membuat Olivia tak enak hati, "Ba.. baiklah akan aku coba, tapi hanya hari ini ya" Akhirnya Olivia mengalah dia tidak ingin sepanjang jalan melihat wajah Alister yang merajuk.


"Baguslah ini tidak akan membuatku canggung" Ucap Alister yang dengan cepat merubah ekspresi nya, saat ini ekspresi terlihat begitu bahagia.


Olivia hanya diam meski dia mengiyakan permintaan Alister dia masih ragu untuk menyebut namanya jadi dia masih diam.


Alister memarkirkan mobilnya ke sebuah restoran yang terlihat sederhana dari luar dan terlihat banyak poster kucing.


Alister membukakan pintu mobil untuk Olivia perlakuan Alister yang begitu romantis itu mampu membuat Olivia merasa salah tingkah


"Te.. Terimakasih" Ucap Olivia dengan senyum menghiasi bibirnya.


Alister tidak ragu menggandeng tangan Olivia dan membawanya masuk ke cafe itu.


Mata Olivia Berbinar melihat banyak kucing imut di sana sini "Apa aku bisa menyentuh nya" Ucap. Olivia saat seorang pelayanan datang menghampiri mereka.


"Tentu saja Nona tidak masalah, banyak dari kucing ini tuan Alister yang memungutnya dari jalanan" Ucap pelayan laki-laki yang berada di depan Olivia.


Olivia menatap Alister, seakan bertanya apa benar pernyataan pelayan. Alister sering melakukan perjalanan bisnis ke negara A dia sering tidak sengaja menemukan kucing terlantar jadi dia mencari situs perlindungan untuk kucing dan menemukan cafe itu, jadi Alister setiap menemukan kucing terlantar akan membawanya ke salon hewan dan dokter hewan kemudian memberikan nya ke cafe itu.


Alister tersenyum dan menggendong satu kucing ter gemuk di sana "Namanya catty dia sangat mirip dengan mu" Alister mengusap kucing itu dengan lembut di gendongan nya.

__ADS_1


"Seperti aku? apa aku mirip dengan kucing? " Tanya Olivia yang ikut mengusap catty


"Alister memberikan nya pada Olivia, Olivia dengan senang hati menggendong catty " Dia sama menggemaskan nya dengan kamu, lihatlah kalian sangat mirip" Ucapan Alister yang mampu membuat pipi Olivia bersemu merah.


Olivia hanya bisa diam mendengar ucapan manis yang Alister ucapkan untuk nya.


Alister kemudian mengalihkan pandangan nya pada pelayan di depan Olivia dia mulai memesan menu sarapan untuk mereka berdua.


Sambil menunggu pesanan mereka siap, mereka bermain dengan beberapa kucing terlihat Olivia sangat menikmati waktunya bermain dengan kucing.


Sampai akhirnya pesanan mereka datang, mengakhiri sesi bermain dengan kucing "Ah mereka lucu dan imut sekali" Ucap Olivia yang duduk di tempat makan yang berada di sisi lain dari tempat mereka bermain tadi.


"Tidak seimut dirimu" Ucapan Alister mampu membuat pipi Olivia memerah kembali.


"Ja.. jangan katakan lagi, kau bisa membuatku terbang ke langit dengan mengatakan hal yang manis seperti itu" Ucap Olivia berusaha menanggapi ucapan Alister deng tenang.


"Itu bukan ucapan manis tapi ucapan yang sebenarnya" Alister tersenyum lagi


Selesai makan mereka meninggalkan cafe itu tak lupa memberikan salam perpisahan pada kucing-kucing lucu itu.


"Seperti nya aku tidak ingin berpisah mereka semua sangat menggemaskan" Ucapan Olivia menunjukkan ekspresi gemasnya.


Alister ingin melihat banyak ekspresi dari Olivia yang tak bisa di lihatnya saat di rumah Aditama dan rumah Arion.


Alister melajukan lagi mobilnya bukan ke arah pulang namun ke arah lain, pemandangan yang Alister lewati sadari tadi sangat memanjakan mata Olivia, begitu asri dan indah.


"Kita tidak pulang? " Tanya Olivia yang takut akan di hukum oleh Arion jika lama-lama keluar dari rumahnya.


"Tidak, ada tempat yang sudah lama ingin ku kunjungi, hanya saja selalu sibuk jadi ini waktu yang tepat untuk ke sana" Alister melirik Olivia yang memainkan jarinya seperti orang yang sedang cemas, Alister menangkap kecemasan Olivia.

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika nanti tuan muda marah, kita hanya keluar untuk sarapan" Olivia mengatakan apa yang ada di pikiran nya


Alister tersenyum menanggapi dengan santai keluhan Olivia, perlahan menyentuh pucuk kepala Olivia dan mengusapnya "Tenang aku sudah minta izin padanya, jangan khawatir ok" mengusap pucuk kepala Olivia lagi dan kembali fokus pada menyetir.


Olivia perlahan menganggukkan kepalanya, Olivia merasa lebih tenang saat mendengar penjelasan Alister.


"Nikmati saja pemandangan nya, ini benar-benar memanjakan mata bukan" Ucapan Alister berusaha mencairkan kecemasan Olivia.


"Benar pemandangan yang bagus" Alister sedikit melirik Olivia yang sedang menatap kaca mobilnya melihat pemandangan pohon di setiap jalan. pemandangan yang di maksud Olivia dan Alister mungkin berbeda.


Alister masih melajukan mobilnya, cukup lama mereka berkendara mungkin sudah menghabiskan waktu berjam-jam, Alister melirik kembali Olivia yang mulai terlelap, Alister melajukan mobilnya lebih pelan tidak ingin mengganggu tidur Olivia


Alister sudah memarkirkan mobilnya namun Olivia masih saja terlelap, Alister memilih menikmati pemandangan yang begitu indah di hadapan nya *Kau yang membuatku terjatuh ke dunia mu, membuatku terperangkap ke dalamnya dan tidak bisa keluar, Olivia aku ingin jadi lebih kuat, agar bisa membawamu masuk ke dunia ku juga" Alister ingin menyentuh wajah Olivia tapi dia mengurungkan niatnya saat Olivia mengerjapkan matanya perlahan.


"Apa sudah sampai? " Tanya Olivia yang baru bangun itu.


"Benar kita sudah sampai" Ucap Alister segera membenarkan posisi duduknya. "Kita keluar sekarang? " Tanya Alister yang mendapat anggukan dari kepala Olivia.


Alister seperti biasa turun terlebih dulu kemudian membukakan pintu untuk Olivia, mata Olivia membulat sempurna melihat pemandangan di hadapannya "Ini" Olivia segera berlari kecil menuju sesuatu di sana.


Di sisi lain.


"Apa?!! kau tidak menemukan lokasinya!! apa kau bodoh Dion" Teriak Arion pada Dion asistennya.


"Maaf tuan seperti nya tuan Alister menyabotase semua nya, dan memanipulasi ku, tidak membiarkan ku merentas ke beradaan nya" jelas Dion, Dion tentu tak sebanding dengan Alister.


Alister sudah mempersiapkan semuanya dia tau Arion pasti akan mencari keberadaan nya, untuk mengganggu waktunya dengan Olivia jadi, Alister menggunakan trik kecil nya.


"Ck! begitu saja tidak pecus!! " Arion geram menghentikan mobilnya, dia sengaja menyetir agar Dion bisa melacak keberadaan Alister dan Olivia nyatanya Alister sudah memiliki persiapan lebih dulu.

__ADS_1


"Bawa mobil nya" Arion bertukar tempat dengan Dion, kini Arion memegang kendali atas laptop Dion *Aku terlalu meremehkan mu Alister! lihat apa yang akan aku lakukan jika aku menemukan mu! " Arion terlihat sangat kesal aura membunuh terlihat di sekeliling Arion membuat Dion bergidik ngeri.


*Dia sendiri yang memberikan kesempatan, dia sendiri yang marah tidak jelas, orang jatuh cinta benar-benar susah di mengerti " Ucap Dion dalam hati, dia sudah lama menyadari tuannya mungkin sudah tertarik pada Olivia tapi akhir akhir ini tanda-tanda tuannya jatuh cinta sangat terlihat.


__ADS_2