
"Silvia? " Gumam Arion setelah membaca pesan itu.
Arion terlihat berfikir sejenak namun tak lama Aleena menarik kakaknya itu "Kak ayo kita bermain bersama" Aleena tidak menunggu persetujuan Arion, dia langsung menarik tangan kakaknya itu.
Kali ini Arion hanya bisa menuruti Aleena dan bermain bersamanya dan Olivia, dari kejauhan mereka terlihat seperti keluarga harmonis.
"Melihat mereka bertiga menjadi tidak sabar untuk melihat anak Arion dan Olivia ya Bie" Ucap Tiara pada suaminya itu.
"Hmm syukurlah Arion sudah menyadarinya, tidak harus seperti ku dulu harus kehilangan mu baru menyadari perasaan ku, maafkan aku sayang" Rayyan merangkul istrinya itu teringat saat teringat masa lalu.
"Semua sudah berlalu tanpa terasa bahkan kita akan menjadi nenek dan kakek" Tiara tidak ingin mengingat masa lalu yang buruk.
"Hahaha sayang seperti nya itu butuh waktu, apa kita harus menambah aunty untuk cucu kita" Canda Rayyan yang membuat Tiara malu mendengar nya.
"Tidak sadar diri, apa kau tidak tau rambut kita sudah banyak yang memutih benar-benar mesum! " Tiara mengerucutkan bibirnya yang membuat Rayyan gemas dan merengkuh pinggang istrinya lebih erat.
"Aku hanya mesum padamu sayang" Ucap Rayyan yang malah mendapat cubitan dari Tiara.
"Jika tidak, apa kau berfikir untuk selingkuh! " Ucap Tiara kesal.
"Mana mungkin, nyawaku ada padamu aku tidak akan bisa hidup tanpa mu MUTIARA" Tiara hanya bisa menyembunyikan wajah memerah nya, Rayyan masih sama seperti dulu mencintai Tiara sepenuh hati bahkan saat tiara sakitpun tidak ada niat sedikit pun untuk menikah lagi atau meninggalkan nya karena bagi Tuan Rayyan Nyonya Tiara adalah nyawanya.
"Bisakah kita menyudahinya, kita sudah terlalu tua Bie" Ucap Tiara yang benar-benar wajahnya memerah di usia paruh baya ini.
Saat kita bersama orang yang tepat kita akan jatuh cinta padanya lagi dan lagi meski rambut sudah termakan usia namun cinta itu tidak pernah usai.
Setelah selesai bermain mereka memutuskan untuk kembali pulang, karena Rayyan akan kembali ke negaranya tentu saja mereka harus bersiap.
Mereka semua sudah ada di mobil tak terkecuali, Arion dan Olivia. Olivia terlihat melirik ke arah Arion membuat Arion merasa tidak nyaman.
"Hmm kenapa kau mencuri pandang? apa kau baru sadar dari sudut manapun suamimu ini sangat tampan" Arion mengatakan dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Olivia sedikit panik karena Arion melihatnya mencuri pandang, sebenarnya ada yang Olivia ingin tanyakan tapi dia ragu untuk melakukan nya "Ak.. aku tidak mencuri pandang han.. hanya saja" Ucap gugup dan malu Olivia.
"Hanya saja aku tampan, aku tau" Arion benar-benar sangat percaya diri.
"Ya kau tampan benar-benar tampan, tapi bukan itu yang ingin aku katakan" Olivia tanpa sadar mengatakan itu semua.
"Haha lalu apa yang ingin kau katakan, kau ingin aku berolahraga denganmu nanti malam" Arion tertawa dan menggoda istrinya itu.
"Mesum! tidak bukan itu, aku haruskah aku ikut Nyonya Angel bagaimanapun aku perawatnya bukan? jika aku tidak ikut apa yang akan aku lakukan di rumah? " Pertanyaan yang di lontarkan Olivia itu sebenarnya Arion sudah menduganya.
"Tentu saja merawat suamimu? hal semacam itu apa perlu di tanyakan? " Jawab Arion dengan entengnya.
"Benar, tunggu tidak ini tidak benar" Jawab kikuk Olivia itu tak bisa membuat ujung bibir Arion tak berubah.
'Kau benar-benar imut Olivia' Gumam Arion yang sangat gemas pada istrinya yang polos itu. "Dengar nenek akan di rawat dengan perawat terbaik di sana, Papa tidak kekurangan orang berbakat kau jangan khawatir, tugasmu sekarang adalah menjadi istriku tidak perlu memikirkan yang lain mengerti? " Arion sejenak mengusap kepala Olivia menenangkan nya.
"Hmm aku mengerti, aku akan menjadi istri yang baik" Ucap Olivia tanpa sadar dia tersenyum bahagia.
"Kau memang istri yang baik, kau bahkan terlalu baik untuk ku aku beruntung mendapatkan mu Olivia aku akan menjagamu dan bersamamu selamanya" sorot mata Arion terlihat benar-benar tulus, Arion mengecup singkat bibir istri nya sebelum dia melakukan mobilnya.
Rocky sudah sampai di rumah sakit, dia melihat Alister ada di depan ruangan Aric "Yo kenapa kau tidak masuk? " Kata Rocky saat di sudah berada di dekat Alister.
"Seperti nya kau akan mengalami serangan menyakitkan sebagai jomblo jika kau masuk" Jawaban Alister itu sedikit membuat Rocky bingung sampai akhirnya dia membuka perlahan pintu kamar rawat Aric dan melihat adegan suap menyuap di antara Aric dan Fiona.
"Aku sekarang tau perasaanmu, sudahlah lebih baik menunggu mereka selesai makan" Rocky akhirnya memilih duduk di samping Aric.
"Rocky apa pelakunya sudah ketemu? apa perlu aku membantu? " Alister berbicara dengan tatapan lurus kedepan.
"Bukannya kau sudah mencari tau sendiri, tanpa aku meminta bantuan aku tau kau akan membantu" Rocky tau Alister bukan orang yang jahat dia sangat perhatian, apalagi saat dulu Arion tidak menganggap ibunya Alister selalu mencari kesempatan untuk mengatakan bahwa Tiara merindukan Arion.
"Itu tergantung" Alister menghela nafasnya dan merenggangkan tubuhnya dan menyenderkan dengan nyaman di kursi.
__ADS_1
"Tergantung? apa maksud mu? " Tanya Rocky yang tidak menyangka mendengar jawaban itu dari mulut Alister.
"Tergantung apakah kak Arion mau menyerah terhadap Olivia atau tidak" Ucapan Alister ini malah mendapatkan tawa dari Rocky.
"Hahahaha.. Alister sebagai teman yang baik aku sarankan kau untuk mundur kau tau kau tidak akan mengalahkannya" Rocky menepuk bahu Alister.
"Tentang kekuasaan dan bisnis aku memang kalah, tapi bukan berarti masalah percintaan aku juga akan kalah! " Alister terlihat begitu tegas mengatakannya.
Rocky menghela namanya 'Aku turut berduka untuk mu Alister, kau memang sudah kalah Olivia sudah menjadi istri sah Arion' Ucap Rocky dalam hati, Rocky tidak tega mengatakan nya terang-terangan "Biarkan waktu yang menjawab" Rocky lagi-lagi menepuk pundak Alister.
Rocky memilih berdiri dan masuk ke dalam kamar untung momen romantis itu sudah berakhir.
"Kau datang? " Tanya Fiona saat melihat kedatangan Rocky.
"Yo, kau sudah melihat ku tidak perlu bertanya seperti itu bukan?, selain aku ada juga adik kecilmu di depan seperti nya sudah menunggu mu lama" Rocky memberitahu Fiona tentang Alister yang ada di depan ruangan Aric.
Fiona memberikan jeruk yang selesai dia kupas untuk Aric. "Oh, kalau begitu biar aku menemaninya, kalian mengobrol saja" Kemudian Fiona pergi keluar.
"Kenapa datang kemari? " Tanya Aric.
"Memastikan keadaan mu" Jawab singkat Rocky.
"Soal perkataan mu itu, Fiona sudah berbicara pada Mama dan besok mereka semua akan kembali" Ucap Aric.
"Mereka semua? bagaimana denganmu? " Rocky menunggu jawabnya Aric.
"Tentu saja aku akan tetap di sini bersama Fiona" Jawaban Aric seperti yang Rocky pikirkan tapi seperti nya Rocky tidak setuju
"Kau dan Fiona kembalilah, kalian tidak perlu terlibat kau sedang , Fiona adalah wanita meskipun dia wanita yang tangguh tapi aku dan Arion tidak ingin melibatkan banyak orang.
" Rocky kau sedang bicara dengan siapa! masalah Arion adalah masalah ku! Fiona bukan wanita sembarangan! kamu bukan akan jadi beban tapi kami akan membantu! tidak perduli kau dan Arion setuju atau tidak! kami akan membantu" Ucap Aric tegas.
__ADS_1
"Terserah saja, ternyata kau sama keras Kepala nya dengan Arion, mau bagaimana lagi aku tidak bisa berbicara" Ucap Rocky
Di sela perbincangan nya HP Rocky berbunyi terlihat nomor baru di sana, Rocky membuka pesannya "Silvia" Rocky membaca nama di kontaknya.