
Andreas mempercepat langkah kakinya menarik pergelangan tangan Olivia
"Olivia tunggu kau mau kemana? " ucap Andreas yang berhasil menangkap pergelangan tangan Olivia membuat Olivia menghentikan langkahnya.
"Maaf apa kita saling mengenal?" Ucap Olivia pura-pura tidak mengenal Andreas.
Namun acting Olivia itu tidak mempengaruhi rasa rindu yang Andreas rasakan dia langsung menarik Olivia dalam pelukannya
"Olivia kemana saja kau selama ini? kenapa kau menghilang begitu saja" ucapan Andreas sembari memeluk Olivia erat mengecup lembut pucuk kepala Olivia, mata Andreas saat ini sudah berkaca-kaca menahan tangis bahagia nya.
"Ma.. maaf tuan apa.. apa kita saling kenal? " Olivia masih berusaha berakting namun hatinya tidak bisa berbohong dia ingin menangis melihat orang yang memeluknya sekarang
"Olivia berhenti berpura-pura aku merindukan mu" ucapnya yang terus mempererat pelukannya
Olivia hanya diam dia juga sebenarnya ingin mengatakan dia merindukan Andreas namun apa daya dia dan Andreas di takdir kan bukan untuk bersama
"Lepaskan aku Dokter!!! " ucap Olivia menahan tangisnya dia tidak menyangka dia harus bertemu dengan Andreas di saat seperti ini
Andreas tidak mendengarkan ucapan Olivia dia benar-benar sedang menikmati rindu yang sudah lama di pendam.
"Dokter Andreas yang terhormat tolong jaga sikap anda" ucap Olivia tegas meski bibirnya sedikit bergetar matanya mulai memerah dan ujung matanya mulai menggenang tapi dia harus ingat akan posisinya sekarang
Andreas melepaskan pelukan nya dan menatap wajah cantik Olivia
"Olivia jelaskan padaku kemana kau selama ini kenapa kau menghilang begitu saja? " ucap Andreas menatap Olivia seperti meminta sebuah jawaban
Olivia hanya bisa diam tak memberikan sebuah jawaban apapun kepada Andreas
__ADS_1
membuat Andreas frustasi dia memegang kedua pundak Olivia "Katakan kenapa kau pergi tanpa mengucapkan sesuatu kepadaku Olivia?! " ucap Andreas yang tak dapat lagi membendung air mata
Hati Olivia sangat sakit melihat Andreas meneteskan air matanya namun dia tidak bisa berkata untuk saat ini Olivia memilih untuk diam.
Andreas mengguncang tubuh Olivia
"Katakan sesuatu padaku Olivia apa aku melakukan salah terhadapmu? " ucap nya yang lagi-lagi memeluk Olivia
Olivia diam mematung air matanya tak lagi dapat di bendung Olivia menangis, tangis itu membasahi baju Andreas
Andreas ikut meneteskan air matanya
Mereka berdua larut dalam pikiran nya masing-masing sampai akhirnya Olivia tersadar mendorong Andreas
"Dokter saya permisi" Olivia yang berhasil lepas dari pelukan Andreas langsung membelakangi Andreas dan ingin pergi namun Andreas tidak ingin melepaskan Olivia lagi dia memeluk Olivia dari belakang.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan!!! " ucapnya menatap Olivia dan Andreas
Andreas kenal betul dengan suara yang ada di belakang mereka dia melepaskan pelukan nya dari Olivia dan Andreas berbalik kebelakang menatap laki-laki yang sudah menatap mereka tajam
"Andreas apa yang kau lakukan!! " ucapnya yang melihat Olivia dengan wajah penuh air mata
"Aku hanya bertanya padanya" ucap Andreas.
"Menanyakan apa sampai harus memeluk nya? "ucap Arion tidak suka, dia benar-benar marah melihat adegan yang terlihat romantis itu tapi dia lebih tidak suka melihat air mata yang ada di wajah Olivia
" Apa aku harus memberitahu kan apa yang aku tanyakan pada kekasih ku padamu Arion? " ucapan Andreas membuat Arion terkejut tiba-tiba dadanya merasa sakit
__ADS_1
"Apa yang kau katakan?! bagaimana bisa tiba-tiba menjadi kekasih" ucap Arion tak percaya dia benar-benar terkejut dengan apa yang Andreas katakan Arion tidak bisa mempercayai nya
"Aku dan dia menjalin hubungan 6 tahun lalu saat aku masih menjadi mahasiswa kedokteran" ucap Andreas meyakinkan Arion
"He!! menarik kalau begitu putuskan dia sekarang! karena dia adalah musuh keluarga Mars jadi dia adalah musuh mu juga!! "
"Tid" ucapan Andreas terhenti saat Olivia ikut angkat bicara
"Tuan muda tidak perlu khawatir kami sudah lama putus!! saya permisi" ucap Olivia rasanya sangat sakit baru saja bertemu tapi harus berakhir seperti ini.
Olivia segera pergi dari sana dia mengusap. air mata yang jatuh di wajah cantik nya
"Olivia tu.. tunggu aku tidak menyetujui nya kita belum putus!! Olivia kau harus memberikan ku penjelasan" ucap Andreas yang ingin mengejar Olivia tapi di tahan oleh Arion
"Dia sudah memutuskannya banyak wanita di luar sana! kenapa hanya mengejarnya"
"Orang tak punya hati seperti mu apakah tau perasaan cinta!! " ucapnya Andreas yang tiba-tiba bersikap kasar pada Arion
Andreas tetap mengejar Olivia.
Saat ini Arion sangat marah apa yang membuatnya marah, sahabat yang berbicara kasar padanya atau mengetahui sahabat nya adalah kekasih Olivia, Arion tidak mengerti dadanya sedari tadi merasa sakit
"Apa yang terjadi padaku!! kenapa aku sangat marah dan di sini terasa sakit" dia menyentuh dada nya yang merasa seperti tertusuk
#Hallo kakak reader yok tinggalin jejak di setiap cerita biar aku semangat buat nerusin Novelnya
kasih Like, komen, Rate 5 bintang, kasih gift dan vote ya
__ADS_1
TERIMAKASIH