MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 107


__ADS_3

"Susan, tunggu dulu Susan, dia bukannya anak dari Mario Harris, kenapa kau tiba-tiba menanyakan ini?" Tanya Rocky yang akhirnya mengingat siapa itu susan.


"Soal ini, kau ikut denganku bertemu dengan dion" Ucap Arion serius.


"Baiklah tidak masalah, tapi kau lebih baik mandi dulu kau bau pandan" ledek Rocky seakan sudah terjadi sesuatu antara Olivia dan Arion.


"Sial, sudah ku bilang tidak ada yang terjadi" Ucap Arion mengumpat.


"Wah kau bukan laki-laki bagaimana bisa kau mengabaikan sebuah kesempatan emas di depanmu " Ledek Rocky lagi, sebenarnya dia tidak mendukung pemaksaan dalam hubungan hanya saja Rocky ingin meledek Arion.


"Berisik!! laki-laki sejati tidak akan menyentuh wanitanya tanpa persetujuan nya" Ucap Arion dengan nada sombong dan bangga.


"Cih! alasan saja" Ucap Rocky yang kemudian pergi dari kamar Arion


Setelah kepergian Rocky, Arion segera membersihkan dirinya.


Sedangkan Rocky dia berjalan ke ruang makan di sana sudah ada Daffin, Davian dan Daniel sedangkan Aric berada di kamar nenek Angel selama di sini Aric lebih sering menghabiskan waktunya dengan nenek Angel. Sedangkan Alister pagi sekali sudah menemui pamannya di kantor.


"Kalian sudah berkumpul di sini? " Tanya Rocky.


"Ya, Rocky hari ini aku dan Daffin akan pulang bisakah kau mengantarkan kami ke bandara" tanya Davian serius.


"Tentu saja aku bisa mengantarkan kalian" Ucap Rocky santai sembari mengambil sandwich untuk mendarat ke mulutnya.


Setelah makan Davian dan Daffin bersiap mengemasi barang mereka bersiap untuk pulang.


sedangkan Daniel masih menikmati coffee di depannya, Rocky pun masih menikmati buah apel di tangannya.


Rania dan Olivia membereskan sisa makanan mereka semua dan menyiapkan sarapan untuk Arion.


Olivia mendekat pada Rocky setelah membersihkan meja "Rocky" Menarik baju Rocky sedikit membuat Rocky melihat ke arah Olivia.


"Ada apa Olivia? " tanya Rocky menaruh sandwich di tangannya dan dengan sungguh-sungguh ingin mendengar apa yang Olivia katakan.


"Kau tidak lupa bukan, besok adalah hari minggu " Ucap Olivia mencoba mengingatkan Rocky dia takut Rocky lupa, bagaimanapun Rocky terlihat sibuk.

__ADS_1


Rocky tersenyum menaruh tangannya di kepala Olivia "Lupa tentang mu, aku tidak akan lupa" Ucapan dan tindakan Rocky itu tertangkap mata tajam yang langkahnya sudah semakin mendekat, menarik tubuh Olivia menjauh dari Rocky dan jatuh ke pelukan laki-laki bermata tajam itu.


"Rocky jaga sikapmu!, kau juga apa kau tidak ingat status mu! " Menatap tajam Olivia, Olivia menunduk terlihat wajah Olivia berubah, dia terlihat sangat sedih membuat Arion tidak enak hati *Apa dia lupa kalau identitas nya adalah wanitaku " Ucap Arion dalam hati


"Saya tau tuan, identitas saya, saya tau betul, saya permisi" Ucap Olivia yang bergegas pergi dalam pikiran nya, Arion mengingatkan siapa dirinya.


Perkataan Arion itu mengingatkan Olivia bagaimana perlakuan ibu Andreas padanya waktu itu. *Kekayaan memanglah tolak ukur semuanya, Olivia benar katanya kau harus ingat status mu" Ucap Olivia dalam hati sedikit ada rasa sakit mendengar ucapan Arion.


"Tunggu" Arion menahan tangan Olivia, "Layani aku aku ingin makan"


Olivia mengangguk dia segera menuruti permintaan Arion menuangkan Air dan menaruh sandwich di piring Arion. "Sudah tuan, kalau begitu saya permisi" Ucap Olivia


"Temani aku makan! " Ucap Arion menatap Olivia.


"Maaf tuan saya harus segera bekerja di sini ada tuan Daniel dan tuan Rocky yang menemani anda, sekali lagi saya permisi" Olivia bergegas pergi dia menjaga jarak nya dengan Arion, dia sangat sadar identitas apa yang dia sandang sekarang, anak seorang penjahat yang mencelakai Nyonya besar keluarga Mars.


Setelah Olivia pergi, Daniel mulai angkat bicara.


"Rocky apa kau tau rumah sakit yang bisa menjaga privasi pasiennya? " Tanya Daniel tiba-tiba


"Ck! apa kau sedang menyumpahi ku!! aku hanya butuh sesuatu untuk di periksa" Ucap Daniel serius.


"Ah di rumah sakit nenek sangat bagus privasi juga sangat di jaga, paman kan sudah tau" Ucap Rocky yang merasa aneh dengan Daniel


"Aku tau, aku bertanya tentang rumah sakit lain selain rumah sakit di bawah naungan keluarga Mars" Ucap Daniel


"Aku tidak tau tentang itu rumah sakit terbaik hanya rumah sakit keluarga Mars, tidak ada lagi, lagi pula paman termasuk keluarga privasi paman pasti aman" Ucap Rocky sembari memakan apelnya.


Daniel merasa percuma bertanya dengan Rocky, dia tidak mungkin membiarkan ada orang tau tentang dia yang ingin melakukan tes DNA, jika terbukti Olivia adalah putrinya dia akan dalam incaran musuh Daniel ataupun orang yang ingin memanfaatkan Daniel. tapi jikalau Olivia bukan putri nya dia juga menutupi rasa malu karena percaya diri tentang apa yang dia yakini.


Arion hanya menyimak percakapan Daniel dan Rocky, tapi tanpa sadar dia mengamati Daniel dengan diam-diam.


tanpa berbicara lagi Daniel bergegas pergi ke kamar Angel menyusul Olivia.


"Ada apa dengan paman Daniel apa dia benar-benar sakit parah? " Ucap Rocky khawatir

__ADS_1


"Apa dia terlihat sakit parah! jangan urus pak tua itu, ayo kita segera pergi! " Ucap Arion yang meletakkan sisa sandwich nya dan berdiri pergi.


Rocky masih menggenggam apelnya dan bergegas mengikuti Arion.


sampai di mobil Rocky membuang sisa apelnya dan melajukan mobilnya ke markas Arion di pinggiran kota.


"Sebenarnya kenapa kita harus kemari? apa terjadi masalah? " Tanya Rocky saat memarkirkan mobilnya di tempat yang usang itu


"Sudahlah kau diam saja, jangan banyak bicara setelah masuk kau akan mengerti" Ucap Arion yang membuka pintu mobil dan berjalan keluar.


Rocky pun mengikuti Arion untuk turun dan berjalan ke markasnya itu, mereka langsung menuju penjara bawah tanah di sana terlihat, dion dan Rafael tengah menanyai dua orang yang semalam berusaha menggoda Olivia


"Tuan kau di sini" Ucap Dion yang baru menyadari keberadaan tuannya, Dion segera berjalan keluar dari penjara dan berjalan ke arah tuannya


Arion hanya mengangguk dan saat Dion berada di samping nya "Bagaimana? apa kau sudah tau siapa yang menyuruh mereka? " Tanya Arion sembari duduk mengawasi Rafael yang terus menanyai mereka berdua


"Mereka tidak bilang siapa yang menyuruh mereka" Ucap Dion.


"Apa kau sudah semakin bodoh Dion, lakukan seperti biasa" Ucap Arion yang tidak sabar ingin tau siapa yang berani menyuruh orang untuk menyentuh Olivia.


"Baik tuan saya mengerti" Dion segera mengambil laptop di mobilnya segera bermain dengan laptop nya, hanya perlu 5 menit samua data tentang dua orang itu sudah ada air laptop nya.


"Kalian ingin bicara, atau aku akan membunuh keluarga kalian, apa lagi kau apa kau ingin aku mencabut semua fasilitas putrimu dan membiarkannya mati di rumah sakitku" Ucap Arion mengancam


"Tu... tuan jangan lakukan sa.. saya akan mengatakan orang yang menyuruh kami adalah, Nona Susan dan tuan... " Tiba-tiba laki-laki itu tubuhnya mengejang mulutnya mengeluarkan busa.


"Kau katakan siapa tuan itu?! " Tanya Rafael kepada satu laki-laki yang belum mati itu


"Di.. dia adalah tuan....... " Belum sempat menyebutkan namanya dia juga mati seperti laki-laki pertama.


"Tuan mereka berdua mati, sepertinya keracunan" Ucap Rafael memeriksa.


"Ck!! sialan, Rocky kau cari tau di mana Susan berada dan siapa saja yang berhubungan dengan nya, dan bagaimana bisa dia bisa kembali ke negara ini. bagaimana pihak Bandara tidak memberitahu ku! " Ucap kesal Arion.


"Tenanglah kita akan segera menangkap Susan dan Mario Harris kau jangan khawatir" Ucap Rocky menenangkan Arion

__ADS_1


*Mario Harris berhenti bermain-main lihat bagaimana aku mengakhiri permainan ini" Ucap Arion dalam hati dengan wajah yang terlihat penuh dendam.


__ADS_2