
"Apa aku begitu kejam di matamu? " Pertanyaan ini membuat Olivia terdiam "Jawab! "
Olivia tidak tau harus menjawab apa dia tidak ingin menyinggung Arion
Arion membawa Olivia untuk menatapnya "Katakan! apa aku begitu kejam? " Menatap Olivia tajam tatapan itu semakin membuat Olivia tak ingin membuka mulutnya
"Diam mu memberikan jawaban untuk ku" Ucap kecewa Arion, entah mengapa Olivia merasa tidak tega melihat wajah kecewa Arion
"Se.. sebenarnya tidak terlalu kejam" Ucap Olivia yang terkadang merasa Arion orang yang baik tapi memang dia bersikap kejam apalagi saat dia berbicara, perkataan nya bisa lebih tajam dari pada pisau.
"Aku memang kejam, jika tidak aku tidak akan berdiri di titik ini" Arion menyadari dirinya memang kejam tapi dia ingin merubah image ini di hadapan Olivia. "Untuk perkataan mu tadi, semua ini aku lakukan untuk mengejar mu bisakah kau lihat ketulusanku, aku tidak akan mengirim mu ke neraka" Ucap Arion terus terang dan berdiri melangkah perlahan
Olivia terkejut dengan ucapan Arion "Perkataan? " Olivia hampir melupakan perkataan apa yang dia ucapakan pada Arion tadi "Tunggu apa yang tuan katakan" Olivia sedikit telat menyadari hal penting yang Arion katakan dia sejenak hanya fokus dengan perkataan tapi tidak mencerna dengan baik kata selanjutnya "Me.. mengejar ku apa tuan bercanda? " Perkataan Olivia mampu membuat Arion menghentikan langkahnya
"Apa kau lihat aku bercanda! kau pasti sudah menebak ini adalah kali pertama aku mengantri dan meninggalkan title sang penguasa milik ku, dan merakyat bersamamu apa kau masih bilang aku bercanda" Ucap Arion menatap sendu Olivia tatapan yang seakan meminta kepercayaan untuk nya.
"Tapi, apakah ini cara balas dendam baru? tuan bukankah sangat membenciku" Gumam Olivia yang masih tidak percaya kata-kata Arion
Arion tersenyum miris dia menertawai dirinya yang mampu menggoreskan luka sedalam itu sehingga membuat Olivia tidak percaya akan ketulusannya tentang perasaan nya "Terserah saja apa yang kau pikirkan" Ucap dingin Arion *Aku tetap akan mengejar mu, kau hanya milik ku tidak akan ku biarkan kau jatuh ke tangan orang lain" Ucap Arion yang dalam hati
Arion kini berbalik dan menarik tangan Olivia untuk mengikuti langkah kakinya, Olivia menatap punggung tegap di depannya *Kau sangat membenci keluarga ku mana mungkin kau bisa menyukai ku? " Olivia benar-benar tidak bisa mempercayai ucapan Arion apa lagi Arion mengatakan dengan wajah datar seperti itu.
Arion melirik jam yang bertengger di tangannya melihat hampir waktunya dia bergegas membawa Olivia ke satu permainan yang ingin dia naiki.
Mereka berdua berhenti di depan bianglala, Olivia menatap Arion tak percaya, seorang Arion mengajaknya menaiki permainan yang banyak memiliki unsur mitos ini.
Saat ini mereka berdua sudah masuk kedalam gerbong bianglala mereka duduk berdampingan Arion terus melirik jam nya sampai mereka sampai di puncak tepat jam 12 siang, Arion tiba-tiba mendekat ke arah Olivia dan mencium lembut bibir manis Olivia membuat Olivia terkejut namun tidak bisa menolak.
Arion memejamkan matanya ciuman itu terasa begitu manis dan lembut membuat Olivia hanya bisa memejamkan matanya terbawa arus sesat *Aku melakukan hal konyol! " Ucap Arion yang teringat ucapan Dion saat di kantor jika kedua pasangan melakukan kiss di atas bianglala tepat pada pukul 12 hubungan mereka akan bertahan selamanya.
__ADS_1
Meski merasa konyol Arion memiliki harapan nyata dia ingin bersama selama nya dengan Olivia meski saat ini Olivia bahkan tidak bisa mempercayai nya.
Setelah cukup lama Arion mencium Olivia perlahan Arion melepas kan ciumannya terlihat Olivia yang tersadar bahwa dirinya terbawa arus, dia hanya diam dan merutuki tindakan bodoh nya.
Sampai mereka turun hanya diam yang menemani mereka berdua tidak ada yang saling bicara sampai kedua perut yang berbunyi bersama-sama
Kruyuk.....
Olivia dan Arion tanpa sadar melakukan refleks yang sama mereka memegangi perut mereka,
"Ekhm, apa kau lapar? " Arion berdekhem seperti biasa untuk mencairkan suasana
Olivia dengan wajah yang sudah memerah perlahan menganggukkan kepalanya "Se.. sedikit" Ucap Olivia
Arion menarik tangan Olivia menggenggam nya kembali tangan yang lebih kecil darinya itu mampu membuatnya nyaman saat menggenggam nya ada perasaan tidak ingin melepaskan tangan itu untuk di sentuh orang lain.
Mereka pergi ke cafe yang ada di sana, Arion mulai memesan makanan yang ada di sana, dia bahkan memesan semua yang berbau mangga karena itu buah favorit Olivia.
Setelah selesai makan
Mereka berdua dalam keadaan canggung sampai ada seseorang yang terlihat seperti karyawan tempat hiburan itu.
"Tuan dan Nona apakah ingin mencoba wahana baru kami? ini adalah terowongan cinta di peruntukan untuk pasangan" ucap karyawan itu
"Kami bu.. " Ucapan nya terhenti saat Arion sudah mulai berbicara
"Tidak masalah" Ucap Arion santai tanpa meminta persetujuan Olivia Arion segera menggandeng tangan Olivia
Mereka berdua menaiki perahu sederhana yang akan membawa mereka melawati sebuah terowongan.
__ADS_1
Saat memasuki terowongan itu mata Olivia terlihat berbinar melihat pemandangan yang ada di terowongan itu, itu terlihat seperti Teater patung, patung-patung itu seakan menggambarkan kisah legenda Romeo and Juliet
Olivia antusias melihat setiap patung yang menggambarkan kisah romantis bersejarah itu sedangkan Arion hanya memandang wajah cantik di hadapannya itu yang menunjukkan ekspresi serius namun menggemaskan.
Arion terus mendayung kapal sederhana itu sampai mereka di ujung terowongan dan mengakhiri cerita Romeo dan Juliet itu
sampai di luar terowongan Arion bisa melihat dengan jelas wajah Olivia di penuhi dengan Air mata membuat tubuh Arion tanpa sadar bergerak dan membuat kapal kehilangan keseimbangan dan merekapun terjatuh dan basah kuyup.
Mereka segera di tolong oleh staff wahana dan membawanya ke ruangan staff, sembari menunggu dion membawakan mereka pakaian ganti, Arion menghela nafasnya mengusap wajahnya dengan handuk yang staff itu berikan dan mengacak rambut nya yang basah.
Rambut basah itu menambah ketampanan Arion, Arion melirik dan mendapati Olivia sedang melihat ke arahnya.
"Masih ingin melihat ketampanan ku! " Arion ingin menggoda seperti pria yang ada di komik yang dia baca beberapa saat lalu, namun di mata Olivia Arion seperti sedang memarahinya.
"Ma.. maaf tuan, salah mata saya yang menatap anda " Olivia segera menundukkan kepala nya
Sebutan tuan ini membuat Arion teringat saat Olivia memanggil Rocky dan Alister dengan sebutan nama, dia juga tidak ingin di panggil tuan muda.
"Panggil namaku! " Ucap Arion tiba-tiba membuat Olivia bingung
"Sa.. saya tidak bisa tuan" Udah gugup Olivia
"Panggil! " Arion melangkah mendekat ke arah Olivia yang tengah berdiri sedikit jauh dari Arion, Arion memeluk pinggang ramping itu wajah mereka begitu dekat
"Panggil namaku! " Olivia tidak bisa melawan perintah sang penguasa dengan hati-hati dia menyebut
"A... Arion" Ucap Olivia gugup
Deg... ini pertama kali jantung Arion berdetak sangat cepat hanya karena seseorang memanggil namanya
__ADS_1
"Panggil sekali lagi" Ucap Arion sembari tersenyum, senyum yang dia sendiri tidak menyadari kalau dirinya tersenyum dan wajahnya sedikit memerah.