MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 254


__ADS_3

Hari ini akhirnya Arion dan Olivia bisa pergi untuk melakukan USG setelah beberapa minggu tertunda karena banyak acara yang menghalangi mereka.


Olivia sudah berbaring di ranjang, dokter ingin menaikan baju Olivia namun seketika wajah tidak enak di. lihat Arion keluar, Arion menahan pakaian yang di singkap sangat dokter itu "Apa yang kau lakukan! kenapa ingin membuka pakaian istriku! " Arion menatap tajam dokter itu, membuat dokter itu ketakutan bahkan sulit menelan ludahnya.


"Tu.. tuan , jika saya tidak mengangkat pakaian nyonya Olivia bagaimana saya bisa memberikan gel dan melakukan USG" Ucap Dokter itu gugup dan takut.


"Boo, ini adalah prosedur yang harus di lakukan kau jangan khawatir" Olivia menenangkan suaminya.


"Tapi sayang, dia akan melihat tubuhmu yang sempurna" Ucap Arion yang membuat dokter itu merasa kesal atau iri karena sifat posesif Arion itu.


"Boo, jangan nakal ok" Ucap Olivia memperingatkan membuat Arion hanya mengangguk patuh


Dokter itu terkejut karena sikap Arion langsung berubah, bagaimana bisa tuan muda yang mendominasi itu berbuah menjadi tuan muda yang patuh seperti anak kecil, dokter itu menatap kagum Olivia dan tersenyum ' Pawang memang beda' Gumam dokter itu dalam hati.


"Dokter kau boleh memulainya" Ucap Olivia mempersilahkan dokter itu, dokter segera melakukan semua sesuai prosedur USG.


Terlihat titik kecil di layar USG itu membuat Arion melihat semakin dekat, aura kebahagiaan terpancar dari keduanya "Itu" Arion menatap layar itu dengan kagum.


"Benar, tuan kita sudah bisa melihat kantung janinnya" Dokter itu menjelaskan dengan detail keadaan janin di dalam perut Olivia.


Setelah pemeriksaan berlangsung, seperti biasa dokter meresepkan vitamin untuk kehamilan Olivia.


"Tuan Nyonya di usia kehamilan ini, nyonya tidak boleh stres atau terlalu capek harus banyak istirahat" Saran dokter itu kepada oligarki dan Arion.


"Baik Dokter" Ucap Olivia tersenyum.


"Nyonya Olivia apa belakangan ini anda merasa mual, biasanya di usia kandungan menginjak tujuh minggu, ibu akan mengalami morning sickness, dan perasaan tidak nyaman" Jelas bidan itu.


"Em saya tidak merasakan nya dokter" jawab Olivia jujur, Arion menatap ke arah sang dokter sekilas kemudian menatap istrinya


"Kalau begitu untuk Jaga-jaga saya akan meresepkan vitamin dan obat pereda rasa mual"


"Baik dokter"


Pemeriksaan selesai Olivia dan Arion pergi ke apotik seperti biasa untuk menebus obat yang di resep kan.

__ADS_1


"Boo kenapa kau diam saja? " Tanya Olivia pada Arion yang tidak aneh-aneh seperti biasanya.


"Tidak apa-apa sayang" Ucap Arion mengusap pucuk kepala Olivia lembut.


"Apa kau yakin? " Olivia merasa khawatir pada Arion.


"Sangat yakin " Arion tersenyum menenangkan suaminya.


Setelah mengambil obat mereka memutuskan untuk pulang, saat pulang Arion tiba-tiba merasa ingin makan sesuatu.


"Sayang aku mau makan anggur" Ucap Arion tiba-tiba membuat Olivia sedikit mengernyitkan dahi.


"Kita bisa pergi ke supermarket sayang, sebentar lagi kita melewati nya" Ucap Olivia yang tersenyum menanggapi permintaan suaminya yang tiba-tiba itu.


Mereka akhirnya pergi ke supermarket terdekat, setelah masuk mereka langsung ke tempat buah dan sayur, Arion segera mencari anggur yang ada di pikiran nya.


"Aku mau yang ini sayang" Arion menunjuk anggur hijau dan mengambilnya Olivia mengangguk.


Arion merasa pusing dan mual ketika berada di keramaian tidak seperti biasanya. Arion dan Olivia segera menyelesaikan belanjaan nya.


Di dalam mobil Olivia melihat Arion yang wajahnya sedikit pucat "Boo apa kau baik-baik saja? " Tanya Olivia yang khawatir dengan suaminya itu.


"Apa kau yakin? " Olivia benar-benar khawatir pada Arion.


"Yakin sayang, ayo kita pulang" Ucap Arion yang segera melajukan mobilnya.


***


Aric dan Fiona bersama Tiara dan Tina sedang berada di butik milik langganan nyonya yuri, ibu dari kakek Miko di tempat ini Shina dan Tiara juga mendapatkan gaun pengantin nya.


Fiona berjalan dan melihat semua model gaun yang di pajang di sana "Apakah aku bisa memakai gaun yang berwarna pink ini? " Tanya Fiona pada mami dan mamanya.


"Tentu saja, tidak melulu harus memakai warna putih kok" Ucap Tiara yang tersenyum melihat Fiona yang seperti nya tertarik dengan gaun berwarna pink muda itu.


Tiara melihat kearah Tina, Tina sedikit menggelengkan kepalanya dan putrinya itu melihat nya.

__ADS_1


"Mami apa tidak cantik? " Tanya Fiona yang tau mamanya agak kurang setuju


"Bukan begitu sayang, sepertinya akan lebih terasa sakral bila gaun yang berwarna putih" Tina mengutarakan pendapat nya.


Aric yang melihat istrinya merasa kecewa segera memeluknya dari belakang "Mami kesakralan bukan terletak pada gaunnya tapi kebahagiaan kedua mempelainya, kami ini sangat serasi dan saling mencintai pasti orang yang akan menyaksikan pernikahan kami akan merasakan kesakralan nya, iyakan Mama" Aric mencoba meyakinkan Tina dengan meminta bantuan Tiara.


"Benar Tina, kita serahkan pada mereka saja ok, lagi pula aku lihat Tina sangat menyukai gaun nya, biarkan saja" Tiara tersenyum sembari mengusap lembut pundak Tina.


"Baiklah, ikut kau saja" Tina menyerah kepada sahabat nya itu.


"Baiklah, kalua begitu apakah kita harus membeli gaun yang sama ubah kita berdua" Tiara segera mengalihkan pikiran Tina.


"Baiklah, kita harus membeli jas untuk suami dan anak kita yang lain" Ucap Tina.


"Benar , kalau begitu kalian teruskan memilih gaun dan jasnya mama dan mami kesana sebentar ok" Tiara dan Tina berjalan di ikuti pramuniaga yang memandu mereka.


Akhirnya Aric dan Fiona sudah menentukan warna dan bentuk gaun dan jas yang mereka mau, begitu juga dengan kedua calon besan yang sudah menemukan baju seragam untuknya dan suami beserta anaknya yang lain.


****


Arion dan Olivia sudah sampai si rumah, setelah sampai Arion segera mencuci anggur yang dia beli dan membawanya ke meja makan di mana Olivia menunggu.


"Kak, apa yang sedang kak Arion lakukan? " Tanya Aleena yang kebetulan susah pulang sekolah.


"Dia sedang mencuci anggur, dia seperti nya sangat ingin memakannya" Jelas Olivia yang membuat Aleena mengangguk-angguk.


"Kau kenapa tidak sekolah? " Tanya Arion setelah melihat Aleena.


"Aku baru saja pulang dan ingin makan" jelas Aleena yang tanpa babibu langsung mengambil anggur yang baru saja di letakan oleh Arion.


"Em.. anggurnya sangat manis, enak sekali" Ucap Aleena yang sudah mengunyah satu anggur


"Aleena! apa yang kau lakukan kembalikan anggur ku! kembalikan, jangan memakan anggurku" Arion berbicara dengan nada keras dia seperti nya sangat marah kepada Aleena hanya karena satu anggur.


Arion mengguncang-guncangkan badan kecil Aleena. "Ya! kakak ini hanya satu anggur saja? " Teriak Aleena "Apakah harus aku memuntahkannya" Ucap Aleena kesal

__ADS_1


Arion mendengar jawaban itu menghentikan guncangan nya terhadap badan kecil Aleena "Ish benar-benar! " Arion langsung pergi membuat kedua wanita beda generasi itu saling tatap


"Ada apa dengannya kak Olivia, kenapa dia sangat sensitif hari ini? " Aleena dan Olivia saling menggelengkan kepalanya.


__ADS_2