MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 231


__ADS_3

"Jangan banyak tanya cepat! " Rocky tidak mau terlalu lama berurusan dengan Aleena alhasil dia mengikuti perintah Aleena, Rocky mengulurkan tangannya "Ambil ini" Ucap Aleena yang langsung pergi setelah memberikan sesuatu untuk Rocky.


"Ini? " Rocky terlihat bingung


"Makan saja, kau akan merasa lebih baik setelah makan yang manis" Ucap gadis kecil itu sembari tersenyum.


Tanpa di sadari , Rocky menarik ujung bibirnya saat melihat puding coklat di tangannya.


Rocky kembali masuk dengan puding coklat di tangannya.


"Aleena kau berhasil,tunggu kenapa kau sangat senang Aleena apa kau sudah gila, tunggu" Aleena menaruh tangannya di jidat nya "Tidak panas, berarti aku tidak sakit tapi kenapa aku sesenang ini? Aleena seperti nya kau sudah lelah kau seharusnya segera pergi tidur" Ucap Aleena pada dirinya sendiri.


Rocky setelah masuk ke dalam kamar, dia menaruh puding nya di atas meja, sepertinya dia tidak ingin memakannya.


Rocky kemudian membaringkan dirinya di atas ranjang, dia menatap langit-langit sembari menghela nafasnya panjang.


Rocky mulai menutup matanya namun dia tidak bisa tidur, dia bangun dan duduk matanya melihat ke arah puding, dia mulai tertarik untuk memakannya namun dia malas mengambilnya, dia kembali merebahkan tubuhnya namun matanya masih melirik ke arah puding, kini Rocky sedang diterpa dilema ingin makan atau tidak.


"Hah! sudahlah" Rocky akhirnya bangkit dan mengambil Puding coklat yang di berikan oleh Aleena itu.


Rocky cukup lama menatap puding itu dan akhirnya dia membuka puding dan mulai memakannya "Manis" Ucap Rocky yang mulai mengambil suapan berikutnya, dia terlihat menikmati puding nya.


*****


Pertarungan mereka lumayan sengit terlihat dari keduanya tidak ada yang ingin mengalah "Ini akan jadi pertarungan sengit "gumam lirih Alister yang menonton dengan seksama.


Kenzo terus menyerang Aric, Aric masih tetap bertahan tanpa balik menyerang, seperti nya Aric memanfaatkan keadaan, Aric ingin membuat Kenzo kelelahan.


Benar saja saat kenzo lengah Aric segera memberikan tendangan lurusnya kemudian memberikan tendangan belakang nya, Aric berhasil mengenai wajah Kenzo.


Serangan Aric membuat Kenzo kesal, dia yang tadi menahan dirinya sekarang terlihat lebih serius.


Pertarungan nya semakin sengit membuat Alister khawatir " Tunggu kenapa pertarungan ini seperti sungguhan " Ucap Alister yang tadinya tenang dia segera mendekat.


Kenzo terus memberikan serangannya secara beruntun pukulan dan tendangan saling bersahutan, Aric karena terpojok dia akhirnya menjadi serius, dia tidak bertahan lagi melainkan dia membalas serangan Kenzo, Buugghh..... satu pukulan mengenai Aric, Bugghh... satu tendangan langsung membalas pukulan Kenzo.


Tendangan Aric membuat Kenzo terpental meski masih dalam keadaan berdiri, Alister segera berjalan ke tengah "Tunggu dulu kalian ini apakah musuh, papi sudah cukup" Alister menengahi tidak mau di salahkan hanya diam saja jika keduanya terluka.

__ADS_1


"Ya ya papi mengerti, Aric aku tunggu keseriusan mu kepada Fiona" Kenzo berlalu pergi terlebih dahulu menyisakan Aric yang mengangguk.


Setelah kepergian Kenzo Aric segera merebahkan tubuhnya yang sudah di basahi keringat "Hampir saja" Ucap Aric yang hampir kelepasan dan menganggap pertarungan tadi sungguhan


"Kau bekerja sangat keras untuk kakak ku, ambil ini" Ucap Alister yang tadi mengambil air mineral yang ada di sana.


Aric mendudukkan dirinya "Terimakasih" Ucap Aric saat menerima air dari Alister.


"Sama-sama" Alister duduk di samping Aric, mereka berbincang sampai akhirnya Fiona datang.


"Kak apa kau baik-baik saja, aku lihat papi sudah kembali kenapa kau belum" Tanya Fiona yang terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja, hanya sedang beristirahat" Aric tersenyum manis ke arah Fiona


Fiona berjalan mendekat kearah Aric dan melihat pipi Aric yang sedikit membengkak, pukulan Kenzo ternyata benar-benar menggunakan tenaga.


"Pipimu bengkak, tunggu sebentar kak" Fiona keluar lali kembali dengan kantung berisikan es batu.


Fiona segera duduk dan mengompres luka Aric, Alister memutar bola matanya kemudian berdiri "Sebaiknya aku pergi sebelum aku berubah menjadi nyamuk malam yang kesepian" Gerutunya sembari melangkah pergi.


"Apa? " Jawab Alister malas.


"Bagus, kau sadar diri" Fiona mengacungkan jempolnya membuat Alister kesal


"Sialan! " Alister mengacungkan jari tengahnya membuat Aric dan Fiona tertawa melihat nya.


Setelah kepergian Alister, Fiona masih terus mengobati luka Aric "Apakah sudah membaik" Tanya Fiona.


"Sangat baik, saat kau ada di sisi ku semuanya terasa baik, tidak ada yang sakit" Aric menahan tangan Fiona, kedua mata saling bertemu dera nafas semakin dekat mereka berdua berciuman.


Entah siapa dulu yang mulai seperti nya keduanya sama-sama menginginkan nya, setelah ciuman begitu lama perlahan Aric melepaskan ciumannya, wajahnya menatap Fiona serius.


"Ada apa kak? " Tanya Fiona yang mendapat gelengan kepala dari Aric.


"Tidak ada" Aric tersenyum kemudian memeluk Fiona dengan erat.


*****

__ADS_1


Setelah makan malam


Arion membawa Olivia pergi ke suatu tempat "Boo seperti nya tadi kita tidak lewat sini? " Tanya Olivia.


"Benar, aku ingin membawamu ke suatu tempat" Ucap Arion, Arion telah merencanakan malam panjang bersama sang istri.


"Tapi ini sudah malam boo, apa tidak apa untuk mu menyetir terlalu lama"


"Sayang kau lupa aku ini siapa? aku akan baik-baik saja, jika kau mengantuk kau tidurlah, akan ku bangunkan saat kita sampai" Ucap Arion lembut mengusap sebentar tangan Olivia.


Olivia menggelengkan kepalanya "Tidak aku akan tetap terjaga bersama mu" Olivia tersenyum.


Arion mengusap pucuk kepala Olivia dengan fokus masih menyetir "Baiklah tapi jangan di paksakan ok" ucapan Arion itu mendapat anggukan dari sang istri.


Arion terus melakukan mobilnya, sampai hembusan angin semakin terasa, membuat Olivia sedikit bergidik.


Akhirnya mobil Arion terparkir di tempat tujuan, sebelum turun Arion memberikan jasnya pada Olivia "Pakailah, malam semakin dingin" Ucap Arion


Arion turun terlebih dahulu tentu saja untuk membukakan pintu untuk Olivia, saat Olivia turun melihat pemandangan di depannya dia hanya bisa kagum "Cantik" Ucap Olivia saat menatap hamparan laut yang berkilau di malam hari itu



"Bisakah kita mendekat boo? " Tanya Olivia yang mendapatkan anggukan Arion.


Semakin dekat semakin cantik untuk di lihat, Arion memeluk Olivia tanpa sadar bibir mereka sudah saling terpaut satu sama lain.


Suasana malam nan indah membuat Arion tidak bisa menahan hasratnya, ciuman Arion berubah menjadi sebuah ciuman panas yang membangkitkan keduanya.


Arion terlihat tidak sabar, Arion segara menggendong Olivia masuk ke dalam mobil, pintu tetap terbuka Arion membaringkan Olivia di jok belakang mobil.


"Boo, jangan di sini" Olivia sedikit ragu, dia takut jika ada seseorang datang.


"Kenapa? tidak akan ada yang melihat sayang nikmati saja malam ini, emmm emmmhh mhhhh" Arion sudah kembali mencium bibir Olivia kali ini ciumannya semakin ganas.


Pakaian bawah mereka sudah tertanggal, di sela pemandangan indah itu terdengar suara-suara yang bergema.


Hingga keduanya tidak tahan lagi dan lenguhan panjang pun terjadi di pantai yang berkilau itu....

__ADS_1


__ADS_2