
Gadis cantik itu menggembungkan pipinya "Kakak melupakan ku? " Ucapnya dengan nada sedih.
"Hah melupakan mu? memang aku mengenalmu? " Pertanyaan Arion ini begitu kejam di dengar.
"ingatan mu sangat bagus, tidak mungkin kau lupa pada gadis cantik ini bukan? " Bisik Rocky pada Arion..
"Berisik! " Ucap Arion pada Rocky
"Kak, kau benar-benar kejam, kau lupa dengan ku apa kau juga lupa dengan janjimu?" Ucap gadis itu merajuk
"Sayang Arion baru saja pulang, wajar saja kalau dia sedikit tidak ingat" Ucap Tiara menenangkan gadis cantik itu.
"Tapi tante? " Gadis cantik itu menggembungkan pipinya, Aric yang melihat itu kemudian mendekati nya " Kalau saudara kembar ku lupa, kau bisa berkenalan lagi" Ucap Aric mengacak rambut gadis itu.
Rocky menangkap sesuatu dari sana, seperti nya Aric sangat perhatian pada gadis itu.
"Kak Aric benar, kak Arion aku adalah Fiona wiguna, apa kakak masih tidak ingat dengan ku? " Ucap Fiona tersenyum ramah.
"Aku tidak ingat! " Ucap Arion dingin, nampak jelas wajah Fiona kecewa dengan jawaban Arion.
"Arion kau jangan terlalu kejam, Fiona kenalkan aku Rocky Mars sepupu Arion dari keluarga Mars" Ucap Rocky mengulurkan tangan.
Fiona tersenyum dan menerima tangan Rocky "Fiona"
"Senang berkenalan dengan Nona cantik"
"Ck! kak Rocky jangan berani menggombali kak Fiona dia ini tuan putri dari keluarga wiguna tau" Ucap Aleena yang tiba-tiba ikut bicara.
"So? aku juga tuan muda kedua dari keluarga Mars tidak masalah" Ucap Rocky membalas ucapan Aleena membuat Aleena memutar kedua bola matanya jengah dengan sikap narsis Rocky
"Wah seperti nya kita harus membuat pesta penyambutan untuk menyambut Arion by" Ucap Tiara antusias.
"Mama, Mama baru sembuh itu terlalu melelahkan" Ucap Aric, bukan dia tidak setuju tapi dia takut kesehatan mamanya terganggu.
"Mama akan baik-baik saja, Arion bolehkah? "
"Apa yang di katakan Aric benar, kau terlalu sakit untuk membuat pesta" Ucap Arion dingin tapi dia sama khawatir nya dengan Aric.
Tiara menghela nafasnya dia terlihat sangat kecewa " Hanya pesta keluarga apa tidak bisa, aku tidak tau kapan kita bisa berkumpul lagi, dan tidak mudah bagimu kembali ke keluarga Aditama , hanya pesta penyambutan saja apa tidak bisa" Tiara mengadahkan kepala melihat suaminya nya yang sedari tadi diam
__ADS_1
Rayyan tidak pernah menolak kemauan Tiara, tapi apa yang di katakan kedua Anaknya tidak salah, mengadakan pesta saat ini bukanlah hal baik.
"Sayang, Arion sekarang bisa kembali kapan saja kita adakan pestanya saat kau sembuh ya" Ucap Lembut Rayyan tidak ingin menyakiti istrinya tapi dia juga tak ingin melihat istrinya sakit
"Tidak bisakah aku egois sekali, lagi pula besok adalah hari ulang tahun pernikahan kita" Gumam Tiara membuat semua orang diam. Rayyan hampir lupa ulang tahun pernikahan mereka bagaimana pun Rayyan sibuk mengurusi kesehatan istri nya.
"Ma, jangan memaksa kesehatan mama" Ucap Aric lagi
Olivia menghela nafasnya bersiap untuk berbicara " Tuan dan Nyonya bisakah saya memberikan saran" Olivia memberanikan diri.
"Katakan sayang, apa saran mu? " Ucap Tiara lembut, Fiona melihat kearah wanita yang tidak jauh dari Rocky, menatap gadis cantik nan asing itu, ada perasaan tidak enak di hati Fiona.
"Nyonya dan Tuan besar baru saja meninggal tidak lah etis untuk melakukan pesta, bagaimana jika Nonya Tiara mengadakan makan malam keluarga saja, hanya keluarga inti saja sembari merayakan hari jadi pernikahan anda, bagaimana? " Ucap Olivia meremas tangannya dia sangat gugup dan takut salah berbicara di hadapan orang berpengaruh di negara asing yang dia pijak.
Rocky tau Olivia sangat gugup, Rocky menggenggam tangan Olivia, seketika mata Arion menemukan itu, menatap Rocky tajam Fiona juga melihat pandangan berbeda dari Arion kepada Olivia.
"Bagaimana sayang, apa kau setuju? " Ucap Rayyan lembut pada istrinya yang masih diam
Tiara tersenyum, dia sangat senang dengan usul Olivia gadis sederhana yang mengingatkan tentang dirinya di saat masih muda " Baiklah tapi Olivia bisakah tante merepotkan mu? " Ucap Tiara lembut.
"Nyonya jangan khawatir, saya bisa membantu selama saya mampu" Ucap Olivia tersenyum ramah, senyum yang membuat semua orang terpanah.
"Tante, Fiona juga bisa membantu" Ucap Fiona tersenyum
"Kau bisa membantu apa? aku pikir kau akan merusak semua makanan jika kau membantu Olivia" Ledek Aric yang terlihat begitu dekat dengan Fiona.
"Kak Aric aku akan belajar memasak, atau membantu dia yang lainnya" Ucap Fiona memajukan bibirnya.
"Lebih baik kau jangan menyentuh atau membantu apapun" Ucap Aric.
Aleena menghela nafasnya, berfikir tentang kisah rumit yang akan menerpa kedua kakaknya.
"Kakak Aric kau sangat kejam, aku setidaknya bisa memasak mie"
"Apakah makan keluarga hanya akan makan mie, tidak kan"
"Kak Arion tolong bela aku" menggandeng tangan Arion
"Aku tidak mengenalmu" Ucap Arion yang masih kekeh tidak mengenal Fiona.
__ADS_1
Fiona mengeluarkan sesuatu sebuah kakung yang melingkar di lehernya, kalung berinisial Arion, membuat Arion mengernyitkan dahinya, dia ingat dia memiliki kalung itu. "Dari mana kau dapat kalung itu? "
"Kakak yang memberikan nya"
"Hah aku? tidak mungkin ak.. " Ucapan Arion terpotong oleh Aleena
"Jika acaranya besok, haruskah kita pergi berbelanja dan menyiapkan semuanya sekarang"
"Kau benar Aleena akan banyak benda yang kita beli, kita juga harus mengabari paman Derrel, Paman Daniel dan Bibi Dena" Ucap Aric.
"Yey kakak Olivia malam ini bisakah kita tidur bersama"
Olivia tersenyum canggung dia melihat sekilas ke arah Arion tapi dia takut dan berakhir menengok ke Arah Rocky.
"Kenapa kau ragu, lakukan apa yang kau mau Olivia" Ucap Rocky mengusap kepala Olivia membuat Arion semakin kesal dengan kedekatan Olivia dan Rocky
"Apa kakak keberatan tidur dengan ku? "
"Bukan.. bukan begitu hanya saja apa pantas saya tidur dengan Nona kecil" Ucap Olivia lirih membuat Rayyan dan Tiara tersenyum.
"Apa yang membuatmu takut, apa di negara mu Arion menindas mu? Olivia di sini aku yang berkuasa jangan takut untuk melakukan apapun yang kau suka"
"Tidak, Tuan Arion sangat baik dengan ku, hanya saja tuan sangat tegas dan disiplin" Ucap Olivia yang tidak mungkin mengatakan seberapa kejam Arion sebelumnya pada nya.
"Benarkah? bukannya dia sangat kejam? "
*Gadis ini benar-benar pandai berakting, mengatakan aku baik? apa dia bercanda? " Meski sedikit mengatai Olivia ada rasa senang tersirat dari ucapan Arion.
"Tidak Tuan, Tuan Arion sama dengan Tuan Rayyan sangat mencintai keluarga nya" Ucap Olivia yang tau betapa sayangnya Arion pada nenek Angel, jika tidak karena rasa sayang nya Olivia tidak mungkin akan berada di tengah mereka. meski dia hanya dianggap barang oleh Arion tapi dia tau Arion melakukan itu karena kelakuan Ayahnya pada keluarga Mars.
"Kau gadis baik, jika Arion menindas mu kau bisa menghubungi paman" Ucap Rayyan tersenyum hangat.
Olivia menganggukkan kepala nya, dan tersenyum berterimakasih pada Rayyan.
Rocky merangkul Olivia "paman jangan khawatir Rocky ada untuk menjaganya" Ucap Rocky.
"Jauhkan tanganmu darinya" Ucap Arion yang berjalan ke arah Rocky melepaskan tangan Rocky dari pundak Olivia. membawa Rocky pergi dari sana.
Fiona menatap Arion, dia melihat kepedulian dari Arion untuk Olivia *Kakak apa kau jatuh cinta pada gadis ini, dan melupakan janjimu padaku? " Ucap Fiona dalam hati
__ADS_1