MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 135


__ADS_3

Arion tidak begitu saja melepaskan ciumannya, ciuman itu berlangsung sangat lama hingga Olivia hampir kehilangan nafasnya, Olivia memukul pelan dada bidang Arion membuat Arion menghentikan ciuman nya, Arion tersenyum dia puas dengan hukuman kecil yang dia berikan.


Arion kembali duduk dengan tenang menyiapkan bubur yang ada di meja yang baru saja dia letakan sebelum mencium Olivia, Arion memberikan satu suapan tanpa bicara Olivia menerima suapan itu tanpa banyak bertanya.


Arion menghela nafasnya teringat lagi bayangan Alister yang begitu lembut menyuapi Olivia "Hah! haruskan aku segera membuatmu menjadi nyonya Arion" ucapan tenang Arion itu mampu membuat Olivia tersedak


"Ukhuk... ukhuk... apa.. apa yang tuan katakan" Ucap Olivia yang tidak bisa berpura-pura tidak mendengar ucapan Arion yang begitu terdengar di telinganya


"Tidak ada" Ucap Arion yang tiba-tiba malu untuk mengatakannya lagi, ada gengsi yang sedang dia pikirkan


Olivia menghela nafasnya entah itu nafas lega atau nafas kecewa karena Arion enggan mengulangi perkataan yang terdengar begitu manis di telinga Olivia.


"Kau makanlah, hari ini kita akan mengunjungi ibumu" Ucapan Arion itu langsung mengubah ekspresi Olivia menjadi ceria


"Be...benarkah tuan, apakah aku bisa menemui ibuku? " Tanya Olivia


"Tentu saja tapi ada syarat yang harus kau penuhi"


Deg.... Ucapan Arion ini mengingatkan dengan syarat yang Arion ajukan dulu untuk menikah dengannya, mengingat ucapan Arion itu mampu membuat wajah Olivia merona merah.


Olivia menatap Arion "Sya.. syarat apa tuan? " Tanya Olivia dengan wajah malu-malu


"Panggil namaku" Bisik Arion begitu lembut di telinga Olivia, suara s*ksi laki-laki itu mampu membuat jantung Olivia berdetak begitu cepat


"A... Arion" Ucap Olivia tanpa ragu entah mengapa mulutnya langsung menyebut nama Arion tidak sekaku pertama kali


"Kedepan nya kau harus memanggil namaku" Ucap Arion dengan tatapan lembut kepada Olivia


"It.. itu tidak bisa tuan " Ucap Olivia yang merasa dirinya tidak Pantas untuk memanggil nama begitu saja untuk seorang penguasa.


"Kenapa tidak bisa memanggil namaku? " Ucap Arion menatap ke arah Olivia dengan membutuhkan sebuah jawaban yang sesuai.


"It.. itu ka.. karena terdengar tidak sopan" Ucap Olivia bingung

__ADS_1


"Lalu apa kau merasa tidak sopan memanggil nama Alister dan Rocky" Tanya Arion dia terlihat sangat kesal sekarang


"Tidak.. ini berbeda" Ucap Olivia


"Apa yang berbeda" Ucap Arion menatap menunggu jawaban


"Sulit untuk di jelaskan tapi tuan , dengan status mu ini aku tidak mungkin bisa memanggil namamu begitu saja" Ucap Olivia dia benar-benar tidak bisa menjelaskan rasanya memang berbeda tidak bisa begitu saja memanggil nama Arion.


"Kalau begitu dengan status sebagai laki-laki mu, haruskah kau memanggilku sayang" Ucapan manis Arion itu membuat Olivia terkejut benar-benar terkejut bahkan dia tidak bisa menelan ludahnya


Arion juga sama dia tidak menyangka dia akan sebegitu agresif nya, tapi Arion sudah tidak bisa menahan sikap Olivia yang begitu tidak ingin memanggil namanya, dan juga perasaan cemburu yang sudah menyelimuti hati Arion dengan mendengar Olivia memanggil nama Alister begitu mudah.


"Ap.. apa yang tuan katakan" Perkataan Arion itu mampu membuat wajah Olivia merah sempurna seperti tomat yang sudah siap di petik.


Arion tidak tahan melihat wajah Olivia yang terlihat begitu imut saat malu-malu seperti ini, Arion akhirnya terus menggoda Olivia, mendekat kan bibirnya di telinga Olivia "Haruskah kau memanggil ku sayang? Ol..Liv.. via" Bisikan itu membuat hati Olivia tidak bisa berkata-kata lagi, dari mana laki-laki yang biasanya bersikap dingin, kejam dan sombong ini belajar berkata begitu manis dan menggoda.


Olivia merasa Arion sedikit aneh jadi dia, mendekat kan dahinya ke dahi Arion "Tidak panas" Ucap Olivia yang mengira Arion demam karena dia bersikap beda dari biasanya.


Arion terkejut dengan tindakan tiba-tiba Olivia dengan reflek dia memundurkan tubuhnya kini tidak hanya wajah Olivia yang memerah tapi wajah Arion juga sama merahnya


"Aku pikir tuan demam, tuan bersikap aneh" Ucap Olivia yang jujur mengatakan apa yang dia pikirkan


"Sudahlah kau ini" Arion tidak tau betapa polosnya wanita di depannya ini, membuatnya ragu apa dia benar-benar sudah pernah jatuh cinta kenapa dia tidak tau, bahwa dirinya sedang memberikan petunjuk kalau dia benar-benar sedang mengejarnya


Arion menyuapi kembali bubur di mangkuk Olivia "Habiskan, minum obat mu dan aku akan mengantarmu bertemu ibu mu" Arion tidak bisa bersikap lembut lagi terlalu canggung sekarang.


"Terimakasih tu.. Arion" Hanya ucapan sederhana itu mampu membuat mood Arion sedikit baik, dia diam diam tersenyum tipis.


******


Aric sudah membersihkan dirinya kini saatnya dia bertanya tentang apa yang menjadi kegundahan nya semalam, dia segera memencet nomor di HP nya menunggu nomor itu menjawab panggilan nya


"Hallo sayang" Terdengar suara dari seberang telepon

__ADS_1


"Mama, bagaimana keadaan mu" Tanya Aric saat mamanya mengangkat panggilannya


"Mama baik-baik saja, Mama sudah sangat sehat sekarang, bagaimana keadaan mu Aric apakah kau dan Arion sehat? " Tanya Mama nya


"Emmh kami baik Ma, jangan khawatir"


"Bagaimana dengan nenekmu? " Nyonya tiara sangat mengkhawatirkan keadaan ibunya setelah suaminya menceritakan tentang kesehatan Angel


"Nenek sudah membaik, Mama jangan khawatir tenang nenek juga " Aric terdiam sejenak dia merasa ragu untuk bertanya tentang berita yang dia dengar dari Fiona tadi malam


"Syukurlah, Aric lusa Mama akan ke sana bersama papa dan Aleena" Ucapan Tiara adalah hal yang di tunggu oleh Aric, akhirnya tanpa bertanya Aric tau bahwa ucapan Fiona itu benar


"Emmm Mama apakah Fiona ikut? " Tanya Aric memastikan


"Ah Fiona dia bilang dia ingin mengunjungi adik dan pamannya di sana jadi kita berangkat bersama" Ucap Mama tiara


"Ma, sebaiknya jangan membawa dia kemari" Ucap Aric terdengar khawatir di ucapan nya


"Kenapa apa kau khawatir tentang Fiona yang tidak bisa menerima Arion bersama dengan Olivia" Ucap Mama tiara membuat Aric terkejut


"Tu.. tunggu dulu dari mana Mama tau tentang Arion yang sudah menyadari perasaan nya terhadap Olivia? " Tanya Aric yang benar-benar terkejut dengan ucapan mamanya


"Soal ini, Arion mengirimkan pesan lewat Aleena untuk membantunya meminta Mama dan papa merestui hubungan mereka" Ucap mamanya memang HP Arion mengirimkan pesan tapi pesan itu tentu saja Rocky yang diam-diam menulisnya


"Hah? apa benar tuan sombong itu mengatakan seperti itu" Ucap Aric tidak percaya


"Kau ini seperti Papa mu, tidak percaya jika itu Arion yang menulis" Ucap Mama tiara yang merasa dejavu pada ucapan anak dan suaminya yang sama-sama meragukan isi pesan itu


"Karena itu sangat tidak mungkin" Ucap Aric


Tiara hanya tertawa kecil mendengar anaknya berbicara "Aric tentang Fiona, apa kau akan tetap diam" Ucap Mama Tiara


"Ma.. Mama apa yang Mama katakan" Ucap Aric terdengar dari suaranya dia sedang malu

__ADS_1


"Semua orang juga tau kau menyukainya, aku rasa Fiona juga tau tapi dia masih terpaku pada Arion, Aric kau harusnya berjuang seperti apa yang Arion lakukan, memangnya kenapa jika sekarang dia menyukai Arion, jika kau terus terang dengan perasaan mu, mengejarnya dengan setulus hati kau akan mendapatkan nya Aric, bukan sebagai pengganti tapi sebagai pemilik sebenarnya" Ucapan Mama tiara membuat Aric terdiam


*Apakah aku harus benar-benar mengakhiri cinta dalam diam ini dan melangkah untuk mengejarnya? " Ucap Aric dalam diamnya


__ADS_2