MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 194


__ADS_3

"Jika dia pelakunya, kau bertindak gegabah seperti ini bukankah akan menimbulkan kekacauan? " Arion berusaha meredam amarah Rocky membuat Rocky sedikit bisa berpikir jernih.


"Aku akan mengawasinya dalam jangkauan ku, jika dia yang menyentuh Dion aku akan membuatnya membayar beberapa kali lipat" Ucap Rocky yang berusaha meredam amarah.


"Jika dia pelaku nya lakukan sesuka mu" Ucap Arion yang terlihat santai, dia kini sedang fokus menatap layar komputer nya, kali ini dia tidak akan membuang waktu dia yang akan bertindak.


Masuk ke dalam keamanan polisi lalulintas merantas semua CCTV jalanan melacak ke beradaan truk yang menyebabkan Dion kecelakaan.


Mata Arion tidak berkedip dia begitu serius seakan semua yang ada di layar komputer nya berada di matanya tidak ada yang luput dari pandangan nya, bibir nya tertarik dia menyeringai "Tertangkap! " Ucap Arion membuat Rocky segera menatap layar komputer, Rafael juga melakukan hal yang sama, begitu banyak gambar dan juga berukuran kecil mereka bingung gambar mana yang Arion katakan.


Arion mengklik satu gambar dan membesarkan nya "Rafael cepat suruh anak buah mu menangkapnya kemari!! " Ucap Arion melirik tajam ke arah Rafael.


"Baik tuan " Rafael segera bertindak dia tidak hanya menyuruh anak buahnya dia sendiri ikut menangkap supir truk itu.


"Kenapa supir truk itu pergi ke arah sana, bukankah di depan akan ada jurang dan tidak ada akses jalan raya" Ucap Rocky.


"Kau belum bodoh bukan? jangan hanya karena Dion terluka kau langsung kehilangan kepintaran mu! " Ucap Arion masih mengotak-atik komputer nya, seperti nya masih ada yang Arion cari.


"Gawat! apa dia akan terjun dari jurang untuk menghapus jejak?! tidak-tidak ini akan menghapus kemungkinan kita dapat informasi darinya bukan? "


"Tenang saja Rafael tau apa yang harus dia lakukan, kali ini aku akan bertaruh padanya" Arion masih terus memainkan komputer nya.


"Apa yang sedang kau cari? kenapa masih berkutat dengan komputer itu?" Tanya Rocky.


"Dia tidak bergerak? " Ucapan Arion membuat Rocky melihat ke komputer Arion lagi.


"Kau mencari keberadaan Susan? " tanya Rocky itu.


"Ayo ke penginapan ini" Arion berdiri dari kursinya merapikan pakaian nya.


"Tunggu Arion, masalah Susan kita kesampingkan dulu kita temukan dulu orang yang mencelakai Dion" Ucap Rocky yang tidak puas dengan tindakan Arion.

__ADS_1


"Sudah ku duga saat kau panik kau menjadi bodoh! " Arion tidak menunggu balasan dari perkataan nya yang begitu kejam itu, dia langsung saja berjalan meninggalkan Rocky membuat Rocky akhirnya melangkahkan kakinya.


"Bodoh kau Rocky, kasus ini semua berkaitan pastinya Susan tau sesuatu, bagaimana kau begitu bodoh! " Ucap Rocky memukul pelan keningnya, dan sedikit berlari mengejar Arion yang belum terlalu jauh.


"Ternyata kau tidak bodoh sepenuh nya" Ucap Arion yang melihat Rocky mengikuti nya masuk ke dalam mobil.


"Aku hanya sedikit terbawa suasana itu tidak akan membuatku bodoh permanen" jawab Rocky itu tidak langsung mengatakan dirinya memang tadi bertindak bodoh.


"Akhirnya sadar bahwa diri sendiri bodoh" perkataan Arion ini menyakitkan tapi Rocky sudah tau Arion ini si pahit lidah berkata sesukanya yang dia anggap fakta.


"Aku tidak akan menyangkal" jawaban Rocky itu membuat Arion mengangguk kecil.


Rafael mengemudikan motor dengan beberapa anak buahnya, Rafael tentu saja tau kemana arah truk tadi jadi dia memilih menggunakan motor untuk segera sampai terlebih dulu ke jalan menuju jurang itu sebelum truk nya sampai.


Rafael terlihat seperti pembalap hebat yang membelah jalanan tanpa kesusahan, dia begitu tenang kecepatan yang melebihi batas orang biasa, Rafael adalah orang terlatih yang Arion miliki.


Rafael menatap truk di depan nya dia melihat bekas tabrakan di badan truk "Ketemu! " Jawab Rafael, Rafael tidak menghentikan motor nya melainkan dia mulai melambat dan berhenti agak jauh dari truk itu.


Benar saja truknya hampir sampai lampu truk melihat beberapa motor berjejer di sana akhirnya berhenti dengan sendirinya, dia meng klakson motor yang berada di tengah jalan itu tanpa menyadari Rafael sudah naik dan menodongkan pistol di kepalanya.


"Ikut aku! " Ucap Rafael dengan penuh kemenangan, dia tidak hanya pandai berkelahi otak Rafael juga sangat bisa di andalkan.


Arion memarkirkan mobilnya di depan penginapan "Apa kau yakin kita tidak perlu menyamar? " Tanya Rocky, bagaimanapun mereka akan masuk ke penginapan yang mungkin saja di jaga ketat.


"Apa kau takut? menyamar hanya untuk para penakut! " Seperti biasa sikap sombong nya ini tidak pernah hilang


"Terserah saja, aku juga ingin sedikit berolahraga" Rocky segera membuka pintu mobil dan keluar.


Arion berjalan masuk ke penginapan itu, HP nya sudah tersambung dengan lokasi Susan. "Tempat nya bukankah terlalu belakang, Arion apa kita masuk jebakan mereka" Rocky khawatir saat menyadari ada kejanggalan.


"Terlalu dini untuk mereka menjebak ku! " jawab santai Arion, Rocky hanya bisa mempercayai Arion saja.

__ADS_1


"Berhenti " Arion mendorong Rocky untuk bersembunyi di balik tembok, mereka mengintip terlihat penginapan yang berada paling belakang itu, di sana ada beberapa penjaga.


"Jadi di sana Susan berada " Rocky mengintip di balik badan Arion.


"Sayang sekali Susan kau memandang tinggi dirimu" Arion teringat ucapan Susan yang mengatakan orang yang berada di balik punggung nya adalah orang yang sangat menyukainya.


"Kau mengatakan apa? " Tanya Rocky yang tidak mengerti.


"Tidak ada hanya mengejek sampah! " Jawaban Arion itu hanya bisa membuat Rocky menghela nafas.


"Apa kita langsung menyerang " Rocky sudah tidak tahan harus bersembunyi.


"Kau terlihat bersemangat, kalau begitu ayo bersenang-senang" Arion berjalan dengan santai di ikuti oleh Rocky


"He kalian berdua siapa?!! berani sekali mendekat kema.. " ucapan satu penjaga itu tidak selesai karena kaki Rocky telah mendarat sempurna di perut penjaga itu dan tangan Rocky tidak tinggal diam diam meninju satu penjaga yang ingin melawan nya.


"Gawat kita di serang" Ucap penjaga yang jatuh ternyata sedang menghubungi teman-teman nya tak cukup waktu lama, saat Rocky sudah membereskan 4 orang penjaga puluhan orang lain sudah sampai.


"Arion kau masuk saja biar ini aku yang bereskan" Arion tidak menjawab dia membantu Rocky menumbangkan dua orang yang akan menyerangnya dengan mudah.


"Sisanya aku serahkan padamu! " Ucap Arion yang mendobrak paksa pintu penginapan tersebut.


"Hei di sana ada kuncinya, kenapa harus merusak nya" Ucap Rocky pada Arion.


"Tidak rusak tidak berbahaya! "


"Apa-apaan itu, selogan payah" Mereka berdua di saat seperti ini masih bisa bercandaan.


"Berisik! itu sangat keren" Jawab Arion tidak Terima selogan yang dia buat di hina.


"Jangan banyak omong, cepat masuk" Rocky berbicara sembari menghabisi penjaga itu, satu penjaga berlari ingin menusuk Arion.

__ADS_1


__ADS_2