
Saat ini mobil yang di tumpangi Andreas, Arion dan Olivia sudah berada di kediaman aditama.
Baru saja keluar dari mobil, terlihat pintu sudah di buka Tiara dan Fiona menunggu di depan pintu.
Saat Olivia dan Arion di ikuti Andreas mendekat Tiara langsung menggenggam tangan menantunya itu matanya menatap penuh kasih sayang "Bagaimana hasilnya sayang? " Tanya Tiara lembut.
Olivia mengangguk dan tersenyum "Hasilnya positif ma" Ucapnya lirih dengan ekspresi malu-malu namun terpancar jelas raut bahagianya.
"Olivia selamat mama sangat bahagia untuk kalian" Tiara memeluk menantunya itu dengan penuh kasih sayang.
Fiona mendengar kabar Olivia hamil dia juga merasa bahagia untuk Olivia "Olivia selamat, apakah aku akan segera di panggil tante" Ucap Fiona
Setelah Tiara melepas pelukannya pada Olivia Fiona segera memeluk Olivia kemudian mengusap perutnya "Apa dia sudah bergerak"
"Belum, dia masih berumur 3 minggu dia tidak akan bergerak secepat itu Fiona" Jelas Olivia membuat Fiona menggembungkan pipinya namun tiba-tiba Fiona merasa aura dingin.
Arion menatap Fiona begitu tajam hanya karena tangannya masih berada di perut istrinya "Lepaskan tangan mu! " Hanya satu kalimat bisa membuat Fiona seketika tidak bisa bernafas.
"Pelit! " Ucap Fiona yang segera memundurkan diri dengan berusaha untuk tidak terlihat ketakutan karena tatapan Arion yang begitu mengintimidasi.
"Hahaha, baiklah ayo kalian segera masuk mama sudah menyiapkan makan siang yang enak untuk kalian semua, Aric dan papamu juga akan segera pulang." Ucap Tiara yang tau anaknya itu copy-paste suaminya yang tidak akan dengan mudah membiarkan istrinya di sentuh.
Tidak lama setelah mereka duduk di ruang makan, terdengar pintu di dorong dengan keras, suara orang yang kelelahan berlari terdengar.
"Arion bagaimana hasilnya? " Pertanyaan itu terdengar familiar di telinga Arion, membuatnya tau papa dan mamanya itu benar-benar pasangan yang kompak.
"Tentu saja positif! " Ucap Arion sombong.
"Hahaha aku sudah tau itu, garis keturunan ku memang sangat kompeten dalam banyak hal" Ucap Rayyan yang tak kalah sombong keduanya benar-benar suka menyombongkan diri mereka.
"Apakah aku akan segera jadi paman? " pertanyaan Aric ini juga membuat Olivia tertawa kecil, Aric dan Fiona juga sangat kompak.
Pertanyaan Aric mendapat anggukan dari Olivia, terlihat semua orang bahagia mendengar nya.
__ADS_1
"Kalian bersenang-senang sampai melupakan ku" Ucap Angel yang datang di bantu oleh Rocky
"Ibu, pelan-pelan" Tiara segera mendekat kearah angel begitupun Rayyan.
Semua orang sudah ada di ruang makan kecuali Aleena karena dia harus bersekolah dan belum pulang jadi dia tidak bisa makan siang bersama.
Setelah makan siang semua memutuskan untuk berbincang di ruang keluarga , semua orang terlihat bahagia untuk Arion dan Olivia, karena rasa bersyukur nya Rayyan menyuruh semua asisten rumah tangganya memesan makanan untuk semuanya dan juga membagikan banyak uang untuk di bagi untuk mereka semua sebagai tanda syukur nya akan menjadi seorang kakek.
Setelah memberikan uang kepada kepala pelayannya, Rayyan segera kembali di ruang keluarga.
"Arion akhir pekan nanti ikutlah ke kantor, ada urusan yang harus kau selesaikan" Ucap Rayyan terlihat serius.
"Urusan? aku tidak punya urusan dengan perusahaan mu" Arion mengernyitkan dahinya.
"Arion papa ingin menggelar konferensi pers untuk membuat masyarakat mengenalmu"
"Untuk apa biarkan saja jika ada yang tidak tau"
"Baiklah aku mengerti aku akan pergi ke perusahaan mu" Arion terlihat masih kesal karena ucapan Aric, Olivia segera meraih tangan suaminya itu dan mengusapnya.
Memang Olivia adalah pawang dari sang penguasa sombong itu, hanya dengan bersentuhan saja suasana hati Arion segera membaik.
Fiona hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keakraban dua saudara kandung itu.
"Aric kita harus segera ke kantor, masih ada urusan yang harus kita selesai kan"
"By apa harus sekarang kembali ke kantor"
"Iya sayang, aku hanya pulang untuk merayakan kehadiran cucuku, apa kau tidak rela jika aku pergi bekerja" Goda Rayyan yang memegang dagu istrinya.
"Pak tua hentikan umurmu sudah tidak pantas untuk menunjukan kemesraan" Hujat Arion yang mendapat anggukan dari saudara kembarnya.
"Berisik! kalian hadir karena kemesraan ini apa kalian tidak mengerti! sudahlah, sayang aku berangkat" Rayyan mencium kening istrinya begitu saja, membuat Andreas sadar betul sikap tak tau tempat Arion ternyata di turunkan dari papanya.
__ADS_1
"Pa semua penjaga dan yang lainnya sedang makan besar tidak baik menyuruh mereka menjemput Aleena, apa aku harus pergi dan menjemput nya" Tanya Tiara
"Tidak boleh, kau tidak boleh keluar, Rocky aku memberimu tugas untuk menjemput Aleena" Rocky terkejut tiba-tiba di tunjuk untuk menjemput Aleena padahal dia sendiri tadi diam untuk menghilangkan hawa keberadaan nya.
"Baiklah" Rocky tidak menolak karena dia tau dia tidak akan bisa menolaknya. "Andreas temani aku" Ucap Rocky yang mendapat anggukan dari Andreas.
****
Dengan bibir bergetar air mata mengalir Daniel berkata "Maafkan aku " Daniel mencoba merekatkan giginya untuk menhan tangisnya.
Ingin rasanya Ranti lari tapi dia bahkan tidak bisa bergerak, ucapan Daniel membuatnya sok, orang yang dia paling benci adalah orang yang ada di saat dia butuh.
Apalagi setelah perlakuan Daniel terhadap nya tidak bisa Ranti pungkiri kalau dia juga memiliki perasaan yang sama untuk Daniel.
"Ranti bisakah kau memaafkan dosaku ini" Daniel terus meminta maaf membuat Ranti merasa sedih dan sakit sendiri.
Jika di ingat itu bukan sepenuhnya kesalahan Daniel, namun bayangan hinaan dan cacian yang dia Terima setelah malam itu terus menghantui nya, Ranti memegangi kepalanya yang mulai sakit, teringat semua kenangan yang muncul di kepalanya. "Tidak tidak aku aku tidak bersalah tidak, aku kotor tidak" Ranti mulai meracau dengan ekspresi yang begitu menyedihkan dan ketakutan.
Daniel memeluk Ranti lagi "Tenanglah Ranti tenanglah, jangan takut tenang ada aku di sini, maafkan aku " Daniel memeluk Ranti semakin erat "Aku berjanji padamu kesakitan mu di masa lalu aku akan menebusnya dan berjanji itu semua tidak akan terjadi lagi" Daniel melepaskan pelukannya dan menyentuh wajah Ranti dengan lembut dan pelan membuatnya melihat kearahnya "Ranti percayalah padaku" Kedua pasang mata yang berlinang air mata itu saling bertemu.
Tatapan Daniel seolah menghangatkan dan menyembuhkan hati yang tersakiti pedih dan sakit, Akhirnya tangis Ranti pecah Ranti menangis sejadi-jadinya.
Daniel hanya bisa memeluknya dan memenangkan nya sampai Ranti merasa lebih baik.
Setelah menangis Ranti merasa lebih tenang, dia mendorong tubuh Daniel, membuat Daniel terkejut dan menatap Ranti "Ranti" ucapnya lirih.
Ranti terlihat menghela nafasnya "Aku ingin pulang" Ucapan Ranti dengan suara yang sedikit serak.
Daniel mengerti pasti sulit untuk Ranti memaafkannya "Maafkan aku Ranti" Daniel hanya bisa terus meminta maaf atas kesalahan nya di masa lalu.
Ranti tersenyum meski masih ada sedikit air mata di wajahnya "Aku memaafkan mu" Ucapan Ranti itu membuat Daniel terkejut sekaligus senang.
"Terimakasih Ranti, terimakasih" Daniel memeluk Ranti lagi, Daniel terlihat lega dan bahagia.
__ADS_1