
Olivia masih tidak percaya apa yang terjadi barusan, membuat dia terus menatap surat nikah yang dia pegang.
"Tu.. " Olivia ingin memanggil Arion namun di tahan oleh Arion
"Sekarang kau tidak bisa memanggilku tuan aku ini suamimu bukan majikan mu" Ucap Arion yang tidak senang dengan panggilan tuan ini
"Tap.. tapi tuan pernikahan kita adalah pernikahan rahasia, saya harus tetap bersikap biasa" Ucap Olivia berkilah
"Di depan orang kau memanggilku tuan, lalu jika kita hanya berdua kau akan memanggilku apa? aku tidak ingin istriku memanggilku tuan" Bisik Arion yang mampu membuat Olivia terdiam
"Tuan bisakah kita pulang sekarang, seperti nya banyak orang yang mendaftarkan pernikahan " Ucap Olivia ingin mendorong kursi roda nya, namun di tahan oleh Arion
"Baiklah, kita ke mobil sekarang, aku adalah suamimu kau bisa mengandalkan ku sekarang" Ucap Arion tulus dari hati
Perkataan Arion itu membuat Olivia berfikir *Benarkah aku bisa bergantung padanya, akankah dia begini selamanya? " Tidak bisa di pungkiri masih ada keraguan di hati Olivia
Arion membawa Olivia kembali ke mobilnya, Arion menatap Olivia dengan senyuman yang hangat, ini pertama kali Olivia melihat senyuman yang benar-benar hangat yang Arion berikan tanpa sembunyi-sembunyi.
Arion seperti menantikan sesuatu, dia terus menatap Olivia, tatapan yang berlangsung cukup lama itu membuat Olivia bingung "Ada apa tuan? apa ada sesuatu di wajahku? kau menatap ku begitu lama" Ucap Olivia
"Setelah aku membantumu ke mobil kau tidak ingin berkata sesuatu? " Tanya Arion yang membuat Olivia sedikit berfikir
"Em, te.. terimakasih" Ucap Olivia
"Terimakasih? untuk siapa? " Tanya Arion
"Terimakasih tu... " Ucapan Olivia di hentikan tangan Arion yang sudah menempel sempurna di bibir Olivia
__ADS_1
"Sudah ku bilang jika berdua aku tidak ingin kau memanggilku tuan" Ucap Arion yang kini wajahnya sudah berubah menjadi kesal
Melihat perubahan raut wajah itu, entah mengapa Olivia tidak suka, dia lebih suka melihat wajah Arion yang terlihat hangat, Olivia menarik tangan Arion menjauh dari bibirnya dia mengatur nafasnya dan tersenyum "Terimakasih Su-a-mi Olivia" Ucapan Olivia itu membuat jantung Arion serasa ingin melompat keluar
"Su.. suami olivia, suami Olivia hehe..." Arion mengulangi kalimat yang Olivia ucapkan dengan wajah gembira dan penuh semangat, itu membuat Olivia merasa gemas pada sikap Arion itu yang terlihat kekanak-kanakan ternyata Arion memiliki sifat seperti ini
"Tuan bisakah kita kembali ke rumah sakit sekarang" Ucap Olivia tanpa sadar dia memanggil tuan lagi, itu membuat wajah Arion berubah menjadi masam lagi
Olivia menepuk jidat nya menyadari dia salah berbicara lagi "Su.. suamiku bisakah kita pergi ke rumah sakit sekarang? " Tanya Olivia
"Boleh tapi ada saratnya" Ucap Arion dengan tatapan licik, membuat Olivia sedikit khawatir
"Sarat apa itu? " Tanya Olivia yang menelan ludahnya kasar, dia takut Arion meminta sarat yang aneh-aneh
Benar saja, Arion memberikan isyarat menyentuh bibirnya, Olivia mengernyitkan dahinya, dia sebenarnya mengerti maksud dari Arion tapi dia malu untuk melakukan nya
Arion yang sedang bertingkah seperti anak kecil ini tentu saja tidak mau melewatkan kesempatan begitu saja, selama ini dia yang selalu mencium Olivia dia juga ingin di cium oleh Olivia jadi Arion tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Arion menggelengkan kepalanya, Olivia melihat itu tentu saja tau Arion tidak akan bergerak sampai dia mendapatkan apa yang dia mau, Olivia mengatur nafasnya dia pelan-pelan mendekat kan wajahnya mendekat ke wajah Arion
Cup.... di kecup nya sekilas bibir Arion itu, Olivia merasa malu dengan apa yang dia lakukan wajahnya sudah sangat merah
"Apa ini yang kau sebut ciuman? istriku, seperti nya aku harus mengajarimu perbedaan kecupan dan ciuman" Arion menarik Olivia mendekat kearahnya, Arion mencium bibir mungil Olivia tal lupa memainkan lidahnya di dalam mulut Olivia.
Olivia terkejut ciuman ini terlihat sangat beegair*h namun sangat lembut dan nyaman tidak seperti ciuman paksa yang biasa Arion lakukan, kali ini Olivia sangat menikmati ciuman yang Arion berikan.
Arion menyudahi ciuman itu namun ada rasa candu di diri Arion yang ingin melanjutkan ciuman itu kembali, pada akhirnya Arion mencium Olivia kembali, lagi lagi dan lagi.
__ADS_1
Arion mulai terbuai hangat nya ciuman itu membuat Arion seakan ingin melakukan lebih, namun saat tangan Arion ingin menjamah sesuatu yang kenyal terdengar bunyi klakson mobil yang membuat Arion mengurungkan niatnya
Olivia mendorong tubuh Arion saat bunyi klakson mobil terdengar dari arah belakang
"Ck! menganggu saja" Ucap Arion yang harus melajukan mobilnya karena menutupi jalan keluar dari parkiran.
Di dalam hati Olivia malah merasa lega *Apa yang barusan ingin tuan muda lakukan, apakah kami harus berhubungan suami istri? itu ahhh" Olivia menggelengkan kepalanya dia tidak boleh memikirkan hal yang seperti itu, tapi bagaimanapun dia sudah menjadi seorang istri cepat atau lambat dia pasti akan melakukan nya, Olivia terus menggelengkan kepalanya dia benar-benar belum siap untuk melakukan hubungan suami istri, Olivia saja masih ragu akan Arion bagaimana bisa dia menyerahkan tubuhnya untuk Arion.
Arion melirik ke arah Olivia melihat Olivia yang terus menggeleng itu membuat Arion sedikit heran dia mengernyitkan alisnya "Apa yang sedang kau lakukan? apa kau sedang memikirkan sesuatu? " Tanya Arion terlihat begitu perhatian
Olivia dengan cepat menggelengkan kepalanya " Tidak tidak ada yang aku pikirkan benar-benar tidak ada tu.. eh em" Olivia tidak tau harus memanggil apa pada Arion memanggil tuan tidak boleh, sedangkan memanggil suami terasa sangat canggung
"Sebaiknya segera pikirkan kau ingin memanggilku apa? jika kau masih memanggilku tuan jangan salahkan aku bila menghukum mu" Arion tersenyum dengan lirikan penuh arti
Olivia hanya bisa diam sembari dengan susah payah menelan ludahnya karena lirikan Arion yang begitu menggoda.
Di sepanjang perjalanan Arion dan Olivia hanya diam dengan pikiran masing-masing, Arion terlihat puas bisa membuat Olivia menjadi istrinya sekarang.
Saat ini Arion sudah menghentikan mobilnya di parkiran rumah sakit, Arion membantu Olivia keluar dari mobil dan duduk di kursi roda.
Arion mendorong Olivia masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangannya, "Apa kau lapar? haruskah kita ke kantin rumah sakit? " Tanya Arion penuh perhatian, karena dia sangat senang dia sampai lupa membawa Olivia untuk makan siang
"Em, tidak perlu, suster pasti sudah menyiapkan makan siang untuk ku" Ucap Olivia
"Baiklah, aku akan menyuruh Dion menyiapkan makan siang untuk kita" Arion tidak mendengarkan ucapan Olivia, dia ingin memberikan makanan terbaik buat Olivia bukan makanan rumah sakit
"Tapi aku bilang suster suda... " Ucapan Olivia terhenti saat matanya melihat dua orang yang tak ingin dia temui..
__ADS_1