
Susan di lempar masuk ke dalam jeruji besi itu, dia akhirnya melihat cahaya lagi, terlihat sekali dia merasa lega sudah keluar dari kegelapan itu.
"Kau masih bisa tersenyum! apa kau pikir kau akan selamat! " Karena terlalu senang Susan tidak melihat keberadaan Arion sampai Arion bersuara.
"Bajing*n apa mau mu hah! katakan!!" Ucap Susan yang sudah di penuhi dengan amarah karena melihat wajah Arion di hadapannya.
"Aku beri kau kesempatan! katakan siapa yang membantu ayahmu! " Pertanyaan itu membuat Susan menarik ujung bibirnya.
"Aku tidak akan memberitahu mu! " Arion menatap tajam Susan, dan mengeluarkan pisaunya dan
syuuutt..... pisau itu menggores lengan Susan, lengan Susan mulai meneteskan darah.
"Jadi kau memilih kematian" Arion tersenyum licik, dia tau Susan tidak seperti Mario Harris dia masih memiliki ketakutan untuk mati, gadis yang suka bersenang-senang itu tidak mungkin ingin mati muda.
"Haha mati! aku yakin sebentar lagi dia akan menyelamatkan ku" Ucap Susan dengan lantang dia sangat percaya diri, membuat Arion memandang geli tawa Susan itu.
"Apa dia akan memperdulikan mu, bahkan ayahmu sudah dia bunuh! aku rasa dia tidak akan menyelamatkan mu tapi akan membunuhmu! " Arion terlihat serius saat mengatakan nya membuat Susan mulai memiliki keraguan di hati nya, bagus sesuai dengan rencana Arion.
"Ti.. tidak mungkin dia sangat menyukai ku" Ucapan Susan itu membuat Arion mengerti orang di balik mereka adalah seorang laki-laki.
"Menyukaimu? kau wanita yang sudah tidur dengan banyak pria, apa kau pikir akan ada laki-laki yang mau menikahi wanita seperti mu?! " perkataan Arion itu semakin membuat Susan ragu, namun Susan masih percaya orang di balik ayahnya itu akan menolongnya.
"Diam! dia sudah berjanji padaku, jika aku melakukan semua yang dia katakan dia akan menjadi milik ku" Teriak Susan dengan lantang, Susan tidak ingin percaya dengan ucapan Arion yang menumbuhkan keraguan di hatinya.
__ADS_1
"Termasuk tidur dengan laki-laki! Apa kau bodoh mana ada laki-laki yang menyuruh wanita yang dia sukai tidur dengan laki-laki lain! benar-benar bodoh! " Rocky ikut memprovokasi Susan agar Susan semakin ragu
"Diam!! " Susan menutup telinganya dia tidak mau mendengar lagi ucapan Rocky dan Arion.
"Ck! bunuh dia! " Ucapan Arion tanpa basa basi membuat Susan terkejut dia tidak menyangka Arion akan membunuhnya setelah sekian lama hanya mengurung nya.
"Kau ingin membunuhnya? " Rocky menatap Arion seakan tidak percaya dengan ucapan Arion
"Jika sudah tidak bisa di gunakan untuk apa di pertahankan! " Arion menarik sudut bibirnya, tatapannya menunjukan kelicikan nya.
"Ka.. kau ingin membunuhku tidak semudah itu, ka.. kau akan menyesal dia adalah laki-laki kejam jika dia tau kau membunuhku di.. dia akan membalas ke pada anggota keluarga mu! " Susan benar-benar bernyali besar dia mengancam sang penguasa.
"Apakah dia sekejam diriku" Arion menarik pistol di balik jasnya dan mengarahkan nya ke kaki Susan pelatuknya di tarik dan
***
'Aku benar-benar membuat masalah untuk ku sendiri, ck! Aleena kau sangat tidak beruntung' Ucap Aleena dalam hati.
Alister dan Olivia kalah telak bukan karena Olivia tidak bisa tapi Fiona dan Aric dari kecil sudah bisa menguasai banyak bidang olahraga raga, sedangkan Olivia ternyata orang yang belajar dengan cepat, terbukti dari skor nya hanya selisih dua angka.
'Syukurlah sudah selesai, aku akan menjauhkan kak Olivia dari permainan duel seperti ini, tidak boleh memberikan kesempatan pada kak Alister' Aleena meyakinkan dirinya sendiri.
"Boneka nya sangat lucu selanjutnya bagaimana jika bermain Capitan boneka? " Fiona bukan ingin bonekanya tapi dia ingin Alister mendapatkan boneka untuk Olivia, agar mendapatkan kesan baik dari Olivia.
__ADS_1
Fiona berjalan ke arah Capitan boneka itu dia bahkan sudah menukar uang kertas nya dengan koinnya, namun setelah memasukan koinnya, Aric mengambil alih tangan Fiona mereka berdua menggerakkan capit bersama-sama dan berhasil mendapatkan boneka beruang yang sangat lucu. "Ah, ini sangat lembut" Fiona menggosokkan beruang kecil itu ke wajahnya, Aric tersenyum ekspresi Fiona ini terlihat sangat menggemaskan di depan Aric.
"Selanjutnya giliran ku, Olivia apa ada boneka yang kau sukai" Tanya Alister pada Olivia yang mulai mengamati satu persatu boneka dalam tabung itu.
'Gawat-gawat jangan sampai kak Olivia menerima hadiah dari kak Alister' Aleena benar-benar kesal dengan Alister yang selalu mencari kesempatan mendekati Olivia "Kak Alister Aleena suka itu itu" Aleena segera bertindak sebelum Alister mendapatkan hadiah untuk Olivia
"Aleena kau mau? baiklah biar aku ambilkan untuk mu, Olivia kau lihat dulu boneka mana yang kau mau, aku akan mendapatkan nya dengan mudah" Alister terlihat begitu percaya diri, benar saja baru bermain sudah mendapatkan boneka yang asal asalan Aleena tunjuk, dan tanpa sadar Aleena menunjuk boneka kudanil benar-benar membuat Aleena terkejut sendiri setelah mendapatkan nya.
"Nah Olivia kau sudah menentukan, boneka mana yang kau mau? " Alister menantikan jawaban Olivia, baru saja Olivia akan menunjuk, tapi tangannya di tarik oleh Aleena.
"Kak Olivia, Aleena ingin ke toilet, bisakah mengantarkan aku" Aleena segera membuat alasan untuk menghindari suasana yang akan membuat Alister dan Olivia menjadi dekat. 'Kak Arion kau harusnya mengumumkan pernikahan mu jika tidak istrimu itu akan di ambil orang' Gerutu Aleena dalam hati sembari berjalan menjauh dari mereka bertiga.
Aleena benar-benar ke toilet dia sebenarnya tidak terlalu kebelet tapi karena sedari tadi merasa tegang dia benar-benar buang air kecil. sedangkan Olivia hanya mencuci tangannya dan sedikit melihat apakah wajahnya kotor.
Setelah dari kamar mandi, Aleena berfikir untuk tidak kembali ke Timezone tempat itu terlalu memberikan kesempatan kepada Alister, pada akhirnya Aleena mengajak Olivia ke cafe untuk membeli Parfait dan ice cream Aleena menghubungi aric dan membuat mereka bertiga menyusul nya.
Mereka semua akhirnya menikmati dessert di sana, Aleena menikmati parfait yang dia pesan dan juga ice cream strawberry kesukaan nya. Setelah selesai makan mereka lanjut untuk berbelanja, Aleena membelikan beberapa gaun untuk Olivia, Olivia sempat menolak tapi karena bujukan Aleena membuat Olivia tidak bisa menolak nya, terlebih lagi Olivia paham dengan ucapan Aleena "Kak jika kau tidak menerima pemberian ku, kak Alister akan membelikannya untuk mu, jika itu terjadi kau bisa dalam masalah" Ucapan Aleena itu membuat Olivia tau betul apa yang di maksud Aleena Arion akan marah besar jika tau dia menerima barang pemberian Alister.
Setelah selesai berbelanja mereka keluar dari pusat perbelanjaan, baru saja keluar tiba-tiba.
Dooorrr...
Itu terjadi begitu cepat, Alister melihat ke atas gedung "Penembak jitu! sial jaraknya terlalu jauh"
__ADS_1
"Alister" Ucapan Fiona membuat Alister tersadar tembakan itu mengenai...