MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 44


__ADS_3

Tak di sangka Arion hanya berjalan melewati Rayyan begitu saja tanpa berbicara apapun setelah kedua pasang mata itu bertemu, kali ini Arion hanya ingin mengambil semua miliknya yang berada di tangan Daniel, dia terlihat terkejut saat tahu Olivia juga di bawa ke sini, namun ekspresi terkejut itu tidak akan ada yang menyadari nya.


"Arion" Ucap Rayyan sedikit meyakinkan dirinya benarkah apa yang dia lihat atau hanya halusinasi saja karena jiwa dan raga yang sudah lelah.


"Jangan sebut namaku dengan mulutmu!, Aku tidak akan membuat gaduh di acara pemakaman ibu anda! jadi jangan sampai anda menyentuh ku! " Arion mengatakan dengan jelas semua yang ada di pikiran nya


"Arion dia adalah nenek mu! " Ucap Derrel


"Tuan Derrel kita tidak sedekat itu sampai kau bisa menyela saat aku berbicara" Arion tetap berjalan ke arah Daniel


"Kembalikan milik ku! " Ucap Arion mengalahkan tangannya pada Daniel, yang seperti nya enggan memberikan semua barang Arion


"Aku sudah membuangnya saat di Bandara" Ucap santai Daniel


"Aku tidak sedang bercanda pak tua! " Suara Arion meninggi


"Aku memang tidak bercanda" Ucap Daniel


"Antar aku ke bandara! sekarang! "


"Ini bukan negara A ini bukan negara kekuasaan mu, kau tidak bisa memerintah seenaknya di sini, jika kau ingin kembali ke Nagara mu ikuti semua persyaratan yang aku berikan"


Arion mengeratkan giginya dia benar-benar marah saat ini tapi dia masih menghormati Shina, dia tidak ingin hari pemakaman nya menjadi berantakan


"Kembali kan saja semua barangnya! tidak perlu menahannya di sini" Ucap Rayyan yang entah mengapa membuat Arion bertambah marah


"Benar yang di katakan Tuan Rayyan, kau seharusnya mengikuti perkataan orang yang telah membuang anaknya! " Ucap Arion yang membuat Rayyan sedikit geram namun masih bisa bertahan semakin tua usia seseorang membuat semakin dewasa pemikiran nya begitu pun dengan Rayyan, jika Rayyan yang muda dulu pasti akan langsung melayang kan pukulan ke pada anaknya itu


"Aku bukan bawahannya aku juga tidak perlu menurutinya" Ucap Daniel yang tau Rayyan sebenarnya ingin menahan Arion dan meminta nya bertemu dengan Tiara namun di lihat dari sikap tsundere nya dia tidak akan melakukan hal itu


Arion mengangkat kerah baju Daniel, Arion sudah mengangkat tangan nya "Kakak apa yang kau lakukan" Suara anak kecil itu membuat Arion menengok ke arahnya, gadis mungil yang memanggilnya kakak itu adalah adiknya


*Dia, memanggilku kakak! apa dia pikir aku Aric!! menjijikkan sekali" Ucap Arion dalam hati setelah melihat Aleena

__ADS_1


"Aku bukan kakakmu! " Menatap tajam pada gadis kecil yang memanggilnya kakak itu


"Kau kakak ku"


"Berhenti menyebut ku kakak! aku bukan kakakmu! "


Aleena sedih mendengar ucapan Arion matanya berkaca-kaca


"Aleena ikut kakak ya" Ucap daffin yang ingin membawa Aleena pergi dia masih terlalu kecil untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di keluarganya


"Tidak!"


"Aleena, Kakak gendong ya" Daffin merayu sepupu kecilnya itu


"Aleena ikut dengan kak Daffin ya" Ucap Rayyan yang sedari tadi diam


"Tidak Papa! aku ingin berbicara dengan kak Arion ini pertama kalinya kita bertemu" Ucapan Aleena membuat Arion tak percaya dengan apa yang dia dengar gadis itu tidak menganggap nya sebagai Aric tapi dia mengenalinya sebagai Arion, bagaimana bisa pertanyaan itu yang ada di pikiran Arion saat ini.


"Tentu saja sebelum mama tidur, mama selalu berbicara tentang kak Arion" Ucapan gadis kecil itu lagi-lagi membuat Arion terdiam ada banyak pertanyaan apa yang bisa ibu nya ceritakan tentang nya sedangkan dia tidak melihat nya tumbuh


"Ah sudahlah Aleena, kau ikut kak Daffin dulu ya, kak Arion ingin berjumpa dengan nenek untuk terakhir kalinya"


Aleena memajukan bibirnya dia tidak suka meninggalkan Arion tapi dia juga tidak mungkin membantah Ucapan paman Derrel nya "Baiklah setelah mengucapkan selamat jalan pada nenek, kak Arion harus menemani Aleena bermain, ok"


Arion hanya diam tanpa menjawab ucapan Aleena "Baiklah ayo ikut, kakakmu Nanti akan bermain dengan mu" Ucap Daffin sembari menggendong Aleena


"Arion kau tidak ingin menemui nenekmu? " Tanya Derrel


"Tidak! lakukan saja pemakaman nya dengan cepat agar aku bisa segera kembali ke negara ku! aku bukan pengangguran yang bisa berlama-lama di sini, pak tua tentang ancaman mu tidak akan berlaku padaku, setelah pemakaman berikan semua milik ku atau kita berduel! aku tidak masalah untuk mematahkan kaki dan tanganmu yang sudah lancang membawaku ke tempat yang tidak ingin aku datangi! " Ucap Arion yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu


Rayyan ingin menahannya, ingin mengatakan ibunya sangat merindukan nya namun lidahnya kelu melihat sifat kerasnya mirip sekali dengan nya


"Sudahlah, kita lanjutkan pemakaman, kau harus segera kembali bukan ke rumah sakit" Ucap Derrel mengingatkan adiknya

__ADS_1


Rayyan hanya mengangguk lesu dia terlalu lelah untuk berdebat


Beberapa jam kemudian pemakaman telah selesai di lakukan, Miko memilih beristirahat di kamarnya sedangkan Rayyan segera kembali ke rumah sakit, Arion penting bagi Rayyan tapi yang paling penting sekarang menemani istrinya.


Arion kini berada di atas mobil menidurkan dirinya di sana, dia tidak menyangka dirinya akan berada di negara yang pernah dia tinggali saat dirinya masih kecil, dia mengangkat tangan nya ke atas tak terasa air matanya tiba-tiba mengalir " Ada apa dengan ku" Ucapnya yang tak mengerti apa yang dia rasakan kesedihan apa yang dia rasakan Arion tidak mengetahui tentang perasaan nya sendiri


.


Rocki dan Olivia berjalan mendekat ke Arion, Arion turun dari atas mobil setelah mendengar langkah kaki yang mendekat kearahnya, matanya terlihat marah melihat Rocki.


Rocki hanya bisa menghela nafasnya dia tau Arion kali ini sangat membencinya "Rocki! " Mencekik leher Rocki


"Tu.. Tuan apa yang kau lakukan" Ucap Olivia panik


"Apapun yang ku lakukan bukan urusan mu! "


"Ta.. tapi tuan" Olivia ingin menyelamatkan Rocki tapi dia tidak tau harus apa


"Sudahlah Olivia, kali ini salahku biarkan dia melakukan apa yang dia mau padaku" Ucap Rocki kali ini dia benar-benar pasrah dia tau Arion benar-benar marah sekarang


"Bagus kalau tau kau salah! Buuuuuuuuuukkkkkkk" Satu pukulan berhasil mendarat di wajah Rocki


"Apa aku kurang baik terhadap mu Rocki! berani sekali kau mengkhianati ku! " Ucap Arion amarahnya kini bercampur dengan kecewa


"Aku melakukan nya untuk mu! aku tidak ingin kau menyesal" Rocki menjelaskan alasan dia membantu Daniel


"Aku sangat menyesal telah berbuat baik padamu! sampai kau tega membuatku menginjakkan tanah yang tak ingin ku injak!! buuuuuuuuukkkkkkk" Satu pukulan lagi mendarat di wajah Rocki


"Tuan hentikan! "


"Kau sangat membelanya! apa kau ingin menggantikan nya" Ucap Arion sembari melempar tubuh Rocki dan berjalan ke arah Olivia


Arion mencengkram pipi Olivia "Apa kau pikir aku tidak berani memukul wanita! siapa pun dia yang membuatku marah aku akan menghajar nya" Arion mengangkat tangannya bersiap untuk memukul Olivia

__ADS_1


__ADS_2