
Satu minggu berlalu....
"Ya, Tina kami pasti akan datang" Ucap Tiara yang sedang bertelepon dengan sahabat nya itu.
"Bagus, kami akan menunggu kedatangan kalian" Ucap Tina lagi sebelum akhirnya menutup teleponnya.
Rayyan tiba-tiba memeluk istrinya "Kau terlalu lama berbicara di telepon, kau mengabaikan ku" Ucap Rayyan yang terdengar manja.
"Apa kau marah hubby? " Tanya Tiara yang sedikit menengok ke arah Rayyan yang menyenderkan wajahnya di bahunya.
"Sangat, seperti nya aku harus menghukum mu" Ucapan berpuluh-puluh tahun lalu belum berganti, tuan muda sombong selalu mendominasi.
Rayyan mencium leher istrinya itu, membuat tanda di sana kemudian tersenyum.
"Hubby apa yang kau lakukan! ini akan terlihat di pesta nanti, apakah ini masih pantas" Tiara terlihat malu, karena untuk usia mereka tanda merah itu terasa tidak cocok.
"Kenapa? aku yang memberikan tanda ini, tentu saja pantas ini adalah tanda kepemilikan yang aku berikan pada istri tercinta ku"
"Tapi" Tiara tidak bisa menyelesaikan kalimat nya karena sudah terpotong oleh Rayyan.
"Tidak ada tapi-tapi.. dan lagi tidak perlu menutupinya" Ucapan Rayyan itu hanya bisa membuat Tiara menggelengkan Kepala nya.
"Sudahlah.. " Tiara terlihat pasrah dan tersenyum, dia tidak pernah bisa menang soal kecemburuan Rayyan.
Rayyan tersenyum penuh kemenangan saat istrinya hanya tersenyum pasrah.
"Hubby ayo keluar, anak-anak sudah menunggu untuk sarapan" Ucap Tiara yang mendapat anggukan dari Rayyan.
Benar saja semua orang sudah menunggu di meja makan "Mama, kenapa lama sekali memanggil papa? " Keluh Aleena.
"Maaf sayang, tadi bibi Tina menelpon dia mengundang kita untuk menghadiri pesta ulang tahun pernikahan mereka" Jawab Tiara lembut.
"Apa Aleena boleh ikut? "
"Tentu sayang, kalian semua juga harus datang" Ucap Tiara kepada semua orang yang berada di meja makan.
Setelah sarapan mereka semua memutuskan untuk mencari hadiah pernikahan untuk Kenzo dan Tina.
"Arion apa kau yakin aku harus datang ke pesta ulang tahun pernikahan papinya Fiona, aku bahkan tidak mengenal mereka" Andreas merasa aneh jika dirinya ikut datang di pesta Kenzo.
"Benar, aku dan Andreas akan di rumah saja" Ucap Rocky
__ADS_1
"Tidak! kalian harus ikut" Ucap Aric tiba-tiba membuat Rocky dan Andreas menatap. ke arah Aric.
"Kenapa kau tiba-tiba bersemangat menyuruh kami ikut? " Rocky menatap curiga.
"Emm so.. soal itu tentu saja kalian berdua juga keluarga Aditama wajar jika mendatangi pesta paman Kenzo, lagi pula apa kalian tidak merasa bersalah pada Fiona dan Alister jika tidak datang" Aric berusaha meyakinkan kedua nya.
Andreas dan Rocky sedikit melihat satu sama lain, seperti nya mereka menaruh curiga pada Aric.
"Sudahlah datang saja" Ucap Arion yang kemudian masuk kedalam mobil yang sudah ada Aleena dan Olivia di dalamnya.
"Bagus, ayo kita berangkat" Ucap Aric yang mendorong Rocky dan Andreas masuk ke dalam mobilnya.
"Hah! sudahlah" Ucap pasrah Rocky.
Mobil mereka sudah terparkir di sebuah Mall besar milik keluarga aditama, kedatangan mereka membuat semua penjaga berkerja ekstra untuk mengamankan keselamatan mereka.
"Tuan Aric, nona Aleena selamat datang" Ucap penjaga itu saat melihat Arion turun dari mobil.
Arion berdecak "Ck! aku bukan Aric tuan mu ada di mobil sebelah sana" Karena Arion sudah berada di negara A lama banyak karyawan, pengawal, penjaga dan orang-orang keluarga Aditama yang lupa akan dirinya.
"Ma.. maafkan saya" Ucap Penjaga itu segera menundukkan kepalanya untuk meminta maaf dan berjalan ke arah Aric.
Olivia menenangkan suaminya yang kelihatan kesal dengan mengusap punggung Arion.
"Apa kau salah mengenaliku? dia adalah saudara kembar ku yang baru pulang dari negara A, kedepannya kau dan anak buahmu harus bisa mengenalinya" Ucap Aric.
"Baik Tuan" Ucap penjaga Itu.
"Kakak apakah kakak marah? " Tanya Aleena yang melihat wajah Arion masih terlihat masam meski sudah berada di dalam Mall.
"Tidak" Jawaban Arion seperti nya masih marah.
"Kakak sudah pergi lama dari keluarga aditama jadi wajar banyak penjaga yang belum mengenal kakak"
"Ya, aku sudah tau aku, kau juga jangan salah sangka Aleena aku tidak marah, akibat sadar aku sekarang adalah Arion Mars tidak penting juga untuk mengenalkan aku sebagai Arion Baskoro Aditama" Ucapan Arion itu membuat Aleena dan Aric merasa sedih, mungkin Arion juga merasakan hal yang sama
Suasana semakin Canggung dengan hening menyertai mereka "Ah sebaiknya kita berpencar saja, ki.. kita tidak mungkin membelikan hadiah yang sama bukan" Ucap Olivia memecah keheningan.
"Aku setuju" Ucap Aleena.
"Ja, kalau begitu kami akan mencari hadiah di sana" Ucap Olivia menarik suaminya.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku dan Andreas akan mencari di sana, Rocky kau jaga Aleena jangan sampai Aleena hilang atau tersesat ok" Ucap Aric
Tinggallah Rocky dan Aleena
"Kau ingin membeli apa Aleena? " Tanya Rocky
"Hmmm, Bagaimana jika membeli Piyama tidur yang sama untuk paman dan bibi" Ucap Aleena dengan semangat
"Bukan pilihan buruk, ayo kita mencari nya"
"Ok " Aleena baru saja akan melangkahkan kakinya tiba-tiba kerah belakang nya di tarik.
"Tunggu biar aku menggendong mu, akan repot jika sampai kita terpisah"
"Tidak aku tidak mau, aku bisa jalan sendiri aku tidak akan terpisah, memangnya aku anak kecil" Ucap Aleena penuh dengan percaya diri.
"Kau memang masih kecil, dasar! kau anggap berapa umur mu" Ucap Rocky yang berjongkok untuk menggendong Aleena.
Aleena mendorong punggung Rocky "Tidak aku tidak mau di gendo... " Belum selesai berbicara Aleena sudah di tarik paksa untuk mendekat ke punggung Rocky dan berakhir Aleena sudah berada di dalam gendongan Rocky.
"Sudahlah diam, aku akan membawamu mencari hadiah" Rocky segera melangkah dengan Aleena berada di punggung nya.
Tanpa Aleena sadari dia tersenyum senang karena di gendong oleh Rocky.
Aleena dan Rocky sudah masuk ke sebuah butik di mall itu untuk membeli apa yang Aleena sarankan itu.
"Nona ada yang bisa saya bantu" orang yang bekerja di Mall itu tentu tau siapa Aleena dengan hormat dia segera melayani Aleena.
"Aku ingin mencari piyama tidur senada untuk pasangan suami istri" Ucap Aleena.
"Oh baik Nona kami akan siapkan" Pelayan toko segera mengeluarkan barang yang Aleena minta berbagai motif di tunjukan.
Aleena sudah menemukan yang cocok untuk Kenzo dan Tina "Kak tolong bungkus yang ini" Aleena sudah memilih.
Aleena melihat piyama tidur dengan ukuran Rocky 'Apakah ada size kecil untuk ku' Gumam Aleena tanpa sadar. "Tunggu apa yang aku katakan" Ucap Aleena dengan lantang saat sadar.
"Aleena ada apa? " Tanya Rocky
Aleena segera menggeleng "Tidak, tidak ada" Aleena berusaha tetap tenang.
"Nona Aleena" Panggil seseorang yang membuat Aleena dan Rocky menengok ke arahnya.
__ADS_1
"Siapa? " Tanya Rocky pada Aleena
"Dia adalah......