
Sepanjang jalan mereka hanya diam sampai mobil berhenti di sebuah parkiran taman bermain, mata Olivia berbinar ini adalah impian masa kecilnya tak terasa air mata bahagia mengalir di ujung matanya.
Arion melihat itu tubuhnya bergerak sendiri tangannya menyeka air mata yang jatuh di pipi wanita cantik itu.
Olivia terkejut dan tanpa sadar menengok ke arah Arion tatapan mereka saling bertemu wajah mereka pun saling berdekatan, membuat jantung Arion berdetak lebih kenyang dari biasanya.
Deg... Deg... Deg..
"Ekm, ayo turun" Arion berdekhem untuk menghilangkan kegugupannya baru pertama kali dia merasa gugup di depan orang lain, ada yang aneh pada dirinya jantung nya pun tidak bisa terkontrol.
Arion segera turun, Arion berusaha meniru gaya Alister yang selalu membukakan pintu mobil untuk Olivia, Olivia terkejut saat tuan muda itu membukakan pintu mobil untuk nya "Ini tuan tidak perlu melakukan nya" Ucap Olivia tidak enak
"Kenapa? apa kau lebih suka jika Alister yang melakukan nya? " Ucap Arion kesal dan marah
*Apa dia marah? aku hanya tidak enak seorang tuan membukakan pintu untuk bawahannya " Ucap Olivia dalam hati "Bu.. bukan begitu tu.. " Ucapan Olivia terhenti
"Sudahlah, aku tau kau lebih menyukai dia yang melakukan segala hal untuk mu" Ucap Arion lagi
*Apa dia cemburu? ahaha apa yang kau pikirkan Olivia itu tidak mungkin " Olivia hanya bisa berbicara di dalam hatinya.
"Dion kau tunggu di sini, aku akan masuk" Ucap Arion yang membuat Olivia menatapnya
"Tu..Tuan apa kita hanya berdua masuk kedalam? "
Arion menengok ke arah Olivia "Apa kau tidak mau? " Pertanyaan itu seakan mencekik Olivia tentu saja Olivia tidak bisa menolak hanya saja Olivia tidak tau apa yang akan terjadi jika mereka hanya berdua saja.
"Bukan seperti itu, ba.. bagaimana jika ada yang mengenali tuan, tuan adalah pemilik perusahaan terbesar di negara ini, sang penguasa apa kata orang jika mereka mengenali anda berjalan dengan wanita seperti saya" Ini hanya alasan saja Olivia tidak ingin merasa Canggung hanya berdua dengan Arion apa lagi Arion terkadang memiliki mood yang berubah ubah
*Dia mengkhawatirkan reputasi ku, wanita bodoh aku sudah memiliki persiapan" Tanpa sadar wajah yang biasanya dingin itu tiba-tiba tersenyum begitu manis.
Arion mengusap kepala Olivia "Kau tidak perlu khawatir tidak akan ada yang mengenaliku" Ucap Arion yang mengambil sebuah topi yang sedari tadi dia simpan di kantung celana belakang nya dan memakai topi itu.
__ADS_1
Olivia menatap Arion dan tersenyum entah kenapa hatinya mulai tersentuh meski dia merasa aneh dengan sikap tuan mudanya yang tiba-tiba baik terhadapnya
"Ayo" Tangan Arion bergerak sendiri meraih tangan Olivia mereka berlari kecil masuk ke taman bermain itu.
Dion hanya bisa tersenyum dan berdoa yang terbaik untuk tuan nya "Semoga berhasil tuan muda, jangan mengacaukan semua yang sudah aku rencana kan"
"Apa yang ingin kau naiki? " Tanya Arion setelah mereka masuk ke wahana bermain itu
"Tuan ini apa tidak masalah? " Olivia takut dan merasa tidak enak
"Anggap saja ini sebagai hadiah kerena sudah membuatku dan orang tua ku berbaikan" Hanya ada alasan itu di kepala Arion sekarang dia tidak ingin mengatakan ini semua dia lakukan untuk mengejar Olivia dan ingin mendapatkan cintanya dia terlalu gengsi untuk mengatakan itu.
"Itu saya tidak melakukan apapun tuan jadi tidak perlu sampai mengajak say" Ucapan Olivia terhenti saat jari telunjuk itu menyentuh lembut bibir Olivia.
"Diam ikut saja, lakukan apa yang kau mau kita sudah di sini " Ucapan Arion membuat Olivia terdiam sejenak dia tidak menyangka Arion akan mengajaknya bermain di taman hiburan.
Arion menarik tangan Olivia untuk melihat lihat apa saja yang ada di taman hiburan itu, sampai kaki Olivia terhenti membuat Arion menghentikan langkahnya dan melihat di area apa mereka berhenti.
Olivia sedikit ragu mengangguk "Apakah boleh? " Tanya Olivia dengan nada sedikit takut
Arion menatap rollercoaster yang sedang bergerak itu banyak orang berteriak, dia sedikit mengernyitkan dahinya menatap Olivia tak percaya wanita yang begitu lembut di depannya ini, bisa-bisa nya ingin menaiki wahana yang menurutnya tidak cocok dengan Olivia.
"Apa kau yakin kau tidak akan pingsan menaiki ini? ini begitu banyak belokan ada kemungkinan untuk kau bisa terjatuh dengan tubuh kurus mu ini" Arion sebenarnya tengah mengkhawatirkan Olivia namun perkataan nya ini malah seperti seseorang yang sedang mengolok-olok tentang body orang lain.
Namun karena perkataan Arion itu entah mengapa membuat Olivia makin bersemangat, bagaimanapun juga ini adalah hal seru yang ingin dia lakukan sejak di bangku menengah atas "Hei tuan muda jangan meremehkan ku, kita belum coba siapa tau nanti tuan yang akan teriak ketakutan" Olivia tersenyum
Arion tanpa sadar menarik ujung bibirnya, dia kali ini melihat Olivia tidak terlalu tertekan dan takut padanya membuatnya memutuskan untuk membeli tiketnya dan naik rollercoaster yang banyak tikungan dan belokan itu.
Mereka tengah mengantri Olivia menatap wajah Arion yang memerah dan terlihat banyak keringat menetes di sana. Bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama seorang penguasa mengantri hanya untuk sebuah permainan.
Olivia yang tidak tega melihat wajah Arion yang penuh peluh akhirnya mengeluarkan sapu tangan nya dan menyeka keringat Arion, membuat kedua mata saling bertukar pandang. Dunia seakan berhenti Arion tidak bisa membohongi perasaan nya lagi jantung nya kali ini berdetak lebih kencang dari biasanya.
__ADS_1
"Maaf tuan" Olivia tersadar dan ingin menarik tangan nya namun di hentikan oleh Arion lalu menuntun tangan Olivia untuk menyeka di sisi lain pipinya.
Olivia menelan ludahnya kasar mereka terlihat sangat dekat wajah tampan Arion pun semakin terlihat, membuat hati Olivia gelisah dan memutuskan menyudahi adegan romantis itu.
Olivia segera menarik tangannya dan memaksa tersenyum "Su.. sudah saya seka tuan" Ucap gugup Olivia yang tidak mendapatkan respon apapun, Arion terlalu malu memperlihatkan seberapa bahagia nya dia yang mendapatkan perhatian dari Olivia.
Sekarang adalah giliran mereka untuk menaiki rollercoaster, Arion melirik wajah Olivia yang terlihat sangat bahagia *Dia seperti anak kecil" Ucap Arion dalam hati yang tak sadar menarik ujung bibirnya.
Olivia menengok, Arion segera merubah ekspresi nya "Tuan apa kau yakin akan menaiki ini? " Olivia melihat wajah datar Arion dia merasa tidak enak jika Arion merasa terpaksa
"Diam sudah mulai bergerak! " Ucapan Arion membuat Olivia segera meluruskan pandangan nya jantungnya berdetak cepat ada rasa takut ada juga rasa penasaran bercampur rasa bahagia, ini kali pertama untuk Olivia menaiki rollercoaster begitupun dengan sang penguasa kita di masa lalunya bermain wahana seperti ini adalah hal konyol yang membuang waktu jadi Arion juga tidak pernah bermain ke taman hiburan sebelumnya.
Rollercoaster semakin cepat melakukan teriakan demi teriakan terdengar begitu pula dengan Olivia yang mulai berteriak terlihat wajah Olivia mulai pucat, Arion tersenyum dia sudah memprediksi ini akan terjadi.
Sampai akhirnya rollercoaster berhenti setelah melewati beberapa tikungan dan belokan, Olivia terlihat pucat dan lemas sedangkan Arion tentu saja tidak terpengaruh sedikit pun.
Olivia memegangi Kepala nya yang merasa pusing, tanpa berpikir pajang Arion langsung membawa Olivia dalam gendongan nya "Diri sendiri penakut masih menaiki rollercoaster" Ucap Arion
Olivia hanya bisa terdiam karena perkataan Arion benar dia memang takut namun rasa takut nya di kalahkan rasa penasaran nya, tapi saat ini olivia merasa puasa sudah merasakan naik rollercoaster.
Arion mendudukan Olivia di bangku taman " Tunggu di sini" Ucap nya datar dan pergi
Arion kembali dengan sebotol air di tangannya "Minum" Olivia mengambil dan meminumnya
"Terimakasih" Ucap Olivia malu-malu, Olivia menatap Arion yang berada di samping nya
"Ada apa menatapku? apa ada yang aneh? " Ucap Arion membalas tatapan Olivia
Olivia segera mengalihkan pandangan nya "Tuan memang aneh, tiba-tiba memberikan ku bunga dan coklat sekarang mengajak ku bermain, apa tuan ingin membuatku bahagia sebelum tuan mengirimkan ku ke neraka" Ucapan itu membuat Arion merasakan sesak di dadanya
"Apa aku begitu kejam di matamu? " Pertanyaan ini membuat Olivia terdiam "Jawab! "
__ADS_1