MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 141


__ADS_3

"Katakan apa yang ingin kau bicarakan? " Ucap Arion saat mereka sudah berada di luar ruangan Olivia.


"Kau tau lusa papa dan mama akan datang?" Tanya aric pada Arion, Arion terlihat hanya mengangguk kecil.


"Lalu apa urusan nya? " Arion terlihat begitu santai padahal dia sangat terkejut jika orang tuanya akan tiba


"Mereka sudah tau kau terang-terangan mengejar Olivia".


" Dari mana mereka tahu? " Tanya Arion terkejut dia bahkan tidak memberitahu adiknya yang selalu bertanya tentang hubungan nya dengan Olivia, sampai akhirnya Arion terus mengabaikan pesan Aleena


"Kau tidak ingat mengirimkan pesan pada Aleena" Ucap aric


Setelah mendengar ucapan Aric, mata Arion langsung tertuju pada Rocky, Rocky bahkan saat ini tidak bisa menelan ludahnya, dia hanya menggosok tengkuknya yang tak gatal dan menunjukkan barisan giginya yang rapi.


"Ah seperti nya ada yang tertinggal di... " Ucapan Rocky terhenti saat dia ingin melangkah pergi merahnya di tarik oleh Arion, sehingga membuatnya tidak bisa melangkah lagi dan hanya pasrah dan menengok ke arah Arion


"Duuk!!! Beraninya kau, kau sudah bosan hidup?! " Memukul kepala Rocky dengan sedikit keras


Rocky mengusap kepalanya "Hei.. hei aku hanya meminta restu orang-tua mu, aku ini sedang membantumu tau! " Di sini Rocky berlagak seolah-olah menjadi korbannya padahal dia yang mengacaukan semuanya, membuat Rayyan dan Tiara datang lebih cepat ke negara A untuk menjenguk putranya.


"Membantu kepalamu! kau ini " Arion tidak bisa melanjutkan kata-kata nya bagaimanapun semua sudah terjadi marah pun hanya akan membuang energinya.


"Ayolah Arion jika aku tidak memberitahu pada Aleena apa kau akan terus menyembunyikan hubungan mu dengan Olivia, dia juga ingin kejelasan darimu apa aku salah? " Ucap Rocky mengutarakan apa yang dia pikirkan waktu itu sehingga membuat nya mengirimkan pesan itu, tapi tidak menyangka Arion akan membuktikan dengan caranya sendiri, Arion bahkan memberikan kepastian dengan mencatatkan pernikahan nya.

__ADS_1


"Sudahlah! Gaji mu dan uang saku bulan ini aku potong ini kompensasi untuk ku, karena kau sudah ikut campur urusan ku! " Ucap Arion dia tau Rocky tidak suka uangnya di potong


"Arion jangan bercanda, aku sedang mendirikan bisnis judi pacuan kuda" Ucap Rocky kesal


Arion tidak mendengarkan Rocky sekarang dia fokus dengan Aric "Jadi hanya ini yang ingin kau katakan? " Tanya Arion kepada Rocky


"Bukan, tidak hanya ini, papa dan mama akan datang dengan Fiona" Aric menghentikan bicaranya dia sedikit ragu untuk mengatakan apa yang sudah dia susun di pikirannya


"Lalu apa masalahnya? apa hubungannya denganku? " Ucap Arion


"Arion kau lupa, Fiona sangat menyukaimu, dia ingin bersama mu apa kau tau dia selalu mendambakan mu, lalu.. lalu jika dia tau kau menginginkan wanita lain apa yang akan terjadi padanya" Ucap Aric menarik kerah pakaian Arion


"Dari awal gadis itu sudah buta dan bodoh! bagaimana kau bisa menyukai nya" Ucap Arion menggelengkan kepalanya


"Aric tenanglah, tenang lepaskan dulu kerah Arion jangan gegabah ok" Rocky melihat Aric sangat marah untuk pertama kalinya dia melihat kerah baju Arion hampir sobek di buatnya karena cengkraman yang sangat kuat, memang mereka benar-benar saudara kembar kekuatan nya sama besarnya.


"Kau sudah tau maksud ku bukan, dia tidak menyukai ku! " Ucap Arion tersenyum seperti mengejek


"Kau berfikir dia hanya pura-pura kau benar-benar picik Arion, dia selalu menyanjung mu begitu menyukai mu bagaimana kau bisa berfikir seperti itu" Aric benar-benar kesal dengan Arion yang memasang wajah datar seperti itu


"Kau ini terlalu naif atau pura-pura bodoh yang gadis itu cintai adalah orang yang memberinya kalung, dan aku ingat saat ayah mengatakan kau akan pergi ke rumah nenek kita menukar kalung milik kita, kalung ku ada bersama mu dan kalung mu ada bersamaku, jadi yang dia suka selami ini bukan aku tapi kau" Arion melepaskan tangan Aric yang melemah, Aric mengerti apa yang Arion ucapkan


"Pasangan serasi, sama-sama bodoh! " Ucap Arion kesal dengan saudara kembarnya sendiri kenapa dia tidak mengatakan sebenarnya atau dia hanya berpura-pura lupa agar tidak menyakiti Fiona. "Aric kau membuang waktu ku!, kenapa aku harus menjaga hati orang yang tidak mempunyai hati padaku, berhenti menjadi Naif! " Ucap Arion yang kembali masuk ke kamar Olivia

__ADS_1


Rocky menepuk pundak Aric "Aku tau apa yang kau pikirkan, kau tidak ingin menghancurkan impian Fiona bukan dan mengatakan kalau itu dirimu bukan, tapi Aric kau dan Arion punya wajah yang sama apa yang membuatmu tidak percaya diri? " Ucap Rocky sangat masuk akal


"Aku... " Aric tidak tau harus berkata apa memang selama ini dirinya terlalu pengecut, tidak dia bukan terlalu pengecut tapi dia terlalu menyayangi Fiona jadi bahkan menyakiti lewat perkataan juga tidak bisa dia lakukan *Apa Fiona akan menerima kenyataan ini? " Itu yang Aric pikirkan dalam diamnya


"Sudahlah tenangkan dirimu masih ada satu hari sebelum bertemu dengannya, kau bisa memikirkan baik-baik apa yang akan kau lakukan, bagaimana kalau hari ini ikut bermain denganku? " Ucap Rocky mengajak Aric untuk pergi


Aric mengangguk butuh waktu untuk nya berfikir sekarang, dan lebih baik dia ikut bersama Rocky untuk membuka pikiran nya.


Arion masuk kedalam kamar, melihat dion masih berdiri dengan jarak cukup jauh menjaga Olivia yang seperti nya mulai terlelap mungkin efek. dari obat, Arion memberikan isyrat untuk Dion keluar dan mendapatkan anggukan dari Dion.


Arion perlahan melangkahkan kakinya mendekat ke arah ranjang Olivia, dia dengan hati-hati naik di samping ranjang Olivia, dia ikut merebahkan tubuhnya yang mungkin juga sudah merasa lelah, dia dengan hati-hati membawa Olivia ke pelukan nya perlahan mengusap lembut kening Olivia, membuat Olivia yang masih setengah terlelap menjadi nyaman dan terlelap sepenuhnya.


Arion menatap. wajah cantik Olivia dan tak henti mengembangkan senyumnya, sampai akhirnya dia juga ikut terlelap Arion ikut tertidur bersama dengan Olivia bahkan mereka melewatkan waktu makan siangnya.


Senja menyapa Olivia merasa tubuhnya menyentuh sesuatu yang keras, Olivia lalu mengerjapkan matanya dan melihat wajah tampan tepat di hadapan nya, Olivia panik dan ingin menjauhkan dirinya tapi tidak bisa, tubuhnya ada dalam pelukan Arion jika dia terus bergerak dia akan membangunkan Arion dia tidak tega melihat nya, Arion terlihat lelah.


Olivia melihat sangat dekat wajah Arion yang terlihat makin tampan saat dirinya terlelap itu membuat tangan Olivia tanpa sadar mengusap pipi Arion dengan lembut dan entah mengapa Olivia merasa bahagia itu terlihat dari senyumnya yang mengembang di wajah nya


"Sudah puas menyentuhnya? " Ledek Arion yang baru saja bangun dan merasa ada yang mengusap lembut pipinya


"Em..it.. itu tidak " Olivia ingin menarik tangannya namun di tahan oleh Arion"


"Kenapa? usap saja aku sudah menjadi milik mu" Ucap Arion dengan suara khas laki-laki bangun tidur benar-benar menggoda membuat hati Olivia berdegup dengan kencang dan tak bisa berkata hanya wajah yang kini terlihat bersemu merah

__ADS_1


__ADS_2