MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 90


__ADS_3

Olivia merasa malu dengan perlakuan baik Alister padanya, namun ada rasa senang merasa di perhatikan.


"Sudah pergilah kau bilang ingin berjalan-jalan di pasir pantai" Ucapan Alister


Olivia segera melepaskan sepatunya dan berlari kecil ke arah bibir pantai, bermain dengan ombak kecil itu *Ah begini kah rasanya tertabrak ombak kecil" Ucapan Olivia yang baru pertama merasakan kakinya tersapu ombak.


Dua laki-laki yang berdiri di tempat berbeda merasa Olivia terlihat sangat cantik dengan pantai sebagai latar belakang nya, berlari kecil mengejar ombak memperlihatkan sisi imut dari perawat cantik itu. tanpa sadar dua laki-laki itu mengembangkan senyumnya.


Arion yang sedari tadi terlihat marah tiba-tiba bisa tersenyum melihat tingkah Olivia yang di anggap nya lucu.


Arion sudah cukup untuk mengalah kali ini dia hanya menunggu untuk dirinya hadir di tengah mereka.


Olivia masih berlari kecil, Alister kemudian berjalan ke arah Olivia, mereka berdua kini seperti anak kecil bermain-main dengan ombak, tapi itu berlangsung tidak lama, saat Alister mendapati handphone nya berbunyi.


Alister menatap layar ponsel yang Bertuliskan nama paman Nicko, Alister bergegas mengangkat telponnya.


"Ya paman ada apa? " Ucapnya setelah mengangkat telpon


"Kau berada di negara A, segera ke kantor ada masalah dengan proyek baru kita" Ucap pamannya dengan nada yang seperti nya sangat khawatir.


"Aku mengerti, aku segera kekantor" Ucap Alister kemudian mematikan handphone nya.


Olivia melihat wajah panik dari Alister "Apa ada masalah? " Tanya Olivia perhatian.


"Ada sedikit masalah di kantor aku harus kembali" Ucap Alister


"Baiklah kau kembali saja ke kantor" Ucap Olivia


Alister tau ini semua pasti ulah Arion agar dirinya tidak dapat bersama dengan Olivia 24 jam seperti perjanjian mereka, tapi Alister tidak ingin melepaskan kesempatan yang tidak mudah dia dapat.


"Aku akan membawamu ke kantor bagaiman" Ucap Alister yang tidak ingin kehilangan kesempatan bersama dengan Olivia

__ADS_1


"Itu apa tidak masalah? " Ucap Olivia canggung dia merasa tidak. enak menemani Alister ke kantor


"Tidak masalah" Jawab Alister cepat


"Apakah aku tidak akan menganggu mu? lebih baik aku kembali ke rumah" Ucap Olivia yang tidak ingin mengganggu pekerjaan Alister yang terlihat sangat penting.


"Wah ternyata kau masih di sini? apa tidak masalah? " Sindir Arion yang berjalan mendekat ke arah Olivia dan Alister


"Ternyata kau masih di sini kak? apa kau memantau kami? " Sindir balik Alister pada Arion


Arion menatap dengan wajah datarnya "Apa kau pikir aku di sini hanya untuk bermain, bukannya akan aneh jika aku sudah pulang! aku di sini untuk pekerjaan wajar saja jika aku masih disini" Ucapan Arion sangat masuk akal tidak bisa di bantah oleh Alister.


"Baiklah kak, kau tetaplah di sini kami akan pulang, ayo Olivia" menggandeng tangan Olivia dan melangkah pergi


"Alister bukankah kau akan ke kantor? " Tanya Olivia ragu


"Benar kau bisa menemaniku di sana" Ucap Alister berharap.


*Alister? " Arion mendengar Olivia memanggil nama Alister membuat Arion mengeratkan giginya, dia benar-benar tidak suka mendengar Olivia memanggil Alister begitu akrab.


Arion menatap Dion untuk mulai berbicara, tatapan Arion membuat Dion tidak sanggup lagi menelan saliva nya.


"Nona Olivia kebetulan pekerjaan kami sudah selesai, dan akan pulang bagaimana kalau Nona ikut dengan kami? " Tanya Dion


"Tidak perlu, aku bisa mengantarkan nya pulang jika dia tidak bisa menemaniku di kantor" Alister tidak mau Olivia pulang bersama Arion.


Sebenarnya Olivia juga tidak mau di pulang dengan Arion, tapi dia juga tidak ingin merepotkan Alister.


"Tapi Tuan Alister kantor mu dan rumah tuan berlawanan arah" Ucapan Dion membuat keraguan Olivia pulang dengan Arion menghilang, mendengar ucapan Dion semakin membuat Olivia tidak ingin merepotkan nya.


"Alister lebih baik kau kembali ke kantor, aku tidak apa pulang dengan tuan Arion" Olivia meyakinkan Alister dan tersenyum

__ADS_1


"Tapi Olivia" Alister merasa menyesal tidak bisa mengantarkan Olivia tapi proyek baru mereka di negara A tidak boleh ada kegagalan dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya meski hatinya ingin tetap tinggal dengan Olivia.


"Kita masih ada banyak waktu, jangan khawatir terimakasih untuk hari yang menyenangkan ini, Alister" Olivia tersenyum begitu tulus menyejukkan mata Alister yang tak berkedip memandang nya, sedangkan Arion semakin tidak senang.


*Hari yang menyenangkan! hah hanya ke pantai saja" Arion mencemooh dalam hati dia benar-benar tidak suka kalimat itu keluar dari mulut Olivia, ingin rasanya Arion segera mengangkat Olivia masuk ke dalam mobilnya


"Maafkan aku Olivia, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat, agar bisa makan malam denganmu"


"Aku akan menunggu untuk merepotkan mu lagi, terimakasih" Selain cantik Olivia memang orang yang sangat ramah dan baik, tentu saja semua orang mudah menyukainya.


"Jika ingin pulang bersama segera ke mobil" Arion tal tahan melihat pemandangan manis di hadapan nya.


"Ayo Nona kita pulang" Ucap Dion menunjukkan jalan kepada Olivia, meninggalkan dua rival yang saling bertatapan.


"Ingin makan malam dengannya? mimpi saja! kerjakan pekerjaan mu yang sudah menunggu" Arion mencibir


"Apa kau yang melakukan nya? " Itu yang kini sedang ada di pikiran Alister, semua adalah ulah Arion, proyek yang tadinya berjalan dengan lancar bisa terjadi masalah siapa lagi yang bisa melakukan nya kalau bukan sang penguasa.


"Tebakan jitu, sekarang kau tau berapa nilai mu di banding aku, ingin bersaing jangan bermimpi!!" Arion berjalan setelah berucap, terlihat jelas senyuman penuh kemenangan di wajah Arion, Arion benar-benar memberitahu siapa dirinya, seorang penguasa yang tidak bisa di kalahkan hanya dengan pertaruhan.


Alister menggenggam erat tangannya yang mengepal sempurna, ingin rasanya dia mengumpat dan memukul wajah yang mengejeknya tadi, tapi dia tidak ada waktu untuk itu dia harus menyelesaikan proyek nya yang bermasalah. "Sial!! aku tidak akan pernah melepaskan Olivia, kak Arion tunggu saja aku akan mendapatkan nya" Alister bergegas pergi ke kantor.


Di sisi lain Olivia ingin duduk di depan bersama Dion namun suara laki-laki itu menahannya "Duduk denganku! " Ucapan singkat itu mampu merubah keputusan Olivia dengan mudah.


Olivia segera masuk dan duduk di jok belakang bersama dengan Arion.


Suasana sangat canggung dan hanya hening yang terasa sampai akhirnya suara HP Arion berdering.


"Ada apa Rocky? " Tanya Arion saat mengangkat telpon dari sepupunya itu.


"Nenek sudah sadarkan diri" Ucapan itu mampu membuat Arion terdiam sejenak tanpa sadar air mata bahagia itu membasahi pipinya.

__ADS_1


Olivia yang melihat air mata itu merasa khawatir dan saat Arion mengakhiri telponnya Olivia dengan berani memberinya sapu tangan buatan nya "Tuan ambilah in.. " Ucapan Olivia terhenti saat badan tegap itu merengkuh nya.


"Nenek sudah siuman" Ucapan itu mampu membuat Olivia tanpa sadar membalas pelukan Arion, membuat jantung Arion ingin melompat dari tempat nya.


__ADS_2