
Arion menghela nafasnya mengatur jantung nya yang berdetak kencang karena gesekan benda kenyal di lengan tangannya. Arion menggelengkan kepalanya tak menyangka gadis yang dia lihat lemah begitu berusaha keras menahannya hanya untuk memohon dirinya bertemu dengan ibunya sendiri, ada sedikit perasaan malu yang Arion rasakan.
"Temani aku" Menatap Olivia yang terkejut dengan ucapan Arion begitupun Rocki ikut terkejut dengan Apa yang dia dengar.
"Kau mau menemani Bibi? " Rocki bertanya dengan benar maksud ucapan Arion.
"Ya hanya sebentar, dan kau ikut! " Arion meminta Olivia menemaninya masuk entah kenapa Arion meminta itu pada Olivia dia sendiri tidak menyangka hal itu dia katakan dua kali.
Arion dan Olivia sudah berganti dengan pakaian steril seperti permintaan dokter yang menjaga Tiara dokter khusus yang Rayyan sewa.
Arion baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Tiara, Namun kemudian berhenti dan ingin kembali keluar namun tangannya di tahan oleh Olivia "Tuan sebentar saja seperti katamu" Ucap Olivia yang tidak ingin Arion berubah pikiran, Tapi entah mengapa Arion merasa tidak akan baik jika dirinya menemui ibunya.
"Tuan Muda tidak mungkin akan menelan kembali ludahnya bukan" Olivia sengaja berbicara seperti itu, meski dia sangat takut Arion akan marah tapi dia tidak mau usahanya sia-sia.
Arion menatap kesal pada Olivia yang bersikeras untuk nya tetap bertemu dengan ibunya. Dengan berat hati Arion melangkah mendekat ke arah wanita paruh baya yang tengah memejamkan matanya dengan tubuh yang di penuhi dengan alat medis yang membantunya tetap hidup.
Kali ini hati Arion lebih sakit di bandingkan tadi, saat dia bisa lebih dekat melihat wajah pucat itu, wajah yang hampir dia lupakan dengan bibir yang berat dan mata yang sudah mulai menggenang "I... Ibu"Kalimat singkat itu keluar dari mulut angkuh Arion dengan refleks tangan yang menyentuh tangan ibunya yang dia rasa sangat kurus dan tinggal tulang saja.
Arion tidak mampu berbicara apa pun rasa sayangnya dan rasa bencinya kini sebanding dia tidak mampu merangkai kata apapun, dia hanya bisa mengusap punggung tangan Tiara tanpa berkata.
Tapi Olivia melihat Arion sebenarnya masih sangat menyanyi ibunya dengan melihat mata nya yang sudah meleleh kan air mata di pipi laki-laki tampan di hadapannya.
Arion hanya terus mengusap punggung tangan Tiara, dan sesekali mengecup nya, Olivia hanya bisa menatapnya tidak tau apa yang sedang Arion pikirkan.
" Sudah cukup, aku keluar" Ucapan Arion membuat Olivia terkejut, tapi kali ini Olivia tidak bisa menahan Arion lagi.
Arion ingin melepaskan genggaman nya dari tangan sang ibu tapi dia tidak menyangka ada gerakan di tangan Tiara seakan menahan nya, alat yang di pasang untuk memantau keadaan Tiara mulai terlihat Ada pergerakan, Olivia melihat nya.
__ADS_1
"Tuan panggil dokter kemari! " Ucapan Olivia dengan gesit langsung masuk pada profesional kerjanya seorang perawat.
Arion segera menekan bel di ruangan itu segera petugas medis masuk ke dalam ruangan Tiara. Olivia dan Arion di minta keluar oleh perawat yang bertugas merawat Tiara
Arion dan Olivia keluar, Arion sedikit gelisah dia menatap Olivia "Apa dia akan baik-baik saja? " Suara Arion lirih
"Kita berdoa saja Tuan Arion" Ucap Olivia mencoba menenangkan Arion, kain itu di geser membuat Arion tidak bisa melihat wajah Tiara lagi dari jendela.
"Apa dia akan lebih parah? aku sudah mengatakan untuk tidak menyuruhku bertemu dengannya" Arion terlihat menyesal kali ini Arion terlihat sangat khawatir tidak menyembunyikan nya lagi, dia menarik kasar rambutnya
"Arion tenang lah ok! tenang biarkan dokter bekerja" Rocki mencoba menenangkan Arion
Rayyan mendapat telpon dari rumah sakit, dia segera kerumah sakit setelah pemakaman selesai bersama seluruh anggota Aditama dan keluarga besar lainnya seperti Wiguna dan saputra Wijaya pun ada.
Saat ini dokter masih menangani nya di dalam, Aric dan Davian datang terlebih dulu
"Aric tenanglah, Aric tenang dulu" Menarik tubuh Aric untuk menjauh dari Arion, tapi Aric benar-benar kuat mencengkram Arion, baru kali ini Davian melihat Aric begitu marah, dia biasanya ceria dan santai tapi bagaimana pun juga hal wajar untuk Aric jika itu menyangkut ibunya.
Kali ini Arion hanya diam saja, sebenarnya jika Arion mau, Arion akan dengan mudah melepaskan cengkraman Aric.
"Aku harus memukul si brengs*k ini!!!! " Aric mengira Arion berbicara sesuatu yang buruk sehingga membuat Tiara drop, tapi nyatanya Arion hanya diam saja saat menemui Tiara
BUUUGH!!!
Satu pukulan mengenai sasaran tepat di wajah Arion, Arion benar tidak mengelak dia hanya menahan.
"Kau lebih baik kembali ke Negara mu jika kau di sini hanya menyakiti Mama ku! " Teriak Aric, Arion melepaskan cengkraman Aric mengusap ujung bibir nya yang mengeluarkan sedikit darah dan membiru.
__ADS_1
"Tanpa kau usir aku akan pergi! " Arion hendak pergi berjalan membelakangi Aric namun tiba-tiba seseorang memeluknya dengan erat, membuat Arion sedikit bingung dia melupakan siapa dia yang memeluknya.
"Arion jangan pergi nak, Mama mu sangat merindukan mu " Ucapnya dengan menatap manik mata yang ke bingungan dengan siapa yang sedang berbicara dengannya itu.
"Queen jaga sikapmu dengan Tuan Muda" Ucap Bima, ya wanita yang memeluk Arion adalah Queen orang yang cukup lama membantu mengasuh Arion dan Aric.
"Maafkan aku, hanya saja aku tidak tega dengan Nyonya " Ucap Queen yang tau sangat bagaimana Tiara merindukan Arion
"Lepaskan aku! Dan lagi aku bukan Tuan Muda mu! " Menatap Bima tajam sembari melepaskan Queen yang masih memegangi tangannya setelah melepaskan pelukan nya.
Arion berjalan tanpa memperdulikan Queen dia samar-samar mengingat siapa Queen itu, Arion terus berjalan di ikuti Olivia, kali ini Rocki tetap tinggal untuk memberitahu apa yang terjadi sekaligus ingin tahu bagaimana keadaan Tiara.
Rayyan dan Derrel sampai di rumah sakit semua berkumpul di sana, Rayyan berjalan ke Arah Aric "Di mana kakakmu? " Tanya Rayyan yang tak di jawab oleh Aric. Rayyan kemudian bertanya pada Davian anak dari kakaknya "Davian di mana sepupu mu Arion? " Menatap keponakan nya penuh tanya.
"Emm itu paman dia baru saja pergi" Ucap Davian
"Queen Bima kau melihat Arion pergi? " Menatap kedua mantan pengawalnya yang kini sudah membuka camp pelatihan rahasia dan menjalankan bisnis restoran namun hubungan nya dan Rayyan masih baik karena camp dan restoran mereka juga pemberian dari Rayyan saat mereka mengundurkan diri dari menjadi pengawal mereka
"Kami melihat nya" Ucap Bima
"Kenapa tidak mencegah nya! "
"Paman jangan marah, mungkin Arion sedang menenangkan diri" Ucap Rocking mendekat pada Rayyan
"Menenangkan dari apa? " Menatap Rocki , Rocki hanya diam tidak mungkin menjawab menenangkan diri dari tuduhan adiknya
Saat Rayyan ingin mencecar Rocki tiba-tiba pintu ruangan Tiara terbuka terlihat dokter yang keluar dari ruangan itu, Rayyan bergegas mendekat ke arah dokter "Bagaimana istri saya dokter? ".
__ADS_1
Dokter itu menghela nafasnya.