MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 109


__ADS_3

Alister ingin membawa Olivia ke kamarnya namun Olivia berhenti "Terimakasih sudah membantu ku" Ucap Olivia yang masih menyeka air matanya.


Melihat air mata di wajah Olivia membuat Alister merasa tidak enak di hatinya dan tiba-tiba berkata "Apa kau masih menyukainya, Olivia? "


Olivia menggelengkan kepalanya pelan "Aku tidak tau" Ucapnya pelan, karena bagaimanapun Andreas adalah cinta pertama Olivia tentu saja sangat sulit untuk melupakannya bahkan selama bertahun-tahun tidak berjumpa wajah dan nama Andreas selalu ada di benaknya.


"Aku mengerti, pelan saja tanyakan pada hatimu, apakah kau mencintai nya hanya kau yang tau, jika iya aku tidak keberatan untuk melepas mu" Ucap Alister spontan dan langsung berlalu pergi, ada nada kecewa terbesit di kalimat Alister.


"Aku tidak bisa mencintai nya? karena akan ada orang yang tersakiti, aku dan Andreas sudah berakhir, Olivia ingat itu baik-baik. " Olivia mengingatkan dirinya dan berusaha untuk tegar mengusap air matanya.


Andreas saat ini berada di mobilnya dia memukul stir mobilnya "Akhhhh Olivia, kenapa kau diam apa benar kau menjauhiku karena uang seperti yang mamaku bilang? Haaa hhh hhh" Andreas mengacak rambut nya menarik kasar rambutnya dia ingin tidak percaya dengan perkataan mamanya tapi dia melihat bukti transfer itu sendiri dari mamanya, dia mencari Olivia berharap mendapat penjelasan namun Olivia terlihat tidak mau menjelaskan apapun "Akkk hhh hhh Olivia kau membuatku kehilangan akal sehatku! " Andreas menyenderkan kepalanya di stir mobilnya dia benar-benar bingung sekarang.


Saat ini Rocky melihat Olivia yang masih berdiri di depan dapur, dia terlihat kosong mungkin karena tuduhan yang Andreas ucapkan membuat nya sangat sakit.


"Dooor, " Rocky mencoba mengejutkan Olivia tapi respon Olivia sama sekali tidak terkejut."Olivia apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Rocky yang langsung merubah ekspresi wajahnya yang tadinya ingin mencoba menghibur Olivia tapi kini malah ikut sedih melihat wajah datar Olivia.


"Apakah aku terlihat seperti orang yang akan menggadaikan cintanya dengan uang, kenapa dia bisa berfikir seperti itu " Olivia akhirnya menumpahkan semua air matanya , meskipun dia masih berusaha menyeka air mata itu


Perkataan Olivia itu mampu membuat Rocky tau bagaimana perasaan Olivia sekarang, tuduhan kejam jika di lontarkan orang yang tidak di kenal itu tidak akan terlalu sakit, tapi jika tuduhan yang begitu kejam di lontarkan orang yang pernah mengisi hati kita itu akan terasa sakit dua kali lipat..


Rocky menghela nafasnya "Aku tau kau bukan orang seperti itu, jadi jangan menangis untuk kesalahan yang tidak kau lakukan, biarkan Andreas berbicara sesukanya, kali ini yakinkan hatimu dan buka lembaran baru ada seseorang yang masih menunggu mu" Perkataan Rocky itu mampu membuat wajah yang di penuhi air mata itu menatapnya


"Benar! aku tidak mengizinkan mu menangisi laki-laki lain! " Suara laki-laki itu terdengar dari belakang Rocky mengiringi langkah kaki yang semakin mendekat, membuat Rocky dan Olivia melihat ke arah laki-laki itu.


"Arion kau disin... " Ucapan Rocky tidak terselesaikan karena dirinya sudah di dorong menjauh dari Olivia, Arion menatap Rocky tajam "Kau terlalu dekat! " tatapan tajam itu mampu membuat Rocky bergidik.

__ADS_1


Tanpa berbicara apapun Arion langsung memeluk Olivia, membuat Rocky membuka lebar mulutnya terperanga karena tindakan Arion, seorang yang berdarah dingin, berwajah kutup, bersikap es balok bisa-bisanya melakukan hal seperti itu.


"Dengar! aku tidak mengizinkan mu menangis laki-laki lain sekarang! mengerti! " Ucapnya dengan suara yang penuh penekanan


Olivia hanya bisa terpaku, tapi tidak bisa Olivia pungkiri pelukan itu mampu membuat hatinya merasa sangat tenang.


"Ekhmmm, se... sebaiknya aku pergi dari sini aku tidak ingin berubah menjadi lalat pengganggu" Ucap Rocky yang merasa dia seperti orang ketiga di antara dua pasangan yang bahagia.


Arion tidak melepaskan pelukan nya pada Olivia tapi dia mengibaskan tangannya seperti sedang mengusir sepupunya itu.


"Apa dia masih sepupuku yang sombong dan kaku, kenapa tiba-tiba bisa bersikap romantis bahkan saat aku mengajarinya dia sama sekali tidak bisa mengeksekusi nya dengan baik" Gumam Rocky saat pergi menjauh.


Saat Rocky bergumam dia melihat dalang di balik ini semua sedang bersembunyi di balik tembok, Rocky tentu saja segera menemuinya "Dion, ah apa kau yang mengajarinya" Tanya Rocky


"Hmm, tapi kenapa kau terlihat murung" Tanya Rocky yang melihat wajah Dion tidak seperti biasanya


"Ini semua gara-gara kau, kau benar-benar membuat hariku sulit, Rocky! " Dion mengangkat kerahasiaan Rocky dia benar-benar kesal dengan apa yang terjadi saat Arion menerima pesan dari Rocky.


"Tu.. tunggu kawan kau bisa berbicara baik-baik turunkan kerah kemeja ku ok" Ucap Rocky mencoba melepaskan tangan dion dari kerahnya.


"Tidak bisa kau harus mengganti rugi semuanya"


"Ok aku akan mengganti rugi tapi kau ceritakan dulu apa yang terjadi" Rocky sangat penasaran apa yang terjadi saat Arion menerima pesannya, wajah Rocky sekarang menggambarkan dia benar-benar ingin tau apa yang terjadi.


Flashback on

__ADS_1


HP Arion berbunyi satu pesan masuk, Arion melihat nama Rocky di layar HP nya, membuka pesan yang di berikan Rocky, melihat Alister yang begitu dekat dengan Olivia dan juga pemandangan seperti orang yang sedang merebutkan wanitanya itu, mampu membuat darahnya mendidih apa lagi saat dia mlihat seperti nya Olivia sedang menangis, dengan marahnya


Praaaaaaakkkkkkk..... Arion melempar sembarang HP nya dan mengenai laptop Dion, untung saja itu tidak meledak, laptop berharga ratusan juta itu rusak hanya karena foto yang Arion lihat.


"Dion segera kembali ke rumah dalam 10 menit kita harus sudah sampai jika lebih aku akan memotong semua gaji mu dua bulan ini!! " Ucap Arion bersungguh-sungguh


Flashback off


"Ini semua gara-gara kau, aku kehilangan laptop ku dan gaji ku, oh gaji dua bulanku laptop ku" Dion saat ini benar-benar kesal pada sahabat nya itu


"Hahaha dia benar-benar cemburu, bagus bagus ini berita bagus" Ucap Rocky yang malah fokus pada sikap Arion bukan kerugian yang Dion derita


"Bagus kepalamu! laptop ku itu aku beli dengan gaji ku, dan sekarang aku kehilangan gaji ku dua bulan karena aku sampai di sini lebih dari 10 menit, ini semua karena ulah jail mu" Dion mengguncang tubuh Rocky


"Ck! kau sendiri sudah lama jomblo kau pasti punya uang tabungan kau pakai saja itu" Rocky tertawa puas dia senang sepupunya cemburu dan juga senang sahabat nya menderita


"Kau" Dion saat ini benar-benar marah dengan ucapan Rocky dia ingin sekali memukul wajah Rocky sekarang


"Sudahlah sudah jangan main-main lagi aku akan mengganti laptop mu" Ucap Rocky melepaskan tangan Dion dari kerahnya


"Kau yang dari tadi main-main kau benar-benar sengaja melakukan nya agar tuan kembali dan semakin dekat dengan Olivia, tapi apa kau tidak apa-apa? " Dion tau Rocky pernah menaruh simpati nya pada Olivia


"Hah apa yang kau katakan, kau berbicara Seolah-olah aku pernah tertarik pada Olivia" Ucap bohong Rocky, Rocky memang pernah sangat tertarik dengan Olivia tapi dia melepaskan nya demi Arion


Dion tidak merespon apa pun hanya menepuk pundak Rocky

__ADS_1


__ADS_2