MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 155


__ADS_3

Tentu saja karena mereka tidak tau akhir nya Rocky memberikan saran untuk mencari keberadaan mereka dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Sesuai dengan saran Rocky Aleena dan Rocky segera mencari keberadaan Arion dan Fiona, Mereka segera berjalan ke arah awal Arion dan Fiona pergi.


Setelah jauh dari cafe dan berada di tempat sepi Arion segera menghempas tangan Fiona, tentu saja Fiona merasa terkejut dengan perubahan sikap Arion tiba-tiba.


"Kak kenapa mengibaskan begitu kencang" Ucap Fiona yang ingin terlihat lemah di hadapan Arion namun sebenarnya kibasan tangan Arion tentu saja tak terasa oleh Fiona karena Fiona dan Alister sama saja mendapatkan pelatihan dari papinya meskipun Alister mendapat pelatihan tambahan dari Daniel.


"Jangan berpura-pura, black Drago tidak memiliki tuan putri yang lemah, hanya mereka punya tuan putri yang bodoh! " Ucap Arion terlihat mengejek Fiona.


Fiona menghela nafasnya dia harus lebih sabar karena dia tau orang di hadapannya tidak seperti Aric yang memiliki tutur kata yang lembut, orang di hadapan nya ini punya lidah yang sangat pahit, Fiona berusaha memahami dan menerima ejekan Arion.


"Apa tidak sebodoh itu kak, nilai akademis ku sangat tinggi IQ ku juga di atas rata-rata, aku juga pandai olahraga " Fiona menepis omongan Arion dengan tenang.


"Tapi kau bodoh soal cinta dan perasaan " Arion berkata dengan yakin dan tidak sadar bagaimana dirinya juga sangat bodoh dalam urusan cinta tapi dia berbicara berlagak. seperti sangat mengerti soal cinta.


"Apa maksud mu kak? apa kau berfikir aku hanya pura-pura mencinta... " Ucapan Fiona tidak terselesaikan karena Arion sudah menyela perkataan nya itu.


"Mencintai ku? atau mencintai orang yang pernah berjanji padamu? " Wajah Arion terlihat seperti seorang yang tengah mencibir


"Sama saja, mencintaimu atau mencintai orang yang berjanji padaku sama saja karena kalian orang yang sama" Fiona sedikit meninggikan suaranya karena tidak suka dengan pandangan Arion yang meremehkan rasa cintanya itu.

__ADS_1


"Sayang sekali, mereka bukan orang yang sama! " Arion terlihat begitu tegas mengatakan hal itu, namun Fiona tidak mengerti bagaimana Arion tidak mengakuinya.


"Jelas-jelas itu kau kak! satu orang yang sama, cukup jangan permainkan aku kak, jika tidak menyukai ku jangan melukai hati dan keyakinan ku terlalu dalam" Fiona menahan sedih bercampur amarahnya dia tidak menyangka Arion akan sekejam itu tidak mengakui masa lalu mereka.


"Ck! kau benar-benar bodoh! " Arion menggelengkan kepalanya dia benar-benar mengerti kenapa Aric terus saja memendam rasa cinta nya, Arion melihat orang di depannya itu sangat keras kepala. "Jika kau yakin itu aku apa buktinya? " Tanya Arion yang sudah tau apa yang akan di lakukan Fiona


"Ka.. kau lupa aku masih membawa kalung yang kau berikan dulu" Ucap Fiona dengan tergesa-gesa mengeluarkan kalung yang dia pakai di lehernya. "Ini kalung milik mu kak apa kau tidak ingat" dia memperlihatkan nya


Arion tersenyum penuh arti benar saja sesuai dengan tebakannya Fiona akan mengeluarkan kalung itu, itu adalah satu-satunya bukti yang Fiona miliki.


Arion segera mengeluarkan sesuatu di dompet nya setelah percakapan nya dengan aric waktu itu dia menyimpan kalung aric di dompetnya. "Kau lihat ini? " Tanya Arion pada Fiona yang merasa heran dengan ada kalung lain di tangan Arion


"Kalung ini memang milik Aric, kami bertukar kalung setelah orang tua kami mengatakan akan membawa Aric keluar negeri hidup bersama dengan nenek, jadi aku tidak pernah menyimpan kalung milikku" Ucapan Arion itu membuat Fiona terkejut sekaligus tak percaya.


"Apa maksud mu? " Fiona menyangkal semua yang keluar di pikiran nya, dugaan dugaan yang membuatnya meragukan keyakinan nya itu.


"Kau ini benar-benar bodoh atau berpura-pura bodoh! yang kau cintai bukan aku, aku dan orang yang memberikan mu kalung ku adalah orang yang berbeda, jadi lebih baik kau pakai otak mu itu untuk berfikir! " Arion menyimpan kembali kalung milik Aric ke dalam dompet nya dan memasukannya kembali kedalam sakunya.


Fiona terdiam sejenak dia tidak menyangka akan mendapatkan pukulan kuat dari kenyataan ini namun ada perasaan yang ingin menolak kebenaran di depannya "Ka.. kau bohongkan ka.. kau hanya ingin membuatku berhenti mengejar mu bukan, ja.. jangan berbuat sekejam ini kak" Fiona mengatur nafasnya menggelengkan kepalanya dia tidak percaya benar-benar tidak ingin percaya apa yang di katakan Arion.


"Tidak percaya tanyakan pada orang nya! " yang Arion maksud Arion ingin Fiona bertanya sendiri dengan Aric namun respon Fiona terus menggelengkan kepalanya, dia tidak mempercayai ucapan Arion karena jika benar itu Aric kenapa dia tidak memberitahu kan nya.

__ADS_1


"Tidak! kau bohong apa kau sudah merencanakan nya kau pasti menyuruh kak Aric untuk mengiyakan semua perkataan mu bukan! tidak aku tidak percaya orang yang aku cintai adalah kau kak" Fiona benar-benar keras kepala dia tidak ingin keteguhan nya hancur hanya karena omongan dari Arion.


"Berbohong apa kau pikir aku punya waktu untuk bersandiwara! " Arion benar-benar tidak tau lagi cara menghadapi tuan putri black drago yang keras kepala. Arion memilih untuk pergi dari sana namun tak di sangka Fiona malah memeluk Arion.


"Kak jangan lukai aku, ak.. aku benar-benar tulus mencintaimu" Fiona tidak tahan lagi sorang mata yang sudah di tahannya akhirnya tumpah


Arion melepaskan pelukan Fiona namun pelukan nya begitu erat itu membuat Arion kesal "Kau sangat keras kepala, dengar orang yang kau cintai bukan aku bahkan ingatan yang kau miliki aku tidak memilikinya! " Arion melepaskan pelukan Fiona


Namun tanpa Arion ketahui saat mereka berdua berpelukan banyak pasang mata yang melihat tak terkecuali Olivia dan Alis terangkat, sisanya tentu saja Rocky dan Aleena yang tidak tau Olivia dan Alister di sisi lain melihat adegan yang sama dengan yang mereka lihat.


Olivia seger pergi setelah Melihat adegan yang entah mengapa membuat batinnya sangat tersisa sesak sakit terasa di dalam hatinya.


"Olivia apa kau menyukai kak Arion? " Pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari mulut Alister karena penasaran kenapa Olivia menariknya setelah melihat kakaknya dan Arion berpelukan.


"Ap.. apa yang kak katakan Alister, aku dan tuan itu bagaikan Air dan langit tidak akan bisa bersama" Ucapan Olivia itu mendapatkan gelengan kepala dari Alister namun Olivia tidak memperhatikan Alister "Alister bisakah kita pulang terlebih dulu, aku merasa dingin dan perutku terasa mual" Olivia ingin segera pulang entah mengapa air matanya ingin sekali tumpah


Alister yang melihat Olivia terlihat benar-benar kedinginan akhirnya mengangguk dan menyetujui nya "Baiklah kita pulang aku akan kirim pesan pada kak Aric" Ucap Alister, mereka akhirnya pulang


Sedangkan Arion melepaskan pelukan Fiona kemudian memukul kepala Fiona tidak terlalu keras "Sadarlah Fiona! jangan biarkan otak mu itu menjadi tidak berguna!" Arion segera pergi meninggalkan Fiona yang terdiam sendiri bahkan sudah tidak merasakan sakit atas pukulan Arion di kepalanya.


"Tidak mungkin? benarkah orang itu bukan kak Arion? tapi jika itu kak Aric kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya? " Ucapan Fiona sembari menghapus air matanya

__ADS_1


__ADS_2