MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 119


__ADS_3

Rocky melihat api sudah mulai menjalar ke dalam pintu masuk sudah mulai terbakar begitupun dengan jendela, Rocky mencoba menendang besi yang ada di jendela berharap itu akan lepas dan membuat mereka bisa ke luar dari jendela


Rocky terus menendang namun api sudah menjalar "Rocky jangan sembarangan menendang aku bisa menjatuhkan kayu yang terbakar! " Teriak Daniel


"Lalu apa yang harus kita lakukan paman, tidak ada waktu lagi kita harus segera ke luar" Rocky tidak mengindahkan ucapan Daniel dia terus menendang besi itu "Ayolah! brengs*k!!! " umpat Rocky yang merasakan panas pada kakinya.


Daniel menarik Rocky "Jangan tendang lagi atau kakimu yang akan terbakar " Ucapan Daniel yang juga tidak bisa berfikir lagi, api sudah menjalar masuk.


Tisa membawa kain basah untuk mereka setidaknya itu mengurangi asap yang mereka hirup. Daniel melihat Ranti yang kesulitan bernafas dia tidak bisa diam sambil menunggu ajal bukan.


"Rocky jaga mereka, aku akan menendang pintu itu" Ucap Daniel tegas


"Paman kau gila, api sudah membakar pintu dan semua akan runtuh apa paman mau mati sia-sia" Teriak Rocky dan menarik tangan Daniel untuk tidak melanjutkan langkahnya.


Di sisi lain, Susan dan pria paru baya itu tertawa melihat api yang melebar, Susan malah menatap pemandangan itu dari gedung sembari meminum teh di cangkir nya layaknya sedang santai menonton film pribadi.


Pria paruh baya itu memeluk Susan dari belakang "Apa kau menyukainya Susan sayang? " mengecup pucuk kepala Susan dengan begitu lembut.


"Tidak buruk, ini adalah hal baik " Ucap Susan tersenyum puas, dia akhirnya bisa menyingkirkan dua wanita yang menurutnya mengganggu hidupnya dan keluarga nya *Olivia sejak dulu harusnya kau dan ibumu sudah mati" Susan seperti nya memiliki dendam pribadi pada Olivia.


"Kalau begitu bisakah aku minta hadiah ku sekarang sayang" Bisik lembut pria paru baya itu pada Susan seraya tangannya menikmati benda kenyal itu


" Boleh, asal kau bilang pada ayahku kalau kematian mereka terjadi karena korsleting listrik dan memicu kebakaran "


Perkataan Susan itu sedikit membuat pria paruh baya itu terkejut, "Bukannya kau bilang ayahmu akan senang jika wanita itu lenyap" Ucap pria paruh baya itu menatap Susan serius


"Dia terlalu naif dia terlalu banyak berfikir, aku hanya membantunya untuk melenyapkan mereka berdua" Ucap Susan santai, dia tau jika ayahnya tau dia yang merencanakan kebakaran itu ayahnya akan marah besar padanya

__ADS_1


"Kau yakin dia tidak akan marah mengetahui mereka berdua mati? " Tanya pria paruh baya itu


"Tentu saja, kau cukup tutup mulut saja" Susan meletakkan cangkirnya dan menghadap pada pria paruh baya itu "Kau mengerti" Ucapnya sembari mengusap senjata yang hampir berkarat termakan usia itu.


"Aku mengerti, apapun yang kau katakan akan aku turuti, ahhhh lanjutkan sayang" Pria paruh baya itu menyukai permainan tangan Susan.


Sampai akhirnya pria paruh baya itu tak tahan lagi melihat body Susan yang begitu menggoda dengan semua kelebihan yang besar membuat pria paruh baya itu terus menelan air liur nya.


Pria paruh baya itu sudah terbuai oleh permainan yang Susan mainkan, dia tidak tahan untuk mendorong Susan jatuh ke ranjang istirahat nya, ya mereka berada di gedung pemilik rumah sakit yang langsung menghadap ke arah ruangan ibu Ranti.


Pria tua itu sudah tidak sanggup lagi menahan hasrat nya seperti anak muda saja, dia bergegas melakukan nya.


"Awas paman, kau jangan keras kepala! " Teriak Rocky yang melihat Daniel berlari ke arah pintu yang sudah di makan api itu, puing-puing yang terbakar itu mulai jatuh, membuat keadaan semakin mencekam


"Berisik aku tidak akan membiarkan wanitaku mati di sini! aku akan membuatnya seperti dulu" Ucapan yang terlontar secara spontan itu mampu membuat mereka yang mendengar nya tau kalau Daniel memang mungkin memiliki hubungan spesial dengan Ranti.


"Ibu jika kita harus mati di sini aku tidak masalah asal aku mati bersamamu, itu sudah cukup" Olivia sudah mulai pasrah, sekuat apapun mencoba mereka tidak akan bisa menghindari kebakaran itu sekarang asap juga sudah banyak mereka hirup.


"Jangan bicara seperti itu, kita masih punya harapan" Entah mengapa Rocky tiba-tiba teringat dengan sepupu nya


Dan entah mengapa setelah mendengar ucapan Rocky itu, tiba-tiba Olivia terbayang wajah Arion di Kepala nya *Ah Olivia apa yang kau pikir kan, dia tidak mungkin datang, kenapa kau bisa memikirkan nya di saat seperti ini, sadar Olivia " Olivia segera menggelang-gelang kan Kepalanya untuk menampik apa yang dia pikirkan


Dan baru saja Olivia membayangkan Arion bruuuuukkkk puing-puing kayu jatuh lagi hampir mengenai ibunya Olivia untung Tida yang melihat menarik Olivia dan ibunya membuat Olivia refleks bergerak mundur membawa ibunya.


"Apa yang kau lakukan Olivia, jangan melamun" Ucap Tisa yang mengingat kan Olivia


"Aku tau, maafkan aku" Olivia merasa bersalah dan malu bagaimana di saat seperti ini dia malah membayangkan wajah seseorang

__ADS_1


Rocky yang melihat Daniel berusaha mencapai pintu dengan menghindari api, Rocky berfikir dia tidak bisa diam saja


*Arion aku harap kau menyadari kami dalam bahaya" Rocky berjalan mendekat ke arah Daniel baru saja Rocky bergumam


Br aaa aaaakkk pintu di dobrak, Arion berlari masuk, Rocky senang melihat sepupu nya tapi juga takut sepupunya kenapa-kenapa dengan menerobos api.


"Rocky kau jangan melamun segera pergi" Ucap Arion yang malah berlari masuk, Daniel melakukan hal yang sama


kedua pria beda generasi itu membawa masing-masing wanita nya dalam gendongan mereka dan berlari menerobos api yang sudah mulai besar dan menyebar, sedangkan Rocky yang tidak mengenal Tisa dengan baik memilih menggandeng tangannya dan berlari keluar bersama


Mereka keluar dari ruangan yang terbakar itu, Olivia melihat wajah panik Arion, Arion menurun Olivia kemudian memeluknya " Apa kau baik-baik saja? " Tanya Arion yang memeluk erat Olivia


Olivia tidak bisa berkata-kata lagi, Perasaan Olivia berkecamuk namun seketika hilang saat melihat di lengan bawah pundak Ario terlihat mengeluarkan darah "Kau berdarah" Ucap. Olivia melepaskan pelukan Arion dan segera menyobek baju Arion dan mengikatnya pada luka "Bagaimana kau bisa terluka" Gimana Olivia yang masih di dengar Arion


"Itu tidak penting yang paling penting kau selamat" Arion menunjukkan ekspresi lega, Olivia mulai terketuk hatinya untuk mempercayai Arion yang mengatakan menyukainya.


"Kita semua ke rumah sakit" Ucap Arion yang menggenggam tangan Olivia menuntun nya untuk ikut bersamanya, sedangkan Daniel masih setia menggendong wanitanya


Mereka bergegas ke rumah sakit, setelah di rumah sakit, para wanita mendapatkan perawatan mereka mengalami sesak karena banyak menghirup asap.


Sedangkan Daniel, Rocky, Arion yang sudah selesai di obati berkumpul di ruangan VVIP itu


"Apa kau tau siapa yang merencanakan pembakaran ini? " Menatap Arion, Daniel tau Arion pasti sudah tau.


"Kau tenang saja, aku akan membereskan mereka" Ucap Arion


"Tidak bisa aku yang akan membereskan mereka! siapa yang berani menyentuh orang ku pasti akan mati" Ucap Daniel

__ADS_1


"Orang mu? siapa? " Tanya Arion yang tidak mengerti siapa yang pamannya sebut orang nya itu


__ADS_2