MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 5


__ADS_3

Arion mengemudikan mobilnya pergi ke salah satu Bar miliknya


"Hahahahahaha " Dia tertawa dengan suara sendu tawa yang tidak seperti tawa bahagia


"Keluarga? Mama Papa? apa aku memiliki nya!! bukankah mereka hanya orang tua Aric!! tidak ada aku juga tidak masalah!! bagaimana bisa mengatakan merindukan ku" Ucap Arion kesal dan mulai menenggak wine di gelasnya, berulang dia melakukan itu meminumnya dengan cepat


"Akkk kkkk hhh hhh hhh sial!!! "


pyaaaaaaarrrr Arion berteriak dan melempar gelasnya


"Tenangkan dirimu" Ucap Andreas yang tiba-tiba di hubungi oleh Arion


"Ternyata kau masih mau menemui ku" Ucap Arion


"Tuan muda, di mana tuan Rocki biar aku hubungi dia untuk membawamu kembali" Ucap Andreas


"Apa kau juga ingin membuang ku Andreas!!" Ucap Arion menyindir


"Bukan begitu tuan muda, status kita berbeda


" Ucap Andreas


"Di mata ku kau tetap teman ku! jika kau tidak bisa menemaniku kau boleh pergi" Ucap Arion


"Baiklah maaf kan aku, aku hanya merasa jarak pertemanan kita terlalu jauh, aku hanya dokter kecil di rumah sakit milik mu, dan kau selain pemilik rumah sakit kau adalah penguasa dunia bawah dunia bisnis aku merasa tidak pantas untuk menjadi teman mu" Ucap Andreas mengatakan apa yang membuat dia menjaga jarak dari Arion


"Berhenti berfikir begitu, kembali lah sebagai Andreas teman ku dulu" Ucap Arion


"Baiklah kalau begitu Arion aku tidak sungkan" Ucap Andreas


"Bagus, kalau begitu temani aku minum" Ucap Arion


"Baiklah" Ucap Andreas


Mereka berdua minum bersama persahabatan yang hampir lenyap kini hidup kembali


Arion minum begitu banyak sedangkan Andreas membatasi alkohol yang dia minum bagaimana pun dia seorang dokter tidak baik untuk nya meminum alkohol dengan dosis tinggi


Arion menyandarkan kepalanya ke meja bar


"keluarga hah bulshit!! " Arion mulai meracau


"Arion kau sudah mabuk, jangan minum lagi" Ucap Andreas menahan gelas Arion


"Aku tidak mabuk, ayo minum, minum lagi" Ucap Arion


"Kau benar-benar mabuk!! " Ucap Andreas


"Aku tidak mabuk!! apa kau tau aku tidak mabuk" Ucap Arion


"kau menghabiskan puluhan botol dalam waktu beberapa jam, hentikan aku akan mengantarkan mu pulang" Ucap Andreas


"Tidak perlu, kau pulang saja aku masih mau minum" Ucap Arion


"Arion apa ini masih dengan masalah yang sama, kenapa kau tidak pernah bisa menerima jika kau di bawa kesini oleh orang tua mu, apa kehidupan di sini begitu buruk" Ucap Andreas

__ADS_1


"Aku membenci mereka karena menipu ku!! " Ucap Arion yang mulai memejamkan matanya


"Kau sudah mabuk! aku akan membawa mu pulang" Ucap Andreas


Andreas membawa Arion pulang dengan mobilnya


dia membunyikan klakson di depan pintu gerbang penjaga membukakan gerbangnya


Andreas turun dari mobil dan membawa Arion untuk masuk kedalam rumah


Andreas membunyikan bel rumah


bibi margareth membukakan pintu rumah


"Dokter Andreas, tu.. tuan muda kenapa? " Ucap panik bibi margareth saat melihat Arion yang setengah sadar


"Tidak apa-apa bi, dia sedikit mabuk seperti nya ada yang membicarakan tentang keluarga nya" Ucap Andreas


"Ah begitu, kalau begitu dokter bantu bawa tuan muda ke kamarnya, saya akan menyiapkan obat pereda mabuk untuk nya" Ucap bibi margareth


"Ah baiklah kalau begitu" Ucap Andreas, Andreas kemudian membawa Arion ke kamarnya


Andreas kemudian turun dan pamit kepada bibi margareth


tapi sebelum pulang Andreas pergi ke toilet


saat dia kembali dari toilet dia melihat seorang pelayan naik ke atas seperti nya ingin ke kamar Arion


Andreas menatap nya lekat


"Ah! tidak bi dia? " Ucap Andreas terpotong saat bibi margareth sudah mengetahui apa yang ingin Andreas tanyakan


"Iya benar dia pembantu baru di sini" Ucap bibi margareth menebak dengan benar apa yang ingin Andreas ucapkan


"Ah pantas saja sedikit terasa asing, tapi" Ucap Andreas terhenti


"Tapi apa? dokter" tanya bibi margareth penasaran


"Tidak ada Bi, kalau begitu aku pamit" Ucap Andreas


"Hati-hati dokter" Ucap bibi margareth


Setelah di mobil Andreas terus mengingat-ingat punggung pelayan itu


"Dia mengingat kan ku padanya, tapi tidak mungkin dia menjadi seorang pelayan, mungkin hanya perasaan ku saja" Ucap Andreas yang kemudian menjalankan mobilnya


Di kamar Arion


"Kenapa bibi margareth menyuruhku kemari aku yakin dia akan marah jika aku menginjakkan kaki ku di kamarnya" Ucap Olivia di depan pintu kamar Arion


"Olivia tenanglah anggap saja kau sedang menangani pasien anggap dia pasien, tenanglah kamu akan baik-baik saja" Ucap Olivia menguatkan dirinya sendiri


dia kemudian mengetuk pintu meski tidak ada jawaban, Olivia langsung saja masuk


"permisi tuan Arion saya masuk" Ucap Olivia lirih dia melakukan pekerjaan seperti di rumah sakit

__ADS_1


Arion masih antara sadar dan tidak sadar


"Tuan minumlah obat ini" Ucap Olivia sembari menyiapkan obatnya dan membantu Arion duduk kemudian memberikan obatnya namun Arion menghempas kan obat itu dan terlihat sangat marah


"Ahh, obatnya sudah terjatuh, kalau begitu aku akan mengambil kan nya yang baru" Ucap Olivia


"Kau ingin membuatku tidak sadar!! kau ingin menjebak ku hah katakan katakan apa yang ingin kau lakukan!!! " Ucap Arion yang tiba-tiba mencekik leher Olivia


"Ukhuk ukhuk lepaskan tu. tuan lepaskan" Olivia memukul-mukul tangan Arion namun Arion tidak melepaskan nya


"Ahhh lepas.. lepaskan lepaskan aku" Ucap Olivia lagi terus meronta namun cekikikan itu semakin kuat


"Katakan!! kau ingin menjebak ku hahaha apa kau ingin membuang ku" Ucap Arion meracau


"Apa yang kau katakan tuan ini hanya obat pereda mabuk!!"


" kau bohong!! hahaha kau bohong" Ucap Arion meracau


"Ukhuk ukhuk lepaskan lepaskan" Ucap Olivia yang hampir kehabisan nafas


"Tuan Arion lepaskan tenanglah " Ucap bibi margareth yang datang berusaha melepaskan cekikan Arion dari leher Olivia


bibi margareth kemudian memberikan obat yang sudah dia hancurkan dan di sedu dalam gelas dan di minumkan kepada Arion itu perlahan membuat cekikan nya melonggar


Olivia kemudian melepaskan tangan Arion


"ayo kita keluar sebentar" Ucap bibi margareth


sesampainya di depan pintu kamar Arion bibi margareth menundukkan kepalanya


"Maafkan bibi Olivia bibi lupa mengatakan tuan fobia dengan obat berbentuk kapsul atau tablet, dia hanya bisa meminum obat berbentuk cair, maafkan karena bibi lupa mengatakan itu" Ucap bibi margareth


"Bagaimana bisa seseorang phobia dengan bentuk obat?, bagaimana masa lalunya?" Ucap Olivia yang terlihat bersimpati kepada Arion


"Sebenarnya Tuan Arion pernah mengalam"


"Bibi!!! apa yang sedang kau bicarakan" Ucap Arion yang tiba-tiba keluar


"Ah tidak ada Tuan Muda" Ucap gugup bibi margareth


"Kalau begitu biarkan dia masuk dan bibi pergi saja!! " Ucap Arion menatap tajam bibi margareth


"Ah baiklah Tuan" Ucap bibi margareth


namun Olivia terlihat takut bagaimana pun dia habis di cekik oleh Arion wajar saja jika dia waspada


"Kenapa diam masuk!! " Ucap Arion tegas


"Ta.. tapi" Ucap Olivia khawatir


"Aku tidak akan mencekik mu lagi!! masuk!! " Ucap Arion


"Baiklah" Ucap Olivia yang sebenarnya enggan untuk masuk kedalam kamar Arion


*Ya Tuhan apa yang akan terjadi padaku? tolong lindungi aku" Ucap Olivia dalam hati

__ADS_1


__ADS_2