MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 93


__ADS_3

"Karena aku ingin dia merawat nenek sampai sembuh, bagaimanapun dia harus menebus kesalahan ayahnya" Arion lagi-lagi mengatakan hal yang tak sesuai dengan apa yang ada dalam hati dan pikiran nya.


Andreas mengatur nafas nya dan ikut berbicara " Ada aku dan more tuan sudah cukup untuk merawat Nyonya" Ucap Andreas yang menginginkan Olivia segera menjauh dari Arion


"Kau dan More bukan perawat! " Ucap Arion tegas


"Ada Raisa, aku dan Raisa sudah cukup" Ucap Andreas tak kalah tegas.


"Raisa melanjutkan studinya!! " Ucap Arion tidak mau kalah


Rocky menatap bingung Arion *Sejak kapan Raisa ada study? " Ucap Rocky dalam hati, dia tau itu hanya alasan Arion saja tidak ingin membiarkan Olivia pergi dari rumahnya.


"Sejak kapan Raisa ada study? kenapa aku tidak tau? " Ucap Andreas yang meragukan ucapan Arion


"Aku bilang ada ya tentu ada" Ucap Arion


"Hei apa kau tidak terlalu mengada-ada, biarkan saja jika Olivia pergi aku bisa merawat nenek" Aric yang sedari tadi diam kini ikut angkat bicara.


"Kau tidak di butuhkan kau lebih baik segera pulang dan jaga Papa mu sana" Ucap Arion kesal karena Aric terkesan malah mendukung Andreas.


"Sudah hentikan! Arion biarkan dia kembali"


"Tidak! dia tidak di ijinkan kembali kerumahnya sampai nenek benar-benar sembuh! itu adalah keputusan mutlak tidak ada yang bisa membantahnya! " Kali ini ucapan Arion terlihat sangat bersungguh-sungguh benar-benar tidak nisa di ganggu gugat, bahkan Angel sekalipun


Angel menghela nafas "Kalau kau mau seperti itu bisakah berikan kelonggaran! kau selama ini membuatnya menjadi sandera bukan? " Tanya neneknya tak kalah serius


Arion hanya diam tidak ingin mengakui perbuatan ny, tapi Rocky mengangguk mengiyakan pertanyaan Angel


"Kalau begitu dia tetap di sini, tapi perbolehkan dia keluar perlakuan dia seperti mestinya Arion, dia perawat pribadi ku jadi dia juga butuh libur, dia bisa pergi setiap hari minggu, ini keputusan ku juga mutlak" Arion tidak bisa membantah lagi kemauan neneknya tapi setidaknya Olivia tidak pergi dari rumahnya


"Terserah saja! " Arion bergegas berjalan pergi tanpa di sadari ada rasa lega tidak harus membiarkan Olivia pergi selamanya dari rumah keluarga Mars itu.


"Olivia kau tidak keberatan menjadi perawat pribadi ku? " Ucap Angel lembut bertanya pada Olivia


"Tentu saja tidak nyonya, saya sangat senang bisa menjadi perawat pribadi anda" Setidaknya Olivia bisa bernafas lega dia bisa keluar meski satu minggu sekali itu sudah cukup baginya.


"Baguslah kalau begitu, kalian bisa keluar aku ingin berbicara dengan Rocky berdua"

__ADS_1


Rocky terkejut dengan permintaan neneknya, membuatnya berfikir apa yang ingin neneknya bicarakan hanya berdua dengannya.


"Baiklah nenek, jangan terlalu lama mengobrol nya kau harus banyak istirahat" Aric mencium kening neneknya dengan penuh perhatian


"Ku mengerti" Angel tersenyum pada cucu yang sudah lama tidak dia lihat itu.


"kalau begitu kami permisi nyonya" Andreas menarik tangan Olivia, Olivia hanya bisa menunduk memberikan salam pada Angel, Angel menatap gerak-gerik Andreas yang seperti nya menyukai Olivia.


Setelah mereka semua pergi


"Rocky kemari" Angel menyuruh Rocky mendekat ke arahnya


Rocky tentu saja segera mematuhi perintah neneknya, dia duduk di sling ranjang Angel "Nenek apa ada yang ingin nenek tanyakan" Tebakan Rocky


"Tidak hanya ada yang ingin aku tanyakan, ada beberapa yang aku ingin kau mengurusnya untuk ku Rocky" Ucap Angel yang terdengar seperti permintaan rahasia


"Apa itu nek? " Tanya Rocky penasaran.


Di sisi lain


"Dokter Andreas mohon lepaskan tangan saya" Ucap Olivia menghempaskan tangan Andreas dari tangan nya.


"Dokter saya sudah bilang hubungan kita hanya sebatas hubungan kerja, jaga sikap anda" Olivia kemudian berlalu pergi sedangkan Aric hanya bisa menepuk bahu Andreas.


"Berhenti memaksanya, Atau kau akan kehilangan dia seutuhnya dan menjadikan mu orang asing di hidupnya saat itu kau bahkan akan canggung untuk menyapanya, Andreas aku mengatakan ini sebagai seorang teman, mencintai seseorang bukan berarti kau harus memilikinya seutuhnya untuk mu, bedakan apa itu cinta dan obsesi" Aric kemudian berjalan pergi meninggalkan Andreas yang hanya bisa mematung saja.


Perkataan Aric sangat benar adanya, jika dia terus menekan Olivia, Olivia akan semakin jauh dari nya.


Olivia kini berada di kamar Rania, dia tidak lagi tidur dengan bibi margareth tapi dia tidur bersama dengan Rania, adik dari Rafael orang kepercayaan Arion.


Rania menatap wajah sedih Olivia, dan kemudian menghampiri nya "Apa ada yang terjadi? tuan Rocky menyakiti mu? " Tanya Rania dia tau tadi Olivia di bawa pergi oleh Rocky.


"Tidak Rania kau berfikir terlalu banyak"


"Tapi wajahmu terlihat sangat sedih? " Rania mengatakan apa yang dia lihat


"Benarkah? Rania apa kau pernah ingin melupakan seseorang tapi sangat sulit? " Olivia sudah melupakan Andreas tapi masih ada sisa-sisa kenangan yang tidak dapat Olivia lupakan.

__ADS_1


"Melupakan adalah hal sulit Olivia, jika memang tidak bisa melupakan kau cukup mengenangnya saja tidak usah di lupakan, karena masa lalu ya tetap saja masa lalu kau tidak bisa merubah masa lalu tapi kau bisa merubah masa depan, jadikan dia yang ada di masa lalu menjadi pelajaran untuk hidup barumu" Rania tiba-tiba memeluk Olivia


Olivia tersenyum merasa memiliki adik yang sesungguhnya selama ini susan tidak pernah memeluknya bukan hanya memeluk hanya ada siksaan yang Susan berikan


Tiba-tiba Olivia bersyukur di balik pemaksaan yang Arion lakukan dia menemui banyak orang yang menyayanginya, Olivia tidak bisa membendung air mata kebahagiaan nya itu.


"Eh kau menangis? " Rania mendorong pelanggan tubuh Olivia dari pelukannya


Olivia tersenyum "Ini adalah air mata bahagia Rania, terimakasih" Olivia kembali memeluk Rania


Rania tidak mengerti apa yang terjadi tapi dia membalas pelukan Olivia merasa senang untuk nya dan mengusap lembut punggung Olivia.


Malam menyapa, Alister baru saja menyelesaikan tugasnya, Alister menatap jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Terimakasih kak Daffin dan Davian kalian sangat membantu, lain kali aku akan mentraktir kalian" Ucap Alister yang bergegas ubah pergi.


"Olivia tunggu aku" Ucap Alister yang berjalan ke arah mobilnya, dia mengemudikan mobilnya dengan cepat, dia tidak ingin melewatkan waktu makan malamnya dengan Olivia.


Mobil Alister kini sudah terparkir sempurna di halaman rumah Arion, dia bergegas berlari, untuk mencari keberadaan Olivia.


"Olivia" Teriak Alister yang melihat Olivia tengan menaruh piring di meja makan, dengan cepat Alister menggenggam tangan Olivia "Ikut aku" Alister segera berjalan tentu saja Olivia mau tidak mau mengikuti Alister.


"Alister aku belum selesai membantu Rania dan bibi margareth" Ucap Olivia


"Aku serahkan pekerjaan ini pada kalian Olivia ada tugas lain " Alister berhenti sejenak dan berbicara pada Rania dan bibi Margaret kemudian segera membawa Olivia pergi.


"Alister kita mau kemana? " Ucap Olivia


"Kau pasti akan menyukainya" Ucap Alister tersenyum


Di sisi lain mata elang itu sudah mengintai mereka berdua.


"Dia benar-benar tidak menyerah, Arion seperti nya Alister benar-benar menyukai Olivia" Ucap Rocky memanas-manasi si pemilik mata elang itu.


Arion mengepalkan tangannya kuat terlihat sekali dia sangat marah. "Tidak ada hubungan nya denganku! " Ucapnya dingin kemudian berjalan pergi.


Terimakasih kakak reader jangan lupa like, komen, rate, vote dan gift ya

__ADS_1


TERIMAKASIH JUGA YANG SUDAH KASIH TIPS



__ADS_2