MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 213


__ADS_3

"Boo apa yang aku dengar ini benar? " Arion terkejut mendengar suara Olivia ada di belakang nya.


"Tenang dulu sayang, akan aku jelaskan" Arion segera menghampiri istrinya itu.


"Jelaskan! kau bilang Rocky baik-baik saja, tapi seperti nya sekarang aku mendengar hal yang berbeda dari jawaban yang kau berikan tadi! " Tatapan Olivia seakan meminta jawaban pada Olivia.


"Olivia dengar dulu ok" Olivia terlihat kecewa Olivia menghela nafasnya.


"Fiona tolong jelaskan kepadaku dengan benar ku mohon, atau mungkin kalian menganggap ku orang luar sehingga tidak pantas tau tentang masalah ini"


"Bu.. bukan begitu Olivia aku dan kak Aric juga ingin memberitahu mu tapi kami takut kau tidak bisa menerima nya" Fiona berusaha menjelaskan nya.


"Sayang jangan salahkan Fiona dan Aric ini salahku, aku akan menjelaskan semuanya dari awal dan tidak akan terlewat" Arion memegang kedua pundak Olivia membuat Olivia menatapnya, tatapan keduanya saling bertemu.


Namun Olivia segera menghindari tatapan mata Arion lagi "Siapa yang tau jika kau membohongi ku lagi"


"Tidak akan, aku akan menceritakan semuanya di mobil ok, jika menunda lagi paman Daniel dan ibu Ranti akan menunggu kita terlalu lama"


"Baiklah, aku ingin kau menjelaskan dengan jujur" Olivia memberikan kesempatan Arion untuk menjelaskan semuanya.


"Ok sekarang kita ke mobil dulu ya" Ucap Arion menggandeng Olivia untuk menuju mobil, di ikuti Aric dan Fiona, mereka menggunakan dua mobil untuk menjemput Daniel, Ranti dan more.


Di dalam mobil, Arion menceritakan dengan detail semua masalah yang telah terjadi, cerita yang membuat Olivia mendengarlan dengan seksama, banyak hal yang membuat Olivia tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Jadi gadis itu kembaran dari cinta pertama Rocky, dan cinta pertama Rocky yang sebenarnya telah meninggal? terlebih lagi gadis itu bunuh diri? " Pertanyaan Olivia itu mendapat anggukan dari Arion.


"Tapi bibi margareth aku tidak menyangka bahwa dia juga terlibat, bibi margareth begitu perhatian kepada semuanya tapi tidak menyangkal dia terlibat dari masalah ini" Olivia sangat menyayangkan tentang Margaret yang terlibat kejahatan Mario Harris.

__ADS_1


"Yang terlihat di permukaan baik belum tentu benar-benar baik, yang di permukaan terlihat kejam belum tentu sebenarnya kejam, Olivia di dunia ini tidak bisa menilai sesuatu hanya karena sebuah bungkusan saja"


"Aku tau hanya saja bibi margareth aku benar-benar tidak akan menyangka tentang itu terlebih lagi Raisa, dia terlihat seperti gadis lugu dan imut. "


"Seseorang bisa berubah karena pengalaman dan keadaan, pengalaman masalah yang menyakitkan akan merubah seseorang apalagi terdesak keadaan dan perasaan" perkataan Arion memang benar, keadaan yang membuat Raisa memilih jalan nya di tambah perasaan nya pada Roberto membuatnya rela melakukan semua itu.


"Jadi keadaan Rocky bagaimana?" Tanya Olivia yang membuat Arion diam sejenak.


"Tentang Rocky bagaimana jika besok kita menjenguknya, hari ini biarkan jadi harimu dan ibumu kalian sudah lama tidak bertemu kalian pasti saling merindukan " Arion mengusap pipi Olivia yang entah sejak kapan ada air mata yang menetes di sana, mungkin cerita Arion membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata.


"Baiklah, maafkan aku Rocky, sebenarnya aku segera ingkar bertemu dengan mu namun ibu hari ini pulang maafkan aku Rocky" Ucap lirih Olivia.


Arion melirik ke arah Olivia, wajahnya terlihat tidak senang, Olivia merasa dingin di sampingnya Olivia melirik ke arah suaminya "Apa kau marah? "


"Tidak"


"Syukurlah, aku pikir kau marah melihat dari wajahm.. " Ucapan Olivia terpotong


"Iya aku tau, aku sudah bilang syukur lah kau tidak marah"


"Iya tidak marah, untuk apa marah" Ucapan Arion malah membuat Olivia tersenyum.


"Apa ada yang lucu" Arion mengatakan dengan wajah yang dingin dan suram.


"Cup... apakah tuan muda sedang cemburu, apakah kau harus cemburu dengan sepupumu sendiri yang menjodohkan mu dengan ku" Olivia tersenyum setelah mencium pipi suaminya itu, Olivia mulai memahami sifat over posesif suaminya itu.


"Aku tidak cemburu biasa saja" Di balik wajah dingin nya itu Arion menyembunyikan senyuman nya yang mendapat kecupan dari istrinya.

__ADS_1


"Iya aku yang cemburu jika kau sangat memperhatikan Rocky" Ucap Olivia dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.


Karena di sepanjang Jalan mereka berbicara tak terasa mereka sudah sampai di bandara, meski Aric dan Fiona yang sampai duluan.


Ternyata Daniel, More dan Ranti sudah menunggu mereka lama.


"Kalian terlambat! apa kalian tidak tau bibi Ranti sudah kelelahan dia harusnya sudah beristirahat tapi karena kalian lama dia harus menunggu da... " Ucapan paman Daniel terhenti.


"Su.. sudahlah tuan Daniel tidak perlu marah, aku juga tidak apa untuk menunggu lagi pula aku yang merepotkan keponakan tuan Daniel maafkan saya" Ucap Ranti yang menundukan kepala pada Aric dan Fiona sebelum matanya menemukan Olivia.


"Olivia apakah itu kau sayang?" Mata Ranti mulai berbinar seperti gelombang air yang mulai memenuhi kelopak matanya apalagi saat Olivia sudah semakin dekat dengan nya.


Ranti menyentuh lembut wajah anaknya, mengusapnya dengan perlahan "Olivia " Panggilnya lebih dengan air mata yang akhirnya menetes tak tertahankan, air mata bahagia membasahi kedua pipi wanita beda generasi itu


Ranti memeluk erat tubuh putrinya itu "Ka.. kau sudah tumbuh besar" ucapan itu semakin membuat air mata Olivia mengalir deras.


Suara ibunya yang ria rindukan kini terdengar kembali di telinganya, pelukan nya yang biasanya tidak terbalas kini Olivia merasakan lagi pelukan hangat yang dia dapatkan sewaktu kecil "Ibu" Ucap lirih Olivia, Ranti tak dapat membendung lagi air matanya.


Fiona yang menyaksikan itu ikut meneteskan air matanya dia tiba-tiba juga teringat akan maminya yang berapa bulan ini tidak dia temui.


"Olivia apa kau hidup dengan baik, maafkan Ibu tidak bisa menjagamu selama ini maafkan Ibu yang begitu lemah, seandainya saja Ibu lebih kuat sedikit kau pasti tidak akan menderita" Ranti merasa bersalah dengan apa yang harus dia alami membuat putrinya mengalami banyak masalah.


"Jangan katakan itu lagi Ibu, semua sudah berlalu yang penting Ibu sudah kembali di sisiku, aku sudah sangat bahagia, Ibu aku sangat bahagia" Olivia tak ingin melepaskan pelukannya dari ibunya.


Ranti hanya bisa mengangguk dengan air mata bahagia masih mengalir di wajahnya dia terlihat sangat bangga memiliki anak sebaik Olivia.


Setelah pertemuan yang mengharukan itu, akhirnya, Arion tidak tahan untuk berjalan ke depan Ranti "Ibu" Panggilan itu membuat Daniel dan Ranti terkejut bukan kepalang.

__ADS_1


Tapi Ranti berusaha tenang panggilan Ibu itu bisa di gunakan untuk bahasa formal jadi Ranti mengubur pikiran nya yang tidak-tidak "Siapa dia Olivia? " Tanya Ranti


"Di.. dia adalah" Olivia terlihat ragu untuk mengatakan nya...


__ADS_2