MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 206


__ADS_3

Setelah menyuapi Olivia Arion membantu Olivia untuk meminum obatnya, "Apa masih terasa sakit? " Arion menatap dalam istrinya itu.


Olivia menggelengkan kepalanya dan tersenyum, senyum Olivia itu malah membuat dada Arion terasa sesak, dia merasa dirinya telah gagal melindungi Olivia, Arion kemudian mendekat duduk di satu ranjang dengan Olivia dan memeluknya "Maafkan aku" Ucapan lirih Arion itu membuat Olivia membalas pelukan Arion.


"Ini bukan salah mu, aku sendiri yang tidak waspada jangan menyalahkan dirimu Boo " Olivia sangat senang saat Arion mengucapkan maaf, Olivia tau sangat sulit bagi tuan penguasa sombong itu meminta maaf tapi dia melakukan nya Olivia sangat senang.


"Bodoh" Arion hanya mengatakan itu dan mempererat pelukan nya sampai tubuh Olivia merasakan sakit karena luka di tubuhnya tertekan.


"Au" Rintihan Olivia membuat Arion sadar dan mengendurkan pelukan nya.


"Aku menyakiti mu lagi, maafkan aku sayang" Arion mengecup kening Olivia.


"Jangan meminta maaf lagi" Baru kali ini Olivia mendengar Arion meminta maaf kedua kalinya, Arion yang biasanya bermartabat dengan kesombongan nya bagaimana bisa begitu merendah di hadapannya.


"Baiklah kalau begitu boleh kan aku meminta yang lain" Ucapan Arion itu membuat Olivia berfikir.


"A.. apa yang kau pinta Boo, ji.. jika itu aku tidak bisa tubuhku masih terasa sakit" Ucap Olivia gugup, karena jika Arion menunjukkan ekspresi itu, Arion akan meminta jatahnya sebagai suami.


"Tak!! Apa yang sedang kau pikirkan!, aku tidak mungkin meminta seperti itu saat kau seperti ini" Ucap Arion menjentikkan jarinya kepada Olivia.


"La... lu apa yang kau minta? " Jawab Olivia panik.


"Bodoh, aku hanya ingin memintamu lekas sembuh jadi beristirahat lah" Arion memeluk istrinya dan tak henti mengusap kepalanya.


Olivia tersenyum senang dan terharu suaminya yang dulu begitu kejam padanya ternyata sekarang begitu peduli dan sayang padanya, Olivia sekarang sudah sadar betapa besarnya Arion mencintai nya.


"Tapi tidak di sangka istriku bisa memikirkan hal mesum seperti itu, apa aku harus mewujudkan keinginan istriku" Ledek Arion yang membuat Olivia tersipu.


"Tidak-tidak ak.. aku tidak aku masih badanku itu aku.. " Arion tertawa puas melihat istrinya yang begitu panik.


Arion menghentikan tawanya dan mencium Olivia sebentar kemudian menatap wajah cantik Olivia "Aku ambil pembayaran di muka, setelah sembuh aku akan meminta hak ku dua kali lipat" Arion mencium bibir Olivia kembali.


Setelah cukup lama mereka berciuman "Kau harus istirahat hari semakin larut kau juga pasti lelah setelah mengalami hal itu, tidurlah" Ucap Arion mengecup kening Olivia lagi.


Olivia masih tidak bergerak dia masih duduk dan merasa bingung "Itu.. my boo kau menyuruhku tidur tapi kau masih di sini? "


Arion langsung menurunkan tubuhnya dan berbaring "Berbaringlah aku akan menemanimu sampai kau tertidur"

__ADS_1


"Tu.. tunggu ini rumah sakit" Ucap Olivia


"Kita bukannya tidak pernah melakukan nya, hanya tidur saja aku tidak akan melakukan hal lain, tidurlah" Olivia akhir nya membaringkan tubuhnya di samping Arion.


Arion memeluk tubuh Olivia dan mengusap pelan pucuk kepala Olivia, semerbak harum tubuh Arion bisa Olivia rasakan, tanpa sadar Olivia perlahan terlelap di sisi suaminya.


"Tidurlah, dan lupakan kesakitan mu Olivia" Arion perlahan melepaskan tangannya yang menjadi bantal Olivia dan pelan-pelan turun dari ranjang.


Arion mengecup bibir Olivia pelan dan agar tidak membangunkan Olivia "Tidurlah sayang aku akan kembali besok, mimpi indah" Arion mengecup kening Olivia dan perlahan berjalan keluar.


Melihat Arion keluar Rania dan anak buah kakaknya segera mendekat "Tuan akan pergi? " Tanya Rania.


"Ya jaga Olivia dengan baik" Setelah mengucapkan itu Arion bergegas meninggalkan mereka semua.


Arion berjalan dan melihat Fiona yang tengah berjalan keluar dari ruangan, Arion menghampiri Fiona "Kenapa malam-malam begini keluar? " Tanya Arion.


"Kak Aric sedang tidur, air di dalam kamar sudah habis aku ingin membeli minum" Ucap Fiona.


"Ini ruangan VVIP kau hanya perlu memencet bel dan perawat akan datang dan membantumu"


"Kau sudah lelah, terimakasih sudah membantuku dan menjaga adik ku" Fiona membulat kan matanya dan menatap Arion dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Kenapa melihat ku seperti itu? " Arion mengikuti Gerakan Fiona dia takut resleting nya tidak tertutup dan membuat Fiona menatapnya seperti itu.


"Apakah kau Benar kak Arion" Tanya Fiona polos.


"Kalau bukan kau pikir aku seorang peniru? " Menatap tajam Fiona.


Dan Fiona tertawa, bukannya takut melihat tatapan tajam Arion dia justru tertawa "Hahaha kau benar-benar kak Arion, kau membuat aku takut saja dengan tiba-tiba berterimakasih, bagaimana orang sedingin kau mengucapkan kata yang begitu hangat hahaha" Fiona masih saja tertawa.


"Sialan! aku tarik kata-kata ku tadi! " Arion langsung pergi meninggalkan Fiona


Namun Fiona sedikit berteriak "Tidak perlu terimakasih kak, aku melakukan nya karena aku mencintai kak Aric, dan juga aku sudah menganggap mu kakak ipar"


"Ck! jangan mimpi aku merestui mu! " Gurau Arion dan Fiona pun mengerti.


"Tidak peduli aku tetap akan menikahi adikmu! " Ucapan Fiona itu membuat Arion tersenyum di balik punggung yang Fiona lihat

__ADS_1


'Aric kau memilih gadis yang merepotkan' Ucap Arion dalam hati.


Arion kini sudah berada di mobilnya dia melajukan mobilnya untuk kembali ke markasnya.


Sesampainya di markas semua orang sudah berkumpul menunggu nya.


"Hei Arion kau terlalu lama, aku ingin segera ke penjara aku ingin tahu siapa pengkhianat nya" Ucap Rocky saat melihat Arion kembali.


"Apa kau anak kecil! kau bisa melihat nya sendiri kenapa menunggu ku" jawab Arion


"Ha kau sendiri yang bilang jangan memulai tanpa kau" Jelas Rocky


"Kau ini memang bodoh, apa kau dengar aku mengatakan kau tidak boleh menemui mereka sendiri"


"Sudahlah kalian berdua jangan bertengkar lagi " Andreas menengahi perdebatan mereka sedangkan Alister masih menjadi penonton.


"Baiklah aku akan berjalan lebih dulu melihat penghianat nya, ayo Alister" Rocky merangkulkan tangannya ke pundak Alister.


"Hei aku bisa berjalan sendiri" Alister melepaskan tangan Rocky dari pundaknya.


"Nah Arion apa yang akan kau lakukan? apa akan membunuh mereka? " Tanya Andreas pada Arion.


"Untuk dia yang sudah mencambuk Olivia aku akan membalasnya dua kali lipat dan tidak akan membiarkan nya hidup, untuk para penghianat memangnya masih ada tempat di dunia ini untuk orang seperti mereka. "


"Kau masih kejam seperti dulu"


"Jika aku tidak seperti itu, apa aku masih akan berada di puncak tertinggi".


" Kau benar kau adalah kau, lalu para Anggota geng beruang hitam yang masih selamat bagaimana apa ikut membunuh mereka "


"Rocky akan menangani nya seperti biasa, meski dia seperti itu dia bisa di andalkan di saat yang tepat"


"Aku mengerti" jawab Andreas sembari mengikuti Arion yang sudah berjalan terlebih dulu.


Rocky melewati penjara yang di huni oleh orang berjubah dan Silia, Rocky sangat penasaran siapa pengkhianat nya dia juga tidak memperdulikan silia yang wajahnya mirip dengan Silvia yang dia suka.


Saat Rocky tepat berada di depan penjara para pengkhianat itu wajah Rocky terlihat begitu terkejut melihat pengkhianat nya "Bibi margareth, Andreas apa kau tidak salah dan lagi kau bagaimana kau juga bisa berkhianat.. " Rocky menunjuk satu orang di samping bibi margareth

__ADS_1


__ADS_2