MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 221


__ADS_3

Mereka semua tidak kembali ke kediaman mars melainkan mereka memutuskan untuk makan bersama di sebuah restoran berbintang yang mereka sewa.


"Kita tidak langsung pulang? " Tanya Daniel yang merasa jalan yang Dion tempuh bukan ke arah kediaman Mars.


"Paman kau belum melihat pesan" Ucap Aric yang duduk di samping Daniel.


Daniel sedikit menggelengkan kepalanya dan mulai mengambil HP di sakunya "Oh, tunggu dulu apa artinya kita meninggalkan Ranti sendirian di rumah? " Daniel terlihat sangat khawatir saat memikirkan jika mereka akan makan malam dan meninggalkan Ranti sendirian di rumah keluarga Mars.


"Paman tenanglah kau ini seperti anak muda yang baru jatuh cinta" Ledek Aric yang membuat wajah Daniel kesal.


"Hei kau jika Fiona sendirian di rumah apa kau tidak akan khawatir"


"Soal itu tentu saja aku khawatir, tapi paman di rumah ada Rania dan Rafael jangan khawatir" Aric sengaja tidak memberitahu Daniel kalau Ranti sudah ada di restoran yang mereka sewa.


"Tidak-tidak, Dion kembali ke keluarga Mars dulu"


"Hei paman dari keluarga Mars ke restoran yang kita tuju ini cukup jauh paman" Aric sengaja terus menggoda Paman nya itu.


"Kalau begitu turunkan aku di sini, biar aku kembali ke rumah sendiri! "


"Tidak boleh kau akan memperlambat laju kita jika kau meminta berhenti di sini"


"Berisik! Dion berhenti! " Daniel mendekat ke arah Dion dan mencengkram pundak Dion menyuruh Dion menghentikan laju mobilnya.


"Oi oi paman kau jangan kasar terhadap Dion, kasian dia baru sembuh paman"


"Diam! aku tidak akan melepaskan nya kalau dia tidak berhenti"


Dion kemudian menghentikan mobilnya, membuat dia orang yang bertengkar itu saling melihat, Daniel tersenyum kecil seakan mengejek akan kemenangan nya Dion menuruti perkataan nya. "Dion kau memilih hal yang benar" Ucap Daniel bangga.


"Tuan saya berhenti karena sudah sampai" Ucapan Dion itu membuat Aric tak bisa menahan tawanya.


Akhirnya tawa Aric pecah dia menertawakan sikap sok paman nya "Hahaha, seperti nya ada orang yang salah paham" Ledekan Aric membuat Kesal Daniel.


"Terserahlah yang jelas ini sudah berhenti aku akan kembali ke kediaman Mars" Daniel kemudian keluar dari mobil.


"Untuk apa kita kemari? " Tanya Rocky yang sedari tadi diam


"Tentu saja untuk makan, tuan Arion juga ingin mengajak kita melihat senja dari restoran ini" Jawab Dion.

__ADS_1


"Senja? untuk apa" Rocky terlihat tidak tertarik.


"Jangan berpura-pura lagi, tuan tau kau sering melihat ke arah jendela, di rumah sakit kau tidak bisa melihat senja dengan jelas bukan" Ucapan Dion tidak sepenuhnya salah membuat Rocky kembali diam.


Sedangkan Daniel berjalan ingin meninggalkan area parkir dan mencari taksi di pinggir jalan utama.


"Hei paman kau mau kemana pintu masuk ada di sebelah sana" Aric menahan pamannya itu yang ingin pergi keluar.


"Kau masuklah aku sudah bilang aku akan pulang! " Ucap kukuh Daniel.


"Hei paman untuk apa kau pulang, apa kau ingin bermesraan dengan ibunya Olivia" Aric memainkan alisnya menggoda pamannya.


"Hei kau berani sekali meledek ku, seperti nya bocah tengik itu sudah mempengaruhi mu" Daniel malah menyalahkan Arion.


"Paman apa aku benar, tapi paman jika kau pulang kau pasti tidak akan menemuk... " Ucapan aric terhenti saat Daniel mulai berbicara


"Diam! buka urusan mu aku akan pul.. " Daniel ingin melangkah pergi dari tempat nya namun tiba-tiba dia mendengar suara Olivia.


"Ibu kau sudah di sini" Ucap Olivia yang berjalan ke arah pintu masuk dia melihat ibunya dan Rania keluar menjemput kedatangan mereka.


Daniel menatap tajam Aric tatapan yang mampu membuat Aric bergidik ngeri "Kau sedang mempermainkan ku! " Daniel mengepalkan tangannya


"Hehe paman siapa yang mempermainkan mu, aku sudah ingin mengatakan tapi kau memotong pembicaraan ku paman" Aric segera melangkah pergi ke arah Arion dan Olivia.


"Kak Aric" Teriak Fiona yang baru tiba bersama dengan Alister, mata Arion yang melihat Alister langsung merangkul pinggang Olivia membuat Olivia bingung.


"Fiona kau sudah selesai berbelanja" Tanya Aric pada sang kekasih yang sudah mendekat di sampingnya.


"Tentu saja kak, tapi seperti nya harus menambah beberapa di mini market bandara" Alister yang mendengar ucapan kakak perempuan nya itu hanya bisa memutar bola matanya.


"Tidak masalah aku akan menemanimu nanti" Aric menepuk pucuk kepala Fiona.


"Kak Aric selamat datang di neraka, dan asal kau tau kakak perempuan ku itu sudah membeli hampir setengah toko oleh-oleh, lebih baik jangan turuti permintaan nya " Alister memperingatkan Aric


"Sayang apakah benar yang Alister katakan"


"Tidak itu tidak benar sayang" kilah Fiona


"Sayang harusnya kau beli saja toko oleh-oleh itu" Ucapan Aric membuat Alister semakin jengah.

__ADS_1


"Sudahlah orang kalau sudah jatuh cinta memang akan menjadi bodoh, Alister lebih baik kau segera pergi atau kau akan tertular akan kebodohan yang hakiki" Alister segera masuk ke restoran itu.


"Apa kau bilang Alister" Teriak Fiona pada adiknya.


"Sudahlah sayang lebih baik kita ikut masuk" ucap Aric menenangkan kekasihnya itu.


Saat ini mereka semua sudah ada di tempat VVIP restoran itu tempat di mana mereka bisa menikmati senja dengan cemilan dan minuman khas dari restoran itu.


Terlihat semua orang sedang mengobrol hanya Rocky yang terlihat murung dan tidak banyak bicara, bahkan sang penguasa sombong saja terlihat bahagia namun Rocky malah terlihat seperti sendirian.


"Rocky apa ingin minum" Dion tidak ingin melihat sahabat nya seperti itu terus.


"Kau baru sembuh tidak baik untuk minum" Rocky hanya diam saat senja sudah mulai menyapa.


Malam telah tiba mereka semua makan malam bersama, "Malam ini kita menginap saja di hotel di dekat sini" Ucap Arion.


"Setuju" Ucap semuanya kecuali Rafael , Rania dan Rocky.


"Tuan kami harus segera pulang" Ucap Rafael yang menggandeng Rania.


"Baiklah kalian boleh pulang" Ucap Arion.


Mereka semua pindah tempat ke Hotel, sebenarnya ini sudah Arion rencana kan.


"Olivia kau tidurlah terlebih dulu, aku ada perlu sebentar" Ucap Arion mengusap pipi istrinya.


"Hmm baiklah" Olivia mengangguk dengan senyum di wajahnya


"Aku akan membangunkan mu saat semua sudah siap" Olivia lagi-lagi hanya mengangguk menuruti perkataan suaminya.


Arion mengecup kening istrinya kemudian turun ke bar hotel yang sudah mereka sewa, di sana sudah ada Aric, Daniel, Alister, Dion dan Rocky yang sepertinya enggan.


"Kau sudah datang" Ucap Aric ketika melihat Arion, Arion hanya mengangguk dia terus berjalan ke arah Rocky kemudian mengambil botol wine dan gelas di hadapan nya.


Arion menuangkan nya ke dalam gelas "Kau ingin pergi! kalahkan aku dulu baru kau boleh pergi" Ucap Arion langsung menenggak gelas berisi wine itu.


"Baiklah! jika aku menang biarkan aku pergi!" Rocky kemudian mengambil gelasnya ikut menenggak nya sampai habis.


Mereka berdua minum dengan santainya, terlihat mereka mulai kehilangan akalnya "Kau ingin aku mabuk jangan mimpi" Ucap Rocky yang kali ini sudah meminum anggur di botol langsung.

__ADS_1


Arion dan Rocky terus bertanding sampai terlihat Rocky yang sudah tak bisa membawa kepala nya lagi "Aku akan mengalahkan mu" Ucap Rocky.


"Arion hentikan, ini sudah saatnya" Ucap Aric yang memberikan sesuatu kepada Arion.


__ADS_2