
Malam semakin larut, Arion menenggak habis minuman nya, mereka kini sedang menikmati alkohol di bar milik Arion. Arion teringat ucapan Alister yang membekas di pikiran nya membuatnya meragukan keputusan nya untuk memberikan peluang menang untuk Alister. *Ck! sialan!! " Gumamnya dalam hati dan menenggak minuman di gelasnya lagi
"Kau sengaja kalah bukan? " Ucap Rocky yang tau betul permainan mudah seperti itu tak akan bisa membuat Arion kalah.
"Kau sudah tau kenapa tanya?" Jawab dingin Arion
"Aku hanya heran hal apa yang kau pikirkan bagaimana pun kau harus nya menang dan tidak membiarkan Alister memiliki kesempatan dengan Olivia" Rocky geram bagaimanapun dia sudah membuat banyak peluang untuk Arion dan Olivia tapi kenapa orang yang dia perjuangkan agar bersama dengan Olivia memberikan kesempatan kepada laki-laki lain.
"Ck! apa hubungannya dengan ku" Arion berpura-pura tidak perduli tapi nyatanya dia benar-benar menyesal dengan keputusan nya.
"Jika mereka semakin dekat apa yang kau lakukan"
"Apa kau pikir mereka bisa dekat! akan ku tunjukkan jarak antara gadis itu dan Alister, membuatnya tidak berani memandang Alister lagi"
"Arion jangan berbuat hal. yang tidak-tidak jangan membuat Olivia ketakutan! dari awal kau seharusnya tidak membuatnya menang! " Ucapan Rocky benar-benar membuat Arion untuk pertama kali meragukan keputusan nya dia akhirnya meminum lagi dan lagi minuman di gelasnya.
Alister minum di gelasnya dengan santai dia tidak menyangka Arion akan membiarkan dia menang, meski dia menang dia menjadi sedikit waspada " Apa yang ingin dia lakukan? " Menatap Arion yang duduk di meja lain hanya berdua dengan Rocky
"Selamat atas kemenangan mu Alister, minumlah aku yang bayar" Ucap Davian senang dia mendapatkan puluhan dolar dalam semalam hanya dengan satu permainan Arion dan Alister.
"Aku tidak menang, kakak yang menang dan banyak mendapatkan keuntungan" Ucap Alister menyanjung Davian
"Benar-benar itu berkat permainan mu" Ucap Davian.
*Berkat dia mengalah" Gumam Alister.
Malam semakin larut mereka semua kembali, Malam ini Arion mabuk, mungkin dia menyesali keputusan nya yang tiba-tiba membiarkan Alister menang.
"Sialan!! bangs*t aku tidak akan membiarkan mu tidak akan" Arion mulai meranacau, namun Rocky tersenyum mendengar nya
__ADS_1
"Aku sudah melakukan banyak hal jangan mengecewakan lagi, bahagiakan Olivia Arion tebus semua perbuatan buruk mu" Ucap Rocky yang benar-benar mendukung saudara nya itu, meski di balik itu hatinya sempat tertarik pada sosok cantik baik hati nan perhatian itu.
Mereka semua sudah sampai di rumah Arion, Davian dan Arion saja yang mabuk, Daffin minum tidak terlalu banyak dia yang paling sadar di antara Alister dan Davian meski Alister mabuk tapi dia tidak kehilangan kesadaran.
Mereka semua masuk ke dalam kamar tamu yang sudah di siapkan, di rumah sebesar itu tidak akan kekurangan kamar. Daffin tidur dengan Davian, Aric tidur dengan Alister, Daniel tidur di kamar terakhir dia menginap.
Rocky sudah membawa Arion masuk ke dalam kamar, dia kemudian mengambil handphone nya mengabari Olivia
Ting... satu pesan masuk ke HP Olivia
'Datang ke kamar Arion dia mabuk, bawakan obat pereda mabuk'
Olivia menghela nafasnya saat membaca pesannya dan mulai mengetik 'Baik aku akan segera ke sana'
"Kau akan ke kamar Arion! tidak boleh biar aku saja" Ucap Andreas yang tidak sengaja membaca pesan Olivia saat berada di belakangnya. dia baru selesai dari kamar mandi dan melihat Olivia menghela nafas membuat Andreas penasaran dan akhirnya dia melihat pesan di HP Olivia.
"Kau ingin membuatku dalam masalah hah! " Ucap Olivia yang mengira Rocky mengirim pesan itu atas suruhan Arion, tentu saja sebagai tahanan rumah Olivia tidak bisa membantah ucapan Arion, atau dia tidak akan dalam kondisi baik-baik saja.
"Bertanggung jawab? aku tidak ingin melibatkan mu, kita hanya rekan terimakasih atas kepedulian nya" Ucapan Olivia terdengar seperti ucapan terhadap orang asing
"Olivia jangan menganggap ku orang lain" Hati Andreas kali ini perih seakan teriris karena sikap Olivia yang memperlakukan nya seperti orang asing "Aku masih kekasih mu" Ucap Andreas lirih
"Maaf aku harus pergi, dan kita sudah berakhir "Olivia berusaha memantapkan hati untuk melupakan Andreas meski di dasar hatinya masih ada rasa ingin bersama tapi dia tau jika mereka bersama akan ada dua ibu yang terluka.
Olivia bergegas mencari obat pereda mabuk di kotak pertolongan pertama. dia segera pergi ke kamar Arion, dengan hati-hati mengetikkan pintu kamar Arion sebagai tanda permisi dia akan masuk.
Pintu tidak di kunci Olivia masuk dan melihat Arion duduk di pinggir ranjangnya, Olivia menelan saliva nya berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi.
Olivia berjalan mendekat ke arah meja, Olivia menuangkan air ke dalam gelas dia berjalan ingin memberikan air itu dan obat" Tuan say.. " Ucapan Olivia terhenti saat Olivia di tarik tepat mendekat ke dekapan nya membuat Olivia tidak sengaja menumpahkan air itu. ke rambut Arion dan bajunya sendiri.
__ADS_1
*Gawat dia pasti marah" Ucap Olivia dalam hati yang melihat rambut Arion sudah basah
Namun tak di sangka yang terjadi adalah pelukannya semakin erat dan Arion menenggelamkan wajahnya di perut rata Olivia.
Olivia menahan geli dia tidak ingin bergerak dan malah membuat Arion mengamuk. "Tu.. Tuan le... lepaskan saya" Olivia memberanikan diri untuk meminta Arion melepaskan nya.
Benar saja pelukannya melonggarkan membuat Olivia mundur sedikit *Ah gawat obatnya aku belum menghancurkan nya" Olivia teringat obatnya masih berbentuk tablet. Olivia ingin menghancurkan obat itu baru saja memutar badan tiba-tiba
Greppp!!!
Tubuhnya sudah di kunci dari belakang pelukan yang sangat lembut, kepala yang mulai bersandar di pundak Olivia, desir nafas yang hangat menyentuh telinga Olivia, membuat jantung Olivia sedikit berdetak lebih cepat.
"Tu.. Tuan" Olivia ingin meminta Arion melepaskan dirinya tapi entah mengapa Aroma anggur, nafas yang hangat di telinga membuat Olivia tidak bisa mengucap apapun.
Arion menggerakkan wajah Olivia untuk menengok nya, Arion dengan perlahan mencium bibir lembut itu Olivia ingin mundur tapi kepalanya di tahan oleh tangan Arion, ciuman itu semakin dalam dan manis, sisa anggur di mulut Arion menyeruak menambah manis sensasi berciuman itu.
Olivia hampir kehilangan nafasnya dia menggigit bibir Arion agar Arion melepaskan ciumannya. Benar saja Arion menyudahi ciumannya..
Arion merasakan pusing dan mual di perutnya dia melepaskan pelukan nya dari Olivia dan akhirnya memuntahkan isinya dan mengenai baju Olivia
Arion lemas Olivia segera menjatuhkan Arion di atas ranjang
"Ah yang benar saja" Ucap Olivia yang melihat bajunya terkena muntahan Arion. "Tidak mungkin keluar dengan baju ini kan!" Ucap Olivia.
Olivia mengganti baju Arion yang terkena muntahan kemudian dia mengambil kemeja untuk dia pakai setelah membersihkan tubuhnya, bagaimanapun Olivia tidak bisa keluar dengan baju yang penuh dengan muntahan itu.
Olivia mandi di dalam kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya dan berganti dengan kemeja yang sedikit panjang untuk nya "Harus segera keluar sebelum dia sadar" Ucap Olivia yang baru saja keluar
Olivia melihat Arion sebentar, seperti nya merasa tidak nyaman Akhirnya Olivia membantu menghancurkan obat nya dan meminumkan nya perlahan. Olivia merebahkan kembali Arion saat Olivia ingin pergi tangannya di tarik membuat Olivia jatuh ke ranjang Arion.
__ADS_1
Arion memeluk erat tubuh Olivia *Ya Tuhan jangan biarkan terjadi hal buruk" Doa Olivia dalam hati.