
Fiona mendekat dan menjewer telinga adiknya itu membuat Fiona melihat dari dekat wajah Alister yang terlihat tidak baik-baik saja "Apa kau menangis? "
Alister terkejut mendengar kata-kata kakanya kemudian melepaskan tangan kakaknya dari telinganya "Apa yang kau katakan? aku menangis untuk apa? " Alister berusaha tertawa tapi tawa itu tidak mengurangi kecurigaan Fiona.
"Fiona apa kau pikir Alister anak kecil, mungkin dia kelelahan dan tidak enak badan, lebih baik segera pulang dan membiarkan istirahat" Aric berjalan mendekat ke arah ke duanya.
"Benar mungkin aku yang berpikir terlalu banyak, baiklah ayo kita pulang " Fiona menyudahi kecurigaan nya, meski dia masih tetap curiga dengan sikap Alister.
"Sebelum pulang bisakah kita makan sesuatu? " Ucap Alister yang mendapatkan anggukan dari pasangan baru itu.
"Baiklah, kebetulan kita belum kenyang " Ucap Fiona yang hanya sarapan sepiring berdua dengan Aric.
Alister berjalan terlebih dulu, Fiona mendekat pada Aric "Apa dia benar-benar kelelahan?, bagaimana jika memberikan sedikit hadiah untuk nya" Bisik Fiona yang membuat Aric mengernyit kan dahinya.
"Hadiah? hadiah apa? " Tanya Aric dengan suara pelan seperti suara Fiona yang berbicara padanya.
"Nanti kau akan tau hehe" Fiona tersenyum penuh arti membuat Aric sedikit bingung, sebenarnya apa yang kekasihnya rencanakan.
Alister melajukan mobilnya ke sebuah restoran yang kebetulan di lewati oleh mereka. Sesampainya di restoran Alister merasa dirinya menjadi kenyang karena sesuatu yang melintas di pikiran nya.
Fiona dan Aric memesan beberapa makanan, sedangkan Alister malah menaruh buku menu yang tadi dia pegang.
"Ada apa dengan mu Alister, tadi kau mengajak kami untuk makan tapi kenapa kau tidak semangat seperti itu? " Tanya Fiona yang heran dengan sikap Alister.
"Aku tiba-tiba tidak ingin makan" Jawab jujur Alister membuat Fiona hanya mengangguk kecil dan memilih memesankan makanan favorit adiknya itu.
Tidak menunggu lama, pesanan mereka sudah sampai, Aric dan Fiona terlihat bersemangat melihat makanan di hadapan mereka sesuai dengan di gambar yang ada di menu "Ini terlihat enak" Fiona ingin mengambil pisau steak nya namun steak miliknya di geser oleh Aric.
Aric mengambil pisau dan garpu miliknya dengan rapi Aric memotong steak milik Fiona itu "Sudah sekarang kau bisa memakannya" Aric tersenyum sembari memberikan steak yang sudah dia potong kepada Fiona.
"Terimakasih" Hanya dengan perbuatan kecil saja sudah membuat Fiona senang.
__ADS_1
Alister terlihat menghela nafas seperti nya banyak hal yang sedang ada di pikiran nya, dia bahkan tidak menyentuh steak yang ada di depannya.
"Alister bukannya kau tadi yang mengajak kami makan, ayo makan lah dan kita akan segera pulang, sebelum mereka semua kembali"
Alister merasa dirinya hanya sedang melarikan diri dia tidak ingin kembali ke rumah keluarga mars.'Ada apa denganmu Alister kau tidak seperti biasanya " Alister berbicara dengan dirinya sendiri dalam diam nya.
"Haruskah aku menyuapimu! buka mulutmu sekarang" Ucapan Fiona yang geram melihat adiknya yang seperti tidak nafsu makan.
Aric melihat Fiona yang sudah menusuk daging dan mengarahkan nya pada Alister itu merasa kesal, tiba-tiba dia menarik tangan Fiona membuat daging itu berputar haluan "Nyam, enak" Aric tanpa rasa bersalah tersenyum setelah memakan daging nya.
"Aric itukan daging untuk Alister kenapa kau memakannya" Ucap Fiona sedikit kesal.
Aric mendekatkan bibirnya ke telinga Fiona, ini hidangan pembuka yang enak membuatku ingin memakan daging yang lain" Bisikan Aric itu membuat wajah Fiona memerah membuat Aric tersenyum puas mengerjai kekasihnya.
Melihat pemandangan yang begitu menyilaukan itu Alister hanya bisa berdiri "Kalian lanjutkan makannya, aku akan kembali ke mobil" Alister berjalan meninggalkan Fiona dan Aric terlalu tertekan untuk Alister melihat mereka bermesraan.
"Lihat apa yang kau lakukan, kau membuat adik ku pergi" Ucap Fiona pada Aric.
"Sudahlah lebih baik kau kembali dulu, aku akan ke kamar mandi sebentar ok" Ucap Fiona yang mendapatkan anggukan dari Aric.
Aric menyusul Alister yang ternyata benar sudah di dalam mobil dia menyenderkan kepalanya, terlihat tidak bersemangat.
Aric masuk dan duduk di samping Alister "Sebenernya apa yang terjadi kau terlihat tidak hidup" Ucap Aric.
"Bukan urusanmu! " Alister begitu kasar menanggapi Aric.
Aric memilih diam, dia tau suasananya tidak baik hanya bisa menunggu Fiona untuk mencairkan suasana.
****
Arion berjalan terus ke arah dapur melihat Rania sedang membuatkan sesuatu di sana "Di mana Olivia" Tanya Arion kepada Rania.
__ADS_1
"Ada di taman bersama nona Aleena tuan muda" Ucap Rania yang selesai membuat minum dan ingin memberikan nya pada tamu yang di sebut oleh Aleena tadi.
"Aleena apa kau baik-baik saja" Tanya Olivia yang melihat Aleena duduk di bangku taman dengan tatapan yang kesal.
"Aku tidak apa-apa kak, hanya sedikit kesal dengan ucapan kak Rocky itu dari mananya aku mengganggunya coba, kenapa dia terlihat sangat terpana dengan wanita itu" Aleena tersenyum ke arah Olivia yang duduk di sampingnya meski masih ada raut kesalnya.
"Wajar saja, di lihat dari ucapannya mereka sudah lama tidak bertemu jadi mungkin Rocky hanya menjaga perasaan nya saja sebagai teman"
Mendengar penjelasan Olivia yang mengatakan Rocky mungkin hanya menganggap Silvia teman entah mengapa membuat mood Aleena sedikit membaik "Benarkah, tapi aku tidak suka dengan wanita itu"
"Kenapa Aleena tidak suka? " tanya Olivia
Aleena terdiam sekarang di otak nya terpikir ingin menjawab, karena dia dekat dengan kak Rocky tapi dia mengurungkan pikiran aneh itu dan menjawab "Tidak suka saja, pokoknya tidak suka" Olivia tidak tau harus menjawab apa lagi.
"Kak aku mendengar semuanya, kenapa kakak tidak mengatakan kalau kakak adalah istri kak Arion di lihat dari tingkahnya seperti nya dia ingin mendekati kak Rocky dan kak Arion" Tanya Aleena
"Aku juga ingin mendengar jawaban tentang itu! kenapa tidak mengakui ku setelah semalam kau meniduri ku" Ucap kesal Arion yang ternyata sudah berada tepat di belakang bangku duduk Olivia dan Aleena, Arion benar-benar bisa berjalan tanpa mengeluarkan suara.
"Tunggu apa yang kau katakan di sini ada Aleena" Wajah Olivia lagi memerah karena panik perkataan Arion bukankah terlalu vulgar untuk di dengar anak kecil.
"Aku hanya bertanya hal yang sama dengan Aleena kenapa tidak mengakui ku setelah kau meni.. " Olivia berdiri dan membungkam mulut arion.
"Ja.. jangan lanjutkan" Ucap Olivia yang sudah malu, dia tidak ingin Aleena berfikir dia begitu brutal padahal kakaknya yang meniduri dia.
"Wooowww wegiwu waawaabb" Ucapan Arion tidak jelas karena Olivia menutup mulut Arion sangat bertenaga.
"Sudahlah kak Olivia jangan malu, lebih baik lepaskan kakak ku yang tidak bisa berbicara itu" Ucap Aleena
"Ahh maaf" Olivia reflek melepaskan tangannya di mulut Arion
"Jadi kenapa kakak tidak mengaku saja tentang pernikahan kakak, agar kakak tidak di hina seperti itu, aku sangat kesal melihat nya " Ucap Aleena mengepalkan tangan kecilnya.
__ADS_1
"Soal itu.. " Olivia agak ragu untuk berbicara