
Daniel berjalan ke arah sebuah kotak besar "Olivia kemarilah " Ucap Daniel menatap Olivia
Olivia berjalan mendekat ke arah Daniel, Daniel membuka kotak Olivia membulatkan matanya terkejut melihat apa yang dia lihat di dalam kotak itu
"Pi..pistol" ucap Olivia sedikit takut melihat berbagai jenis senjata ada di dalam nya
"Benar, kita akan melakukan olahraga menembak apa kau keberatan? " ucapan Daniel sembari mengambil pistol dalam kotak itu dan memberikan nya pada Olivia
Olivia tidak langsung menerimanya tapi dia menatap Daniel sedikit bingung " Itu Tuan aku tidak bisa menembak" Ucap Olivia, jangan kan menembak bagi Olivia ini pertama kali dia di beri kesempatan untuk memegang benda yang bernama pistol itu
"Ambil, aku akan mengajarimu, bisa menembak juga bukan hal buruk mungkin saja bisa menjadi hobby baru mu" Ucap Daniel sembari menuntun tangan Olivia untuk mengambil pistol yang dia berikan pada Olivia
Olivia dengan sungkan dan terpaksa mengambilnya "Tapi Tuan aku benar-benar tidak bisa? " Ucap Olivia yang memegang dengan canggung pistol itu
"Aku sudah bilang aku akan mengajarimu" Ucap Daniel yang kini mulai memperbaiki posisi berdiri Olivia, cara memegang pistol Olivia "Kau harus memegang nya seperti ini" menunjukkan sikap sang profesional
Setelah sikap dan cara memegang Olivia benar, Daniel berdiri di belakang Olivia, memberikan arahan padanya "Bidik target menggunakan mata dominan mu" Ucap Daniel menginstruksikan pada Olivia, Olivia mencoba mempraktikkan ucapan Daniel
"Kemudian sejajarkan bagian depan dan belakang pistol" Daniel membantu Olivia melakukan nya
"Ok sekarang fokus dan tentukan titik sasaran nya, jangan lupa konsentrasi" Ucap Daniel
Daniel melihat sikap Olivia sudah siap untuk melakukan tembakan "Ok tekan pelatuk nya" Ucap Daniel
Olivia menarik nafasnya dan mulai menarik Pelatuk nya dan tembakan itu meleset
"Ini sangat sulit" Keluh Olivia yang merasa menembak adalah hal yang sangat sulit
"Untuk kau yang baru pertama memegang pistol ini sangat lumayan meski meleset tapi itu hampir mengenai sasaran, itu tidak masalah, kita coba lagi dan kali ini jangan menarik pelatuk nya lebih baik menekan atau sedikit meremas nya" Ucap Daniel yang melihat ada sedikit kesalahan dari Olivia
"Menekannya? "
"Benar, tekan secara konstan" Ucap Daniel
Akhirnya Olivia mencoba mempraktikkan semua teori yang Daniel ajarkan, sampai akhirnya dia berhasil mengenai tepat di sasaran
__ADS_1
"Aaaaa aaaa aaaa tepat sasaran" Teriak Olivia puas usaha nya menembak berkali-kali tidak sia-sia.
Teriakan Olivia membuat Daniel tak bisa menahan senyumnya Daniel saat ini merasa seperti seorang ayah yang berhasil mengajari anak nya sesuatu yang dia kuasai
"Ini sangat sulit, sangat menegangkan tapi saat berhasil sangat menyenangkan" Ucap Olivia bersemangat
"Jadi apa kau menyukai menembak? " tanya Daniel
"Lu.. lumayan"
"Bagus, kalau begitu kedepan nya kau bisa menemani ku latihan menembak, ini juga bagus untuk jaga diri" Ucap Daniel
Olivia mengangguk mengerti, Mereka berdua mulai membuat pertandingan layaknya anak dan ayah
Di sisi lain
Rafael dan Arion datang bersamaan di tempat casino itu
"Tuan muda" Ucap Rafael saat melihat Tuannya
"Kau lumayan" bisik Rocki yang berjalan di belakang Arion
"Tidak salah kau di angkat menjadi tangan kanan tuan Arion di dunia bawah, bahkan bisa menemukan Olivia dengan cepat" Ucap dion
Mereka berempat masuk, tak lupa bodyguard yang di bawa Rafael bertugas untuk mengepung tempat itu
Di dalam casino semua mata tertuju pada Arion pastinya, dia adalah sang penguasa mereka yang memiliki bisnis atau orang berkelas tentu saja mengenalinya, semua orang segera bergegas menyapanya meninggalkan game yang sedang mereka mainkan
"Tuan Arion" semua orang menyanjung kan namanya saling dorong untuk sekadar menyapanya, Dion dan Rafael bergegas ke depan Arion menjadi tameng
"Maaf Tuan Arion sedang ada urusan mendadak kalian semua silakan minggir" Ucap Dion sedangkan Rafael membuka jalan untuk Arion.
Arion berjalan ke arah pelayan yang tengah berjalan untuk menyambut kedatangan nya "Dimana Pak tua itu" Ucap Arion yang mendapati kode dari Rocki sedangkan pelayan itu nampak bingung dengan sebutan pak tua tidak mengerti siapa yang Arion maksud
"Uhuk-uhuk" Rocki Sengaja terbatuk untuk mengingat kan Arion untuk menjaga image nya
__ADS_1
"Maksudku di mana Tuan Daniel?! " Ucap Arion
"Oh, Bos sedang bersama kekasihnya di ruangan tembak pribadi nya" Ucap sembarangan pelayan itu, pelayan itu menganggap Olivia kekasih Daniel, karena ini pertama kali Daniel membawa wanita di sisiNya
Arion tiba-tiba mengangkat kerah kemeja pelayan itu! "Kau berbicara tanpa berfikir siapa yang kau sebut kekasihnya" Ucap Arion sembari melemparkan tubuh pelayan itu, tempramen Arion dalam keadaan buruk
"Ma.. maaf tuan penguasa ak.. aku tidak bermaksud hanya saj" Ucapnya terhenti saat kaki Arion sudah berpijak di dada pelayan itu
"Berisik! tunjukkan dimana dia?! " Ucap Arion tidak basa basi dia langsung berjalan ke arah yang di tunjuk oleh pelayan itu
Arion berjalan lebih dulu bersama Rafael dan Dion, sedangkan Rocki membantu pelayan itu, dan memasukkan sebuah uang di dalam sakunya "Simpan untuk mu " Ucap Rocki
Rocki bergegas menyusul Arion dan mulai berbicara di samping nya "Arion ingat kau bukan hanya seorang pengusaha atau bos pimpinan dunia bawah, kai sangat terpandang kau adalah penguasa negara Asia, ingat untuk berjaga sikap" Ucap Rocki mengingat kan
"Berisik!! kau diam aku sudah tau! " Ucap nya tanpa melihat dan menghentikan langkahnya
Saat ini Olivia tengah kelelahan "Ah aku tidak akan mungkin menang darimu Tuan, aku menyerah" Ucap Olivia sembari mendudukkan tubuhnya menaruh pistolnya dan mulai melemaskan tangan nya
"Kau menyerah?! ok kita istirahat" Ucap Daniel yang ikut duduk bersama Olivia "berbaringlah kau bisa melihat bintang dari sini" Ucap Daniel ya memang ruangan tembak yang Daniel buat dengan atap yang bisa langsung melihat indahnya langit malam
"Benarkah? " Tanya Olivia yang langsung menidurkan tubuhnya "Ah benar ini sangat indah" Ucap Olivia yang langsung menikmati lukisan malam itu
Daniel tersenyum menatap ke arah gadis yang tengah tertidur di samping nya itu
Namun tiba-tiba ada seseorang yang mendobrak paksa pintu ruangan kedap suara itu.
Daniel menengok ke arah nya "Sialan pengganggu sudah datang" Ucap Daniel sengaja mengeraskan suaranya
"Apa yang kau katakan!! pengganggu!! pak tua seperti nya kau belum tau posisi mu disini" Ucap Arion yang langsung berjalan mendekat kearahnya sedangkan Daniel dan Olivia segera bangkit
Arion semakin dekat dan memberikan tendangan nya ke arah Daniel namun dengan cepat Daniel menangkis tendangan itu
"Ck! refleks mu boleh juga pak tua" Ucap Arion dengan posisi ingin menyerang kembali
Namun tiba-tiba Olivia
__ADS_1