
Setelah melihat senja dan bunga tulip yang begitu indah, mereka kembali ke mobil dion menjalankan mobil sebentar dan berhenti ke sebuah pemandian air panas yang terlihat berkelas.
Olivia bertanya-tanya saat diri-Nya sudah masuk ke dalam ruangan pemandian khusus wanita.
Olivia masuk ke ruangan privat itu pelayan sudah menunggu nya "Nona silahkan" Ucap pelayan itu memberikan pakaian yang harus Olivia pakai. Olivia sedikit mengernyitkan dahinya dan kemudian mengerti orang yang ada di depan nya akan memberikan treatment padanya, Olivia akhirnya mengganti bajunya.
Olivia telah berganti pakaian, pelayan itu menyuruh Olivia untuk berbaring di tempat yang sudah di sediakan. "Silahkan Nona saya adalah beauty therapist yang akan membantu Anda" Ucapnya sopan.
Olivia mengangguk dan kemudian menjalani treatment yang sudah di siapkan untuk nya sampai berakhir pada Olivia yang berendam di pemandian air panas.
Olivia benar-benar merasa segar kembali semua lelahnya benar-benar terbayarkan dari massage yang di berikan beauty therapist itu, bahkan kukunya juga sekarang lebih rapi meski kuku jarinya tidak panjang karena pekerjaan Olivia tidak pernah memanjangkan kukunya.
Setelah selesai berendam seorang wanita lain masuk dan memberikan Olivia baju, Olivia keluar dari ruang ganti dia sedikit bingung kenapa dia harus memakai gaun.
"Nona silahkan duduk " Ucap Makeup artis itu beberapa menit berlalu Olivia tampil sangat cantik seperti bidadari yang turun ke bumi dia keluar dari ruangan itu, membuat dia laki-laki tak berkedip menatapnya.
Arion menyadari Dion yang menatap Olivia tidak berkedip "Jangan harap kau mendapatkan gaji bulan ini" Ucapan Arion mampu membuat Dion yang tersadar dari pesona yang Olivia berikan
*Ya Tuhan Dion sudah ku bilang kau harus buta hari ini, kau malah menatap wanita tuan mu bodoh sekali kau Dion " Dion menepuk keningnya
Sedangkan Arion berjalan ke arah Olivia berjalan dengan elegan, jas hitam di tubuhnya menambah kesan wibawa yang sudah ada di wajah Arion.
Arion menyuruh Olivia kembali ke mobil, Dion pun bergegas mengikuti mereka, Dion kini sudah mengemudikan mobil itu kembali.
Mobil itu melaju ke sebuah gedung besar, saat mobil sudah terparkir Arion memberikan sebuah topeng untuk Olivia
__ADS_1
"Ini untuk apa tuan? " Tanya Olivia
"Pakailah! " Ucap Arion yang mendapati anggukan dari Olivia, Olivia menggunakan topeng menambah kesan misterius, bidadari cantik yang misterius.
Olivia dan Arion berjalan ke red karpet yang di sediakan, Olivia baru saja tersadar dirinya sedang menghadiri sebuah pesta saat pintu itu di buka dan banyak orang di dalam nya menatap ke arah mereka.
"Tu.. tuan kenapa membawaku kesini, ak.. aku tidak menghadiri sebuah pesta semegah ini" bisik Olivia pada Arion. Dan lagi hanya dia yang memakai topeng membuatnya merasa canggung.
"Aku bukan sengaja ingin mengajak mu kemari! " Ucap Arion sebenarnya bukan itu yang ingin Arion ucapkan dia sebenarnya ingin memperkenalkan Olivia sebagai pasangan nya namun dia tidak ingin membagi kecantikan Olivia pada semua orang jadi Arion memberikan Olivia topeng selain itu Arion masih belum tau siapa yang ada di belakang Mario Harris dia takut musuhnya itu menargetkan Olivia jika mereka mengetahui wajah Olivia.
Olivia memaksa senyumnya *Jadi alasan aku memakai topeng, apa karena tuan muda malu memliki pasangan seperti ku, dan lagi tidak. ingin membawaku kenapa tidak menyuruhku di mobil saja" Olivia hanya bisa menggerutu dalam hati tidak ada keberanian untuk mengucapkan nya langsung.
"Kita temui seseorang dulu" Ucap Arion, mereka menemui seorang yang berpenampilan sangat berwibawa dia adalah jendral dia orang yang berpengaruh di bidang kemiliteran, membuat Arion terpaksa menghadiri pestanya.
"Terimakasih tuan Arion, ini kehormatan untuk ku anda bisa datang ke acara orang tua ini" Ucapnya merendah untuk meninggi "Gadis cantik ini apakah kekasihmu? " Tanya jendral tua yang terlihat tertarik dengan Olivia.
"Hanya pasangan malam ini" Ucapan Arion itu mampu membuat Olivia merasa kecewa, Olivia memaksa senyumnya dan menjabat tangan jendral itu yang mengulurkan tangan pada Olivia.
Setelah menyapa sang pemilik pesta, Arion di hadang banyak orang yang berusaha menjilat Arion mengajak Arion berbicara, siapa yang tidak ingin bekerja sama dengan Arion, laki-laki tampan dan sukses bukan hanya itu mereka semua juga penasaran siapa wanita yang di bawa sang penguasa ke pesta besar seperti itu.
Semua orang terus berbicara dengan Arion membuat Olivia merasa bosan dan entah mengapa perkataan Arion itu benar-benar mampu membuat Olivia kecewa *Baru saja bilang ingin mengejarku sekarang bilang kami hanya pasangan satu malam, haaaahh Olivia ada apa dengan mu kenapa kau merasa kecewa kau bukannya sudah tau dia hanya bermain-main dengan mu, Olivia sadarlah" Olivia menepuk pelan wajahnya
Olivia memberanikan diri menarik ujung baju Arion, Arion mendekat kan diri pada Olivia dia tau Olivia ingin berbicara sesuatu dengannya.
"Bolehkah aku makan? " Bisik Olivia lirih yang mendapatkan anggukan dari Arion
__ADS_1
"Jangan pergi terlalu jauh" Ucap Arion sebelum dirinya kembali membicarakan bisnis dengan koleganya itu.
Sedangkan Olivia memilih untuk mengambil kue yang sudah di sediakan, matanya melihat pemandangan yang jauh dari dunianya *Inikah kehidupan sosialita?" Gumam Olivia dalam hati di sana dia tidak mengenal satu pun orang sampai matanya menemukan seorang wanita yang memeluk lengan seorang yang lebih tua, Olivia mengepalkan tangannya bergetar.
Dia mengikuti langkah wanita dan pria paruh baya itu mereka berjalan ke lorong, mereka bahkan berciuman di lorong gedung yang di sewa untuk pesta megah itu
Mereka bahkan berciuman Olivia hanya bisa membungkam mulut nya agar tidak berteriak karena terkejut, Olivia mengedipkan matanya beberapa kali mungkin saja dia salah lihat.
Mereka masih berciuman sambil berjalan menuju sebuah kamar mereka masuk dan menutup kamar itu Olivia hanya bisa terperangah dengan apa yang dia lihat "Ini tidak mungkin bukan? apa aku salah lihat" Olivia merasa penasaran dan berjalan menuju kamar itu baru saja sampai di depan kamar tiba-tiba ada dua orang berada di belakang Olivia.
"Nona apa yang kau lakukan di sini? apa kau kesepian" Ucap satu laki-laki itu, dia manik tangan Olivia membuat Olivia terkejut
Olivia menengok ke arah mereka berdua wajah mereka terlihat menginginkan Olivia
"Nona kau terlihat sangat cantik dengan topeng itu, membuatku penasaran untuk membukanya" Ucap laki-laki itu ingin meraih topeng Olivia .
"Maaf anda tidak boleh membuka nya" Olivia memundurkan dirinya
"Apa yang kau bilang kau kesini bukannya kesepian kami bisa memuaskan mu nona cantik" Ucap laki-laki kedua sembari ingin meraih tangan Olivia
Namun Olivia memundurkan dirinya dan berlari menerobos dua laki-laki itu, satu laki-laki hampir menangkap tangan Olivia tapi terlambat satu detik
"Kejar wanita itu" Ucap dua laki-laki itu secara bersamaan
*Ya Tuhan lindungi aku" Ucap Olivia dalam hati terus berlari namun hakim tinggi dan gaun membuatnya kesulitan hingga dirinya jatuh membuat dua laki-laki itu semakin dekat ke arahnya.
__ADS_1