MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 238


__ADS_3

Arion pergi mengambil pisau dia bahkan mengupas dua buah mangga dan menaruhnya di piring, dia menancapkan tusuk gigi di atasnya, dia ingin menyuapi istrinya namun hal yang tak terduga, Olivia menampik tangan Arion dan membuat buah mangga itu terjatuh "Boo aku sudah bilang aku tidak mau" Olivia merasa perutnya mulai berputar-putar.


"Ugh, boo aku mohon jauhkan buah itu aku tidak mau" Ucap Olivia yang mulai mencium bau mangga yang ada di tangan Arion.


Arion merasa benar-benar aneh, kenapa tiba-tiba istrinya tidak menyukai buah yang biasanya menjadi favorit nya "Baiklah aku akan menyimpannya di lemari pendingin jika nanti kau mau kau bisa mengambilnya" Arion jadi tidak ingin lagi memakannya saat melihat tingkah aneh istrinya itu.


"Maafkan aku" Saat buah mangga itu di simpan Olivia merasa bersalah sudah berbicara sedikit meninggi pada Arion, padahal Arion sudah susah payah mengupas mangga itu untuk nya.


"Untuk apa minta maaf sayang, mungkin kau sudah kenyang wajar saja jika kau tidak mau makan, maaf ya aku sudah egois dengan memaksa mu" Arion sudah membawa istrinya untuk bersandar di dadanya, dia mengusap pucuk kepala Olivia, untuk menenangkan nya.


"Aku rasa juga seperti itu, sepertinya aku terlalu kenyang" Olivia merasa tenang berada di pelukan Arion


"Baiklah, ayo segera tidur besok pagi aku akan membawa ke suatu tempat" Ucap Arion yang membuat Olivia menatap suaminya


"Pergi? kemana? " Tanya Olivia


"Tenanglah besok kau juga akan tau, sekarang tidurlah kau pasti lelah" Arion tersenyum begitu lembut di hadapan istrinya padahal dia akan terlihat begitu dingin di hadapan orang lain


"Hmm baiklah selamat malam my boo" Olivia membaringkan tubuhnya.


Arion mengecup kening Olivia dan mulai ikut merebahkan tubuh nya di samping Olivia, kemudian Arion menarik Olivia untuk tetap berpelukan dengannya.


Malam semakin larut akhirnya mereka tertidur dengan lelapnya.


Pagi menyapa semua orang sudah bangun bahkan Olivia dan Ranti sudah berada di dapur untuk membantu pekerjaan asisten rumah tangga dan juga Tiara yang selalu turun tangan untuk masak memasak.


"Sekarang saya tau kenapa Olivia bisa pintar memasak ternyata bakatnya di turunkan dari ibunya" Ucap Tiara yang melihat Ranti begitu cepat menyelesaikan makanannya.


"Ibu Tiara terlalu memuji, bukankah semua wanita pandai memasak" Ibu Ranti tersenyum.


"Tidak, putri kecilku itu bahkan tidak suka masuk ke dapur" Ucap Tiara yang teringat Aleena yang sangat tidak mau belajar memasak.

__ADS_1


"Wajarlah bu, dia masih terlalu kecil" Ibu Ranti tersenyum.


"Mungkin Ibu benar" Tiara membalas snyum Ranti


Masakan mereka sudah hampir selesai, hari ini Olivia hanya bertugas untuk menyiapkan piring dan minuman yang memasak kedua ibunya.


"Olivia kemari, bisakah kau mencuci buah dan menatanya? " Tanya Tiara lembut tidak ingin terkesan menyuruh-nyuruh menantunya.


"Ah baiklah ma" Olivia segera mengambil buah-buahan yang akan dia cuci, ada anggur, apel, dan pisang.


Olivia sudah selesai menatanya, Ranti dan Tiara juga sudah menyelesaikan masakan mereka.


Tiara melihat buah yang Olivia cuci "Olivia seperti nya kita memiliki buah jeruk, tunggu aku akan mencarinya " Tiara ingat dia membeli buah jeruk dan menyimpannya.


"Maaf aku tidak melihat nya ma, biar aku bantu cari" Ucap Olivia mendekat ke arah Tiara yang sedang membuka lemari pendingin itu.


"Disini rupanya" Tiara mengambil satu kantung plastik dan membuka nya "Ah ini bukan jeruk tapi lemon" Ucap Tiara.


"Lemon, Olivia kau menyukai buah lemon, apa ibu harus memotong beberapa untuk mu? "Tanya Ranti.


"Baiklah aku akan memotongnya, anak kita memang spesial, mereka tidak merasa asam untuk buah yang sangat asam" Ranti tertawa kecil bersama dengan Tiara, mereka sangat akur sebagai besan.


Olivia tiba-tiba merasa mulutnya sangat penuh dengan air, perutnya mulai berputar-putar seperti semalam.


"Aku sudah selesai memotong nya, Olivia kau bisa menaruhnya di atas meja" Ucap Ranti.


Olivia menerima piring itu dan merasa perutnya semakin berputar dia merasa mual "Ugh ibu, seperti nya aku perlu ke kamar mandi" Ucap Olivia yang benar-benar merasa mual.


"Ah baiklah" Ranti merasa sedikit aneh, Tiara juga merasakan hal yang sama. "Ini aneh dia biasanya langsung memakannya " Ucap Ranti yang ingat waktu itu Olivia makan tanpa merasa asam.


Semua sudah tersaji di atas meja, semua orang pun sudah berkumpul untuk makan bersama.

__ADS_1


Aleena sudah mengangkat bahunya melihat potongan Lemon di depannya, bahkan air liur nya sudah memenuhi mulutnya "Ma kenapa kau memotong banyak buah lemon, siapa yang akan makan buah masam itu" Aleena bergidik.


"Itu pasti Arion dan Olivia, waktu itu Olivia dan Arion sangat menikmati makan lemon seperti makan buah jeruk bali yang manis" Aric menjawab pertanyaan Aleena yang membuat Aleena mantap ke arah Olivia yang tidak terlihat menyukai Lemon itu.


"Benarkah, tapi seperti nya kak Olivia merasakan hal yang sama denganku Lemon itu tidak enak" Aleena melihat wajah Olivia yang pucat saat melihat ke arah Lemon.


"Anak kecil tau apa, dia menyukai lemon ya kan sayang, haruskan aku mengambilkan untuk mu? " Ucap Arion yang lebih dekat dari buah lemon itu, Arion mengambilkannya satu potong.


Olivia menggelengkan kepalanya, membuat Arion merasa dejavu teringat kejadian semalam saat Arion mengupaskan mangga untuk Olivia.


"Benarkan kak Olivia tidak suka, lihat dia tidak mau makan" Ucap Aleena merasa benar.


"Ugh.. permisi sebentar" Olivia merasa sangat mual saat buah lemon itu berada dekat pada indra penciuman nya.


"Ini aneh, kenapa dia terlihat sangat tidak suka, tadi malam saat aku mengupas kan mangga yang di berikan Fiona dia juga membuat ekspresi seperti itu, padahal dua buah ini buah favoritnya" Arion merasa sangat aneh dengan tingkah istrinya yang biasanya tidak menolak saat di beri buah kesukaan nya itu.


Perkataan Arion itu memicu dua ibu-ibu yang ternyata sudah saling lirik dan menyimpulkan sesuatu.


"Arion sebaiknya kau membawa Olivia ke rumah sakit" Ucap Tiara yang membuat Arion mengernyitkan dahinya.


"Ma, apakah tidak mau makan buah favoritnya harus sampai ke rumah sakit! " Pertanyaan Arion itu membuat Andreas dan Ranti menahan tawanya.


Andreas yang notabene seorang dokter mungkin dia sedikit sudah bisa menebak apa yang di pikirkan dua wanita paruh baya itu.


"Benar sayang, lagi pula di sini ada zulfa dan Andreas kenapa sampai ke rumah sakit" Rayyan juga merasa tidak perlu sampai ke rumah sakit hanya karena tidak mau makan buah favorit.


Tiara menggelengkan kepalanya dia menyadari sikap tidak peka Arion itu di turunkan dari suaminya "Dasar ayah dan anak memang tidak ada beda nya" Keluh Tiara yang membuat Andreas juga mengerti temannya itu hebat soal bisnis di turunkan dari papanya dan tidak peka soal cinta dan keadaan juga di turunkan oleh papanya


"Andreas kau punya solusi untuk kasus Olivia ini? " Tanya Arion.


"Ke rumah sakit, kau harus membawa nya ke dokter kandungan" Jawab singkat Andreas yang membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


"Tunggu apa maksud nya? " Arion terlihat bingung


"Dasar penguasa sombong tidak peka! "Gerutu Aleena, Aleena saja mengerti maksud dokter Andreas.


__ADS_2