
Seelesai membalut luka Arion, tanpa di sengaja Olivia melihat Arion yang terus menatapnya "Sudah selesai tua... " Ucapan Olivia tidak selesai karena Arion sudah mengisyaratkan Olivia untuk tidak memanggil tuan.
"Kenapa memanggil tuan lagi?, kau ini istriku bisakah aku mendapat kehormatan sebagai suamimu" Arion benar-benar kesal dengan sikap dingin Olivia padanya, Olivia terlihat tidak menginginkan nya padahal di luar sana ribuan wanita cantik pasti mendambakan untuk bisa menjadi istrinya, tapi istrinya yang sesungguhnya malah tidak menganggap nya.
"Aku hanya belum terbiasa, beri aku waktu ya" Olivia tersenyum memohon.
"Tidak! aku ingin setiap ketika berdua kau memanggilku seperti tadi" Ucapan Arion itu membuat Olivia merasa Arion menyukai panggilan itu.
"Baiklah my boo " Olivia tersenyum begitu manis membuat Arion tidak bisa melepaskan Olivia lagi, Arion membawa Olivia dalam pelukan nya.
"Secepatnya kita akan mengadakan resepsi pernikahan, aku ingin semua orang tau kau adalah wanitaku" bisik Arion yang masih terdengar di telinga Arion
Olivia hanya diam tidak menanggapi ucapan Arion, di benak Olivia benar-benar belum mau untuk memulai semuanya, dia terlalu takut untuk membayangkan nya, Olivia merasa trauma dia yang hanya berpacaran dengan dokter terpopuler di rumah sakit ternama saja membuat dia menerima hinaan dan siksaan apa lagi menikah dengan penguasa seperti Arion.
Arion mengecup pucuk kepala Olivia, Arion merasa Olivia belum menerimanya sepenuhnya seperti nya jalan Arion masih panjang suami hanya sebuah status di dalam pernikahan bukan di dalam hati Olivia.
"Olivia hari ini kau boleh pulang, aku sudah membicarakan dengan dokter mu" Arion melepaskan pelukannya dan membuat Olivia menatapnya.
"Benarkah yang kau katakan tuan? lalu ibuku bagaimana? " Olivia ingin terus menemani ibunya.
"Tentang ibumu aku akan membicarakan dengan more, kalau keadaannya sudah membaik kau dan ibumu akan tinggal di keluarga Mars" Jelas Arion
"Ta.. tapi" Olivia tidak bisa menyelesaikan ucapannya saat Arion mulai bicara lagi.
"Tidak ada tapi, kau masih bekerja merawat nenek kau belum mengundurkan diri, dan lagi rumahku adalah tempat teraman untuk ibumu, karena rumahku adalah rumahmu juga"
Olivia tersentuh dengan ucapan Arion yang terdengar begitu tulus "Terimakasih, my boo"
"Tidak kah aku mendapat hadiah? " Arion benar-benar berubah drastis saat bersama dengan Olivia.
__ADS_1
"Ha.. hadiah? aku tidak memiliki apapun, dan lagi kau sudah kaya apa masih membutuhkan uangku yang sedikit ini" Olivia tidak bisa memikirkan hadiah yang biasa dia berikan pada Arion.
"Aku tidak butuh uangmu" Arion benar-benar di buat kesal dengan tingkah lugu istrinya itu, Arion memijat kepalanya yang tak pening.
"Lalu kau ingin hadiah apa? " Tanya Olivia ragu-ragu karena dia takut Arion menyebutkan benda yang harganya selangit.
"Bagaimana jika kau membungkus diri mu" Bisikan Arion di telinga Olivia yang mampu membuat Olivia bergidik.
Olivia berpikir sejenak dengan ucapan Arion kemudian dia mendorong Arion menjauh saat menyadari maksud terselubung dari perkataan Arion yaitu Arion menginginkan dirinya.
"Kenapa? aku suamimu " Arion terus menegaskan statusnya.
"Pada saatnya nanti aku akan memberikan diriku untuk mu my boo, tapi bisakah kita melakukan nya setelah aku siap" Olivia dengan wajah memerah malu-malu mengutarakan jawab untuk Arion.
Arion memeluk Olivia kembali, dia tau dia harus belajar kata sabar untuk wanita yang dia cintai itu "Aku mengerti, bisakah aku meminta DP nya dulu" mendengar ucapan Arion Olivia mengadahkan wajahnya menatap mata Arion, Arion perlahan mencium bibir mungil Olivia, rasa yang manis membuat Arion lagi dan lagi menginginkan ciuman itu, bagi Arion Olivia adalah candunya.
Di sisi lain
"Aleena kita menggunakan pesawat pribadi tidak perlu terburu-buru kita tidak akan ketinggalan pesawat" Ucap santai Rayyan menanggapi putri kecilnya itu.
"Papa benar-benar menyebalkan, apa papa tidak kangen dengan kak Arion dan kak Aric, aku sudah tidak sabar ingin menemui mereka" Aleena mengerucut kan bibirnya membuat Rayyan begitu gemas dengan putri kecilnya yang sedang merajuk itu
Rayyan menggendong putri nya untuk kembali masuk ke dalam mobil "Sudah jangan merajuk, kita berangkat sekarang ok" Rayyan mencium putrinya itu, Aleena yang masih marah terlihat mengusap pipinya bekas kecupan papanya dengan bibir masih mengerucut.
Rayyan membuka pintu mobil dan mendudukkan putri kecilnya di belakang, dia kemudian mengemudi dengan Tiara yang duduk di sampingnya.
"Tidak ada yang tertinggal sayang? " Tanya Rayyan pada Tiara, Tiara menggelengkan kepalanya.
Rayyan kemudian melajukan mobil nya ke arah Bandara, terlihat Aleena sangat bahagia saat mobil itu terus melaju.
__ADS_1
Sesampainya di bandara, Aleena berjalan bergandengan dengan sang mama berjalan menuju gadis cantik yang sudah berdiri menunggu cukup lama di bandara.
"Kakak Fiona" Teriak Aleena membuat Fiona menengok ke arah Aleena dan Tiara.
"Tante, Aleena" Fiona melambaikan tangannya pertanda dia sudah melihat kedatangan Aleena dan Tiara.
"Kau sudah lama di sini Fiona? " Tanya tiara saat sampai, tiara tidak menggunakan kursi roda lagi karena Tiara merasa dirinya sudah lebih baik.
"Lumayan tante, tapi tidak apa-apa sekarang tante dan Aleena kan sudah datang" Fiona tersenyum begitu manis di wajahnya juga seakan tertulis dirinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Arion.
"Baiklah ayo masuk ke dalam pesawat, paman mu akan menyusul" Ucap Tiara, mereka bertiga akhirnya masuk terlebih dulu ke dalam pesawat.
Tak selang begitu lama Rayyan sudah duduk di samping Tiara dan pesawat pun lepas landas.
"Fiona kau sudah memberitahu orang tuamu? " Tanya Rayyan kepada Fiona.
"Tentu saja paman, dia juga menyuruhku membawa pulang anak laki-laki kesayangan nya itu" Kenzo memang sayang dengan Alister meski Alister bukan anak kandungnya.
"Baguslah aku tidak ingin di tuduh olehnya menculik putri kesayangan nya" Rayyan mencoba bercanda untuk mencairkan suasana.
"Aku juga calon putrimu paman jadi menculik ku adalah tugas mu" Fiona menanggapi candaan Rayyan
"Calon putri? apa kakak akan menikah dengan kak Aric? " Aleena yang dulu menjodohkan Aric dengan Olivia sekarang tidak ingin menjodohkan nya lagi setelah tau kakaknya Arion yang berhasil mendapatkan kakak Olivia tersayang nya itu, kali ini Aleena malah mendukung Fiona dengan Aric.
"Tidak.. Tidak aku bercanda Aleena, tapi apa kau pura-pura tidak tau kakak mu yang aku sukai bukan kak Aric" Ucap Fiona malu-malu
"Lalu siapa? kakak Arion, tapi kakak Arion sudah menyukai wanita lain" Ucap polos Aleena yang membuat Tiara dan Rayyan khawatir dengan Fiona.
"Siapa wanita itu? " Fiona terlihat kesal sedih kecewa menjadi satu itu terlihat dari matanya.
__ADS_1
"Fi.. Fiona Aleena hanya asal bicara sayang jangan di pikirkan" Ucap Tiara meredakan keadaan
*Benarkah Aleena asal bicara tapi kenapa aku merasa itu adalah kebenaran " Ucap Fiona dalam hati.