MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 170


__ADS_3

Fiona menganggukkan kepalanya dan mengusap bibir Aric "Aku bersedia" kemudian mencium bibir Aric dengan lembut.


Di balik ciuman itu Aric tersenyum, Aric menekan kepala Fiona membuat ciuman itu menjadi lebih dalam, lidah keduanya tak henti saling menari di dalam sana, wajah keduanya terlihat sangat menikmati permainan yang sangat intens itu, sampai akhirnya Fiona tersadar konfirmasi Aric belumlah stabil, Fiona ingin menyudahinya tapi Aric masih menahan nya sampai keduanya melepaskan ciuman itu bersama-sama saat nafas mereka sudah habis tak tersisa.


"Hah hah hah.. sejak kapan kau bisa senakal ini? " Tanya Fiona menyelidik.


"Aku hanya bersikap nakal terhadapmu, tenanglah kau adalah wanita satu-satunya milik ku, dan tidak akan terganti Fiona" Ucapan Aric itu mendapat pelukan dari Fiona pelukan yang sangat hangat.


"Jika kau berdusta aku tidak segan untuk menembak mu tepat di jantung mu" Ancam Fiona yang membuat Aric terkekeh.


"Aku tak akan membiarkan mu menyia-nyiakan peluru pistol mu! " Aric mengacak-acak rambut Fiona dan membuat Fiona semakin tenggelam dalam pelukan Aric.


Fiona merasa sangat bahagia, seandainya dia tau lebih cepat yang sebenarnya dia mungkin akan menikmati waktu bahagia nya sejak dulu, tapi Fiona mensyukuri apa yang sudah terjadi.


"Fio, Arion di mana? " Tanya Aric saat pelukan mereka sudah mulai mengendur dan Fiona duduk dengan posisi semula.


"Arion? mungkin masih di depan akan aku mencarinya" Fiona tau ada hal penting yang ingin Aric sampaikan, Fiona berdiri dan berjalan ke luar.


Aric menatap punggung wanita cantik yang akan segera jadi milik nya itu "Selamanya kau tidak akan pernah aku lepaskan Fiona" Aric tersenyum dengan gumaman nya sendiri.


Fiona keluar dari ruangan matanya menjelajah hanya menemukan Alister dan Rocky, Alister melihat kakaknya yang keluar segera bangkit begitu juga dengan Rocky.


"Ada apa kak? apa kak Aric memerlukan sesuatu? " Tanya Alister segera setelah berada di depan kakaknya.


Fiona menggeleng "Dia hanya ingin bertemu dengan kak Arion, di mana dia? " Tanya Fiona pada Rocky.


"Dia sudah pulang dengan Aleena dan Olivia, jika Aric mencari Arion aku akan masuk, kalian tunggu di sini" Ucap Rocky yang tanpa basa-basi langsung saja masuk ke dalam ruangan Aric dan menutup pintu nya.

__ADS_1


Setelah Rocky masuk Fiona memukul pelan kepala adiknya membuat Alister mengaduh "Ya! apa yang kau lakukan kak, kenapa memukul ku! " Ucap Alister sembari mengusap kepalanya yang sebenarnya tidak terasa sakit itu.


"Bagaimana bisa kau membiarkan kak Arion yang mengantarkan mereka pulang" densus kesal Fiona, Adiknya ini menyia-nyiakan peluang untuk bersama Olivia.


"Tunggu kakak kau apa kau masih menyukai kak Arion? " Canda Alister yang mendapatkan pukulan lagi di Kepala nya " Aduh" Ucap Alister mengusap lagi bagian lain yang di pukul kakaknya.


"Bodohkah! aku ini sedang membantumu mendapatkan Olivia bukan ingin menjadi wanita tak tau diri, aku sudah memiliki kak Aric tidak mungkin aku mendambakan laki-laki lain, justru kau kenapa begitu lemah kau harus terus mendekati Olivia atau kau akan kehilangan nya" Ucap Fiona yang merasa agak aneh dengan tingkah Arion kepada Olivia.


"Aku sebenarnya ingin mengantar mereka berdua tapi aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri kak, apa kau tidak tau adikmu begitu perhatian terhadap mu" Alister memperlihatkan wajahnya yang terlihat sangat perduli pada Fiona.


"Dasar, ya sudah tapi lain kali jangan lepaskan Olivia, dia gadis yang baik aku juga akan sangat bahagia jika dia menjadi adik iparku" Ucap Fiona dengan senyum di wajah nya sembari mengusap kepala adiknya itu.


Alister mengangguk membalas senyum kakaknya, namun di hati kecilnya tersirat keraguan 'Dia gadis yang begitu baik, bisakah aku mendapatkan nya' Ucap Alister dalam hati.


Di dalam kamar Aric melihat arah pintu kamarnya dan menemukan yang berjalan ke arahannya bukan Arion melainkan Rocky.


"Seperti yang kau lihat, ini tidak terlalu membahayakan, di mana Arion? " Tanya Aric yang pada awalnya ingin bertemu dengan Arion.


"Dia sedang mengantarkan Aleena dan Olivia pulang, kenapa kau menanyakan dia? apa kau ingin tau situasi nya? " Tanya Rocky sembari duduk menyenderkan di kursi di dekat ranjang pasien.


"Mereka menyerang ku karena mereka pikir aku Arion bukan, di negara ini aku tidak mengenal siapapun kecuali keluarga Mars, mereka mungkin mengincar keselamatan Arion" Tebak Aric yang mendapatkan anggukan dari Rocky


Rocky mengangkat bahunya "Itu bisa iya bisa tidak, mungkin saja mereka dari awal juga sudah menyelidiki mu dan mereka tau kau saudara Arion jadi mereka mengincar mu" Rocky mengatakan opsi lain yang mungkin saja ada di pikiran mereka.


" Seberapa banyak musuh Arion?" tanya Aric yang tidak tau situasi sebenarnya.


"Jangan tanya, musuh Arion tentu banyak, sebagai penguasa yang di akui di dunia bawah dia tentu memiliki banyak musuh, musuh yang bersembunyi di balik nama kawan juga banyak, sebenarnya aku ingin satu hal untuk kau lakukan soal ini aku juga belum berbicara dengan Arion" Rocky terlihat berfikir keras terlihat sekali dia masih ragu-ragu untuk mengatakan nya.

__ADS_1


"Apa? katakan padaku? " Tanya Aric menyelidik apa yang sedang Rocky pikirkan tapi belum berani dia sampaikan pada Arion.


"Ini" Rocky mengusap tengkuknya yang tak gatal dia masih ragu haruskah mengatakannya, Rocky terlihat menarik nafas "Sebaiknya aku katakan dulu pada Arion" Ucap Rocky dan memberikan senyum kudanya memperlihatkan giginya yang rapi dan putih.


"Hei ayolah bicarakan saja padaku, kau sudah membuatku penasaran" Ucap aric yang benar-benar penasaran.


"Sudahlah jangan terlalu kau pikirkan, aku akan memberitahu mu jika Arion setuju dengan perkataan ku, saat ini yang terpenting kau sehat saja! " Rocky berdiri dan ingin pergi


"Kau bilang ini satu hal yang bisa ku lakukan, bagaimana bisa aku diam saja! hei Rocky sialan beritahu aku hal apa yang bisa aku lakukan" Aric benar-benar penasaran.


"Kau ini sama keras kepalanya dengan Arion, benar-benar saudara kembar, tapi mungkin Arion tidak akan setuju dengan ucapan ku ini" Rocky terlihat jelas tidak ingin meneruskan hal yang ingin dia bicarakan dengan Aric.


"Tunggu di sini! kau ini benar-benar" Aric ingin turun dari tempat tidurnya.


"Oi apa yang ingin kau lakukan? kau ingin turun jangan mengada-ada kau" Ucap Rocky panik yang tadinya sudah berdiri ingin pergi tiba-tiba dengan sigap menyuruh aric untuk kembali duduk di tempat tidur nya "Kau ingin Fiona membunuhku? " Ucap Rocky panik, Rocky segera duduk kembali.


"Kalau kau tidak ingin mati di tangannya, cepat katakan hal apa yang ingin kau katakan" Ucap aric.


"Kau ini memanfaatkan wanitamu apa kau tidak tau malu" Kesal Rocky.


"Berisik! apa kau lupa aku memang pengecut" Aric dengan wajah tampannya mengatakan begitu saja dia pengecut benar-benar membuat Rocky kesal.


"Kau membuat ku kesal! " Ucap Rocky


"Cepat katakan hal apa itu, jika itu bisa membantu Arion untuk Membasmi musuh nya akan ku lakukan" Ucap Aric.


"Kalau begitu dengar, bisakah kau.. " Rocky sedikit tidak enak mengatakan nya

__ADS_1


__ADS_2