MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 126


__ADS_3

"Ck! ternyata kau masih hidup! " Suara yang sangat Olivia kenal, suara yang beberapa tahun lalu membuat dirinya hancur dalam sebuah ketakutan


"Ta..tante" Gumam lirih Olivia, orang yang baru masuk adalah ibu dari Andreas ternyata dia sedari tadi mengikuti Andreas


"Untung saja aku mengikuti Andreas, siapa lagi orang yang bisa membuat Andreas durhaka kecuali kau! Apa kau sudah lupa apa yang bisa aku lakukan terhadap mu dan ibu gila mu itu! hah! " Ibu Andreas berjalan mendekat kearah Olivia mencengkram pipi Olivia dengan kuat "Apa kau lupa pelajaran apa yang sudah aku berikan padamu! kau adalah anak haram tidak pantas untuk menikah dengan Andreas, Andreas adalah pria baik-baik!! kau masih saja menggodanya kau memang pelac*r Plaaaakkkkkkkk... " Satu tamparan mendarat di pipi Olivia setelah cengkraman itu di lepas dari wajahnya


Olivia tidak dapat membendung tangisnya kenangan pahit masa lalu dan tamparan keras itu membuat tubuh dan batinnya merasakan sakit.


Ibu Andreas yang tidak tahan dengan sikap Olivia yang dia anggap sok terlihat kasihan itu membuat ibu Andreas geram dia menarik kasar rambut Olivia "Kau benar-benar ingin aku bertindak! apa kau tidak ingat bagaimana aku mempermalukan mu di depan umum membuat ibumu di cambuk! apa kau ingin aku melakukan hal yang sama atau hal yang lebih kejam! kau ingin mengujiku haaaaa" Teriak ibu Andreas dengan emosi dia memperkuat jambakan pada rambut Olivia, itu membuat Olivia kesakitan, air matanya sudah tidak bisa dia bendung perih kini di rasa oleh Olivia


Bibirnya bergetar ingin mulai berbicara "Ta.. tante aku tidak menggoda Andreas tante aku mohon lepaskan tante sa.. sakit tante" Ucap Olivia dengan penuh belas kasihan dia memohon tapi tangan itu tak kunjung lepas dari kepala Olivia


"Apa kau pikir aku percaya! jika bukan karena kau yang menggoda Andreas ku, dia tidak mungkin bisa memelukmu tadi! apa kau pikir aku buta! kau benar-benar pelac*r!!! " Ucap geram ibu Andreas


Namun tiba-tiba tangan Ibunya Andreas di cengkram kuat tangan laki-laki yang berada di belakang nya, membuat ibu Andreas kesakitan dan melepaskan tangannya dari rambut Olivia


"Na.. nak Arion, kau disini? ini tante kau lepaskan tangan tante sa.. sakit " Ucap ibu Andreas bersikap ramah dengan Arion berharap Arion melepaskan tangan nya


Arion menarik ujung bibirnya "Sudah menyakiti wanitaku masih berani menyuruhku! " Arion menatap tajam ibunya Andreas

__ADS_1


"WA.. wanita mu? Nak Arion buka matamu dia pelac*r yang menggoda Andreas, dia tidak pantas menjadi wanit... " Ucapan ibunya Andreas terhenti saat Arion melempar keras tangan ibunya Andreas sehingga membuat ibunya Andreas terdorong menghantam ranjang


"Wanitaku mana mungkin mau menggoda Andreas yang tidak bisa di bandingkan denganku! apa yang kurang diriku! apa kau sedang mengatai ku kalau aku lebih buruk dari putramu itu" Ucapan Arion itu tidak bisa di jawab oleh ibunya Andreas "Dan soal siapa yang menjadi wanita ku, bukan hak mu untuk menentukan nya wanita tua" Arion sengaja tidak memberikan wajah pada nya


Ibu Andreas terlihat kesakitan namun dia masih melotot kearah Olivia dan itu terlihat oleh Arion


Arion menarik tangan ibunya Andreas membawanya keluar, di luar kamar Olivia Rafael sudah berjaga di sana "Rafael dia telah menampar wanita ku bahkan menarik rambutnya, kau tau hukuman apa yang pantas untuk orang yang berani menganggu wanitaku bukan! "


Rafael mengangguk "Saya tau tuan, akan saya laksanakan" Rafael menarik kasar ibunya Andreas namun ibunya Andreas masih berusaha bertahan


"Nak Arion apa kau lupa aku siapa, aku adalah ibunya Andreas sahabat mu" Ucap ibunya Andreas menjual nama anaknya untuk membebaskan dirinya


"Lalu! bahkan jika kau presiden sekalipun tapi kau berani menyentuh wanita ku, aku juga tidak akan diam! apa kau paham sekarang wanita tua! bawa dia Rafael! " Ucap Arion


Arion berjalan mendekat kearah Olivia memberikan sapu tangan nya "Apa kau bodoh, kenapa hanya diam dan tidak membalas" Ucap Arion kesal


Olivia hanya diam menunduk bahkan tidak mengambil sapu tangan yang Arion berikan, Arion melihat tubuh yang sudah bergetar itu suara tangis yang begitu menjadi namun di tahan sehingga hanya menyisakan tubuh yang bergetar


Arion tidak bisa memarahinya lagi dia langsung memeluknya dan mengusap lembut rambut Olivia yang berantakan itu "Apakah sakit? lain kali harus melawan kau adalah wanitaku tidak bisa selalu di tindas, apa kau mengerti" Mencium lembut pucuk kepala Olivia

__ADS_1


Entah mengapa Olivia merasa tenang saat Arion memeluknya dia merasa aman dalam pelukan Arion.


"Hidupmu begitu rumit, benar-benar wanita yang merepotkan" Gumam Arion namun dia tersenyum dan mengecup kembali pucuk kepala Olivia *Tapi entah mengapa aku bisa jatuh cinta padamu! aku rasa aku benar-benar sudah gila" Ucapan Arion dalam hati dia semakin membawa Olivia tenggelam dalam pelukannya


Untuk waktu yang lumayan lama Olivia berada dalam pelukan Arion sampai Olivia tersadar jika yang memeluknya adalah orang yang sama yang pernah menyiksanya, dia mendorong pelan tubuh Arion


Arion takut dia terlalu mendekap Olivia sehingga sulit bernafas akhirnya dia melepaskan pelukan Olivia dan di saat itu dia melihat jelas wajah Olivia yang memerah karena tamparan ibunya Andreas, dengan lembut Arion mengusap pipi Olivia "Apakah sakit? " Tanyanya


"Tidak.. tidak apa-apa tuan" Ucap Olivia menarik dirinya agak menjauh, karena wajah Arion terlalu dekat dengan wajahnya itu membuat jantung Olivia berdetak sangat cepat dan kencang hingga membuat Olivia takut Arion bisa mendengar detak jantung nya


Tapi yang tidak Olivia tau, hal itu juga Arion rasakan jantung nya berdetak lebih cepat dan kencang sehingga membuat nya juga takut kalau Olivia akan mendengar nya


"Kau tunggu sebentar" Arion bergegas keluar dan kembali dengan cepat dengan membawa obat di tangannya


Olivia melihat obat di tangan Arion, Arion duduk dan membukanya ingin mengoleskan pada wajah Olivia namun tangannya di tahan


"Tuan biar saya sendiri" Ucapan Olivia


"Kau tidak bisa melihat bagian mana di wajahmu yang memerah dan memar biar aku yang oleskan" Arion mengoleskan obatnya dengan lembut itu membuat Olivia merasa malu

__ADS_1


Setelah selesai mengoleskan obat di wajah Olivia, tanpa sengaja mata mereka saling bertemu, Arion membuang pandangan nya namun malah melihat kearah bibir tipis milik Olivia, itu membuat Arion tidak bisa mengalahkan keinginan nya tiba-tiba Arion langsung mencium Olivia membuat Olivia terkejut namun entah mengapa kali ini Olivia tidak bisa menolak nya


Setelah cukup lama mereka berciuman, Arion melepaskan ciumannya dan berkata "Olivia ayo kita menikah" Perkataan itu terucap dengan wajah yang penuh keseriusan.


__ADS_2