
Setelah Rocky dan Olivia sepakat mereka kembali ke tempat masing-masing Rocky pergi ke ruang tamu menemani yang lain dan Olivia kembali ke dapur
Setelah mereka tidak ada seseorang bangkit dari tempatnya bersembunyi dari tadi dan berjalan meninggalkan taman.
Olivia dan Rania menata makanan di atas meja, Rocky membawa semua orang ke meja makan, hanya Arion yang belum turun dari kamarnya.
"Rocky setelah makan malam, bawa kami berkeliling ok" Ucap Davian yang penasaran dengan negara yang belum pernah dia kunjungi ini.
"Boleh saja, tidak masalah" Ucap Rocky santai
"Aku tidak ikut, aku ingin menemani nenek malam ini lain kali saja aku ikut dengan kalian" Ucap Aric yang belum puasa menemui neneknya bagaimana pun dia hanya tinggal memiliki satu nenek tentu dia harus menjaga nya dengan baik.
"Paman Daniel kemana? " Tanya Deffin pada Alister yang tidak menemukan paman setelah tadi berbincang sebentar di ruang tamu
"Seperti nya paman memiliki pekerjaan di negara ini" Ucap Alister menebak tapi tebakan nya berdasarkan apa yang sering Daniel lakukan negara A juga negara kekuasaannya.
"Baiklah aku tau itu, tapi tidak kah dia harus memberitahu kita" Ucapan Davian
"Dia sudah dewasa biarkan saja, mungkin saja di umurnya sekarang dia bisa mendapatkan pasangan hidup" Ucap Rocky yang notabene sellau jujur dan terbuka
"Semoga saja" Ucap Daffin yang selalu mendengar ibunya mengeluh dan takut tentang kebahagiaan paman nya itu, bagaimana pun hanya dia saja yang belum menemukan pasangan nya hingga sekarang.
Olivia menuangkan setiap minuman keras gelas mereka tugasnya juga sudah selesai semua makanan sudah tersedia
"Olivia" Suara Rocky menghentikan langkah Olivia, Olivia kemudian berbalik dan menengok
"Ada apa? apa ada yang kurang? " Tanya Olivia yang kerasa semua hidangan sudah di sajikan minuman juga sudah di tuangkan ke gelas masing-masing
"Kau lupa tuan rumahnya Olivia" Gurau Davian yang mendapat senyuman dari semua orang
"Olivia panggil Arion kemari, mungkin dia masih di kamarnya"
__ADS_1
"Baiklah" Ucap Olivia yang sebenarnya enggan sangat enggan berurusan dengan Arion bagaimanapun di benak Olivia, Arion tetap menganggapnya musuh karena perbuatan Ayahnya.
Olivia dengan hati-hati melangkahkan kakinya ke kamar Arion sampailah dia di depan pintu kamar Arion, Olivia mengatur nafasnya berdoa dalam hatinya semoga saja dia tidak mendapatkan cacian dari mulut pait Arion.
Perlahan Olivia menjulurkan tangan nya ke depan pintu kemudian mengutuknya
Took... Toookk... Tookkk
"Tuan apa anda di dalam? " Tanya Olivia hati-hati takutnya Arion tidak berada di kamarnya jadi Olivia bertanya seperti itu.
"Masuklah!! " Sahut Arion dari dalam kamar, perkataan Arion itu membuat ragu Olivia harus kah dirinya masuk ke dalam.
"Tuan saya hanya ingin memberitah.. " Ucapan Olivia tidak terselesaikan saat suara lantang itu terdengar lagi.
"Masuklah!!! " Kali ini suaranya lebih tinggi dari yang pertama membuat Olivia tidak dapat membantahnya.
Olivia memberanikan membuka pintu kamar Arion dengan hati-hati masuk kedalam kamar Olivia mencari keberadaan tuan muda itu tapi Olivia tidak melihat Arion, membuat Olivia sedikit overthinking dan merinding, Olivia berbalik dan ingin melangkah keluar.
"Kau mau kemana? " Suara laki-laki yang tadi tidak Olivia lihat tiba-tiba terdengar, membuat Olivia menelan ludahnya tidak berani menoleh, tapi dia merasa penasaran
Olivia membalik badannya perlahan saat melihat Arion Olivia berteriak "Aaaaaaaaaaaaaaa" Olivia menutup matanya.
"Apa yang kau teriakan apa kau sedang melihat hantu! " Ucap Arion yang sembari menutup telinga karena mendengar teriakan cukup kencang dari Olivia
"Bu.. bukan begitu tuan, ha.. hanya saja kenapa tuan hanya memakai handuk saja" Ucap Olivia dia terkejut melihat badan indah milik Arion yang terpampang jelas di hadapannya.
"Aku ini baru selesai mandi! wajar saja jika hanya memakai handuk" Arion tidak merasa bersalah karena menggoda gadis polos dengan tubuhnya yang bagus.
"Itu saya sudah tau maksud saya kenapa anda menyuruh saya masuk saat anda sedang mandi? " Olivia menjawab sesuai apa yang dia pikir kan.
"Apa tidak boleh" Arion mengucapkan jawaban yang tak mungkin bisa Olivia jawab dengan kata tentu saja tidak
__ADS_1
Olivia hanya memilih diam dia tidak ingin melanjutkan obrolan itu karena sebaik apa pun dia menjawab pada akhirnya dia akan kalah jua.
"Kau tunggu di sini" Ucap Arion membuat Olivia kebingungan untuk apa di menunggu seorang pria di kamar nya.
"Itu tuan saya kemari hanya ingin memanggil tuan muda untuk makan bersama dengan tuan muda yang lain, mereka semua sudah menunggu itu saja" Olivia ingin bergegas pergi tapi suara Ekhm itu mampu menghentikan langkah Olivia
"Ekhmm apa aku sudah memperbolehkan mu pergi! tunggu di sini" Arion segera berjalan ke area walk-in closet untuk berganti baju.
Olivia diam mematung benar-benar tidak mau menyinggung Arion, atau dia akan menggalakan rencana nya untuk pergi dengan Rocky minggu ini.
Arion beberapa kali mengambil pakaian nya dia
sekarang terlihat seperti wanita yang ingin berkencan, memilih baju yang tepat untuk berdiri di hadapan Olivia.
Arion hanya memijat keningnya dia baru Menyadari bajunya hanya sebatas kemeja, dan sebuah jas tidak ada yang lain beberapa kasus dan hoodie itu adalah pemberian Rocky yang tidak pernah dia pakai karena selera Rocky terlalu mengerikan warna yang cerah tentu akan sangat mencolok membuat Arion tidak pernah memakai nya.
Arion mencoba mengambil kaus merah yang di berikan Rocky, Arion bergidik ngeri saat menempelkan baju itu di tubuhnya "Payah! " Ucap Arion yang kemudian melempar baju itu ke sembarangan arah.
Arion akhir nya memilih kaus putih polos yang dia beli saat masih kuliah dulu. Dia memakai nya membuat dirinya terlihat lebih santai namun ketampanan dan karisma nya tidak menghilang.
Arion keluar dari walk-in closet terlihat Olivia masih berdiri di tempat itu, saat Olivia mendengar suara berjalan ke arahnya Olivia segera melihat nya.
Olivia terkesima untuk beberapa detik, barisan kali ini Arion tidak terlihat formal dan menyeramkan malah dia terlihat seperti Aric yang pembawaan nya lebih santai.
Olivia segera menyadarkan dirinya "Tuan" Olivia ingin bertanya namun lidahnya keluar saat tatapan mata yang tajam itu menatap nya
Arion mengambil hairdryer dan memberikan nya pada Olivia "Keringkan rambut ku" Ucap Arion membuat Olivia terdiam sejenak
Arion menyodorkan hairdryer itu pada Olivia namun tidak mendapat respon karena Olivia terkejut dengan permintaan Arion.
"Hei kau tidak mendengar ku, keringkan rambutku" Ucap Arion lagi sedikit meninggi membuat Olivia mengangguk kan kepala nya dengan segera.
__ADS_1
Arion duduk di sofa membelakangi Olivia, Olivia dengan gugup mulai mengeringkan rambut Arion, aroma wangi dari tubuh Arion menyerbak ke hidung Olivia membuat jantung Olivia berdetak lebih cepat dari biasanya.
Sedangkan Arion sendiri wajahnya sudah memerah jantungnya hampir lompat dari tempat saat sentuhan lembut tangan Olivia menyentuh kepalanya *Perasaan nyaman apa ini" Arion benar-benar menyukai usapan usapan lembut Olivia