MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 256


__ADS_3

Tak terasa sudah berapa minggu berlalu hari yang di tunggu Aric dan Fiona akhirnya tiba.


Pagi ini semua orang sudah berdandan dan bersiap untuk ke tempat mereka mengadakan acara pernikahan.


"Boo, apa kau belum selesai? " Tanya Olivia yang menunggu Arion yang mondar mandiri ke kamar mandi karena mual.


Satu minggu ini mual Arion sedikit lebih parah dari sebelumnya "Apakah semua ibu hamil akan seperti ini? " Ucapan arion yang memegangi perutnya yang merasa seperti di aduk-aduk dari dalam.


"Hmm, tapi mual ku tidak parah selain itu aku meminum obat yang di berikan dokter waktu itu, boo seperti nya lebih baik kita bertanya pada dokter dan meminta obat untuk mu" Olivia terlihat khawatir bahkan dia yang hamil tidak mengalami morning sickness separah Arion.


Arion menggelengkan kepalanya dengan sombong dia berkata "Sayang kau pikir aku ini siapa? hanya menahan mual seperti ini apa kau pikir aku tidak bi.. uuuu kkh" Arion kembali berlari masuk ke kamar mandi.


"Bagaimana mungkin dia masih bisa begitu sombong " Gerutu lirih Olivia yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Aaaahhhh " Arion mendekat ke arah Olivia menyandarkan kepalanya "Untung saja aku yang mengalami ini" Ucapan Arion itu membuat Olivia terkejut dan tersentuh.


"Boo, terimakasih" Olivia ikut menyandarkan kepalanya di kepala Arion.


Arion hanya tersenyum karena bersyukur setiap pagi hanya dia yang mengalami lemas karena mual, sedangkan istrinya hanya mual karena bau tertentu saja.


"Olivia jangan berterimakasih, harusnya aku yang berterimakasih padamu karena kau mau mengorbankan semuanya untuk ku" Ucap Arion yang tidak di mengerti Olivia.


"Berkorban? aku tidak berkorban apa pun? " Jawab Olivia.


"Aku sudah tau semuanya, apa akibatnya jika wanita hamil, nanti kau akan kehilangan bentuk tubuh dan berbagai macam hal, jika aku bisa menggantikan nya, aku ingin menggantikan mu menanggung semuanya" Arion memeluk Olivia.


Penguasa sombong itu diam-diam membaca semua artikel bahkan membeli banyak buku tentang ibu hamil dan di simpan di kamar Rocky dan Andreas.


"Boo, dari mana kau tau semua itu? apa kau diam-diam membaca artikel dan buku? " Tanya Olivia


"Mana mungkin, i.. itu tidak mungkin aku ini sang jenius tentu tau banyak hal"


"Ah benarkah? aku ingat betapa kau terkejutnya waktu itu saat mama bilang kau ngidam, kau bahkan begitu menyangkal hal itu"


"Soal itu aku hanya lupa" Udah Arion berusaha membantah kenyataan nya.


"Benarkah"


"Tentu saja, apa kau tidak percaya pada suamimu, suamimu ini sangat jenius" Ucap Arion dengan nada begitu sombong.


"Ah baiklah aku mengerti, suami jenius ku bisakah kau segera bersiap atau papa dan mama akan menunggu"


"Aku tau aku tau, sial mual ini benar-benar mengganggu" Arion mengambil jasnya dan di pakai kembali tadinya Arion sudah memakai nya namun di lepas kembali karena dia merasa sangat mual.


Suara ketukan pintu terdengar, Olivia segera membuka pintu "Aleena kenapa kau kemari? " Tanya Olivia.


Aleena menatap Olivia yang menggunakan gaun yang sama dengannya meski berbeda ukuran, Aleena terpana dengan kecantikan alami yang terpancar dari wajah Olivia, meski Olivia hanya menggunakan make-up sederhana "Kakak cantik sekali, bisakah aku juga secantik kakak?" Pertanyaan khas anak kecil itu terlontar dari mulut Aleena.

__ADS_1


"Tentu saja istriku yang paling cantik sedunia" Ucap Arion yang sedang merapikan jasnya.


"Boo apa yang kau katakan" Olivia merasa malu langsung di puji suaminya seperti itu "Ah Aleena juga sangat cantik, seperti ini saja sudah cantik apalagi nanti kalau sudah dewasa" Jawab Olivia.


"Aku tau tapi aku juga ingin sedikit berdandan hari ini" Ucap Aleena antusias.


"Baiklah kak Olivia akan memberikan sedikit sentuhan saja, bagaimanapun Aleena masih kecil tidak boleh make-up terlalu berlebihan"


"Baik" Aleena dengan senangnya masuk dan duduk di depan cermin


Arion tidak bisa berkata lagi dia hanya bisa mengambil permen yang dia pakai untuk mengurangi rasa mual nya dan duduk menunggu putri kecil di dandani


Olivia hanya memberikan bedak dan lip serum untuk Aleena yang sudah terlahir cantik, tapi hanya dengan sentuhan itu saja Aleena terlihat makin cantik


"Sudah" Olivia tersenyum puas dia tau Aleena memang sangat cantik.


"Ahh cantiknya aku" Ucap Aleena yang membuat Arion menghela nafasnya.


"Bagaimana bisa orang tidak tau malu memuji dirinya sendiri" Ucap Arion yang juga tak sadar diri dia sering memuji dirinya sendiri.


"Biarkan saja! ini memang kenyataan wlee" Aleena menjulurkan lidahnya.


"Boo jangan bercanda lagi, ayo kita turun papa dan mama pasti sudah menunggu"


"Ah celaka aku lupa! papa dan mama menyuruhku kesini untuk memanggil kak Olivia dan kak Arion agar turun cepat, gawat aku benar-benar lupa"


Mereka semua sudah berkumpul, bahkan hari ini nenek angel juga memaki baju yang sama mewakili orang tua keluarga Aditama yang sudah tidak ada.


Aric terlihat gugup, Arion menepuk punda Aric "Jangan kacaukan hari pernikahan mu" Ledek Arion, sebenarnya ejekan nya itu di buat untuk mengurangi rasa tegang Aric.


"Hah! apa yang kau katakan! itu tidak akan terjadi" Ucap Aric yang mau bagaimanapun juga darah daging Rayyan tentu saja memliki sikap sombong.


"Sudahlah ayo Aric kita berangkat" Ucap Tiara mengajak anaknya.


"Aku satu mobil dengan Andreas dan Rocky" Ucap Aric


"Baiklah" Ucap Tiara.


Mereka semua berangkat ke gedung acara berlangsung.


Sesampainya di sana, Tiara dan Olivia pergi ke ruangan yang khusus untuk pengantin.


Terlihat Fiona sudah selesai berdandan "Fiona kau terlihat sangat cantik" Ucap Olivia saat sudah masuk.


"Olivia kau juga sangat cantik" Ucap Fiona


"Apakah aku tidak cantik? " Tanya Aleena sembari menggembungkan pipinya

__ADS_1


"Mana mungkin Aleena kau juga cantik, benarkan Olivia"


"Ya Aleena sangat cantik"


"Heh aku tau itu" Aleena langsung merubah raut wajahnya, benar-benar tidak ada yang meleset semua keturunan tuan muda sombong benar-benar memiliki sifat sombong.


"Tina seperti nya acara sudah mau di mulai, aku akan pergi dulu, kau bawa Fiona ya" Ucap Tiara pada besannya itu.


"Baiklah" Jawab Tina.


Semua orang sudah berada di dalam gedung, acara akad pun di mulai, semua berjalan sesuai dengan rencana.


Akhirnya sekarang Fiona dan Aric sahabat menjadi pasangan suami istri.


Aric dan Fiona bersiap untuk pelemparan bunga tapi tiba-tiba terdengar bunyi tembakan yang membuat Aric tiba-tiba berlari.


"Aric kau mau kemana? " Tanya Fiona yang mengikuti langkah Aric.


Aric keluar dari pintu acara dan terdengar lagi suara tembakan.


Dooorrr.... Dooorrr....


Suara tembakan itu membuat semua orang berlari keluar.


"Apa ada penyerangan? " Tanya Daniel yang mendapat gelengan kepala dari Rayyan


Mereka ke luar dengan melindungi pasangan masing masing.


"Fiona tolong! " Teriakan setelah tembakan itu membuat Fiona panik dan keluar betapa terkejutnya Fiona Saat melihat semua teman kampusnya berada di halaman gedung memegang balon.


Aric berjalan dan menarik Fiona keluar dan bejalan ke halaman, Davian memberikan balon pada Fiona dan Aric, dua balon berbentuk hati sedangkan yang lain balon biasa.


Saat balon di terbangkan bersama-sama, langit terlihat indah di hiasi ratusan balon tapi di sana terlihat satu balon besar ikut terbang di tengah balon balon itu.


Dan Doorr ...


suara tembakan terdengar menembak balon yang terbang itu dan terlihat ribuan mawar turun mengguyur halaman dengan hamparan kelopak bunga.


"Indahnya, apa kau yang merencanakan semua ini? suami? " Tanya Fiona.


"Tentu saja, perlu satu hari satu malam mengisi mawar ke dalam balon" Ucap Aric yang sebenarnya hanya membantu sedikit di balik semua itu ada 4 laki-laki yang menjadi korban seperti biasa.


"Apa kau menyukainya" Tanya Aric


"Sangat menyukainya terimakasih, " Fiona mencium bibir Aric membuat semua orang bersorak melihat ya.


Terlihat semua orang lega dan sangat bahagia.

__ADS_1


"Akhirnya drama ini berakhir aku sangat lelah" Ucap Davian yang di ikuti aturan Daffin, Rocky dan Andreas.


__ADS_2