
"Olivia, hei Olivia" Alister beberapa kali memanggil nama Olivia namun tidak mendapatkan jawaban, Olivia sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri "Olivia" Ucap alister yang menepuk pundak Olivia membuat Olivia terkejut hampir saja puding di tangannya terjatuh namun alis terangkat dengan sigap memegangnya membuat tak sengaja kedua tangan mereka bersentuhan.
"Kau tidak apa-apa kau tiba-tiba diam apa ada yang sakit? " Tanya Alister
"Tidak tidak ada" Ucap Olivia yang menggelengkan kepalanya, dia segera menyadarkan dirinya dari pikiran nya yang aneh dan perasaan yang begitu menyakitkan "Emm alister apa Fiona benar-benar menyukai tuan" Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dari mulut Olivia.
Pertanyaan itu membuat Alister menatap Olivia "Kenapa kau menanyakan itu? kau harusnya sudah tau kan, kakak ku memiliki sikap yang berterus terang" Alister merasa sedih dengan pertanyaan Olivia
"Ak.. aku hanya bertanya saja, ya aku tau dia menyukai tuan" Ada kesedihan di kalimat Olivia
"Ya begitulah dia, mungkin dia datang kemari untuk mengambil hati kak Arion, dia adalah orang yang pantang menyerah dia akan berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk kak Arion" Puji alister kepada Fiona
Deg.... mendengar perkataan Alister itu Olivia tiba-tiba merasa sesak di dadanya, ada rasa tidak rela jika Arion di ambil orang lain *Apa ini apa aku benar-benar menganggap diriku seorang istri" Olivia menekan dadanya dia benar-benar merasa sakit
"Ada apa Olivia apa kau merasa sakit, apa aku perlu memanggil kan dokter? " Tanya alister yang khawatir melihat Olivia tiba menekan dadanya dan matanya berkaca-kaca
"Ahaha tidak seperti nya aku hanya perlu istirahat, alister bisakah aku berbaring sekarang? "
"Tentu, berbaringlah, aku akan menyimpan pudingnya di meja, kau beristirahatlah aku tidak akan menganggu" Alister mengambil Puding yang di pegang Olivia dan memasukannya kembali ke kantung plastik itu kemudian menaruhnya di atas meja.
Olivia berbaring, Alister menyelimuti tubuh Olivia, dia mengusap pucuk kepala Olivia "Selamat tidur, besok pagi aku akan kemari bye Olivia" Alister keluar dari jendela menutupnya dengan hati-hati sedangkan Olivia tiba-tiba meneteskan air mata
"Ada apa ini aku menangis? apa kau benar-benar takut Arion bersama Fiona, hei Olivia ada apa denganmu dia bukan benar-benar suamimu dia hanya sedang" Olivia tidak bisa melanjutkan kata-kata nya dia berfikir tentang banyak hal
__ADS_1
Olivia mengusap wajahnya, dia mengatur nafasnya, Olivia merasa aneh pada dirinya sendiri untuk apa dia menangis "Olivia sadarlah jika di pikir lagi, suamimu itu sangat cocok dengan Fiona, kau di bandingkan dengan Fiona apa kau bisa menang" Ucap Olivia pada dirinya, tiba-tiba dia baru menyadari dirinya memanggil Arion suami tanpa sadar
*******
Arion, Aric dan Rocky berhasil membuat helm mereka terlepas dan terdengar banyak tembakan mengenai delapan orang itu, ternyata Rafael sudah berada di atap dengan sepuluh penembak jitu yang lain, Arion sudah mengatur semuanya bersama Rafael.
Arion tidak ingin buang waktu, dia berlari ke mobil Mario Harris, Mario Harris tidak bodoh melihat dirinya akan kalah dkat langsung menggerakan mobilnya dan ingin kabur, Aric, Rocky dan Arion mengejar namun kecepatan mobil tentu akan kalah dengan manusia, tapi Arion tiba-tiba berhenti.
Benar saja dion yang tadi tidak ikut bertarung sudah berada dalam mobil seperti perintah Arion, Arion sudah memprediksi semuanya, Arion segera masuk " Rocky habisi mereka semua dan bereskan" Ucap Arion sebelum berangkat, Arion sekilas melihat anak buah mereka kewalahan, Rocky mengangguk dia berlari ke belakang membantu anak buah mereka.
Sedangkan Dion melajukan mobil uang dia kendarai dengan cepat dia segera berada tepat di belakang mobil Mario Harris.
Aric mengambil pistol laras panjang yang ada di mobil yang mereka tumpangi, Arion menekan tombol di mobilnya dan atap mobilnya terbuka Arion membidik ke empat ban mobil itu.
Arion duduk kembali, menaruh pistolnya dan turun bersama Dion Mario Harris berusaha keluar dari mobilnya dengan luka di tubuhnya dia masih ingin kabur.
"Orang tua yang keras kepala" Ucap Dion yang melihat Mario Harris yang terlihat susah payah berlari namun Dion dengan mudah menyusulnya, baru saja Dion ingin menangkap Mario Harris, Mario Harris langsung menodongkan pistol krn arah Dion "Kau Arion jangan bergerak atau Dia akan mati! " Ucap Mario Harris mengancam.
"He... kau ingin membunuhnya, bunuh saja" Ucap Arion tanpa ragu, membuat Mario Harris terkejut, karena setahu Mario meski Arion kejam, Arion terkenal perduli dengan orang yang dia anggap penting.
"Bahkan kau membuang nyawa, asisten setia mu kau benar-benar kejam! " Ucap Mario
"Kau yang lebih kejam, membuat keponakan mu sendiri menanggung kesalahan yang kau buat" Ucap Arion
__ADS_1
"Haha kau sudah mengetahuinya, kau memang benar-benar jenius, tapi sayang sekali kau tidak membunuhnya, apa karena dia menyerahkan tubuhnya padamu!"
"Diam kau bajing*n jangan berani menghina Olivia di depanku! dia bukan putrimu yang bahkan mau tidur dengan laki-laki tua! " Teriak Arion di benar-benar marah dengan hinaan yang keluar dari mulut Mario tentang Olivia
"Hahaha apa ini lelucon kau membela nya, apa kau menyukainya haha dia pandai merayu seperti ibunya yang tidak tahu malu" Ucapan Mario Harris benar-benar membuat Arion kehabisan kesabaran nya
"Kau marah! kau benar-benar menyukainya kau benar-benar bodoh seperti kakak ku, aku sudah membuat tunangan nya tidur dengan laki-laki lain dia masih mau menikahinya dan malah melahirkan seorang anak, kedua orang tua itu juga sama bodohnya, memberikan semua warisannya pada kakak ku yang bodoh itu, dan bodohnya dia memberikan semua nya pada wanita sialan itu, sial!!! " Tanpa sadar Mario Harris membicarakan masa lalu
Arion akhirnya mengerti kenapa ibu Olivia masih hidup dan tidak di bunuh karena dialah yang menyimpan aset keluarga Harris
"Dion sekarang" Dion mendengar ucapan Arion, dia membuang pistol yang Mario haris pegang mengunci Mario Harris dan menjatuhkan nya.
"Kau bisa ceritakan semuanya di penjara milik ku! " Ucap Arion
"Tidak akan, aku tidak akan bicara apapu.... " Ucapan Mario tak selesai karena Dion memukul tengkuk Mario dengan kuat membuatnya pingsan.
Arion membalikan tubuhnya, melihat mulutnya, "Ada bekas jahitan ada racun bunuh diri di dalam mulutnya kau bawa ke markas aku akan menghubungi Andreas untuk memeriksa seluruh tubuhnya" Ucap Arion yang curiga tidak hanya ada satu racun di dalam tubuh Mario Harris
"Aku mengerti tuan" Dion membawa Mario Harris masuk kedalam mobil, Arion mengirim pesan pada Andreas, setelah mengirim pesan Arion ikut berjalan masuk ke arah mobil dia mendengar sesuatu.
Arion segera berlari dan
Dooooooorrrr.... terdengar satu tembakan
__ADS_1