
Olivia berjalan tiba-tiba tangannya di hentikan seseorang, Olivia melihat kearah tangan itu "Tua... " Ucapan Olivia tidak selesai saat bibirnya sudah terbungkam oleh bibir lembut Arion, Olivia membulatkan matanya dalam benak Olivia terus bertanya apa dia melakukan kesalahan. Olivia memberontak dia berusaha mendorong Arion namun Arion justru memperdalam ciumannya, sampai pukulan Olivia melemah membuat Arion sadar Olivia mulai kehabisan nafasnya.
Arion melepaskan ciuman itu nafas keduanya memburu, Olivia ingin pergi namun tiba-tiba di tahan dalam pelukan Arion, membuat Olivia semakin tidak mengerti apa yang terjadi pada Arion. "Tuan lepaskan aku" Ucap Olivia dengan suara yang sedikit tertahan dia sedang ketakutan.
Suara Olivia membuat Arion sadar dan melepaskan pelukan nya pada Olivia "Kau kenapa menggodaku! " Ucap Arion yang samain membuat Olivia bingung, tapi Arion sendiri tidak tahan melihat Olivia menangisi pria lain itu membuatnya ingin mencium Olivia.
"A.. Aku tidak pernah menggoda mu tuan, kau yang tiba-tiba mencium ku" Ucap Olivia yang ingin marah tapi dia merasa malu akan perbuatan mereka barusan.
"Siapa yang menyuruhmu membuat ekspresi menyedihkan seperti itu jika bukan untuk menggoda dan menarik simpati ku lalu untuk apa?! " Ucap Arion dia tidak ingin mengakui bahwa dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri melihat Olivia bersedih
"Aku tidak " Ucap Olivia terhenti saat tangan Arion mengusap pucuk kepala Olivia membuat Olivia semakin tidak mengerti tapi kali ini dia benar-benar butuh pelukan dari seseorang bagaimanapun saat ini hatinya tengah rapuh, Olivia tidak sadar dia menangis di pelukan Arion, cukup lama Olivia menangis.
"Sudah! lain kali aku tidak akan memaafkan mu jika kau menangisi laki-laki lain" Ucap Arion yang kemudian melepaskan pelukannya dan pergi begitu saja.
Olivia antara bingung sedih dan senang tapi setidaknya dia bersyukur saat dia bersedih ada seseorang yang memeluk nya dan menenangkannya.
Sedangkan Arion kini berada di kamarnya, dia mondar-mandir dengan perasaan kalut "Apa yang ku lakukan tadi!! bagaimana jika dia salah paham, apa aku terlalu lembut, ada apa denganmu Arion ini semua salah orang tua itu dia benar-benar membuatku berfikir aku sudah jatuh cinta pada nya, tidak ini bukan jatuh cinta akhhhh hhhh ini semua mengganggu ku" Arion terus berbicara pada dirinya bertanya dan menjawab sendiri dia benar-benar tidak mengerti tentang dirinya sendiri.
Sedangkan di sisi Olivia, Olivia juga merasa aneh pada Arion sosok yang biasanya sangat kejam padanya tiba-tiba bisa bersikap baik, itu malah membuatnya takut "Tunggu jika di sebuah drama orang yang akan di eksekusi akan di senang kan dulu hatinya, apa tuan berencana membunuhku? atau menghukum ku? dia benar-benar sangat aneh hari ini, jika aku di eksekusi aku harus memohon satu permintaan " Ucap Olivia yang benar-benar terlalu banyak berfikir bagaimana Olivia tidak banyak berfikir sifat Arion ini membuatnya takut.
Olivia kemudian ke dapur membantu Rania dan bibi margareth menyiapkan makan malam, Olivia melihat Rocky yang berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman kaleng.
__ADS_1
Olivia membuat kesempatan " Bibi aku sudah memotong semuanya bisakah aku pergi berbicara dengan Rocky? " Tanya Olivia
"Baiklah, lagi pula kau di sini sebagian perawat Olivia bukan pembantu jadi ini tidak masalah"
"Bibi kita adalah sama bawahan milik tuan muda, bibi maafkan aku, tapi aku benar-benar harus berbicara dengan Rocky" Olivia merasa bersalah pada bibi margareth perkataan bibi itu membuat Olivia tidak enak hati.
"Bibi tidak bermaksud menyinggung mu, jangan salah paham" Bibi margareth takut membuat Olivia salah paham atas perkataannya.
"Tenang bibi aku tidak tersinggung, bibi aku pergi dulu ya" Ucapan Olivia mendapatkan anggukan dari bibir margareth.
"Rocky bisa bicara sebentar? " Tanya Olivia pada Rocky
"Tentu, ada apa seperti nya sangat penting" Ucap Rocky yang melihat kekhawatiran pada wajah Olivia.
"Rocky apa tuan muda pernah berbicara tentang mengeksekusi atau menghukum ku atas kejahatan Ayahku? " Tanya Olivia dia seperti nya ketakutan
Sedangkan Rocky malah terkejut dengan pertanyaan Olivia itu " Bagaimana kau bisa berfikir seperti itu Olivia? " Rocky heran dari mana pikiran seperti itu berasal, bahkan kali ini Arion sudah tau kebenaran kalau Olivia bukan Anak Mario Harris Sekejam-kejamnya Arion dia tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah karena itu yang nenek mereka selalu ajarkan.
Olivia menceritakan kejadian tadi tanpa menguranginya sedikit pun membuat Rocky menarik ujung bibirnya "Bukankah itu baik? " Ucap Rocky yang sedikit menangkap mungkin Arion perlahan menyadari perasaannya pada Olivia.
"Itu baik, tapi seseorang yang awalnya bersikap buruk dan tiba-tiba bersikap baik bukankah itu pertanda akan terjadi sesuatu yang besar, aku pernah menonton nya di sebuah drama mereka memberikan kehidupan yang baik sebelum dia mengeksekusi nya" Ucap Olivia yang membuat Rocky tidak bisa menahan tawanya bagaimana bisa Olivia sepolos itu
__ADS_1
"Apa kau benar-benar pernah berpacaran dengan Andreas" Rocky meragukan jika Olivia pernah ber pacaran
"Ke... kenapa tiba-tiba menanyakan hal ini? " Tanya Olivia tidak mengerti
"Ah sudahlah, dengarkan saja perkataan ku Olivia tidak ada yang akan mengeksekusi mu atau menghukum mu kau jangan khawatir, dan ingat aku sebisa mungkin juga akan menjagamu bila terjadi sesuatu pada mu, apa kau mengerti " Rocky mengusap lembut pucuk kepala Olivia
Olivia mendengar ucapan Rocky membuatnya ingin bertaruh sesuatu dia benar-benar ingin keluar " Kalau begitu bisakah kau menemani ku ke suatu tempat minggu ini Rocky" Ucap. Olivia dengan nada sedikit memohon
"Kau ingin keluar? " Tanya Rocky yang mendapatkan anggukan dari Olivia "Baiklah akan ku coba" Ucap Rocky yang kali ini sedikit berani untuk mengajak Olivia keluar bagaimanapun Arion sudah tau kalau Olivia tidak bersalah pasti tidak masalah membawanya keluar sebentar.
"Benarkah, terimakasih Rocky" Olivia terlihat sangat gembira membuat Rocky sedikit penasaran sebenarnya kemana Olivia ingin pergi.
"Kalau begitu bolehkah aku bertanya? " Rocky tipe yang berterus terang tentu saja dia ingin langsung bertanya tentang kemana tujuan mereka pergi
"Tentu saja" Ucap Olivia mendengarkan dengan baik pertanyaan Rocky
"Jadi kemana kau akan pergi bisalah memberitahu ku? " Tanya Rocky langsung pada Olivia, Rocky menunggu Jawaban Olivia
Olivia sedikit ragu untuk menjawab dia bahkan sampai mengatur nafasnya "Bolehkah aku tidak menjawabnya, bukankah saat kita pergi kau juga akan tahu" Olivia tidak berani menjawab pertanyaan Rocky
Rocky mengerti mungkin saja tempat yang ingin Olivia kunjungi adalah tempat yang tidak ingin semua orang ketahui, Rocky melihat kewaspadaan dari mat Olivia "Baiklah aku mengerti kita akan pergi minggu ini" Ucapan Rocky membuat Olivia mengembangkan senyumnya
__ADS_1
"Terimakasih Rocky kau teman terbaik ku" Olivia benar-benar tersenyum lepas terlihat dia sangat bahagia mendengar janji yang Rocky ucapkan *Akhirnya aku bisa pergi " Ucap Olivia dalam hati