
Olivia tidak bisa tidur, matanya enggan terpejam ada kekhawatiran di dalam dirinya melihat Arion yang terburu-buru pergi namun saat Olivia ingin memejamkan matanya, jendela kamarnya terdengar di ketuk, Olivia melihat ke arah jendela "Alister?" Ucap Olivia heran Alister ada di balik jendela nya.
"Buka tok.. tok.. " Alister mengetuk jendela kamar Olivia lagi memberikan isyarat untuk membukanya.
Olivia mengangguk dia mengerti dia kemudian membuka jendela yang di kunci daro dalam itu di menggeser jendela nya, Alister kemudian melompat masuk.
"Kau kenapa harus lewat jendela Alister" Tanya Olivia.
"Ini salah Tuan Muda sombong itu, berani menyuruh bodyguard nya untuk melarang ku bertemu dengan mu" Ucap kesal Alister, Alister sebenarnya sudah berusaha masuk sedari Arion pergi namun di tahan oleh para bodyguard itu jadi Alister hanya bisa menyuruh orang mengalihkan dua bodyguard itu dan membuat rencana lain yaitu datang melalui jendela kamar.
"Ini memang sudah malam, mungkin mereka hanya tidak mau menganggu ku, dan mengira aku sudah tidur" Ucap Olivia menenangkan Alister.
"Ini belum waktu tidur kau saja belum tidur memang kak Arion ingin sekali aku menjauhi mu! " Ucap Alister kesal
"Benarkah it.. itu hanya perasaan mu saja" Ucap Olivia tapi entah mengapa mendengar perkataan Alister itu wajah Olivia terlihat malu-malu namun Olivia menyembunyikan nya dan berusaha tenang
*Apa dia benar-benar tidak suka aku dekat dengan laki-laki lain" Ucap. Olivia dalam hati yang tidak percaya dengan ucapan Alister tapi di sisi lain Olivia ingin mempercayai itu.
"Olivia apa kau mau, aku membawakan sesuatu yang akan membuatmu senang" Ucap Alister antusias memberikan kantung plastik pada Olivia
"Apa ini? " Olivia menerima kantung plastik yang di berikan Alister padanya.
"Buka saja, kau pasti akan tahu" Ucap Alister tersenyum, senyuman yang sangat mempesona namun entah mengapa sekarang senyuman Alister itu menjadi terasa biasa saja di mata Olivia.
"Ini pudding mangga, terimakasih" Ucap Olivia yang terlihat senang dengan puding itu, karena buah mangga adalah kesukaan nya buah yang biasa dia makan.
"Makanlah, aku yang membuatnya " Ucap Alister menggodok tengkuknya
"Benarkah? " Olivia menatap Alister membuat jantung Alister berdetak begitu cepat.
__ADS_1
"Tidak aku membelinya" Ucap Alister tersenyum lebar.
"Ah aku pikir" Ucap Olivia namun mata Olivia tertuju pada tangan Alister yang menggunakan plester.
Olivia mengangguk "Seperti nya chefnya sampai terluka saat mengupas mangganya" Goda Olivia yang membuat Alister salah tingkah
"Tidak ada yang terluka, dia chef yang terkenal tidak akan terluka" Nikah Alister yang malu seperti nya dia benar-benar membuat pusingnya sendiri
"Alister terimakasih, kau sudah membuatkannya untuk ku" Ucap Olivia yang mulai memakan puding di tangannya itu "Ini enak" Ucapnya memuji
Pujian Olivia itu membuat hati Alister benar-benar senang, jantungnya seakan ingin melompat kegirangan.
"Hei Olivia apa kau masih mengingat kakak ku? " Tanya Alister tiba-tiba membuat Olivia menghentikan suapannya
"Tentu saja, dia teman pertama yang aku miliki di negara lain"
"Bagus, lusa kakak ku akan datang aku akan membawamu dan dia pergi jalan-jalan apa kau setuju" Alister menantikan jawaban Olivia
****
Saat ini Mario Harris turun lagi membawa dua pistol di tangannya "Ini begitu mudah! kalian ini terlalu lemah bagaimana bisa menjadi penguasa dunia bawah begitu lama" Mario Harris berjalan mendekat dan menodong kan pistol ke arah mereka. "Beri salam ke pada dewa kematian! " Ucap Mario Harris ingin menarik pelatuk nya.
Dooorrrrr... Doooorrr..... Terdengar dua kali bunyi tembakan, Mario Harris terkejut kedua pistolnya terlempar dia menengok ke belakang.
"Apa kabar pengkhianat! " Ucap laki-laki yang berjalan ke arah Mario Harris, Mario Harris begitu terkejut dan bingung tapi laki-laki itu menarik lagi pelatuknya
Dooor... Dooor.. Dooor... Doorr.....
Empat peluru langsung menembus empat kepala "Rocky kau sangat membuatku malu! " Ucap Arion, sebenarnya dia bersyukur Rocky tidak apa-apa melihat wajah dan tubuhnya seperti nya mereka melawan dengan habis-habisan.
__ADS_1
"Aku yang terlalu meremehkan musuh, maafkan aku" Ucap Rocky menyesal
"Tidak masalah, uang mu bulan ini tidak ada" Ucap Arion santai berjalan semakin dekat ke arah Mario Harris yang masih terlihat bingung.
Arion menodongkan pistol tepat di kepala Mario Harris
"Kenapa kalian ada, ahhh aku mengerti kau bukan Arion kau saudara kembar yang selalu Angel katakan, bodohnya aku tidak bisa membedakan kalian" Ucap Mario yang akhirnya mengerti situasi nya.
"Terlambat! kau terlalu lambat, hei pak tua beri salam kepada dewa maut" Ucap Arion
"Hahaha kau terlalu cepat bahagia! " Ucap Mario yang dengan cepat menyetrum Arion, membuat Arion memundurkan tubuhnya Mario segera berlari sedikit menjauh "Orang ku tidak hanya ada empat orang, kali ini kalian temukan kelemahannya hahaha" Ucap Mario Harris yang tiba-tiba keluar delapan orang dengan tubuh lebih kecil dan memakai helm di kepalanya di banding empat orang itu, Arion ingin menarik pelatuknya namun
Door.. Dooorrr...Dooorrr... Terdengar lebih dulu tembakan dari 8 orang itu "Sialan mereka membawa senjata api" Ucap Rocky, namun anak buah yang di bawa Arion tidak tinggal diam mereka menarik pelatuknya membalas tembakan itu, Arion, Dion, Aric dan Rocky juga membidik mereka semua.
"Apa ini mereka tidak bisa di lukai! " Ucap Aric yang menembak tepat di jantungnya
"Mereka juga menggunakan helm anti peluru" Ucap Rocky mereka semua tersudut.
Arion berjalan menarik orang orang nya yang terkena tembakan dilarang orang itu "Rafael kau lambat! " Ucap Arion ternyata dia tersambung dengan Rafael
"Maaf bos" Terdengar sahutan dari Rafael dari seberang sana yang hanya bisa Arion dengar Arion nekat berjalan ke arah delapan orang itu, Aric dan Rocky mengikuti Arion melewati tembakan itu mereka hampir lupa merdeka menggunakan rompi anti peluru mereka hanya harus melindungi kepala mereka.
Arion, Aric dan Rocky menunjukkan skill menembak mereka dengan 8 orang itu saling tembak "Jarak mereka sangat dekat
Tapi setelah mereka semakin dekat tembakan berhenti, seperti nya mereka kehabisan peluru dan ingin mengganti pistol namun "brengs*k! beraninya kalian" Tendangan ganda mendarat pada dua orang sekaligus tendangan dari sang penguasa uang penuh amarah itu mampu membuat dua orang itu terjatuh, enam orang lain melihat temannya di serang tidak tinggal diam dia langsung menyerang Arion, Rocky dan Aric segera membantu.
"Rocky, kepala ayam tidak enak! " Teriak Arion membuat semua orang berfikir Arion sudah gula di tengah pertarungan malah membicarakan kepala ayam.
Namun Rocky mengerti, serangannya Rocky sekarang tertuju pada helm yang mereka gunakan, dua orang yang terjatuh sudah bergabung dengan mereka, delapan melawan tiga.
__ADS_1
"Sial mereka juga sudah meminum obat sialan yang di buat dokter gadungan brengs*k itu! " Teriak Rocky