
Sesuai rencana Rafael segera ke cafe menggunakan mobilnya sedangkan Arion dan Dion memantau di cafe lain yang posisinya tidak jauh dari cafe yang Rafael sambangi
Rafael sampai di parkiran, dia keluar dan melihat Susan yang masih bermain HP sendirian seperti nya sedang menunggu seseorang.
Rafael menghela nafasnya, dan tiba-tiba "Cepat! kau terlalu lambat " Seseorang berteriak di Handsfree yang Rafael sendiri lupa kalau dia memakainya
"Sebentar tuan " Ucap Rafael dia sedang mempersiapkan diri, agar dia tidak muntah karena akan menggoda Susan.
"Kau terlalu lama! bergerak sekarang atau gaji Rania aku potong 5 bulan" Arion tau kelemahan Rafael adalah adiknya, karena Rafael sangat menyayangi Rania
"Ja.. jangan tuan, saya segera bergerak" Rafael akhirnya berjalan ke arah meja susan
Susan masih bermain hp dan tidak memperhatikan Rafael , sampai Rafael menarik kursi di depan Susan "Ekhemm, apakah kursi ini kosong? " Tanya Rafael, suara Rafael yang terdengar sangat laki, membuat jiwa playgirl Susan terpanggil Susan segera melihat ke arah Rafael.
Meski kulit Rafael tidak seputih Arion dan Rocky namun dengan mata sipit nya mampu membuat Susan tak berkedip melihat cowok berbadan tegap di depannya
"Em sebenarnya ini untuk teman ku" Susan memakai triknya yang berlaga seperti wanita polos
"Ah begitu jadi aku mengganggu, maafkan aku" Ucap Rafael lagi sembari mendorong masuk kursi yang sudah dia tarik
"Tapi seperti nya dia sedikit terjebak macet, apa kau akan lama? " Susan seakan ingin bermain tarik ulur, dia sangat terlihat tidak ingin melepaskan Rafael.
"Tidak juga, aku hanya ingin minum segelas coffe saja" Jawab Rafael berusaha senatural mungkin menutupi rasa jijiknya
"Ehm kalau begitu tidak masalah" Susan seperti nya tidak ingin melepaskan Rafael begitu saja
Rafael dan Susan duduk bersama dan mengobrol banyak hal sembari menunggu coffe yang di pesan Rafael, Susan terlihat jelas sedang menggoda Rafael, dia menaikan rok mini yang sudah pendek menjadi lebih pendek dan memperlihatkan paha mulus nya dengan sengaja menaikan kakinya ke pahanya, Susan dengan sengaja melepaskan satu kancing baju nya dengan alasan sedikit gerah dan memperlihatkan jeli kenyal yang menyembul ke permukaan.
Setelah sekian lama berbicara Rafael sudah tidak tahan ingin segera pergi dari sana, seperti rencana yang Arion buat, telpon Rafael berbunyi "Ah sebentar aku harus mengangkat telepon" Ucap Rafael berdiri, dia berpura-pura berbicara dengan santai di telepon membahas uang yang berjumlah ratusan juta
__ADS_1
Susan mendengar itu matanya langsung tidak teralihkan dari Rafael *Dia boleh juga, meski tak sekaya tuan Georgi, tapi wajahnya sangat menggoda aku tidak akan melepaskan nya " Ucap Susan dalam hati
Rafael mematikan teleponnya "Sorry seperti nya aku harus pergi" Dia menyentuh Susan yang membuat Susan semakin tidak rela membiarkan Rafael pergi begitu saja
Rafael mengangkat tangan nya pada pelayanan, pelayan menghampiri mereka "Bill nya untuk meja ini" Rafael bersikap gantle membayarkan pesanan Susan
"Kau tidak perlu repot aku bisa membayar nya sendiri" Ucap Susan mengambil tasnya dan membukanya, ingin mengeluarkan dompet namun di tahan oleh Rafael.
"Sebuah penghinaan bagiku jika membiarkan perempuan cantik membayar makanan nya sendiri setelah mengobrol denganku" Ucap Rafael yang terlihat seperti playboy kelas kakap
Susan sangat terharu dia tidak pernah di perlakukan begitu manis oleh laki-laki tampan seperti Rafael
"Kalau begitu bisakah aku meminta kontak mu aku akan membalas traktiran ini lain kali"
"Baiklah" Ucap Rafael dia memberikan kontaknya dan membayar tagihan makan nya kemudian pergi.
Dia segera kembali ke mobil bergegas menemui Dion dan Arion yang tengah tertawa mendengar setiap rayuan yang Rafael lontarkan mereka tidak percaya, si brutal bisa bertingkah sok romantis
Setelah selesai berganti dia menemui tuan nya "Tuan saya sudah berhasil menaruh alat pelacak pada Susan" Rafael melaporkan misinya yang berhasil
"Kau baik-baik saja" Tanya Dion yang tau Rafael pasti sangat ingin muntah saat melakukan nya dia memiliki trauma pada wanita yang senang bergonta ganti pasangan, karena ibunya juga melakukan nya dia memiliki trauma tersendiri pada wanita seperti itu dan Arion adalah orang yang mengangkat nya dalam kegelapan hidup bersama ibunya yang gila akan *****
"Aku akan memberikan bonus untuk mu dan Rania, kau berhasil melawan trauma mu untuk dekat begitu lama dengan wanita seperti Susan" Arion memang sengaja memilih Rafael agar Rafael bisa melawan traumanya
"Terimakasih tuan" Ucap Rafael yang tau akan kebaikan Arion, dia tidak pernah tidak menghargai pekerjaan bawahannya meski dia bersikap dingin tapi sebenarnya dia perduli pada orang di sekitar nya.
"Sekarang kita tunggu siapa yang datang menemui Susan, aku sudah merentas CCTV di sana" Ucap Arion santai sedari tadi dia menonton Rafael dari laptop di hadapan mereka.
Susan bertemu dengan laki-laki tua lainnya, seperti nya bukan Georgi "Itu bukan tuan Georgi siapa lagi pria tua itu" Ucap Dion
__ADS_1
"Dia seperti nya suka sekali dengan pria seusia ayahnya, benar-benar menjijikan" Arion sendiri merasa jijik pada Susan, apa lagi melihat Susan yang terlihat langsung memeluk laki-laki itu, cafe yang Susan pilih lumayan jauh dari kota dan juga tidak terlalu ramai
Mereka terus mendengar percakapan Susan "Dia terus mengatakan wanita gila, siapa wanita gila yang di maksud itu" Ucap Dion yang penasaran
Arion tidak mendengarkan Dion dia fokus mendengarkan apa yang Susan rencana kan
"Apa dia sudah menemui wanita gila itu? " Tanya Susan pada laki-laki paruh baya itu
"Benar, tapi dia hari ini ke sana dengan dua laki-laki, yang satu mungkin lebih mudah beberapa tahun dariku yang satunya mungkin seusia dengan gadis itu" Ucap pria paruh baya itu
"Tidak perduli dia membawa siapa, rencana yang aku buat harus tetap di laksanakan, om tau bukan ayahku sudah muak dengan mereka berdua" Ucapan Susan di seberang itu membuat Arion terus berfikir
"Kalau begitu apa kau ingin melihat kematian nya kita ke sana, tapi setelah itu aku ingin " Pria paruh baya itu tanpa sungkan memainkan benda kenyal yang menyembul itu.
"Ah om, kau nakal" Ucap Susan membuat Arion dan Rafael jijik dan ingin muntah di buatnya.
"Apa kita akan mengikuti mereka? " Tanya Dion pada Arion
"Tentu saja! aku ingin tau siapa yang ingin dia lenyapkan orang yang di benci Mario Harris adalah Sekutu untuk kita" Ucap Arion
Mereka akhirnya mengikuti Susan dan laki-laki paruh baya itu dengan jarak yang sangat jauh karena Arion dengan mudah bisa melacak keberadaan Susan.
Di sepanjang jalan Arion terus berfikir hingga dia teringat sesuatu " Dion ini hari apa? " Tanya Arion yang seketika lupa hari apa ini
"Hari minggu " Ucap Dion
"Sial!! aku mengerti, hubungi Rocky sekarang! " Ucap Arion yang menyadari gadis yang mereka sebutkan mungkin dia adalah Olivia dan dua laki-laki yang Susan sebutkan adalah Rocky dan Daniel
"Untuk apa Tuan" Dion entah kenapa dia tiba-tiba banyak tanya
__ADS_1
"Diam cepat hubungi dia, tanyakan dia sekarang ada di mana?! dan suruh dia segera pergi " Ucap Arion yang terlihat khawatir