
Rocky berlari mengejar sosok Arion yang semakin jauh, "Ke arah mana dia" Rocky terus berlari dan melihat Arion yang berhenti seperti nya sedang berfikir di kamar mana Olivia di sekap.
"Arion" Panggil Rocky yang berlari mendekat ke arah Arion.
"Kau sudah datang? " Ucapnya Arion saat melihat Rocky yang kini sudah sampai di samping nya.
"Ya, Arion apa kau sudah lihat foto yang aku kir.. " Belum selesai Rocky berbicara Arion sudah berlari karena melihat kepulan asap di sebuah kamar. "Hei Arion tunggu aku, sial! " Ucap Rocky mengejar Arion.
Arion sampai di kamar yang di penuhi asap itu, pintunya terkunci Arion segera mendobraknya, Bra aaaakkk kkkk selalu cibai dia berhasil mendobrak nya.
"Olivia, Olivia " Teriak Arion melihat sekeliling yang sudah dipenuhi api dan asap, Olivia berada di bawah dengan tubuh yang terluka baju yang terlihat compang camping.
Arion segera memeluk Olivia, dia mengeratkan giginya dia benar-benar marah kali ini.
"Arion cepat bawa Olivia keluar" Ucap Rocky yang melihat api sudah memakan sebagian tempat tidur itu.
"Aku mengerti " Arion melepaskan kemejanya dia memakaikannya pada Olivia dan menggendong Olivia "Tenang sayang kau akan baik-baik saja" ucap Arion dengan perasaan sesak melihat tubuh terluka Olivia.
Olivia tersenyum begitu manis dengan wajah yang di penuhi air mata, dia mengangguk "Aku tau aku akan baik-baik saja" Rocky berjalan terlebih dulu namun tiba-tiba langkahnya terhenti di sebuah kamar.
"Tolong" Teriak seseorang itu, Rocky sangat hafal dengan suara itu dia segera menuju kamar itu.
"Rocky apa yang kau lakukan" Tanya Arion yang melihat Rocky malah berbelok lebih sebuah kamar.
"Tunggu sebentar aku mendengar suara" Ucap Rocky yang segera mendobrak pintu itu
Arion masih menggendong Olivia, cukup lama Rocky mendobrak pintu namun kemudian tidak segera kembali.
Arion mendengar suara baku hantam di dalam "Olivia tunggu sebentar aku akan melihat ke dalam" Ucap Arion yang menurunkan Olivia.
Olivia mengangguk "Hati-hati boo" Ucap lirih Olivia yang khawatir jika orang berjubah itu mencelakai Arion.
__ADS_1
Arion segera pergi masuk ke dalam kamar, dan Rocky terlihat sedang berduel dengan orang berjubah yang memegang pedang di tangannya.
"Rocky " Ucap Arion ikut menyerang orang berjubah itu.
"Arion aku serahkan dia padamu, aku akan membawa Silvia dan menjinakkan bom yang ada di tubuhnya.
Rocky segera membangunkan Silvia yang tengah pingsan " Silvia kau baik-baik saja? " Rocky sedikit menepuk Silvia.
Silvia sedikit mengerjapkan matanya "Jangan takut aku di sini" Rocky menggendong Silvia.
" Terserah " Arion terus menghindar dari tebasan tebasan orang berjubah itu. Arion berusaha mendekat dan menyerang tapi gerakan orang berjubah di hadapan nya sangat cepat, sama cepat nya dengan Arion.
"Rocky? " Ucap Silvia saat sepenuhnya dia sudah membuka matanya. Rocky mengangguk dan segera berjalan keluar
"Sial!! " Ucap Arion yang berhasil menendang jatuh pedang yang di bawa orang itu "Kau ke tinggalan jaman! " Hina Arion yang tidak berfikir pada era modern dia memilih senjata seperti pedang.
"Jika kau mau yang lain aku punya" Teriaknya dan menembak ke arah Arion.
"Arion" Rocky yang masih berada di depan pintu langsung saja menengok dan melihat kondisi Arion.
"Kau payah" Hina Arion dengan sedikit meludah membuat orang berjubah itu sangat marah pada Arion.
Rocky hanya bisa membawa Silvia keluar dulu dan berencana kembali membantu Arion nanti.
"Berisik! kau hanya beruntung lihat ini! " orang berjubah itu tersulut amarahnya dan menembak secara membabi-buta.
Arion sudah tau hasil dari provokasi nya, dia berusaha terus menghindari tembakan itu,
Dooor....Dooor..Doorrr..Dooooor...
Satu tembakan berhasil menembus kakinya "Cih!! " Teriak Arion yang tidak menyangka peluru terakhir bukan mengincar jantungnya melainkan mengincar kakinya. tapi dengan berakhir nya tembakan itu peluru di pistol itu juga sudah habis.
__ADS_1
Sekarang giliran ku! " Arion ingin mengambil pistol yang dia sembunyikan di tubuhnya tapi tiba-tiba "Tidak akan aku biarkan" orang berjubah itu melempar kan pisau ke arah Arion, untung mata elang Arion menyadarinya, Arion segera menghindar.
Orang berjubah itu memanfaatkan nya untuk berlari "Sial" Arion segera mengejar orang berjubah itu.
Orang berjubah itu tidak lari ke bawah melainkan dia lari ke atas, ke tempat yang lebih tinggi, dengan keadaan kaki yang mengeluarkan darah Arion mengejar orang itu.
"Arion, jangan kejar lagi! " Ucap Rocky yang sekilas melihat kaki Arion berdarah.
Arion tidak mendengar teriakkan Rocky, sedangkan Olivia hanya bisa menekan dadanya dan berdoa terus untuk suaminya.
"Silvia kau di sini sebentar aku akan membantu Arion" Ucap Rocky yang menghentikan aktivitas nya yang mencoba melepaskan boom yang berada di tubuh Silvia.
"Baiklah, aku akan pergi saja dari sini, aku tidak ingin membahayakan kalian dalam waktu satu jam boom ini akan meledak" Ucap Silvia
Rocky merasa bersalah dan dia tidak jadi pergi " maaf aku terlalu panik, aku akan membebaskan mu dari boom ini, bagaimanapun kau terlibat karena aku" Ucap Rocky yang menduga Silvia ikut di culik karena beberapa hari Silvia terlihat dekat dengannya.
Rocky berusaha melepaskan boom yang di ikat ke tubuh Silvia itu dengan menggunakan rantai dan gembok. Rocky harus bisa menemukan kode agar bisa membuka gemboknya dan menjinakkan boom nya.
"Rocky jangan pikirkan lagi, mungkin gemboknya tidak bisa di buka, dari pada kalian semua mati aku lebih baik pergi dan membiarkan aku meledak di tempat lain" Ucap Silvia yang membuat Rocky segera menggelengkan kepala nya karena Silvia meneteskan air matanya.
"Jangan bicara sembarangan, kau pikir aja ini siapa! diam dan kau akan selamat " Ucap Rocky pada Silvia yang terlihat frustasi, Olivia mengusap tangan Silvia
"Tenanglah Rocky akan menyelamatkan mu, kita akan selamat" Olivia memberikan semangat pada Silvia.
Silvia tersenyum dan mengangguk, sedangkan Rocky terus mencoba kombinasi angka dan berhasil untuk membuka gemboknya, Rocky dengan cepat membuka rantai yang melilit Silvia, menarik boom yang berada di tubuh Silvia.
"Aku butuh waktu 15 menit ubah menjinakkan nya, kalian lebih baik sedikit menjauh" Rocky mengambil Pisau kecil yang dia simpan di tubuhnya, Rocky segera membongkar rakitan boom itu.
Arion terus mengejar orang berjubah itu, dia menarik pelatuknya dia berhasil melukai kaki orang berjubah itu tapi orang berjubah itu sama kuatnya dengan Arion dia terus berlari ke atas dan sekarang mereka berada di atap gedung.
Arion segera memposisikan dirinya dan membidik ke arah orang berjubah itu "Pergilah ke neraka" teriak Arion yang ingin menarik pelatuknya namun orang berjubah itu malah tertawa kencang membuat Arion sedikit bingung.
__ADS_1
"Tidak semudah itu, Arion aku memiliki hadiah untuk mu! " Ucap orang berjubah itu membuat Arion tidak mengerti.